Sukhoi Terbang Rendah di Nunukan

76
68

Nunukan2

Nunukan — Ratusan warga korban kebakaran Pasar Jamaker, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, tiba-tiba berebut keluar dari tenda pengungsian. Hal itu terjadi saat mereka mendengar deru pesawat tempur Sukhoi yang terbang rendah di atas lokasi penampungan pos tanggap darurat di Tanah Merah.

“Sudah dua hari ini pesawat terbang itu melintas di sini. Katanya pesawat Sukhoi, pesawat tempur Republik Indonesia,” ujar Kamisa, salah satu pengungsi, Kamis (21/11/2014).

Kejadian ini pun sempat menghentikan aktivitas petugas pendata korban kebakaran dari Kelurahan Nunukan Barat. Mereka keluar sejenak untuk melihat manuver pesawat asal Rusia itu.

Penampungan korban kebakaran di Tanah Merah memang hanya berjarak beberapa ratus meter dari garis perbatasan Indonesia-Malaysia. Camat Nunukan Umboro Hadi Suseno membiarkan beberapa petugas pendata keluar tenda sambil antusias melihat pesawat yang melintas. “Dua kali melintas,” ujar Umboro Hadi Suseno.

Manuver Sukhoi di wilayah perbatasan pada hari sebelumnya sempat disangka sebagai bentuk ketegangan di antara kedua negara. Sebab, sebelumnya tidak pernah ada pesawat tempur RI yang melakukan manuver di wilayah perbatasan.

Umi, warga yang berjualan di pasar sementara eks kebakaran Pasar Jamaker, mengaku sempat mengemasi barang dagangannya saat Sukhoi melintas di wilayah perbatasan, kemarin. “Saya kira ada perang. Aduh, hati ini sudah deg-degan. Habis kebakaran, kok mau perang. Untung tetangga bilang, itu pesawat Indonesia cuma lewat,” ujar Umi. (Kompas.com).

76 KOMENTAR

  1. wajah mereka yg melihat terlihat senang, bahagia, ngga ada yg cemberut kan, itu tandanya mereka setuju kekuatan militer hadir di wilayah mereka,..NEGARA HADIR, RAKYAT MERASA DILINDUNGI….& mereka bangga menjadi bangsa Indonesia….itu yg harus dipupuk & dilestarikan. Semoga menjadi perhatian pemerintah bahwa alutsista kita masih harus ditambah, udara & laut

  2. ane ajah yang tinggal di dekat pangkalan udara .. waktu dengar mesin sukhoi mengglegar terbang di atas rumah.. huuiiii…. hati ini degap deguppp gak karuan…rasanya badan ini langsung lemas… pantesan sukhoi di takutin Aus dan USAP…

  3. Mantab manufer terbang rendahnya …
    Dengan manufer tsb deru mesin pesawat yg menggelegar dpt menggugah semangat dn kebanggaan dlm berbangsa dn bernegara pada masyarakat setempat dn jg merasa ada yg melindungi mereka tentunya …
    Bravo TNI …

  4. Pengalaman menyenangkan bg mrk. Tp bikin degdegan,ky pertama kali jumpa pacar.
    Tentu anak2 disana bangga bs melihat pespur kebanggaan ri terbang rendah.
    Jd ingat sikap anak2 didaerah saya dulu, klu ada pesawat terbang rendah, mrk berlarian senang sambil berteriak “Kapaaal, jaluk duiteee!” (Pesawat, minta uangnya!) Hehehe!
    Penyebabnya adalah krn org tua suka bilang pd anaknya saat dimintai uang & kebetulan ada pesawat lewat “Sana, minta uangnya pd pesawat.Sbb yg naik pesawat itu pst banyak uangnya!

  5. Apa kabar bung Diego? Sudah lama saya tidak main disini. Steregushchy class dan teman-temannya itu terlalu “wah” untuk saat ini diakuisisi oleh TNI. Breman class saja saat ini masih mikir-mikir. Akula dan KS ajib-ajib lainnya jangan mengarang indah deh. Punya kilo saja sudah syukur. Kalau ada yang bilang bremen sudah ada di dermaga ujung, saya cuma bisa tertawa dan mengaminin saja. Yang pasti tidak ada “data” mengenai breman ini di meja saya yang baru 🙂
    Realistis sajalah..bbm untuk patroli saja tidak punya kok ya mikir macam-macam. MEF II ada perubahan sedikit. Medium SAM masuk rencana dan seperti yang bung Diego katakan masih penjajakan dan mudah-mudahan bisa dieksekusi di MEF II ini.