Mar 142018
 

Transport-Charging Unit (TZM) 22T6 untuk sistem rudal S-400 Rusia © Russian MoD via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov akan bertemu dengan mitranya Mevlut Cavusoglu untuk membahas situasi di Suriah, terutama ketegangan yang terus berlanjut di Afrin dan Ghouta Timur, pengiriman sistem pertahanan udara S-400 ke Turki, serta prospek untuk mencabut pembatasan visa dan perdagangan yang diberlakukan di tengah pembekuan hubungan pada tahun 2015, sebagaimana dilansir dari laman TASS.

Menteri Luar Negeri Rusia mengatakan bahwa stabilisasi situasi di Suriah akan menjadi salah satu titik fokus dalam perundingan tersebut. Rusia dan Turki, penanggung-jawab proses Astana, telah memberi panduan cara mengurangi ketegangan serta memajukan penyelesaian secara politik.

Pertemuan tersebut akan dihadiri oleh Menteri Luar Negeri Rusia, Iran, Turki dan Suriah di Astana pada tanggal 16 Maret. Perundingan di Astana tersebut sebagai pertemuan pendahuluan sebelum agenda pertemuan puncak yang dijadwalkan dimulai pada bulan April di Turki.

Poin penting lainnya dalam perundingan tersebut adalah “implementasi kontrak yang ditandatangani untuk pasokan ke sistem rudal pertahanan udara S-400 Triumf untuk Turki, serta proyek lainnya yang menjanjikan saat ini terkait bidang kerjasama teknis militer”, kata menlu Rusia. Kedua belah pihak (Rusia-Turki) telah menentukan rencana kerjasama teknis militer mana yang akan dibicarakan.

Kontrak untuk pembelian sistem rudal pertahanan S-400 oleh Turki banyak dibicarakan secara global karena Turki merupakan negara anggota NATO pertama yang mendapat sistem S-400 dari Rusia.

Selama Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengunjungi Moskow pada bulan Maret 2017, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa hubungan antara Moskow dan Ankara kembali ke jalur setelah kejadian penembakan jet tempur Rusia.

Namun, beberapa pembatasan dalam hal perdagangan bilateral serta penerbitan visa untuk warga Turki yang diberlakukan di tengah dinginnya hubungan bilateral tersebut, masih ada.

Menurut keterangan dari Kementerian Luar Negeri Rusia, bahwa Lavrov dan Cavusoglu akan membahas langkah bersama untuk menghapus hambatan yang ada dalam hal perdagangan bilateral dan memperluas daftar produk pertanian yang akan dipasok dari Rusia dan Turki ke pasar masing-masing.

Mengenai pencabutan pembatasan visa, Moskow telah mengkonfirmasi kesiapannya untuk meliberalisasi mode yang ada untuk kategori tertentu dari warga Turki. Namun, pihak Rusia mengharapkan kerjasama yang lebih efisien antar instansi terkait di kedua negara dalam memerangi terorisme internasional dan kejahatan terorganisir.