Jul 232013
 
Modifikasi khusus Su-30MKI membawa rudal supersonik BrahMos anti-kapal, dan dua subsonik Kh-59. (photo: Tamir Eshel, Defense-Update)

Modifikasi khusus Su-30MKI membawa rudal supersonik BrahMos anti-kapal, dan dua subsonik Kh-59. (photo: Tamir Eshel, Defense-Update)

Malaysia menunjukkan minatnya untuk membeli rudal Brahmos yang akan diluncurkan dari jet tempur SU-30MKM Tentera Udara Diraja Malaysia (TUDM). Hasrat ini disampaikan Menteri Luar Negeri Malaysia Anifah Ahman saat berkunjung ke Rusia, awal Juli 2013. Rudal BrahMos dianggapakan menjadi senjata yang mematikan jika dipasang di 18 jet tempur SU-30MKM Malaysia yang dibeli dari Rusia tahun 2003.

Selain itu, Malaysia juga mencari tender untuk pengadaan 18 pesawat tempur yang akan menggantikan armada MiG-29N TUDM (14 pesawat aktif) yang dipensiunkan pada tahun 2015 nanti. Rusia meyakinkan pihak Malaysia bahwa Su-30MKM TUDM bisa dimodifikasi untuk meluncurkan rudal BrahMos, seperti halnya Sukhoi Su-30MKI India yang telah dimodifikasi untuk meluncurkan rudal BrahMos pada awal 2014 nanti.

Flanker Su-30MKM Malaysia mirip dengan Su-30MKI India dan merupakan kemajuan substansial untuk versi ekspor dari Su-30K standar. Produsen pertahanan India, HAL, telah memasang canard, stabilisator dan sirip untuk Sukhoi Malaysia. Instruktur dan teknisi IAF (Angkatan Udara India) juga telah melatih pilot-pilot Angkatan Udara Malaysia.

Rudal BrahMos adalah varian dari rudal Yakhont Rusia, hasil pengembangan India dan Rusia. Rudal Brahmos memiliki varian yang bisa ditembakkan dari udara, darat maupun dari kapal selam.

Brahmos versi udara ke darat memiliki jarak tembak mencapai 280-290 km, diangkut oleh jet tempur Sukhoi. Jika Malaysia berhasil mengakusisi Brahmos dan bisa dipasang di SU-30MKM, maka militer Malaysia akan melakukan lompatan cukup jauh dalam kemampuan pemukul udara. Namun permasalahannya, militer India sedang memesan dan membutuhkan banyak rudal Brahmos, untuk Angkatan Udara dan Angkatan Laut mereka terkait war wastage reserves India. Konsekuensinya, Pemerintah India tidak akan mengijinkan ekspor rudal Brahmos, hingga kebutuhan dalam negeri terpenuhi. Dengan demikian keinginan Malaysia ini akan membutuhkan waktu. Selain itu harga Brahmos juga super mahal yakni Rp 30 miliar untuk satu rudal.

BrahMos dan tabung peluncur di di International Maritime Defence Show, IMDS-2007, St Petersburg, Rusia

BrahMos dan tabung peluncur di di International Maritime Defence Show, IMDS-2007, St Petersburg, Rusia

Bila Malaysia memiliki rudal BrahMos untuk SU-30MKM mereka, hal ini akan menjadi nighmare bagi negara-negara yang berurusan dengan negara Jiran itu. Untuk Kapal Induk atau aircraft carrier, rudal Brahmos mungkin tidak efektif karena kapal itu dilindungi peringatan dini jarak jauh lebih 250 km. Namun untuk kapal perang korvet atau frigate, rudal BrahMos akan menjadi senjata yang mematikan. Ditembak tanpa mampu melawan, karena korvet dan frigate rata-rata memiliki air defence system jarak pendek-menengah, 3 hingga 12 km. Bisa dibayangkan akan seperti apa jika 5-6 rudal Brahmos ditembakkan oleh SU-30MKM Malaysia. Rudal ini terbang dalam kecepatan supersonic saat telah dekat dengan sasaran (30 km dari target) dan pada kecepatan seperti ini, rudal tersebut sulit ditangkis.

Lebih dari itu rudal (cruise missile) jarak jauh-menengah seperti BrahMos bisa mengubah arah terbang sehingga trajectory sulit dilacak, berbeda dengan roket atau ballistic missiles. Dua kombinasi yang sulit ditangkis: kecepatan supersonic disertai kemampuan mengubah lintasan/perjalanan rudal.

Kelemahannya adalah ketika rudal terbang dalam kecepatan subsonic di lintasan intermediate, namun hal ini membutuhkan penangkis udara jarak jauh. Keampuhan serangan rudal oleh pesawat tempur telah dibuktikan pada Perang Malvinas, antara Inggris dan Argentina di tahun 1982. Meski armada laut Inggris dilengkapi dengan sistem pertahanan udara modern, mereka tetap tidak mampu menahan serangan rudal dari pesawat tempur Argentina.

Keberadaan rudal Brahmos bagi SU-30MKM Malaysia (kalau jadi memiliki)  bisa dikatakan menjadi ancaman bagi  Frigate Van Speijk Class Indonesia yang membawa rudal yakhont.

Rudal anti-kapal Yakhont di Frigate Indonesia, saat ini menjadi ancaman nyata bagi kapal perang permukaan Malaysia, karena sulit menangkalnya, seperti halnya Brahmos.  Selain terbang dengan kecepatan supersonic saat dekat dengan target, yakhont juga terbang  rendah dan menyerang sasaran dengan sudut serang yang rumit.

Namun, persoalannya, frigate Indonesia hanya memiliki pertahanan udara jarak pendek dan menegah, maksimal belasan kilometer. Sementara SU30 MKM dengan rudal Brahmos Malaysia bisa menyerang frigate tersebut dari jarak 280-290 km. Kondisi ini memaksa frigate Van Speijk Class beroperasi di wilayah terbatas, karena membutuhkan perlindungan peringatan dini jarak jauh.(JKGR).

