Sulit Dijual Kembali, F-16 Norwegia Akan Dibesituakan

Foto : F-16Net

Disaat menunggu kedatangan pesawat tempur siluman F-35, Norwegia berencana akan ‘menutup’ armada pesawat tempur F-16 yang sudah tua.

Daripada berurusan dengan politik rumit untuk menjual kembali atau membayar biaya pemeliharaan pesawat tempur F-16 tua sebagai cadangan, Kementerian Pertahanan berencana untuk menjadikan 50 unit F-16 Fighting Falcon tua sebagai monumen.

Pemerintah Norwegia berencana untuk menutup armada 56 F-16 pada akhir tahun 2021, dan menggantikannya dengan 52 F-35A (varian lepas landas dan landing konvensional).

Norwegia akan memiliki enam F-35 pada tahun 2017, dengan tiga F-35 berada di Luke Air Force Base di Arizona, yang merupakan pusat pelatihan F-35 untuk mitra internasional AS. Tiga F-35 lainnya diharapkan sudah dapat tiba di Norwegia pada awal November 2017. Dari 2018 dan seterusnya, enam F-35 akan dikirimkan langsung ke Norwegia setiap tahun.

Norwegia berencana akan memulai operasional F-35 secara penuh pada tahun 2019. F-16 masih akan dioperasikan sampai akhir tahun 2021, dengan jam terbang yang akan terus dikurangi seiring dengan kedatangan F-35. Saat ini armada F-16 melakukan penerbangan sekitar 7.000 jam per tahun, yang akan turun menjadi sekitar 3.000 jam pada tahun 2021.

Pilot F-16 yang sudah berusia di atas usia 40 dilarang untuk mengikuti pelatihan F-35, terutama untuk memastikan pilot F-16 berdedikasi penuh sampai masa pensiunnya.

Ada sejumlah faktor yang membuat penjualan kembali pesawat tempur F-16 tua tidak mungkin. Yang pertama adalah usia armada F-16 Norwegia yang merupakan salah satu F-16 tertua di dunia, dengan rata-rata memiliki lebih dari 10.000 jam penerbangan.

Faktor lainnya adalah pembatasan politik untuk menjual kembali persenjataan militer buatan AS. Peraturan yang ketat membuatnya menjadi lebih mudah untuk mengubah F-16 menjadi besi tua daripada mencoba untuk menjual kembali F-16.

DefenceNews

Sharing

Tinggalkan Balasan