Mar 242019
 

Frigate of the project 22350 Admiral Kasatonov © Russian MoD

JakartaGreater.com – Angkatan Laut Rusia diharapkan akan menerima rudal hipersonik Tsirkon atau Zirkon terbaru ke dalam layanan dan menyebarkannya di kapal perang dan kapal selam mulai tahun 2023, seperti dilansir dari TASS yang mengutip sumber industri pertahanan pada hari Rabu.

“Uji coba negara untuk Tsirkon yang dilakukan dari kapal permukaan direncanakan akan selesai pada tahun 2022 dan mulai tahun 2023 rudal itu akan diterima untuk bertugas dan melaksanakan tugas tempurnya”, kata sumber itu.

Angkatan Laut Rusia diharap akan mempersenjatai seluruh kapal perang permukaan baru dan modern serta kapal selam bertenaga nuklir, termasuk fregat Project 22350 dan Project 22350M, kapal jelajah bertenaga nuklir Admiral Nakhimov dan Pyotr Veliky, kapal selam nuklir kelas Yasen dan kapal perusak kelas Lider (Leader) dijadwalkan dibangun dengan persenjataan rudal hipersonik Tsirkon (Zirkon), kata sumber itu.

Desain kapal perusak (destroyer) bertenaga nuklir Lider-Class buatan Rusia © Artem Tkachenko via Wikimedia Commons

TASS belum memiliki konfirmasi resmi atas informasi tersebut.

Seperti sumber-sumber lain di industri pertahanan Rusia sebelumnya mengatakan bahwa serangkaian uji coba rudal hipersonik Zirkon telah dilakukan dari pesisir pantai saat ini dan pada akhir 2019 rudal itu diharapkan akan diuji dari salah satu kapal Proyek 22350 fregat Admiral Gorshkov. Pada tahun 2020, uji coba rudal dari kapal selam Proyek 885M bertenaga nuklir Kazan akan dimulai.

Dalam pidato di hadapan Majelis Federal Rusia pada 20 Februari, Presiden Rusia Vladimir Putin menyinggung Zircon, yang digambarkannya sebagai “rudal hipersonik yang mampu berakselerasi hingga mencapai Mach 9.

Presiden Rusia mengatakan ini adalah “inovasi lain, pekerjaan yang mamu menghasilkan dan akan selesai sesuai jadwal”. Ia memiliki jarak tembak lebih dari seribu kilometer (540 nm) dan mampu menghancurkan target yang berlayar dilautan dan di darat, tambahnya.

Secara khusus, angka-angka yang disebutkan oleh Putin ini jauh di atas yang sebelumnya diprediksi oleh para ahli lokal dan luar negeri, yang percaya bahwa jarak tembak Zircon hanya akan mencapai antara 215 – 270 nm (400-500 km) dan kecepatan tertinggi dibatasi antara Mach 5 dan 6.