  58 Responses to “Sukhoi SU-30 BrahMos VS Frigate Yakhont”

  1. Agaknya ini saat yang tepat menerima tawaran pengadaan S-300 / S-400 Rusia… Biar jeruk makan jeruk, hehehe….

    • apa hubungan nya mas……

      beli lisensi Milenium, buat banyak….
      Rudal brahmos dan Yakhont ternyata banyak kelemahannya dilapangan.
      hasil uji TNI menunjukkan hanya efektif 150KM, itupun untuk sasaran tidak bergerak
      meski dipandu ama Helicak pun tetep kurang meyakinkan.

  2. mengapa kita tidak berfikir untuk menyekolahkan anggota TNI menjadi hacker / cracker . lebih simple n efisien.

  3. Ngomong2, kreatif juga nih kemasan model kapal perang Jepang yg nyindir militer RRC …
    –> http://kotaku.com/japanese-plastic-model-trolls-the-chinese-military-878134237

    Di latar belakang ‘kapal induk’ Jepang ada sosok kapal induk musuh yg tenggelam. Meski gak ada identitas kapal musuh itu, tapi orang bisa dgn cepat mengganggap itu kapal induknya RRC. Peristiwa di kemasan itu dikasih nama ‘Operasi Senkaku’, nama gugusan pulau yg lagi diperebutkan Jepang & RRC, jadi ya itu bantu kasih petunjuk kapal siapa yg hancur di situ.

    Itu wujud tidak tinggal diam pelaku industri kreatif Jepang. Mungkin kita juga bisa bikin, buat bungkus makanan gitu…. 😀

  4. Calm aja,
    G perlu kebakaran jenggot..
    Lihat aja kejadian 2014 akhir..
    Lebih dahsyat..

  5. klo menurut analisa saya :
    1. integrasi antara brahmos dgn sukoi mki belum dikatakan berhasil karena byk dipublikasikan, rusia dengan india menandatangani kontrak bahwa pihak rusia terlibat membantu integrasi rudal versi udara – permukaan ke sukoi mki baru desember 2012, jadi masih butuh waktu pembuktiaannya.
    2. Brahmos india ini sukses untuk ditempatkan terutama di fregat2 india atau kapal perusak india.
    3. Malaysia terlihat mulai ketakutan dgn keunggulan fregat TNI AL yg memasang rudal yakhont, dan malasyia juga ketakutan melihat konflik LCS dgn China kedepannya. Dan malasyia tidak mempunyai kapal fregat yg bisa dipasang rudal sekelas yakhont.
    4. Klo nggak salah TNI AU menurut sipri mengakusisi Raduga KH-59 (udara-permukaan) peluru kendali anti kapal, yg mempunyai jarak jelajah 115 km untuk sukoi 30 mk2 , Jelas menurut saya sudah cukup untuk efek deterent.
    5. Malaysia masih membutuhkan pesawat peringatan dini jarak jauh yg dpt menuntun rudal jarak jauh tsb.
    6. Rudal brahmos jauh lebih mahal harganya dibanding yakhont, pihak TNI pastinya sudah mempelajarinya, dan memilih yg aslinya KW1.
    Kesimpulan saya : kita tdk usah kuwatir dgn negara tetangga sebelah, apa yg telah diakusisi TNI pada MEF 1 ini saya rasa sudah bisa mengungguli secara umum dng malasyia wlo hal2 khusus mereka ada yg lebih unggul. Yg perlu dipikirkan malah manuver Australia , Amerika dan Singapura. Tugas presiden RI terpilih kedepan melanjutkan MEF 2 dan 3 mjd ideal beneran dgn standart minimal sama dgn kualitas milik australia dan singapura. Wassallam

    • maaf:……….karena belum byk dipublikasikan…..

    • Betul … Brahmos untuk Su-30MKI masih dalam pengembangan. Apalagi performance versi fregatnya masih meragukan.

      Beberapa penangkalnya, selain dengan fighter, bisa:
      1. Rudal jelajah (dari RX-550 Lapan) dari kapal permukaan dan KS versi lanjut CBG dgn VLS untuk mentarget landasan udara, radar, gudang Brahmos, dll.
      2. Pemasangan senjata penangkis serangan udara dengan guidance infrared pada KRI-KRI spt:
      – CIWS Phalanx Block 1B
      – VL MICA IR (KRI mulai kelas KCR-40 perlu banyak yang dipasangi unit ini)

      Karena Brahmos mungkin mirip2 Yakhont yang lebih sering mematikan radarnya, salah satu cara untuk mendeteksinya bisa dengan infrared. Dengan speed Brahmos lebih dari 2 Mach, spt halnya Yakhont, maka permukaan kulitnya akan panas krn gesekan dengan atmosfir. Maka senjata yg dilengkapi seeker infrared bisa mendeteksi radiasi panas yang diitimbulkannya.

      ..

      • Apabila mungkin klo joint produksi rudal nasional dbn china memang benar dan berkelanjutan maka bukan suatu hal tdk mungkin apabila c-705 versi udara -permukaan / anti kapal bisa dicangkokkan ke sukoi kita atau cn 235 mpa pembawa rudal. Dan jelas pasti ilmu rudal bisa dikembangkan berkelanjutan.
        Betul mas WH, salah satu penangkal adl memasang VL mica, dan kyknya memang sudah dianggarkan kemhan untuk dtaruh di light fregat dari inggris. Jangkaun klo nggak salah 20km ya?
        Sukoi kita khan jg dipersenjatai dgn kripton mungkin jg sebagai payung udara juga untuk kri kri tni al

        • Kurang tahu nih yang akan dipasang di KRI ex Nakhoda Ragam itu VL MICA IR atau VL MICA RF. Kalau yg tipe RF, MICA tsb akan menangkap gelombang radar yg dipancarkan missile target, sementara fase perjalanan Brahmos sebagian besar (mungkin) akan mematikan radarnya.

