100 KOMENTAR

  1. lebih pas jika pesawat-pesawat ini ditempatkan di Kepri, Kalbar, Kaltara dan Papua untuk mencegah illegal logging, illegal fishing, penyelundupan, insurgency dll.

    kasus Lahad Datu, Sabah kemarin menunjukkan bahwa pesawat COIN masih diperlukan. pemakaian F-18 ataupun pesawat sejenis adalah pemborosan. overkill.

    selamat datang Super Tucano

  2. Sdh kena banner tk boleh terbang di papua.jadi kayaknya super tuca ditumpuk di perbatasan kalimantan,padahal pesawat ini di desaign anti gerilya.sudah saatnya PT DI membikin pesawat seperti model super tuca untuk menjaga perbatasan papua dan memburu OPM.ada pencerahan dari para sesepuh?

  3. siap bertisipasi tgl 7 oktober setelah itu bisa langsung menjalankan tugas, khususnya untuk mengawal perbatasan negara, karena itu sebaiknya kedatangan nya disertai dengan perlengkapan dan full persenjataan.
    bisa kah membopong sejenis rudal anti tank dan rudal air to ground ?
    ( maaf pertanyaan tukang nasi )

    • @bung Bapak Besar:
      Kita bisa saja membuat pesawat sejenis itu. Akan tetapi hitung hitungannya akan menjadi tidak efisien secara ekonomi dan waktu karena dibutuhkan waktu serta modal awal yang tidak sedikit mulai dari tahap awal desain sampai dengan masuk lini produksi.
      CMIIW

        • PT DI bukan lembaga amal bung. lihat saja namanya, Perseroan Terbatas. ia adalah entitas bisnis yang dituntut berkinerja bagus (menguntungkan).

          dalam ilmu ekonomi ada yang namanya Break Even Point (alias titik impas). misalkan BEP pada angka 100 pesawat maka harus ada data analisa pasar yang menunjukkan bahwa ada permintaan sampai 100 pesawat sehingga ia layak dikembangkan dan diproduksi. itupun dengan asumsi tidak ada pesawat sejenis yang dikeluarkan oleh kompetitor.

          ambil contoh N219 atau R80, kenapa mereka berani mengembangkan mulai saat ini? karena permintaan pasar di dalam negeri dalam jumlah besar. ibaratnya ga usah jualan ke luar negeri pun pasti impas (malah untung).

          market analysis tidak gampang, bung. apalagi untuk pesawat militer yang pasarnya tidak seberapa besar dibanding pesawat sipil. kalau serampangan asal mengembangkan dan memproduksi ya buang-buang duit.

          satu lagi, Super Tucano ini adalah pengembangan lebih lanjut dari Tucano (versi sipil). artinya biaya pengembangannya sebagian sudah ditanggung oleh pesawat sebelumnya sehingga ketika ia membuat versi militer tidak seberapa besar biayanya. dan saya yakin sebagian mold/dies atau blueprint pasti banyak berasal dari versi sipilnya.

          untuk PT DI, kita dorong untuk memperkuat posisinya sebagai produsen pesawat sipil setelah itu baru melangkah ke pasar pesawat militer. ingat bung, perusahaan ini baru saja sehat setelah sebelumnya terkena penyakit kronis.

          cmiiw

      • bung @ military fanboys
        jangan terlalu emosional.. hehehe.. betul kata bung @ xtrada dan bung g.i
        la amunisi (peluru) untuk beberapa kaliber AS juga import lo.. katanya jg ada yang dari kita (pindad) lalu apakah AS tidak bisa beli..

        tu kain sritex dipakai untuk seragam NATO apakah mereka tidak bisa membuat kain sendiri..

        namany jg ilmu ekonomi bung
        ma’af ya jika ada yg salah

        Salam NKRI

  4. menurut skema para sesepuh (koment2 sblumnya)..untuk kawasan timur menggunakan layangan khas blok timur..agar tidak terjadi istilah banned atau embargo ketika di gunakan..nah bila super tucano ini termasuk golongan blok barat kan?
    atau super tucano digelar di timur dengan sengaja di racik layangan tempur blok timur yang gede gede dn knceng kenceng?
    atau ada skenario yg lain nya?
    mohon pencerahan nya…
    nuhun

