Agu 092017
 

Sukhoi Su-35 (Oleg Belyakov / commons.wikimedia.org)

Jakarta – Rencana Kementerian Pertahanan untuk membeli 11 pesawat tempur Sukhoi dari Rusia melalui mekanisme imbal dagang atau barter komoditas produk ekspor strategis, harus sesuai dengan skema pengadaan peralatan Militer (Alutsista), jelas Pengamat Militer dan intelijen Susaningtyas Kertopati.

Susaningtyas Kertopati mengatakan pada Rabu 9-8-2017, di Jakarta, bahwa tahapan pengadaan komoditas harus mengikuti skema tahapan pengadaan peralatan Militer. Dengan demikian, skema tahapan pengadaan Sukhoi 35 menjadi acuan skema tahapan pengadaan komoditas.

“Intinya, Sukhoi 35 datang dulu di Indonesia, baru hasil perkebunan bisa di ekspor ke Rusia. Barter harus resiprokal tapi komoditas yang ikuti peralatan Militer. Jangan sampai komoditas sudah dikirim tapi peralatan Militer tidak datang atau datang sebagian saja,” kata mantan anggota komisi I DPR ini.

Wanita yang biasa disapa Nuning ini menyebutkan, barter komoditas dengan peralatan Militer merupakan cabang ilmu ekonomi internasional dalam konteks ekonomi pertahanan.

“Prinsipnya adalah saling menguntungkan kedua pihak. Faktor penting yang patut diperhatikan adalah tahapan barter karena spesifikasi keduanya yang berbeda. Tahapan barter harus disusun sesuai skema tahapan pengadaan peralatan Militer yang membedakan antara ‘acquisition’ dengan ‘procurement’,” jelas Susaningtyas Kertopati.

Sebelumnya, Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan menindaklanjuti rencana imbal dagang dengan perusahaan asal Rusia, Rostec, yang ingin melakukan barter pesawat Sukhoi SU-35 dengan hasil perkebunan Indonesia.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita pada 3-5 Agustus 2017 melaksanakan kunjungan ke Rusia untuk memuluskan rencana tersebut. Pemerintah juga akan menawarkan komoditas lain kepada Rostec selaku rekanan Indonesia dalam skema imbal dagang tersebut.

“Rencana imbal dagang ini sudah hampir final. Tetapi, kami masih menawarkan produk Indonesia lainnya untuk diekspor ke Rusia selain karet yang mereka minta,” ujar Enggartiasto dalam keterangan tertulis yang diterima pada Kamis 3-8-2017 di Jakarta.

Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto mengungkapkan, imbal balik pembelian pesawat Sukhoi SU-35 dari Rusia dengan sejumlah komoditas Tanah Air telah dilaksanakan sejak lama. Jadi, kata Wiranto, hal itu bukanlah sesuatu yang baru.

“Pembelian (Sukhoi) seperti itu sudah lama. Saya sejak menjadi Panglima TNI pada 1998 sudah memberlakukan hal itu. Komoditasnya macam-macam sesuai dengan penjual atau pihak ketiga,” ujar Menko Polhukham Wiranto. Dirilis Antara 9 Agustus 2017

Bagikan:

  21 Responses to “Susaningtyas : Barter untuk Sukhoi Ikuti Skema Pengadaan Alutsista”

  1.  

    Istilahnya ada barang baru ada uang. Tp yg ini ada sukhoi baru ada teh kopi, minyak sawit, karet dll. Untungkan…!!!

  2.  

    “Intinya, Sukhoi 35 datang dulu di Indonesia, baru hasil perkebunan bisa di ekspor ke Rusia. Barter harus resiprokal tapi komoditas yang ikuti peralatan Militer. Jangan sampai komoditas sudah dikirim tapi peralatan Militer tidak datang atau datang sebagian saja,” kata mantan anggota komisi I DPR ini.