          Atau sengaja tidak di ekspos yah tipe nya IR atau RF, biar rada gelap bagi pihak lawan.

        • Sorry, mungkin saja yang akan dipasang keduanya, baik IR maupun RF.

          • berarti mas WH, petinggi tni al dan kemhan mempunyai keputusan tepat dgn mengakusisi vl mica ir/rf itu untuk antipasi rudal anti kapal dari musuh

          • Betul sekali mas, petinggi TNI semakin tajam daya endus kedepannya.

        • soal senjata dan rudal indonesia masih kabur…canggihan beritanya dari barangnya…

      • Maaf pertanyaan orang awam ni om.. kl pake IR khan berarti jarak pendek deteksi nya masa pake IR bisa deteksi ratusan kilometer? kl cuman puluhan km, lha tu rudal ASM speednya aja mach 2 / 2000km/jam, brp detik tu sisa waktu buat reaksinya, emang bisa? rasanya kok tetep susah nangkisnya. tapi emang untuk mengarahkan rudal yakhnot n brahmos ke sasaran ngga gampang.. mungkin bener biar dibilang 300km efektifnya paling cm 150km an tu rudal.

        • Betul IR untuk jarak pendek. CIWS Phalanx dan VL MICA kan memang untuk jarak pendek, tapi efektif. Rudal jarak jauh tidak selamanya harus ditangkis dengan rudal jarak jauh.

      • RX 550 LAPAN..kayaknya gak bisa di harap dalam waktu terdekat…yg ada cuman rocket,bukan rudal balistik,maupun missile..dan masih testing melulu,keburu diserang….sama saja dengan menggantang sap….bacot besar…negara tetangga canggih di lautan,udara dan darat kita di indonesia lemah diudara, dan lautan juga bawah lautan sangat parah.jet tempur indonesia vs malaysia,singapore australia,dari segi persenjtaannya,indonesia malah terbawa…kapal selam udah tua dan batuk2..

      • Yang jadi pertanyaan sekarang ini itu RX 550 kspan jsdinya ….

    • Sedikit nambah, karena penguasaan saya adalah psikologi militer, maka dalam terminologi militer, status malaysia sudah kalah selangkah. Kenapa, tindakan tersebut jelas-jelas sebagai reaksi dibanding inisiatif memperkuat militernya dengan strategi lain. Artinya, jika nanti Indonesia berinisiatif memperkuat alutsista lain, mereka baru membeli lagi alutsista tandingannya. Bisa saja suatu waktu Indonesia berinisiatif menyerang setelah membeli satu alutsista canggih sebelum mereka balas membeli penangkalnya, maka yang terjadi adalah mereka tidak sempat lagi membeli penangkal, tapi sibuk mempertahankan diri habis-habisan. Ingat, membeli alutsista sebagai tindakan reaktif jelas butuh waktu yang tidak pendek, juga arahnya dapat ditebak. berbeda misal dengan Inisiatif, bisa dilakukan diam-diam, begitu deal contract pembeliannya, baru deh ketahuan mau beli apa….

  6. konsentrasi operasi laut selatan en wilayah timur dulu. wilayah barat dah lumayan tercover ,santai aja bro tetangga sebelah sedang pusing mikirin tetangga jauh yg sedang bikin onar

  7. Itu mudah bro tinggal pasang sistem peringatan dini di korvet ama fregat kita, mudah kan ??? Jadi kapal kita kayak ada payungnya !!! (Klo berhasil pasti ditiru Amrik) 🙂

  8. sudah wajib wilayah NKRI tercover S300/ S400 klo bisa ditaruh di KRI sehingga bisa mobile , sudah gak usah malu malu, krn power balance lah atau terjadi jadi persaingan persenjataan lah.

  9. Sejak Indonesia melakukan pembelian dan uji coba SS-N-26 Yakont, Malaysia mulai beripikir untuk mencari senjata yang mengunggulinya. Kebetulan India mengumumkan versi Brahmos yang bisa dipasang pada pespur. Jadi saat itu mereka sudah menyatakan ketertarikannya.
    Jika saat ini Menlu mereka menunjukkan minatnya itu wajar sekaligus agak ane menurut saya, kenapa bukan Menhannya yang menyatakan itu. Atau jangan-jangan ada unsur kesengajaan untuk membuat efek deterent.
    Selain itu proses untuk akuisisi rudalnya sendiri sepertinya juga akan cukup lama, selain India butuh untuk mencukupi kebutuhannya seperti ditulis bung Diego juga tentunya masih akan dipelajari oleh Kemhan mereka dan ada proses lain tentunya memakan waktu juga.
    Kalau saat ini di Indonesia sudah heboh, berarti meraka sudah sukses dengan psywarnya.
    Saya kira setelah 2014 nanti Indonesia juga akan ada kejutan-kejutan dalam hal alutsista, tergantung siapa presiden dan timnya.

    • Ini uneg-uneg pribadi saja … the next president saya prefer Pak Pramono, mantan KSAD, dengan vice president nya sipil. Beliau turunan orang bersih, jujur, berintegritas, dsb., karir bukan di partai. Digertak Barat soal Papua akan punya nyali (krn backgroundnya memang dari medan mesiu), beda waktu presiden kita digertak Barat soal Timtim … langsung aja mengkerut dan akhirnya lepas.

    • mudah2an bukan rjoma irama yg jadi presiden dan juga jokowi.kalau jokowi dan rhoma irama yg jadi pemimpin…waahhh gawat indonesia akan di penuhi alat musik seperti gitar dan gendang,bukan senjata yg mereka beli,karenam mereka gak suka perang..mungkin dua pemimpin ini lebih rela negara tergadai demi untuk ke amanan serta beras dan sungai,sampah yg melimpah.muter2 disitu..maaf kalau beda pendapat saya pilih prabowo…..

