Apr 292019
 

Su-57 (foto : Common Wikipedia)

Untuk menjadikan Angkatan Udara Vietnam langsung menjadi kekuatan udara yang modern, militer Vietnam telah memprioritaskan untuk berinvestasi membeli tiga skuadron pesawat tempur multiperan Su-30MK2 untuk menggantikan MiG-21 yang sudah ketinggalan zaman.

Angkatan Udara Vietnam saat ini masih mengoperasikan pesawat serang Su-22 yang sudah uzur dengan teknologi lawas. Beberapa kali Su-22 juga mengalami insiden kecelakaan, dan yang terbaru Su-22 Vietnam menabrak pagar landasan saat melakukan pendaratan. Sehingga sudah layak untuk segera diganti.

Ada beberapa tipe pesawat tempur generasi 4.5 yang dapat diakuisisi Angkatan Udara Vietnam untuk menggantikan Su-22, seperti JAS 39 Gripen atau F-16 Fighting Falcon, atau pesawat tempur buatan Rusia yang paling cemerlang seperti Su-30SME dan khususnya Su-35S.

Baru-baru ini Presiden Rusia Vladimir Putin secara resmi menyetujui penjualan pesawat tempur Su-57E ke pasar luar negeri.

Meskipun kemungkinan Su-57E belum siap beroperasi secara penuh, tetapi ditempatkan bersama Su-35S, masih terbukti sangat unggul.

Menurut pendapat banyak pakar militer, meskipun belum memiliki standar generasi ke-5, Su-57 masih layak untuk diklasifikasikan sebagai pesawat tempur generasi 4.75, yang lebih tinggi daripada Su-35S.

Vietnam mungkin juga bisa langsung mengakuisisi Su-57 daripada Su-35 untuk lebih mempercepat modernisasi Angkatan Udaranya.

Jika membeli Su-57E pada saat ini, Vietnam juga akan menerima dukungan teknis dari Rusia dalam pengujian teknis dan kemungkinan akan disertai dengan paket peningkatan mesin Izdeliye 30 saat Su-57 sudah dalam tahap operasional penuh. Menjadikan Vietnam akan memiliki pesawat tempur generasi ke-5 yang lengkap dan siap tempur.

 Posted by on April 29, 2019

  15 Responses to “Su-57 Opsi Bagi Vietnam Selain Su-35”

  1.  

    ayo kapan kita memikirkan opsi su 57.

  2.  

    Kejauhan bang @rusia oke lha Su-35 saja blm jelas juntrungnya sampe sekarang, belum-belum dah diancam lik SAM sepertinya takut juga kita…kasihan TNI AU

  3.  

    Pesawat Sukhoi Su-57 (T-50 PAK FA) dikategorikan sebagai pesawat tempur generasi ke-5, dengan akan digunakannya tehnologi aviasi paling mutakhir, material penyerap radar, persenjataan canggih, kelincahan dan respon terhadap konflik yang akan datang. Sejak awal Sukhoi Su-57 (T-50 PAK FA) memang dirancang untuk menandingi jet tempur siluman F-22 Raptor dan F-35 Lightning II Amerika Serikat. Tanggal 29 Januari 2010 Sukhoi Su-57 (T-50 PAK FA) melakukan penerbangan perdananya yang kemudian disusul dengan penerbangan kedua yang dilakukan pada tanggal 12 Februari 2010. Hingga 31 Agustus 2010, Sukhoi Su-57 (T-50 PAK FA) sudah melakukan 17 kali penerbangan…https://militerhebatdunia.blogspot.com/2016/09/sukhoi-t-50-pak-fa-pesawat-tempur-multi.html

  4.  

    Hmm….Rusia saja masih belum kekeh mengenai Su 57, belum berani untuk produksi massal dan masih banyak yang perlu diperbaiki mengenai Su 57 ini, tapi sudah berani untuk eksport? Seperti yang dikatakan dalam artikel, para pakar militer masih menganggap bahwa Su 57 belum bisa digolongkan 5th gen, namun masih bisa digolongkan pada “4,75th Gen” diantara gen 4.5 dan gen 5.

