Oct 222018
 

Peluncuran rudal dari sistem S-300 Rusia dalam latihan Vostok 2018 © Kemhan Rusia via Youtube

JakartaGreater.com – Informasi tersebut muncul setelah skeptisme tentang kemampuan deteksi target siluman dari sistem pertahanan udara S-300PMU2. Namun, dari sejumlah sumber mengatakan bahwa jet tempur Israel yang terlihat di dekat perbatasan Suriah itu bukan F-35I Adir melainkan F-16I Sufa, ini dikarenakan Angkatan Udara Israel sering menggunakan jet tempur tersebut untuk pengintaian, seperti dilansir Bao Dat Viet.

Namun, SANA mengutip sumber yang mengatakan bahwa sistem mata S-300PMU2 telah mendeteksi skuadron tempur yang terdiri dari empat pejuang siluman F-35 telah terbang di sepanjang perbatasan Suriah, menjelajahi pengoperasian sistem canggih S-300.

Selama penerbangan F-35I, radar S-300 mendeteksi dan memonitor seluruh perjalanan dari empat jet siluman tersebut. Berdasarkan data-data yang diperoleh dari radar sistem S-300, pihak militer Suriah dan Rusia bersikeras bahwa itu adalah jet siluman F-35I dan bukan jenis pesawat tempur lainnya.

Jet tempur siluman F-35I Adir di Pangkalan Udara Nevatim, Israel, 12 Desember 2016 © Tech. Sgt. Brigitte N. Brantley of U.S. Air Force

Untuk menyelesaikan misi “utopian” (AS tidak percaya S-300 bisa mendeteksi pesawat siluman), S-300PMU2 Suriah memiliki fitur khusus yang dapat menyinkronkan semua komponen seperti pengkondisian radar kendali tembak, radar pencarian target, termasuk meluncurkan kendaraan dalam lingkungan taktis terpadu.

Sistem memiliki kemampuan untuk mengendalikan hingga 12 kendaraan pada saat yang sama, di samping kemampuan untuk mengendalikan pengoperasian sistem yang lebih tua seperti S-300PMU1, S-200, S-75 dan S-125 yang dimiliki militer Suriah. Dan dengan kemampuan S-300PMU2, deteksi target siluman sepenuhnya berada dalam jangkauan S-300PMU2, dengan sistem radar 30N6E.

30N6E adalah sistem radar Flap Lid B 3 dimensi (3D) yang beroperasi pada jalur band X, mikroprosesornya mampu mengendalikan berkas elektron atau menciptakan sub-lobus yang tidak dapat terganggu. Selain itu, susunan radar 30N6E sulit untuk dideteksi oleh penerima peringatan radar di pesawat.

Panjang gelombang yang terus menerus memungkinkan sistem untuk memotong rudal anti-radiasi yang beroperasi berdasarkan basis gelombang. Radar 30N6E pada S-300 ini mampu melacak target dan peluru kendali melalui link data berdasarkan teknologi anti peluru.

Itu mampu mengidentifikasi target pada lingkungan yang terbatas atau sangat terganggu, terutama kemampuan untuk menangani rudal balistik yang melaju dengan kecepatan tinggi. Rusia mengklaim bahwa 30N6E dapat menangkap target dengan area reflektifitas radar hanya seluas 0,001 m per segi, pada kecepatan hingga 2,8 km per detik.

Dengan kemampuan radar 30N6E, tentu saja F-35I yang berdasarkan pengumuman dari pabrikan asal Amerika Serikat memiliki area reflektifitas 0,001 meter per segi tidak akan menjadi masalah berarti bagi sistem rudal S-300PMU2.

  4 Responses to “Suriah Konfirmasi S-300 Memonitor F-35 Israel”

  1.  

    Modar wis bani israel…

  2.  

    Diam tanpa kata…mulut menganga lebar disertai tetesan iler yg berjatuhan.ouwww…ternyata tante rika adalah Astuti(awas tukang tipu).

 Leave a Reply