  10. indonesia jelas butuh rudal itu juga, jadi indonesia juga harus beli. NIAT_nya bukan untuk menyaingi malasysia, tapi benar2 kita butuh rudal itu untuk menjaga keutuhan NKRI.

    Kenapa kita harus pusing2 mikirin malaysia. toh mereka juga tetap menjadi negara tetangga kita, kita harus fokus dengan permasalahan kita sendiri, jika kita butuh, ya itu yang kita beli. mudah2an kedepan kita bisa buat seperti rudal itu, smoga. KITA BISA !!!!

  11. solusinya cuma satu ya itu,sebelum pesawat masuk harus dirontokkan dengan S300/S400, kalau dicegat pake F5 tiger sdh keburu hancur. sampai saat ini belum ada jaminan penangkis rudal pada kapal bs mencegat rudal pintar

  12. Pengadaan skuadron AEW&C jg jgn sampe terlewatkan..

  13. “Kenapa tidak membandingkan Su-30 MKM + Brahmoss dengan Su-30 MK2 + Brahmoss???”

    1) Kalau posisi head to head, membandingkan itu seperti di sepakbola: striker dibandingkan dengan kemampuan back/centre-back atau sebaliknya.
    Bagaimana caranya membandingkan striker vs striker ?

    2) Membandingkan Su-30 MKM + Brahmoss dengan Su-30 MK2 + Brahmoss???
    Bagaimana membandingkan dua fighter yang membawa brahmos…lha yang mau ditembak kapal laut. Lagian sejak kapan SU30MK2 bisa bawa Brahmos ? Ada infokah?

    • Lalu, apakah Brahmoss sendiri sudah berhasil di uji coba oleh India ata Rusia?

      Pembahasan soal ujicoba sudah lewat. Yang dibahas India saat ini adalah produksi massal brahmos yang direncanakan awal 2014.


      The first test for the air launch missile will be carried out by the end of 2013 and the new missile will be inducted in to the IAF in 2014.

      http://www.army-technology.com/projects/brahmossupersoniccru/

      Membuat rudal itu sesuatu yang terukur …. matematis…apalagi partnernya Rusia

      • Bisa….terukur, matematis,terencana…

        Tapi prakteknya belum tentu seperti yang direncanakan…

        HAL Tejas molor brp tahun?
        Kapal Induk soviet utk India molor berapa tahun? padahal cuma repair…begitu juga dengan kapal selam nuklirnya.

        Dan sama partnernya juga Rusia…

        Gak usah jauh-jauh case IFX bs jadi contoh.

        Brahmos baru mau test akhir tahun ini…apakah testnya berhasil? + penilaian perfomance pesawat yg membawanya?

        kita lihat saja…

    • judul itu sebenarnya cuma Ilusi, bukan head to head, tapi cuma efek dari yakhont yg akhirnya menimbulkan kepanikan dan muncul brahmos versi udara ke permukaan.
      Tapi saya yakin Brahmos integrasi dgn sukoi 30 MKI india aja belun kelihatan hasilnya (tanda tangan den rusia baru desember 2012) belum ada uji coba sampai saat ini.
      Itu bentuk ketakutan malasyia melihat LCS, kapal induk china dilawan dengan apa???? Yang masuk akal adl ide pembelian Brahmos dipasang di sukoi 30 MKM (pdhl itu kena promosi dari sales Rusia ).
      Yang menarik apabila Malaysia (klo memang punya duit) benar2 mengganti 1 skadron Mig 29 nya dng Skadron Fighter baru (wlo dari dulu cuma wacana aja) karena mereka berpikir 18 Sukoi 30 MKM VS 16 Sukoi 27 SKM/ 30 MK2, Lha 32 F16 C/D VS 8 Hornet??? krn Mig 29 malaysia sudah ketinggalan dan life time tinggal menunggu di upgrade (dan jelas memakan biaya byk).

    • Couldn’t agree more soal air supremacy.
      Pertanyaannya apakah menghadapi Su-30 MKM + R-77 dengan Su-27 SKM/Su-30 MK2 + R-77 sudah yang maksimal dapat dilakukan RI?.

      Air supremacy dikuasai long range fighter lawan berarti kekuatan TNI di Sumatera, Kalimantan dan Jawa akan tersekat-sekat, jalur supply dan pergeseran pasukan (Linud, LPD. LST) akan diputus musuh. Mengantisipasi kemungkinan jiran nenteng Brahmos di udara, sebagai negara kepulauan RI perlu menyiapkan manuver ‘sekali dayung dua pulau lewat’ untuk memastikan air supremacy di tangan.

      Dari artikel The Hindu, ‘The dragon gets a bear hug’:
      Russia is resuming the supply of advanced weapon platforms to China in a move that may have implications for India. In January Russia signed intergovernmental agreement for the supply of Russia’s latest Su-35 long-range fighter planes. It will mark the first time that Russia has supplied China with more powerful weapon platforms compared with Russian-built systems India has in its arsenals. In the past, the opposite was the rule.

      Jiran sedang mempertimbangkan Typhoon atau Rafale. India memilih Rafale karena alasan battle readiness, radar AESA yang kritikal bagi Typhoon dan merupakan tanggung jawab Finmeccanica terlambat pengembangannya. Rafale dan Typhoon kurang lebih seimbang, tak ada yang bisa diklaim unggul telak dari yang lain.

      China’s acquisition of the Su-35 will also question the wisdom of India’s plan to buy the French Rafale, the expert said.“The sale of Su-35s to China will shoot down the value of the Rafale for India,” Mr. Makienko, who is deputy head of Russia’s top defence think tank, Centre for Analysis of Strategies and Technologies, told The Hindu.

      “The Rafale will stand no chance against China’s Su-35,” the expert explained. “The Su-35’s Irbis radar has more than twice the detection range of the Rafale’s Thales RBE2, and will lock onto its target. Well before the Russian plane becomes visible for a retaliatory strike. The 117S engines of the Su-35 are also far more powerful than the Rafale’s Snecma M88.”