    ————— ————— —————

    Hhhmmm… Saya Kok Merasa Tante Susan Sama Lucunya Kaya Tante Bakery Ya?… Masa Kontrak Udah Di Sepakati Barangnya Gk Bisa Datang Atau Malah Di Kirim Sebagian… Kan Resikonya Besar Klau Ada Kejadian Kaya Gitu. Produsen Bisa Di Tuntut Atau Malah Di Suruh Ganti Rugi Berkali-Kali Lipat…

    •  

      Bukan begitu maksudnya dek jimmy…xixixi
      Ingat kejadian Hawk kita yg ditinggal di Thailand.? Ingat kejadian kasus Mistral yg dipesan Rusia.? Ingat kasus S-300 yg dibeli Iran.? Ingat pemutusan hubungan diplomatik Turkey – Rusia walaupun sementara.? Kasus kisruh dlm negeri Ukraina berakibat tertundanya kirim mesin2 dr ukraina.
      Belajar dr kasus2 itu. Jika terjadi kejadian luar biasa spt sangsi ekonomi, embargo rusia thd Indonesia (seumpana) sbg akibat pemutusan hubungan diplomatik. Hal2.itu yg harus diantisipasi dlm MOU ini nasupun kontrak kedepannya. Intinya ada barang baru bayar… Sebenarnya ini sdh lumrah dlm setiap pengadaan barang pemerintah baik dlm negeri maupun dr luar negeri. Pembayaran dilakukan sesuai kemajuan fisik pekerjaan/barang. Mekanismenya memang spt itu.

      •  

        Yang betul itu bung Ruskye.

        Tumben ya bung Ruskye pintar.

        Kalau mau pesan barang :
        Uang muka 25%
        Saat 75% pesanan tiba dan mutu sesuai spek maka duitnya dibayar 50% lagi.
        Saat semua pesanan sudah tiba dan mutu sudah oke semua maka bayar 25% lagi sebagai pelunasan.
        Sehingga pemesan tidak dirugikan dan produsen pun bertanggungjawab.

        •  

          25% nya blom dibayarkan bung TN, tapi nunggu uji coba dulu oleh user. Istilahnya guarantite nya. Setelah uji coba berhasil dan sesuai spek yg ditawarkan baru bayar. Contohnya Astros dan MLRS Vampire dari ceko kemaren.

          Saya pintar berkat tiap hari minum susu nona….xixixi

  3.  

    Setuju bu susan….
    Jangan sampe mesen nya Su35 yg dateng malah armur..s400..su34..apalgi mistral yg dateng nya… Wkwkwkwk

  4.  

    Semua ada sekemanya masing².
    Kita tidak usah beranggapan jelek dan juga tidak boleh lengah, terlebih lagi lemah.
    Lebih baik mendoakan agar semuanya lancar dan yang datang pespurnya tidak kosongan.

  5.  

    Walah,njlimet kebanyakan prosedur bu

  6.  

    Komoditas diharapkan kontinyu dan imbal dagang ini sebagai babak awal perkenalan produk indonesia, justru malahan harus sedari awal dikirim ke rusia, sehingga ketika sukhoi datang sudah ada repeat order dan produk itu laku terus di rusia

  7.  

    Lepas Dari itu berisik amat sih. Jangan sampai kita terlalu berisik Dan shukoinya gak datang-datang. Kan sudah kesalib China nih. Ausie juga sdh 2 F35 dtg. Mungkin sukhoi dtg th < 2020??? Hahah

  8.  

    Positif thinking aja deh! Mudah2an SU-57 dan Mig-35 jg ikut dikirim tanpa gembar-gembor pemberitaan!he3 berharab boleh dong!

  9.  

    su-35 dn mig-35 adlh pesawat yg paling digembar gemborkn di media youtub, nationalinterest, dn indonesia.rbth , mnrt gw fens pesawat rusia hy terbawa kpd hiburan yg dibawakan su-35 dn mig-35 dlm airshow dn terbawa pd penggiringan opini yg seakan2 membuat penikmat berfikir kalo pertunjukan airshow mrpkn kemampuan pesawat yg sbnrnya,
    gw ska su-35, tapi kalo dibanding2in dgn pespur usa, lama2 jdi illfeel , ketangguhan sbh pespur sehrsnya dibuktikan dlm BVR ato kontak langsung dgn pespur yg lain, bkn dihebohkan mllui komentar2 penggiringan opini

 Leave a Reply