Jan 262019
 

JakartaGreater.com – Menyusul serangkaian serangan udara terhadap militer Suriah dan target sipil oleh Angkatan Udara Israel, termasuk serangan berulang-ulang kali ke bandara dengan dalih mencekik upaya Iran untuk mendirikan pondasi di negara itu, Damaskus kini dilaporkan telah memperingatkan bahwa mereka dapat membalas terhadap target Israel di masa depan menanggapi target serupa, seperti dilansir dari laman Military Watch.

Selama ini, Suriah telah lama tidak punya pilihan lain selain mentolerir serangan Israel di wilayahnya, dengan pemberontakan besar-besaran di dalam negeri yang didukung Barat dan Arab terus menguras sumber dayanya dan juga melumpuhkan kemampuannya untuk menanggapi serangan.

Dengan sebagian besar wilayah negara telah dibawa kembali di bawah kendali Damaskus, dengan bantuan Rusia, posisi negara itu saat ini semakin menguat. Tak hanya Suriah lebih aman terhadap ancaman serangan Negara Islam dan terorisme didalam perbatasannya, tetapi pertahanan udaranya telah dimodernisasi dengan pengiriman platform Rusia yang lebih maju seperti S-300PMU-2.

Sistem rudal permukaan-ke-udara S-200 “Vega”

Sejak Suriah memperoleh platform pertahanan udara yang lebih maju, Israel telah secara khusus mengurangi frekuensi menyerang sasaran di negara itu, menjadi sangat bergantung pada amunisi standoff yang memungkinkan jet tempurnya tetap berada di luar jangkauan pertahanan udara Suriah.

Dengan Damaskus kini dalam posisi yang jauh lebih kuat, kemungkinan bahwa ia mungkin membalas terhadap sasaran Israel, kemungkinan sebagai peringatan daripada keuntungan taktis tetaplah besar.

Meskipun kemampuan Angkatan Udara Suriah tetap terbatas, arsenal rudal balistik negara itu cukup besar. Bersama rudal-rudal Scud yang lebih tua, platform era Perang Vietnam juga telah dimodernisasi untuk lebih baik menghindari pertahanan udara modern.

Rudal balistik taktis Hwasong-5 Korea Utara turunan dari rudal balistik R-17 Elberus (Scud) buatan Soviet © Korean Central News Agency (KCNA)

Suriah juga memiliki rudal balistik KN-02 Toksa buatan Korea Utara yang lebih canggih, ini menggunakan bahan bakar komposit padat, lebih praktis dan itu mampu menyerang dengan akurasi yang jauh lebih besar.

Target Israel seperti Bandara Internasional Ben Gurion, secara secara khusus, tetap berada dalam jangkauan amunisi ini.

Walau persenjataan rudal balistik Suriah cukup besar, pertahanan rudal Israel termasuk di antara yang paling mampu didunia yang dirancang khusus untuk mencegat serangan rudal musuh – sayangnya kurang dilengkapi kemampuan menangkal pesawat tempur musuh.

Peluncuran sistem pencegat rudal Iron Dome buatan Israel © Israel Defense Forces via Wikimedia Commons

Jaringan pertahanan berlapis, yang terdiri atas baterai rudal Patriot buatan Amerika dan platform domestik seperti Iron Dome dan David’s Sling, membuat serangan rudal menuju wilayah Israel jauh lebih sulit.

Meski keakuratan platform Israel sebelumnya dipertanyakan oleh sejumlah pakar, masih mungkin bahwa pertahanan anti rudal ini dapat menumpulkan potensi serangan Suriah – sama halnya sistem Buk-M2 dan Pantsir Suriah baru-baru ini digunakan untuk berulang kali menumpulkan serangan Israel.

Israel dilaporkan telah menyebarkan baterai pertahanan udara jarak pendek Iron Dome ke Tel Aviv dalam menanggapi ancaman serangan potensial, yang jika dapat dinetralkan akan menandai pukulan serius terhadap posisi Suriah dengan merusak klaim Damaskus bahwa kedua negara sama-sama rentan satu sama lain apabila diserang.

  5 Responses to “Suriah Ancam Hujani Tel Aviv dengan Rudal”

  1.  

    Coba aja serang kalo berani. Suriah sama Assad cuman mulut besar doang. Lagian Ibukota Israel dah pindah ke Yerusalem. Tembak aja Yerusalem kalo berani. Hhhhhhhhhhhhhhhhh

  2.  

    Israel makin ketakutan….