    Agak aneh memang, tapi itu tergantung mereka, apabila harus memilih antara Su 57 dan Su 35, mereka mesti memilih salah satu saja dan bukan keduanya. Faktanya, Su 35 saja punya banyak perbedaan dengan pendahulunya Su-27 dan Su-30, terutama mesin dan elektroniknya. mengurusi Su 35 sendiri cukup repot, bahkan China pun cuma beli 24 unit, apabila Su 35 benar2 bagus tanpa cacat, mestinya ada lebih banyak lagi pemesanan untuk Su 35, namun tidak ada.

    Apabila Su 35 yang punya kekerabatan dengan Flanker lainnya saja ada banyak masalah yang menyelimuti, apalagi Su 57? Rusia sendiri saja masih belum yakin dengan pesawat ini, dan India mundur dari kerjasama, kita tidak akan tau pasti bagaimana nanti drama yang mampu dibuat Su 57 ini.

    •  

      Buat Russian fanboys silahkan menjawab. Ane pass dulu. Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh

    •  

      Sudah berani eksport berarti sudah layak su 57 sbgi pesawat full stealth, pembeli potensial tdk sebodoh yg loe bayangkan, krna pembeli pun akan diberitahu kecanggihan yg dimiliki pespur yg akan diboronnya & china mmborong dikit karna mrk akan meniru kecanggihan su 35 yg akan mrk produksi utk mengurangi biaya belanja militer mrk, tpi saat ini china blm bisa menirunya & katanya china akan mmborong su 35 2 skuadrone lg, klu india lbh mmperbanyak su 30 krna sudh memiliki lisensi & katanya india akan mmborong su 35 & mig 35 & bukan tdk mungkin india mmborong su 57 juga
      πŸ˜† πŸ˜†

    •  

      Sudah berani eksport berarti sudah layak su 57 sbgi pesawat full stealth, pembeli potensial tdk sebodoh yg loe bayangkan, krna pembeli pun akan diberitahu kecanggihan yg dimiliki pespur yg akan diboronnya & china mmborong dikit karna mrk akan meniru kecanggihan su 35 yg akan mrk produksi utk mengurangi biaya belanja militer mrk, tpi saat ini china blm bisa menirunya & katanya china akan mmborong su 35 2 skuadrone lg, klu india lbh mmperbanyak su 30 krna sudh memiliki lisensi & katanya india akan mmborong su 35 & mig 35 & bukan tdk mungkin india mmborong su 57 juga
      πŸ˜† πŸ˜†

    •  

      Ngomong opo toh kowe tole.?
      Kan sdh di jelasin di media, China hanya butuh mesinnya saja utk kebutuhan mesin pesawat silumannya. Sampai saat ini tenaga dr mesin yg dicangkokkan ke pesawat siluman mereka blom mampu memberikan kekuatan maksimal. Oleh krn nya mereka butuh mesin yg kuat. Tp Rusia gak mau jual kalo hanya beli mesin doank takut di kloning sama china.jd Rusia mensyarat kan hrs beli pesawatnya dan mesin cadangan sesuai unit yg dibeli.

      Jd bukan karena SU-35 ada masalah. Kalo bermasalah tentu Indonesia jauh hari sdh gak akan masukkan ke list pengadaan TNI.
      Jng ente bilang, buktinya Indonesia msh tarik ulur beli SU-35. Itu persoalan aturan yg dibuat pemerintah Indonesia terkait imbal dagan dan TOT yg tertuang pd UU nya. Sekali lagi urusan imbal dagang ini tidak mudah, banyak masalah timbul disana. Yg utama masalah komoditi yg disepakati, kemudian terkait harga, terkait periode kirim, terkait kuota dan terkait. Logika pikir kita kalo barang jualan ente laku keras, terus ada yg msu beli ngeteng tapi minta buatnya ditempat pembeli, mau gak ente layani.? Sementara pembeli lain pada ngantri tp gak minta syarat macam2.

