Oct 302018
 

Peluncuran rudal jelajah hipersonik Avangard buatan Rusia © Kemenhan Rusia via Youtube

JakartaGreater.com – Resimen pertama yang dipersenjatai dengan sistem Avangard yang terdiri dari rudal balistik antarbenua (ICBM) dan kendaraan peluncur hipersonik akan menerima tugas tempur pada akhir 2019, menurut sumber industri pertahanan dalam negeri yang dilansir dari laman TASS pada hari Senin.

“Periode yang dijadwalkan untuk menempatkan resimen pertama dalam tugas tempur adalah akhir 2019. Resimen awal akan terdiri dari setidaknya dua unit, tetapi jumlahnya akan meningkat ke kuantitas organik sebanyak enam unit”, kata sumber itu.

Seperti yang telah dinyatakan secara resmi oleh Departemen Pertahanan Rusia, sistem rudal hipersonik Avangard pertama akan memasuki gugus tempur dalam Divisi Rudal Banner Merah yang berbasis di Wilayah Orenburg di Ural selatan.

Menurut sumber tersebut, sistem hipersonik Avangard diperkirakan akan memasuki layanan pada akhir 2018 hingga awal 2019.

Sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan, uji kendali peluncuran rudal UTTKh UR-100N, diharapkan akan dilakukan sebelum sistem hipersonik itu diterima untuk layanan. Namun, mengingat keberhasilan peluncuran sebelumnya atas kendaraan luncur itu sendiri serta keberadaan rudal yang handal dan sudah teruji, kemungkinan tidak akan ada peluncuran semacam itu”, kata sumber itu.

Sistem Hipersonik Avangard

Avangard adalah sistem rudal balistik antarbenua “strategis” yang dilengkapi dengan kendaraan luncur hipersonik. Menurut sumber terbuka, rudal ini dikembangkan oleh Research and Production Association of Machine-Building dan telah diuji sejak 2004.

Rudal jelajah hipersonik Avangard terpisah dari roket pendorongnya © Kemenhan Rusia via Youtube

Kendaraan peluncur mampu terbang dengan kecepatan hipersonik di lapisan padat atmosfer, manuver dengan jalur penerbangan dan ketinggian serta mampu menerobos pertahanan anti-rudal.

Avangard, rudal jelajah nuklir hipersonik buatan Rusia. © Kementerian Pertahanan Rusia

Senjata baru itu diresmikan oleh Presiden Vladimir Putin dalam pidato kenegaraannya di depan Majelis Federal pada tanggal 1 Maret yang lalu. Kemudian, pemimpin Rusia ini mengatakan selama sesi tanya jawab tahunan pada 7 Juni bahwa “sistem Avangard sudah dalam proses pembuatan dan telah memasuki produksi massal dan pada tahun 2019 akan dikirim ke Angkatan Bersenjata.”.

UR-100N UTTKh (SS-19 Stiletto) adalah upgrade berat kompleks rudal UR-100 yang dikembangkan Uni Soviet pada era 1960-an oleh Biro Desain-52 yang dipimpin oleh Vladimir Chelomei.

Itu diterima memasuki layanan pada tahun 1980. Saat ini, Pasukan Rudal Strategis Rusia mengoperasikan sekitar 30 rudal UR-100N UTTKh berbasis silo. Rudal tersebut memiliki berat lepas landas sekitar 100 ton dan bobot peluncurnya sekitar 4,5 ton.

  5 Responses to “Sumber: Rudal Avangard Rusia Masuk Layanan 2019”

  1.  

    semua itu dilakukang demi membungkam ambisi si amer dan nato utk menguasai dunia .

  2.  

    dan yg jelas utk benteng diri juga.

  3.  

    Avangard yg bisa sampai kebenua mana saja, boleh juga diproduksi masal
    😆 😆

  4.  

    yg bisa mengalahkan avangard cuma satu.
    yaitu ironman.

  5.  

    Borong lisencinya! Ngelantur.com.

 Leave a Reply