  5. Ane cuman berharap negeri ini, segera bikin sendiri..agar tdk selalu bergantung dari luar, cukup dg dukungan pemerintah & dana yg besar untuk para peneliti kita yg jelas” pada genius semua tapi blm dihargai karena kepentingan ..ga usah itung”an kaya makelar..masa buat bangsanye sendiri biar maju itung”an untung rugi trs…susah klo otak makelar yg dipake…!!!

    ….NKRI HARGA MATI….

  6. Itung itungan skala ekonomis pasti berlaku kalau mau bikin sendiri…misalnya kalau kemhan pesan 50 unit maka investasi awal (desain,sdm dan mesin) sudah tertutupi dgn batch pertama.tinggal batch kedua (produksi ke 51) PT.DI baru memikirkan untung…sukur sukur kalau ada yg beli dari luar…maka kemhan harusnya berfikir 30 tahun kedepan bkn hanya pemerintahannya si anu atau kepemimpinannya si itu…kalo mentrinya orang banteng (menristek,menhan dan men bumn) buang jauh jauh deh mimpi itu…

    N219 adl.platform yg cocok untuk dikembangkan menjadi pesawat coin karena basisnya mirip twin otter yg handal untuk pesawat serbaguna dan bentuknya mendekati bronco…saya pikir tinggal redesain supaya lebih trengginas dan mencari avionik yg sesuai (elbit almisalnya) maka olalla…kita punya pesawat coin setara pucara argentina…

    • Kalau sy pegang nih baling baling bambu ketimbang tuh elang botak bung…duel jg berani..tp jgn pake rudal,pake canon kalo berani….dgn catatan FN herstal bawaan tucano di ganti minimal cal 20 mm…

      Kalau duel di kecepatan sub sonic sy yakin tucano pemenangnya :mrgreen:

    • Assalamualikum wr.wb

      imho
      tukino itu pesawat jenis coin yang fungsinya untuk memberikan bantuan udara atau memberantas pasukan di darat yang sering lari-lari kesana kemari yang mempunyai kecepatan dibawah kecepatan suara atau subsonik, kan tidak mungkin kan orang larinya bisa 700km/jam hehehe :mrgreen:

      la kalau f16 lebih ke fungsi bomber bantuan udara pada target diam atau base/pangkalan musuh sama petarungan udara. kalau f16 yang menggunakan mesin jet dipaksa untuk terbang di bawah kecepatan suara bisa jadi mesin jet yang di bawanya kepanasan dan akhirnya retak atau rusak dan akibatnya bisa jatuh itu pesawat.
      kan tidak mungkin rudal yang di usung f16 mengincar target perseorangan, masa 1 orang 1 rudal hehehe :mrgreen:

      sehingga tukino cocok untuk manuver-manuver di bawah kecepatan suara dan f16 cocok untuk manuver di atas kecepatan suara. tukino masih membawa senjata mesin guna menyerang orang-orang yang di darat yang lari kesana kemari, kalau dengan f16 bisa-bisa f16nya keblablasan karena saking cepetnya :mrgreen:

      tapi saya juga mau tanya ini bagusan mana tukino sama helo tempur?

      kalau salah ya maaf 😀
      maaf oot 😀

  7. Harusnya bisa bikin sendiri. Pesawat ini kan bisa ditempatkan dibeberapa lanud. Di kalimantan bisa 3 squadron, di Sulawesi bisa satu, di Papua, bisa empat scuadron, di NTT bisa 1 scuadron. Di Sumatra bisa 3 scuadron. Dijaga sendiri membutuhkan minimal 2 scuadron. Belum lagi untuk pesawat latih. Kalau satu scuadron 16 unit, berapa unit yang bisa untuk kebutuhan dalam negeri. Belum lagi untuk eksport.