      Menurut saya akuisisi Su-35 merupakan antisipasi yang tepat terhadap Sukhoi + Brahmos DAN kedatangan Rafale / Typhoon.

      Duit? Ada -tunda aja beli Apache..

    • Bagi saya makin jelas, memang berbeda antara AnalisisMiliter.com dgn JKGR. Artikel-artikel di AnalisisMiliter.com memang cukup panjang lebar disampaikan, namun tanpa disadari cenderung membawa pembaca terkancing untuk mengikuti alur pikir penulisnya. Sementara di JKGR tidak se-njelimet di AnalisisMiliter.com, namun menyodorkan informasi yang merangsang pembaca untuk sharing informasi dan pendapat, malah sering suara pembaca nangkring ikutan nangkring, naik kelas jadi artikel JKGR. Sering JKGR biasa-biasa saja artikelnya, tapi kemudian comment-comment nya malah pada berbobot.

      Benar seperti kata gue (maksudnya pengirim comment berinisial “gue” di atas), topik “Sukhoi SU-30 BrahMos VS Frigate Yakhont” hanya pandangan, tapi malah merangsang pembaca ber-comment ria, bukan untuk mengunci pembaca sesuai opini penulis. Membandingkan “Su-30 MKM + Brahmoss dengan Su-30 MK2 + Brahmoss” bagi saya malah useless, tidak mencerahkan, sia-sia, tidak merangsang apa-apa untuk di-comment-in, mendingan tinggalin saja.

    • Saya tambahi yaa biar tidak rancu
      Didalam latihan tempur TNI AU pun memakai istilah Striker kok.
      Bila SU 30MKM malaysia membawa Brahmos dan menyerang armada kita tentunya pasti dikawal oleh wing mannya dengan pespur yang berjenis air superiority fighter sebagai skipper.
      Dan saat ini pespur malaysia yang berjenis Air superiority fighter tinggal mig 29 yang mau pensiun.

      Bila kita menangkal serangan itu bisa dengan merontokan skipernya terlebih dahulu dengan pepur SU 27 SK,,Su 27 SKm. atau F16 Falcon juga F 5 Tiger kita yang semuanya berjenis Air Superiority Fighter.
      Sedangkan untuk merontokan strikernya yang sudah kepayahan manuvernya dengan membawa brahmos yang sdh mendekati max payloadnya itu dengan memakai F 16 falcon kita saja strikernya sudah bisa dirontokan

      Kalau mau memakai pakem modern naval warfare,TNI AL kita harus mempunya fregat/destroyer dengan AEGIS system yang tujuannya sebagai peran destroyer AAW..seperti hobart class milik ausy.
      Hal tersebut bisa menuju ke pakem Perang permukaan modern (. Modern surface warfare) Ketika kekuatan permukaan(Surface), udara(air), dan komponen kapal selam (Submarine warfare) DIPADUKAN bersama-sama sebagai sebuah UNIT TAKTIS untuk mencapai TUJUAN STRATEGIS

  14. yaitu bung analismiliter dari analisa saya juga , sukoi 30 mk2+raduga atau sukoi 30 mkm+raduga sudah cukup menakutkan musuh terutama kapal2 fregat atau destroyer musuh, dan saya rasa baik malasyia atau indonesia sudah memiliki tapi blm diuji coba.
    disini kita harusnya memaksimalkan pengadaan C-295 aew&c secepatnya wlo pihak tni au menginginkan pesawat yg lebih besar untuk mencover luasnya wil Indonesia, pesawt itu membantu fregat kita+yakhont serta payung udara sukoi 27 skm+R77 dan Sukoi 30 mk2+raduga.
    Klo soal rudal S-300 , saya rasa mungkin masih MEF berikutnya, karena harga satu beterei dgn 24 rudal sudah sekitar 150 juta dollars (klo disamain dgn harga suriah), jelas TNI AU untuk payung udara untuk MEF 1 memilih fighter kelas berat kayak sukoi 30mk2+lkp missile, 1 baterei S-300 = 2 bh sukoi 30 mk2 + missile lengkap.
    Apabila MEF 2 pun klo TNI AU dikasih dana 1,4-1,5 milyar dollar pasti saya yakin memilih Su 35 + missile lengkap 1 skadron dibanding 9 baterei S-300+192 rudal.
    Saya rasa klo dengan malaysia tidak perlu kuwatir, yg berbahaya melihat maksud tujuan latihan besar2an amerika+australia dlm waktu dekat (====>>>papua).
    Baru paket su 35 + S-400 + amur class dibungkus

  15. untuk antisipasi harus ditemptkan S-300 atau S-400 di sabang,medan,batam,natuna dan kalimantan
    begitu sukhoi tudm nongol di radar langsung sikat,beres.

  16. Kalo saya kuncinya :

    Long range radar + Destroyer/frigate kemampuan (long range) AAW.

    Deteksi dini dengan long range radar yang ditempatkan pada posisi station yang tepat akan meminimalkan pesawat musuh nyampai duluan, menyanggong frigate kita.

    Andai kan lolos/telat dari radar deteksi dini Destroyer/Figate AAW yng akan menghadapi melindungi frigate2 yang lain. Tetap akan lebih advance readiness-nya karena disupplay informasi dari radar deteksi dini.
    Memang akan merubah doktrin karena berarti kapal dalam operasinya akan berkonvoi. (kecuali kapalnya sendiri sudah berkemampuan AAW).

    Tapi untuk penangkalan alias deterent kenapa tidak?

    • setuju dengan pendapat bung marco, sebaiknya kita segera naik kelas ke kelas aaw frigate. harapannya sekelas sovremeny atau dzp. buat counter misil lawan di kelas medium >50km. Kemudian dilapis mica dan goalkeeper/kashtan.

