Sukhoi Serahkan Jet Su-34 Batch Pertama Tahun 2018

121
88
Jet tempur Su-24 dalam MAKS 2017. © Air Recognition

JakartaGreater.com – Perusahaan pertahanan Rusia, United Aircraft Corporation (UAC) menyerahkan batch pertama pembom garis depan Su-34 tahun ini kepada Kementerian Pertahanan, seperti dilansir dari laman Air Recognition.

“Pesawat lepas landas dari lapangan terbang Chkalov Aircraft Works di Novosibirsk dan terbang ke tempat penyebaran”, menurut keterangan perusahaan Sukhoi.

Pabrik Sukhoi beroperasi dengan efisiensi maksimum saat ini. Kontrak negara dengan Kementerian Pertahanan Rusia untuk pengiriman Su-34 sampai 2020 pada Angkatan Udara Rusia memberikan beban yang stabil kepada perusahaan di tahun-tahun yang akan datang dan menentukan prospek pembangunan jangka panjang. Pada saat ini pembom garis depan berhasil beroperasi di angkatan bersenjata dan menunjukkan karakteristik tinggi.

Wakil Menteri Pertahanan Rusia Yuri Borisov sebelumnya berkata bahwa perusahaan Novosibirsk setiap tahunnya harus memasok 14 unit Su-34 per tahun. Pada tahun 2017, sebanyak 16 pembom garis depan Su-34 dipasok dan jumlah total kontraknya adalah 92 unit.

Borisov mencatat karakteristik bomber tempur Su-34 yang tinggi. Terbukti dalam konflik Suriah dan memiliki potensi modernisasi yang besar dan merupakan pesawat terbang terbaik, hampir mendekati pesawat generasi baru.

Angkatan Udara Rusia akan menerima total 150-200 unit jet Su-34. Kontrak pertama untuk 32 pesawat telah ditandatangani pada tahun 2008 dan satu lagi kontrak untuk 92 unit bomber tempur pada tahun 2012.

Borisov mengatakan bahwa perusahaan Novosibirsk akan mulai meng-upgrade Su-34 pada tahun 2018. Litbang untuk mengadaptasi persenjataan baru pada saat ini sedang berlangsung.

121 KOMENTAR

  1. JakartaGreater.com – Perusahaan pertahanan Rusia, United Aircraft Corporation (UAC) menyerahkan batch pertama pembom garis depan Su-34 tahun ini kepada Kementerian Pertahanan republik indonesia seperti dilansir dari laman Air Recognition.

    “Pesawat lepas landas dari lapangan terbang Chkalov Aircraft Works di Novosibirsk dan terbang ke tempat penyebaran”, menurut keterangan perusahaan Sukhoi.

    Pabrik Sukhoi beroperasi dengan efisiensi maksimum saat ini. Kontrak negara dengan Kementerian Pertahanan indonesia untuk pengiriman Su-34 sampai 2020 pada Angkatan Udara Republik indonesia memberikan beban yang stabil kepada perusahaan di tahun-tahun yang akan datang dan menentukan prospek pembangunan jangka panjang. Pada saat ini pembom garis depan AKAN beroperasi di angkatan bersenjata republik indonesia dan menunjukkan karakteristik tinggi.
    Pengen baca berita yang spt ini

  2. SU-34 jenis pesawat pembom, jadi misinya melakukan pengeboman, seperti halnya SU-24 yg sudah jadi veteran. Kalau ndak di temani sama SU-27/30, pasti akan balik kanan kalau ketemu F-16. Indonesia tidak membutuhkan pesawat jenis ini, pesawat tempur multi peran seperti SU-35 lah yang wajib kita miliki, begitu juga SU27/30.

  3. semoga saja kelak sukhoi 35 digenapi menjadi 16 pespur.lengkap 1 skadron …

    dan semoga saja sukhoi 34 juga dibeli, cukup 8 pespur, bersama 2 pesawat pembom TU-22.

    ,,,,, sekalian 1 pltr T-50i golden Eagle dan 1 pespur Ag Super Tucano ,,,,,,,

  4. jika saja boleh berandai andai, TNI diperkuat kekuatan tempur udara sbb :

    – 1 skadron Super Tucano
    – 1 skadron pl / ptr T-50i golden eagle
    – 2 skadron hawk series diganti dengan ( 2 skadron FA-50i )
    – 2 skadron F-16 series
    -1 skadron sukhoi 27/30
    – 1 skadron sukhoi 35 ( menggantikan skadron F-5 tiger )
    – 1 skadron pembom ( 12 sukhoi 34, + 4 TU – 22 ) – ( tambahan skadron baru )
    – 2 skadron tempur Gen-5 ( sukhoi 57 + F-35i ) — Ifx G-3 / G-4

    cukup 11 skadron …… hehe … maaf jika ada salah kata / salah ketik ….