Su-57 Lahir dari DNA Su-47 “Berkut”

Sukhoi Su-47 Berkut

Salah satu pesawat tempur paling langka yang pernah lahir, Su-47 ‘Berkut’ Rusia dipajang pada pameran udara MAKS 2019 minggu lalu di Zkukovsky dekat Moskow, lansir Defenseworld.

Su-47 adalah peningkatan dramatis dalam teknologi penerbangan dibandingkan dengan jet tempur benerasi empat Mig-29 dan Su-27. Mampu melesat dengan kecepatan tertinggi Mach 2 dan fitur stealth untuk menyembunyikannya dari teknologi radar terbaik yang tersedia, menjadikan Su-47 adalah pesawat demonstrator dengan teknologi paling canggih di dunia.

Dengan hanya satu pesawat yang pernah dibuat, Su-47 dapat dikenali dari sayap menyapu ke depan yang akan memberikan kemampuan manuver yang unik dan karakteristik aerodinamis, bahkan disaat F-22 Raptor masih berupa konsep di papan gambar.

Jet demonstran Su-47 pertama kali terbang pada tanggal 25 September 1997 dan kemudian dilakukan di MAKS airshows- yang terakhir pada tahun 2005. Sejak itu pesawat tidak pernah meninggalkan hanggar dan karena itu merupakan kejutan untuk bisa melihatnya pada 2019 meskipun dalam tampilan statis.

Su-47 dirancang selama era Soviet untuk memberikan keunggulan Rusia dalam penerbangan tempur. Biro Desain Sukhoi ditugaskan untuk mengembangkan sebuah pesawat yang dapat menembus wilayah musuh yang sangat dipertahankan dengan muatan senjata penuh untuk misi serangan presisi.

Sayangnya gejolak periode pasca-Soviet membuat program tersebut terhenti dan hanya menelurkan satu prototipe meskipun pesawat menunjukkan beberapa manuver yang sangat menarik selama pameran pertunjukan udara dan banyak sistem elektronik dan mesinnya telah divalidasi.

Namun, Su-47 diklaim telah mewariskan sebagian gennya ke pesawat siluman Su-57, pesawat tempur generasi kelima Rusia terbaru. Seorang pejabat dari United Aircraft Corporation (UAC) Rusia yang mengontrol program pesawat tempur dari semua biro desain Rusia mengatakan kepada media defenseworld.net bahwa memamerkan Su-47 selama peluncuran varian ekspor Su-57E “memiliki beberapa arti.”

Dua teknologi signifikan yang dikembangkan untuk Su-47 ‘Berkut,’ telah dicangkokkan ke Su-57, yakni sistem kontrol penerbangan fly-by-wire digital dan penggunaan material komposit di badan pesawatnya.

Sukhoi Su-57 yang baru memanfaatkan teknologi ini sebagai hasil dari pengujian yang pernah dilakukan pada Su-47.

Su-47 juga dikatakan dilengkapi dengan bahan penyerap radar dan bentuk yang unik, tidak seperti jet tempur Mig dan Sukhoi dari generasi sebelumnya.

Namun, fitur menonjol dari Su-47 adalah sayap Forward Swept Wings (FSW) yag sebenarnya dapat menimbulkan gaya hambat yang berlebihan namun mendapatkan keuntungan pada kemampuan aerodinamisnya. Fitur sayap menyatu kedepan juga dimaksudkan untuk memfasilitasi peningkatan kemampuan manuver pada kecepatan rendah dan sudut serangan yang tinggi, meningkatkan ketahanan putaran, mempersingkat jarak take off, dan mengurangi hambatan udara selama fase penerbangannya.

Tinggalkan komentar