  17. Simulasi kekuatan : indonesia vs malasyia paling cepat apabila ada konflik terbuka paling 3 tahun lagi

    Udara :
    18 sukoi mkm full missile vs 16 sukoi 27 skm/ 30 mk2 full missile
    8 hornet full missile vs 34 f16 c/d 32++ full missile ( sudah dtg)
    14 mig 29 (udah pensiun) pengganti blm dtg vs indonesia pd mef 2 pasti juga membeli 1 skuadron heavy fighter pengganti f-5 tiger
    1 skuadron hawk malaysia vs 2 skuadron hawk 100/200 indonesia
    Super tucano dan T-50 golden eagle pesawat latih dan serang kita juga byk membantu serangan
    Malaysia th 2013 rencana membuka tender pesawat peringatan dini vs indonesia C 295 aew&c.
    Itu gambaran kasar kekuatan udara belum yg lain dari laut dan darat
    Analisa : dlm tahun ini saya rasa indonesia untuk penguasaan udara msh mengungguli, maka malaysia kemungkinan tdk membuka front terbuka pada tahun ini sampai nunggu dtgnya fighter baru. Dan jelas indonesia tdk bodoh MEf 2 pasti membeli heavy fighter baru untuk konsep keseimbangan. Krn perang modern cenderung penguasaan keunggulan udara harus dikuasai dulu.

    • Pensiun MiG-29 ditunda hingga 2015;

      The Royal Malaysian Air Force has a requirement for 18 multirole combat aircraft to replace its Russian-built MiG-29s, which are due to be retired in 2015. Malaysia had planned to retire the MiGs by the end of 2009 but gave the fleet a stay of execution because of defense budget constraints.

      Defense Minister Ahmad Zahid Hamidi has identified four or five manufacturers who will compete for the multibillion-ringgit contract, including Boeing (F/A-18 Super Hornet), Dassault (Rafale), Eurofighter (Typhoon), Saab (Gripen) and Sukhoi (Su-30).

      -Defense News Apr. 10, 2013

      Lebih baik Apache yang ngalah ke MEF II, sehingga TNI-AU punya lebih banyak waktu untuk mengenal dan menguasai seluk beluk Su-35…

  18. Opsi yang paling memungkinkan terjadinya pecah konflik antara Indonesia dan Malaysia adalah berawal dari sengketa di Laut Ambalat. Jadi, entry point konflik diperkirakan dari WILAYAH LAUT.

    Indonesia akan mendorong kapal- kapal perangnya mendekat ke Karang Unarang, Laut Ambalat. Korvet sigma akan ditempatkan di garis depan dilindungi dari belakang oleh frigate van speijk yang mengusung rudal yakhont. Sementara Kapal selam cakra nenggala, mengambil posisi di depan korvet Sigma, untuk membuat parameter bagi kapal perang Malaysia yang mendekat ke Karang Unarang.

    Namun posisi ini tidak lagi absolut bagi Indonesia jika Malaysia memiliki rudal BrahMos dengan jangkauan 290 km dan bisa ditembakkan lewat SU-30MKM.

    Malaysia pun akan berani memajukan frigate dan korvet mereka ke Laut Ambalat berhadap-hadapan dengan armada perang RI. Kapal Perang Malaysi akan dijaga oleh SU-30MKM.

    Sekali frigate van speijk melepaskan rudal yakhont 300 km ke Armada Malaysia, 18 SU 30MKM Malaysia akan terbang dan menembakkan 18 rudal Brahmos ke Armada Perang RI di laut Ambalat. Bagaimana mau ditahan, ditembakkannya jauh 250 km di belakang garis pertempuran ?.

    Saya setuju dengan saudara Marco, bahwa Armada Kapal RI membutuhkan Destroyer, karena armada sekelas itulah yang memiliki air superiority dan membawa long range radar.

    Untuk di wilayah laut, destroyer inilah yang akan melindungi armada RI. TNI AL pernah melihat-lihat kapal perang kelas destroyer dari AS. Tidak tahu apakah berminat untuk membelinya.

    Jaman sekarang perangnya sudah jarak jauh. Siapa duluan yang bisa mendeteksi/ mengunci, maka dia kemungkinan besar sebagai pemenang duel tersebut. just my opinion.

  19. Prinsipnya siapa yg duluan yg melepas peluru/rudal mk dia yg memulai ajakan perang, dan perang terbuka tidak hanya unsur udara dan laut pasti unsur darat juga apalagi wilayah berbatasan lgsg,
    Insyaalah sy yakin kita tetap menang. Semua rakyat indonesia insyaallah pasti membantu NKRI ini termasuk forum jkgr ini.

  20. Mengapa Malaysia melirik rudal udara- ke darat (kapal permukaan) Brahmos ? Sudah pasti mereka juga berhitung bahwa entry point perang , paling memungkinkan dari wilayah Laut: Ambalat.

    Mengapa Indonesia memilih rudal yakhont berbasis kapal permukaan, bukan silo seperti Vietnam. Sama saja, Indonesia juga berhitung, konflik akan dimulai dari Sengketa Ambalat.

    Siapa yang sangka, kala itu 2004, Malaysia tiba-tiba mengirim kapal perangnya ke Karang Unarang Ambalat disertai pesawat pengintai fix wing yang mutar-mutar di udara Ambalat. Malaysia mencoba menekan Indonesia dan berharap sengketa Ambalat akan dibawa ke meja perundingan. Kalau pun hasilnya 50:50 bagi hasil olah kekayaan alam di Ambalat, Malaysia akan merasa senang.

    Untunglah TNI merespon dengan keras dengan mengirim armada Perang. Coba kalau Indonesia ngomong: “Ya sudah kita jangan ribut, jangan perang, damai-damai saja kita. Mari kita berunding mencari jalan yang enak bagi kedua negara. Mari kita bagi hasil migas di laut Ambalat”.
    Pasti Malaysia akan tertawa.

    Kedepannya bagaimana perkembangan kasus Ambalat?. Menurut saya ditentukan oleh kekuatan de facto yang menduduki wilayah itu. Jika Malaysia merasa kuat, mereka akan mencoba kembali dan menempatkan armadanya di Ambalat. Jika Indonesia tidak sanggup mengusir, ya…paling Indonesia berharap perundingan…itu pun kalau Malaysia mau.

