Sep 152019
 

Bavar-373 Iran. (@Iran_Military)

Beirut – Jakartagreater.com,  Suriah bermaksud mengakuisisi sistem pertahanan udara Bavar-373 Iran, yang baru-baru ini dimodifikasi oleh Iran, situs web penerbangan Rusia Avia.Pro melaporkan pada hari Sabtu 14-9-2019.

Mengutip wartawan Suriah, Avia.Pro mengatakan Suriah sedang berusaha untuk mendapatkan Bavar-373 setelah sistem S-300 yang dipasok Rusia diduga menunjukkan efisiensi yang sangat rendah selama tahap uji coba, dirilis Almasdarnews.com, 14-09-2019.

“Informasi tentang ini disebarluaskan secara aktif oleh wartawan Suriah yang merujuk pada sumber militer tertentu di negara itu, dan, menurut data terakhir, Iran siap untuk memasok sistem pertahanan udaranya ke Suriah dengan biaya khusus, tetapi dengan ketentuan bahwa sistem pertahanan udara ini tidak akan bergantung pada Rusia, ”kata publikasi itu.

Publikasi tersebut menambahkan bahwa sistem pertahanan udara Iran memiliki karakteristik yang sama dengan S-300 Rusia, yang seharusnya membatasi jumlah waktu pelatihan yang diperlukan untuk menggunakannya.

Baik Iran maupun Suriah belum mengkonfirmasi klaim ini. Suriah pertama kali memperoleh S-300 Oktober lalu ketika Federasi Rusia melakukan pengiriman pertama sistem pertahanan udara ini.

Keputusan Rusia untuk memasok Suriah dengan S-300 datang hanya beberapa hari setelah IL-80 mereka secara tidak sengaja ditembak jatuh oleh pertahanan udara Suriah di lepas pantai Latakia.

Rusia menyalahkan Israel atas insiden itu, yang menyatakan bahwa Angkatan Udara Israel F-16 menggunakan IL-80 sebagai perlindungan selama pertukaran mereka dengan pertahanan udara Suriah.

S-300 Suriah

Menurut laporan oleh Avia.Pro, S-300 Rusia belum pernah digunakan untuk mengusir serangan sejak waktu pengiriman. Meskipun banyak serangan Israel selama setahun terakhir, alasan utama untuk tidak menggunakan S-300 di Suriah adalah bahwa sistem pertahanan udara tidak melihat pesawat Israel.

Namun, menurut beberapa sumber, alasan untuk tidak menggunakan S-300 di Suriah untuk mengusir serangan Israel adalah posisi khusus yang diambil Rusia, dirilis Mehrnews.com, 14-09-2019.

Sistem pertahanan udara jarak jauh Bavar-373 mampu mendeteksi hingga 100 target, melacak 60 target, dan terlibat dengan 6 target secara bersamaan. Fitur utama Bavar-373 adalah sistem peluncuran vertikal dengan peluncur persegi, yang sebagian besar digunakan untuk pertahanan udara di kapal perang.

Bavar-373 menggunakan radar kendali tembakan array jarak jauh, berjuluk Me’raj-4. Sistem pertahanan udara menggunakan 3 jenis Rudal yang berbeda untuk mencapai sasaran di berbagai ketinggian.

Bagikan: