Apr 232019
 

dok. Pesawat tempur Rusia di Latakia, Suriah. (photo: Mil.ru)

Damaskus,,Jakartagreater.com   –  Suriah mungkin segera menyewakan ke Rusia pelabuhan Tartus untuk jangka waktu 49 tahun untuk keperluan ekonomi, ujar Wakil Perdana Menteri Rusia Yuri Borisov pada hari Sabtu setelah pertemuannya dengan Presiden Suriah Bashar Assad, dirilis TASS, 20-4-2019.

Pada 2017, Moskow dan Damaskus menandatangani perjanjian tentang penempatan pusat dukungan logistik Angkatan Laut Rusia di Tartus untuk jangka waktu 49 tahun.

“Masalah utama yang menghasilkan dinamika positif adalah masalah penggunaan pelabuhan Tartus. Kunjungan saya telah memperkuat semua perjanjian ini. Kami telah membuat kemajuan besar dalam masalah itu dan berharap bahwa kontrak akan ditandatangani dalam waktu seminggu. dan pelabuhan Tartus akan digunakan oleh bisnis Rusia selama 49 tahun, “kata Borisov.

Dia mengatakan bahwa keputusan untuk menyewakan pelabuhan Suriah ke Rusia telah diambil pada sesi komisi antarpemerintah. Langkah ini, dalam kata-katanya, diharapkan akan meningkatkan perdagangan antara kedua negara secara dramatis.

“Saya berharap akan melakukan yang baik, pertama-tama, bagi ekonomi Suriah,” tegasnya.

  12 Responses to “Suriah akan Sewakan Pelabuhan Tartus ke Rusia Selama 49 Tahun”

  1.  

    mantap

  2.  

    KITA JUGA PERLU MEMBUKA PANGKALAN BAGI RUSIA DI PAPUA………… CUKUP SEWA 30 TAHUN GRATIS 10 TAHUN UNTUK RUSIA………….. MANTUL = MANTAP BETUL………. HEHEHEEEE

    UNTUK USA BUKA PANGKALAN DI PULAU LUAR………… PAS DI TENGAH LAUT DI UJUNG NATUNA ADA KARANG BIANG NAMANYA…………… KASIH USA UNTUK REKLAMASI SENDIRI…………. SEWA SAJA BUAT DIA SELAMA 50TH……….. HAHAHAAAA

  3.  

    Bukannya kemarin dah mau nyewain ke Rusia selama 99 tahun ya?? Kok berkurang??

  4.  

    Langkah Cerdas yg Dilakukan Suriyah….Untuk mendukung Perbaikan Ekonomi dan Ketenangan Penduduk Suriyah dari Rongrongan Israel dan Antek anteknya

  5.  

    Suriah lagi pening, ndak punya duit lagi untuk membangun infrastruktur yg sudah hancur….

  6.  

    gak pd berarti , nyewain pulau untuk pangkalan mltr asing