    Kasus yang rumit, serumit sengekta pulau senkaku antara jepang dan china. Kalau yang tidak berimbang, bisa kita lihat sengketa karang Scarborough, antara China dan Filipna. Secara de facto karang itu sudah dikuasai oleh China. Armada China dengan enaknya lalu lalang di karang Scarborough. Bahkan wisatawan mancanegara dibawa China ke sana. Sementara jika armada Filipina mendekat, akan langsung diusir oleh China.

    Kekuatan de facto di wilayah konflik akan menjadi penentu dari sengketa wilayah.

  21. kalau gak nongol yo jgn di tembak to emen2 harga s-300/s-400 mahal
    sukhoi versi malaysia belum anti radar,tentunya tni akan mempersiapkan dengan cermat dan matang,termasuk radar dsb…

  22. sebenarnya simple saja menghadapi brahmos JIKA MALAYSIA JADI MEMBELI,

    mutlak RI harus memiliki AWACS sebagai peringatan dini…

    PKR RI yg akan datang wajib dicantolkan Perisai yg memiliki jangkauan Medium Range Surface Air missile,

    selama ini kelemahan kita adalah tidak mempunyai perisai udara jarak jauh. jika kita bayangkan saja B3 Spirit AS & Tupolev Rusia mempunyai niatan menjatuhkan RI pasti dgn sekali komando saja Jakarta sudah luluh lantak terkena muntahan Nuklir kedua pesawat tsb.
    apa yg kita bisa lakukan? melawan dgn melirik OERLIKON? QW9? STINGER??
    okelah kita punya fighter sekelas SUKHOI & F16 Apakah itu cukup?? melawan pesawat Generasi ke 5?
    andai saja indonesia mau melirik teknologi negeri Iran?
    masak mungkin Iran menolak untuk bekerja sama teknologi yg notabene kita adalah satu kepercayaan…
    ironis memang kalau kita mengingat KFX, CHANG BOGO yg belum tentu kepastiannya…

    semoga aja pemerintah mengerti, jaman sekarang taktik perang sudah bukan man to man,. tapi siapa yg lebih pintar di yang menang.

    ingat musuh utama kita kedepan bukan lagi hanya sekedar pemberontak yg selalu dihadapi dengan contra gerilya seperti super Tucano? liriklah sekali kali AC130 SPECTRE saya yakin ilmuan Dirgantara RI mampu menyulap CN 2 kita menjadi Gunship.. atau bahkan ASW yg tangguh.

    just my opinion sebagai rakyat. maaf jika ada yang salah…

    • Untuk menangkal serangan nuklir, biayanya luarbiasa/tidak terjangkau dan ancaman tidak harus berupa pembom, bisa ICBM/SLBM.

      Tapi betul sekali, AWACS selalu dianggap sebagai force multiplier.

      Asian Military Review, September 2012:
      Australia, China, India, Japan, South Korea, Pakistan, Singapore, Thailand and Taiwan all possess Airborne Early Warning (AEW) and/or AEW and Control (AEW & C) assets, with countries such as Malaysia aspiring to acquire such a capability (dan tengah dirayu mati2an oleh Saab dengan iming2 ‘project would be local from Day One to finish’ sejak tahap produksi, testing hingga support + ToT + 100% offset).

      Melihat daftar negara2 di atas yang berada disekeliling RI, mungkin TNI-AU akan terkesan seperti punguk merindukan AWACS.
      Apalagi tepat di sebelah kita akan ada E-2C Hawkeye yang pensiun setelah bertugas 25 tahun ! (dari akhir ’80an). Rencananya digantikan Gulfstream G550 Conformal AEW dengan radar AESA yang lebih mutakhir.

      Salah satu dari negara di atas pernah berlatih dengan AU AS dan pilot2 fighter mereka diberi kesempatan untuk dikendalikan oleh AWACS. Kesimpulan mereka; “extremely effective, definitely was a force multiplier… we could pick up incoming targets whether aircraft or missiles almost 400 kilometers away. It gives a grand battle coordination in the air”. Mereka lalu memesan AWACS racikan elektronika Phalcon israel dan platform Rusia.

      Kalau mereka bisa punya, seharusnya kita juga. Balik lagi ke ekonomi, anggaran militer merupakan prosentase GDP, dengan GDP nomor 16 dunia, kita berada di atas Thai -29, Malaysia -35, S’pore -37 dan Pakistan -46. Dari segi GDP/kapita kita 2x India dan sekitar 3x Pakistan. Minimal 1 buah, sekedar untuk mengenalkan dan melatih teknik bertempur fully coordinated kepada pilot2 kita.

    • mas,maaf kalau sikap saya lancang..mohon pamit untuk saya berikan tanggapan…pertama saya setuju dengan pandangan mas di atas,tentang KFX dan CHANGBOGO,indonesia gak mungkin bisa kerjasama dengan IRAN,karena pemimpin negaratakut dengan US,dan tetang penangkis udara oerlikon skyshield,dan QW3,STINGER,,INI yg pas buat nangkis buah duren jatuh…kalau s-300 baru ada gunanya keluar uang.

  23. wow jarak tembaknya 300 Km, mesti banyak dong yg di upgrade di peswat mlysia, rudalnya aja mahal belum lagi upgrade sistem+radarnya.

