Des 132018
 


Su-35 (foto : Common Wikipedia)

Pabrik Dirgantara Sukhoi meluncurkan pesawat tempur Su-35 yang ke 100 di fasilitas produksi di Komsomolsk-on-Amur.

Upacara serah terima secara resmi dihadiri oleh perwakilan dari Departemen Pertahanan Rusia, Wakil Direktur Jenderal “ Sukhoi “, A. Gagarin “Alexander Pekarsh dan karyawan perusahaan.

Alexander Pekarsh menyatakan terimakasihnya kepada pabrikan pesawat untuk pekerjaannya, dari mulai perancangan, perakitan dan pembangunan hingga pengiriman pesawat tempur Su-35 yang ke-100. Perjalanan panjang telah dilakukan, semua jenis pengujian telah dilakukan, dan produksi massal pun sudah diluncurkan.

“Banyak pekerjaan dalam penciptaan pesawat tempur generasi keempat yang sempurna diinvestasikan oleh pengembang, produsen, perwira dan pejabat Kementerian Pertahanan Rusia, yang terlibat langsung dalam pembuatan pesawat – pesawat ini. Dan untuk itu, banyak terima kasih kepada semua orang! “Kata Alexander Pekarsh.

Su-35 adalah pesawat tempur generasi 4 dengan teknologi dan kemampuan terbaik di dunia ini merupakan pesawat transisi sebelum Rusia diperkuat dengan pesawat tempur stealth generasi kelima, Su-57.

Su-35 yang lahir sebagai penerus dari pesawat tempur legendaris Su-27 kini sudah diproduksi mencapai 100 unit, dan sudah memperkuat Angkatan Udara Rusia dan Angkatan Udara China.

Meski belum sepopuler Su-27 atau Su-30, namun kiprahnya selalu dinantikan oleh para pengamat dirgantara. Terutama terkait dengan kemampuannya, apakah menyamai ataukah melebihi pesawat tempur terbaik buatan AS dan Eropa, seperti F-18, F-15, Rafale ataupun Eurofghter Typhoon.

 Posted by on Desember 13, 2018  Tagged with:

  7 Responses to “Sukhoi Luncurkan Su-35 yang ke 100”

  1.  

    Su-35S telah mengalami banyak perubahan dan peningkatan, antara lain yaitu: – Di bagian atas hidung tidak hanya terpasang IRST, tapi juga bukaan (aperture) untuk infra merah pendeteksi rudal, yaitu MAWS (Missile Approach Warning Sensor) , satu diantara enam aperture yang terpasang di beberapa titik strategis yang melingkupi seluruh sektor di sekitar pesawat. – Roda pendarat depan Su-35S berkonfigurasi roda ganda (twin wheel) bersisian, dibanding roda tunggal Su-27. – Rem udara yang berukuran besar terpasang di bagian punggung atau dorsal airbrake (mirip pada F-15 Eagle dan menjadi ciri khas keluarga Flanker) dihilangkan pada varian Su-35S, yang otomatis menghilangkan sistem penggeraknya, sehingga mendongkrak kapasitas ruang dalam body yang dimanfaatkan untuk menambah 22 % kapasitas bahan bakar internal menjadi 11.500 kg atau sekitar 14.375 liter dari Flanker generasi awal. – Bagian lubang intake Su-35S dikatakan sedikit lebih lebar walaupun dalam hitungan centimeter saja.
    Selengkapnya : https://militerhebatdunia.blogspot.com/2016/07/sukhoi-su-35s-flanker-dinasti-flanker.html

  2.  

    Meoong

  3.  

    Uda 100 aja produksinya, sementara untuk TNI AU yg keberapa ya karena beritanya samar2.he3

  4.  

    Ada berita duka lagi, pesawat milisi Amerika Serikat – kata bung @Agato – yang ditempatkan di Hawaii kecelakaan… turut berduka untuk pesawatnya yang jablay tak terawat… buat pilotnya GWS ya bro

    Hawaii Air National Guard pilot seriously injured after military jet crash