Jun 252017
 

Sukhoi Su-27 Rusia (RAF/MOD)

Baru-baru ini berlangsung pertemuan panjang dekat Laut Baltik pada 19 Juni 2017, antara jet tempur Flanker Su-27 Rusia yang terbang berbahaya mendekati pesawat S102B Angkatan Udara Swedia yang terbang dalammisi pengumpulan data intelijen di Laut Baltik.

Sering kali penyergapan semacam itu, terjadi di wilayah udara internasional selama beberapa dekade, hanyalah kegiatan yang rutin: Jet tempur yang mendapatkan Quick Reaction Alert (QRA) diluncurkan untuk melakukan VID (Visual IDentification); Pesawat pencegat mencapai pesawat ELINT (Electronic Intelligence) dan mengikutinya selama beberapa menit sebelum kembali ke markas.

Namun, menurut laporan tersebut, perilaku Korps Su-27 Rusia bergegas untuk mencegat pesawat mata-mata Swedia atau AS di atas Laut Baltik di Oblast Kaliningrad, seringkali agak terlalu agresif dan tidak sesuai dengan prosedur internasional yang seharusnya pencegat menjaga jarak aman dari “zombie”: biasanya, 50 sampai 150 meter.

Menurut Menteri Pertahanan Swedia, saat pencegatan pada 19 Juni, Flanker Rusia diduga terbang dalam jarak 2 meter dari pesawat mata-mata. Jarak antara kedua jet tersebut memiliki risiko tabrakan cukup tinggi.

Angkatan Udara Swedia mengoperasikan sepasang pesawat Gulfstream IVSP, yang dikenal dengan sebagai S102B Korpen, yang digunakan untuk tujuan ELINT (Electronic Intelligence). Pesawat tersebut, berbasis jet bisnis Gulfstream Amerika namun dilengkapi dengan sensor “menguping”, yang secara rutin melakukan misi pengintaian di Laut Baltik.

Menurut petugas Angkatan Udara Swedia, selama serangan tersebut, Korpens terbang di wilayah udara internasional, dengan transponder mereka dihidupkan, dan secara teratur mengirimkan posisinya ke agen kontrol lalu lintas udara sipil yang relevan, baik di dalam negeri maupun yang diperlukan, yang asing.

Laporan tentang barrel rolls, manuver agresif, dan lain-lain yang melibatkan pesawat pencegat Rusia dan pesawat terbang NATO / sekutu (atau viceversa) telah menjadi terlalu sering terjadi: ada risiko signifikan pertemuan dekat ini mungkin suatu hari berakhir dengan tabrakan di udara, dengan konsekuensi bahwa semua orang bisa membayangkannya.

Gulfstream S102B Korpen, Swedish Air Force (photo : Luc Willems)

Panggil Duta Besar

Swedia pada hari Rabu, 21/6/2017 telah memanggil duta besar Rusia di negara tersebut setelah jet tempur Rusia terbang dekat dengan pesawat pengintai Swedia di wilayah udara internasional di atas Laut Baltik, dilansir Belfasttelegraph.co.uk.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Swedia Gunnar Vrang mengatakan kepada The Associated Press bahwa pertemuan “akan berlangsung dalam waktu dekat” untuk membahas antara lain insiden yang dinyatakan oleh Angkatan Bersenjata Swedia.

Otoritas militer Swedia mengatakan satu pesawat tempur Sukhoi Su-27 Rusia terbang pada hari Senin dekat dengan pesawat pengintai Gulfstream Swedia, dan menambahkan jarak di antara mereka “sangat dekat.”

Theaviationist.com

  8 Responses to “Swedia Protes, Su-27 Rusia Tempel Ketat Pesawatnya”

  1.  

    Baru juga ditempel dah protes, palagi di dor…….

    Btw, iseng banget nempel2 bini orang, emang ga ada yg masih singel yah ??…

  2.  

    503 Service Unavailable

    The server is temporarily busy, try again later!

    •  

      Seseorang diatas kami terlihat autis, membuat komentar sendiri dijawab sendiri sehingga dianggap pantas sebagai pribadi yg biasa hidup didunia sendiri alias autis. Untuk itu peringatan “503 Service Unavailable” kami kira sdh cukup untuk menghentikan kekacauan itu.

      Kembali ke topik, agaknya admin jkgr sangat demen mengangkat berita tentang pesawat tempur Rusia menempel atau membayangi pesawat tempur atau pun sipil negara barat khususnya NATO atau sebaliknya. Selalu dikatakan secara diplomatis, kejadian diarea internasional yg mana secara hukum internasional memang msh diijinkan penerbangan militer terbang dg leluasa tanpa gangguan walau tidak berijin (clearance flights) pd negara disekitar. Secara statistik, keluhan terbanyak seringkali dari negara barat atau NATO yg merasa terintimidasi atau terganggu dg kebiasaan terbang pesawat Rusia yg membayangi. Apa itu berarti pilot Rusia lebih bandel dan jago? Itu belum membuktikan apa pun sebelum mereka bertarung secara sesungguhnya. Kita lihat saja episode selanjutnya, siapa tahu pada suatu saat ada insiden (yg dk disengaja) sehingga mereka saling bentrok diudara, siapa diantara pilot Rusia atau negara barat / NATO yg lbh batel propen.

      Dihari yg fitri ini, ane sempatkan ucap,
      Minal Aidzin Wal Faizin
      :salaman

  3.  

    Knapa Swedia gak ngeluarin Gripennya, sekalian buat diadu dengan SU-27.
    Biar bisa dpat stempel battle proven

    (itu juga kalo menang)…