    KRI kita aja butuh bantuan radar dr helikopter, mahal bakal cuma wacana tuh, berfikir hematnya mending beli sukhoi 35 dari pada gotong bramos hehehe

  24. Bung Diego, Saya pingin main games menarik dan teman2 boleh menambahkan atau mengurangi:
    SIMULASI KEKUATAN ANGKATAN LAUT INDONESIA VS MALAYSIA TH 2014-2015 (Head to Head) versi Gue
    Kita coba main games: VERSI “GUE”
    Kekuatan Pemukul (Striking Force) TNI AL VS TLDM
    1. 2 kapal selam kelas Cakra. VS 2 ks scorpene = seri
    2. 6 Fregat kelas Ahmad Yani VS Fregat Kelas Lekiu 2 unit = TNI AL
    3. 3 Fregat kelas Fatahillah VS td ada = TNI AL
    4. 1 Fregat kelas Ki Hajar Dewantara VS tdk ada = TNI AL
    5. 4 Korvet kelas SIGMA VS Korvet Kelas Kasturi 2 unit = TNI AL
    6. 15 Korvet anti kapal selam kelas Parchim VS Korvet Kelas Laksamana 4 unit = TNI AL
    7. 3 Kapal cepat rudal (KCR) kelas Clurit VS Kelas KD Kedah 6 unit = TLDM
    8. 4 kapal cepat rudal (KCR) kelas Mandau. VS Kelas Jerong 3 unit = TNI AL
    9. 4 kapal cepat rudal (KCR) kelas Layang VS Kelas Jerong 3 unit =TNI
    10. 4 kapal cepat torpedo (KCT) kelas Ajak. VS Kelas Perdana 4 unit = TNI AL
    11. 2 kapal (hibah dari Brunei) kelas Salawaku VS Kelas Handalan 4 unit = TLDM
    12. 2 buru ranjau(BR) Pulau Rengat+4Kondor VS Kelas Mahamiru 4 unit = TNI AL
    13. 6 buru ranjau kelas kondor VS Tdk ada = TNI AL
    14. 11 Heli AKS (Masuk th2015)VS 6 Agusta Westland SuperLynx 300 = TLDM (sdh siap)
    15. 8 Bell 412EP VS 6 Eurokopter Fennec AS 550 = SERI
    16. 3 CN 235 MPA+12 NC 212 MPA VS tdk ada (punya AU ) = TNI AL
    17. Blm Masuk 3 KCR 60m PT PAL = Masuk 2014
    18. Blm Masuk 2 PKR Sigma = Kontrak yg 2
    19. Blm Masuk 3 Light Fregat Ragam Class+exocet mm40 block3 +VL mica+torpedo = Masuk akhir 2013
    20. Blm Masuk 3 KS type HDW 209/1400 = 2015-2018
    21. Ini blm kapal pendukung dan patroli ringan
    Pasukan Pemukul
    TNI AL : Marinir 3 divisi lengkap persenjataan dan pasukan elit Pasukan Katak dan Denjaka
    TLDM : tdk punya marinir , pasukan elit PASKAL TLDM
    HASIL SIMULASI GAMES =====?>>>>> TNI AL MENANG TELAK sd 2014-2015 (versi analisis dari akhir games Gue) asumsi kesiapan tempur kedua belah pihak 100% , ini berlaku apabila angkatan udara kedua pihak tidak turun.
    Games selanjutnya TNI AL+TNI AU VS TLDM+TUDM silahkan teman-teman main duluan, Sip.

  25. Siluman bawah airnya ga ada yg memperhitungkan kah..??? Kl si yakhont bisa di bawa submarine,biarpun sekelas kapal induk tapi kalo nongol 20km di blakang buritan kapal induk terus shoot,apa masih sempat d tangkis tuh..??? Memang negara jiran perlu di waspadai,tetapi yg utama harus di siaga 1 ya si ausi…,buat saya silent still more deadly… Perbanyak siluman hiu kencana di bawah laut indonesia,pasti yg mau ngacak2 wilayah tanah air mikir 1000x mau nyebrang buat invasi

    • yg ng gak-ng gak ,gak usah di bicarakan..lebih baik kita lihat fakta yg ada,..memang benar sebagai rakyat kita ingin agar indonesia itu di atas negara lain.tapi hakekatnya cobalah teliti satu demi satu.

  26. Kalau terjadi perang, tugas kopassus/Kopaskhas adalah menyusup ke wilayah malaysia untuk mencari sarang Su 30 MKM dan menghancurkan air base nya biar tidak bisa mengudara dan meluncurkan Brahmos. Mirip seperti masa perang malvinas ada operasi SAS British untuk menghancurkan sarang Super Etendard yang menggotong Exocet yang sudah menenggelamkan Destroyer Sheffield. Tapi operasi SAS nya gagal, meski akhirnya British yang menang..

  27. di blog ini kita sebagai rakyat indonesia..telah banyak memberikan koment dan pandangan mengenai persenjataan dan semua peralatan perang milik tni.ada juga yg telah membandingkan dengan kekuatan lawan dari negara tetangga.dan dari sekian banyak respon yg di suarakan rakyat.inginnya peasawat dan persenjataan di beli dari RUSIA.karena sudah terkenal kecanggihannya,serta di takuti lawan…namun sayang sekali,kuping para pemimpin yg bersangkutan budek,,,gak mikir,yg difikir cuman gimana caranya MANGKAS UANG NEGARA DAN RAKYAT.mereka kayak kerbau ketiduran…..para pemimpin beli alutsista bukan pergi mencari yg terbaik dan terbaru,tapi kesana-kesini cari yg paling murah harganya….dasar otak mental hibah.

  28. melihat perkembangan teknologi senjata di skitar kt skrg ini,saya pikir yg paling mendesak kebutuhan alutsista kt adalah pertahanan udara,karna jikalaupun kt punya 10 skuadron jet tempur tidak akan efektif da banyak sisi.kt perlu senjata penangkal semisal Patsir-1,Buk me-2 dan S-300,itupun tidak cuma di jakarta saja melainkan harus di sebar di seluruh wilayah NKRI mulai sabang sampai papua karna smua wilayah itu sangat penting,sesudah kt punya itu baru pikirkan berapa skuadron jet tempur harus di tambah,kapal selam walau beli 3/4 buah tp canggih punya,frigate,korvet atau skalian destroyer.saya rasa ini yg ingin kt lihat lengkap dgn rudalnya masing2.trims…

 Leave a Reply