      Adapun knp SU-57 dibeli sedikit, terkait mahalnya biaya produksi, lalu terkait mesin yg baru siap di 2020, masalah keuangan negara. Makanya jika ada yg minat kerja sama mereka wellcome. Yg terakhir bahwa teknologi stealt bukan lg barang yg hrs ditakuti, krn sdh ada anti dotnya walaupun msh perlu penyempurnaan. Makanya rusia fokus di Gen 6 untuk pembiayaannya.

      Tapi jng percaya penjelasan saya ini…krn saya cuma ngibul doank kok itu biar keluatan dibilang hebat…xicixixici

      •  

        Realisasi pembelian jet tempur Sukhoi Su-35 terlambat lantaran daftar komoditas imbal beli yg diajukan Indonesia belum kunjung disetujui oleh Rusia.

        Indonesia udah menyampaikan daftar komoditas imbal beli Su-35 ke Rusia. Setidaknya ada 16 komoditas yg diajukan sebagai komoditas barter: minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan produk turunannya, karet, biskuit, rokok, dan kopi Tora Bika.

        Dlm kerja sama bisnis tsb, Rusia diwajibkan untuk membeli komoditas asal Indonesia sebesar 50% dari nilai pembelian Su-35. Total nilai pembelian untuk 11 unit alat tempur tsb berkisar US$ 1,14 miliar di mana kontribusi dari imbal beli udah mencapai US$ 570 juta. Adapun, tahun lalu Indonesia sempat mengajukan 20 komoditas yg akan dipertukarkan dengan Rusia. Namun, beberapa komoditas yang diajukan ditolak oleh Rusia lantaran telah diproduksi oleh Rusia. Komoditas yg diajukan Indonesia tetapi ditolak oleh Rusia adalah seragam militer. Disitulah letak kendala Indonesia utk memperoleh Su-35 yg belum kunjung tiba.

  5.  

    Saya dari 2015 ngikutin perkembangan dan mantengin jakarta greater meski ga pernah komen. Tapi sekarang udah 4 tahun su 35 ga hebat lagi ehhh kalah ama vietnam

  6.  

    Silahkan borong
    πŸ˜† πŸ˜†

  7.  

    Sebetulnya kebijakan alutsista Indonesia bisa dilihat dari debat capres yg lalu, bahwa dalam 20 th belum akan ada perang, karenanya niat Pemerintah yg sekarang kurang greget alias maju mundur alias tidak maju-maju, lihat kabar Su 35 bikin stres saja. Nah kalau sdh ada kapal negara lain berani Nabrak KRI kita di wilayah kita sendiri baru kita sadar bahwa negara tetangga kita itu menganggap rendah kekuatan kita. Memang belum akan ada perang, tetapi kita sdh dibuat malu.

    •  

      Coba pola pikirnya dibalik. Kalo maksudnya dalam 20 tahun kedepan bakal terjadi perang, apa saja yg harus dipersiapkan pemerintah?? Tentunya yg harus dibangun dulu adalah infrastruktur dan jalur logistiknya. Percuma juga kan punya alutsista canggih tapi gak ada bbmnya atau susah ditempatkan.

      •  

        Ane setuju pendapat ente soal infrastruktur sebagai wadah penampung bahan2 logistik. Karena infastruktur sangat penting utk terbukanya akses untuk menjangkau daerah tsb, akan muncul kemudahan dlm arus pengiriman barang logistik yg akan meningkatkan devisa ekonomi daerah tsb. Berbagai produk yg dihasilkan baik itu hasil pertanian, perkebunan, bahkan senjata amunisi S-400 dapat dengan mudah dipasarkan di luar daerah dan membuat pasar yang lebih besar.