T-50 Golden Eagle “Rabun Jauh”

97
334
T-50i Indonesia
T-50i Indonesia

Solo – Seperti apa gambaran kemampuan pesawat tempur T-50i Golden Eagle yang baru dibeli Indonesia dari Korea Selatan ?. Letkol Penerbang Wastun, Komandan Skuadron 15 yang mengoperasikan pesawat tersebut mengakui, T-50i sangat andal dan efisien, tapi saat ini masih belum bisa dioperasikan optimal karena sejumlah kelengkapannya belum terpasang.

“Ini kan buatan Korea. Mereka sangat maju dalam mengembangkan perangkat pintar. Persenjataan, avionik, tergolong bagus. Tapi memang, masih ada beberapa senjata dan perangkat yang belum terpasang. Seperti radar untuk menjejak pesawat lawan belum terpasang, gantinya kita pasang ballast (pemberat) untuk penyeimbang,” tutur Wastun di Lanud Adi Soemarmo, Solo.

Radar yang belum terpasang itu membuat T-50i “rabun jauh” tidak bisa optimal digunakan untuk mengejar dan menyergap pesawat lawan. “Bisa sih dipaksakan, dengan memanfaatkan kendali dari darat. Tetapi itu pasti tidak sebagus kalau bawa radar sendiri,” imbuhnya.

Pembelian Alutsista TNI
Pembelian Alutsista TNI

T-50i sebagai pesawat serang ringan (selain latih lanjut) mampu terbang dengan kecepatan 1,4 mach (kecepatan suara) dan dilengkapi dengan senjata kanon 20 mm yang memuat 205 peluru, peluncur roket, peluru kendali udara ke udara AIM-9 Sidewinder (sepasang), peluru kendali udara ke darat AGM-65 Maverick (6 unit) serta lima unit bom permukaan (cluster) CBU-58, Sembilan unit bom MK 82, tiga unit bom MK-83/84 serta Sembilan bom MK-20. (Soloblitz.co.id).

97 KOMENTAR

    • ngebonceng pertamax ya …

      pertama kali saya membaca artikel ini ,yang saya perhatikan bukan soal T-50i yang tidak di lengkapi radar,tetapi saya langsung melihat kesingkronan data milik bung @jalo dengan kondisi di lapangan. Coba lihat,disitu T50i disebutkan belum memiliki radar. dan di ‘FILE’ milik bung @jalo , indonesia di rencanakan membeli radar T50i . berarti data milik bung @jalo selama ini bisa di pertanggungjawabkan tingkat akurasinya . IMHO

  1. Yg harus dipahami adalah T50 adalah pesawat latih :
    1. 8 pesawat adalah pesawat aerobatik = tidak butuh radar
    2. sisanya adalah pesawat latih (trainer) = juga tidak butuh radar (4 latih, 4 tempur ringan)
    tapi pesawat ini upgradeable kok… seri T-50=tanpa radar, seri FA-50=menggunakan radar

    ngomong2 Bung Diego, emoticonnya dicabut ya?

          • Hahahahahaha…. betul tuh bung… pertanyaan spele tapi banyak yang tdk tau… termasuk gw salah satunya…. xixixxixixiiixi

          • Kalau pesawat tempur ane kagak tahu, kalau di hecules itu bentuknya tombol semacam switch toggle ghitu.. 🙂

          • bagusnya kalo make remote bung… hehehehehehe.. kalo kepepet kan bisa langsung nyalain begitu pilot dah mo naik ke pesawat… xixixixiix… ide konyol kali ya

          • @ bung jalo, itu tombol apu bung ( klo gak salah ) bwat start engine, biasanya klo dalam kondisi lowbat menggunakan gpu ( nyang digeret2 pake mobil kecil itu loh )……oya atu lg, setau saya kaga ada kunci kontaknya……harap maklum klo ngawur, namanya jg tukang ketoprak, klo ada joky beneran tolong di cmiiw nyang banyak ya…..he,he,he

          • xixixixxixixixiii…. pasti bung erich pada senyum senyum nih ama pertanyaan kunci kontak pespur…

          • @ bung jalo, ups salah bukan nyang ntu ( tombol/swicth nya ) biasanya switch tsb diposisi on saat kondisi engine udah start…..makin ngawur ane kyknya ya?……he,he,he

          • Ooohh ghitu ya bung Erich, hehehehe…
            Kalau pespur gimana? Fotonya salah ya, maaf oot…

            oh iya tambahan kalau pesawat latih bravo make kunci… kalau nih pesawat pernah ane lihat, 🙂

        • Logika dasarnya gini bung, anda beli mobil tapi karena duit anda terbatas jadi beli mobil yg gak ada AC-nya. Nah saat anda sudah ada anggarannya anda beli AC, kira2 pihak mobil contohnya toyota marah gak…? kebetulan anda memasangnya dibantu orang toyota. 🙂

          Dulu ada kasus Tentara Malaysia memasangan perangkat pendukung perang elektronik SAP-518 di SU30 MKM mereka. Sampai sekrang ada protes dari Rusia gak? 🙂

          Ini saya kasih namanya Lenlink…

          LENLINK – TACTICAL DATA LINK SOLUTION

          Tactical Data Link memiliki peranan yang sangat strategis dalam sistem manajemen pertempuran modern, dimana Tactical Data Link berperan dalam meningkatakan situational awareness, membangun tactical network, dan megefektifkan koordinasi pertempuran.

          LenLINK merupakan Tactical Data Link yang telah dikembangkan oleh PT Len Industri (Persero) dengan menggunakan COTS Technology dan PC Based Concept guna menjamin kemandirian produk dan keleluasaan dalam pengembangan dikemudian hari.

          Dengan LenLINK memungkinkan dilakukan customisasi protocol dan algoritma enkripsi, sehingga menjamin tingkat keamanan dan kehandalan dalam pengiriman data.

          Fitur LenLINK

          – Track Management
          – Pertukaran data dari kapal atau pesawat lain, diantaranya (Surface Track, Air Track, Submarine Track, ESM/ECM data, IFF, Reference Possition)
          – Koordinasi Taktis
          – Status Reporting

          Lalu ada namanya Battlefield Management System (BMS)
          Ini saya kasih gambaran BMS

          Maaf kalau ada salah… 🙂

          • Misalnya T50i, bisa ngobrol sama sukhoi? Artinya data link nya Sukhoi juga pakai made in lokal. Bisa gitu ya Bung Jalo? Asyik kalau bisa .. 🙂

          • Takut salah mengerti bung @Jalo, apa benar pemahaman saya bahwa tentara malaysia memasang alat pendukung pernika buatan PT Len?
            Kalau ya keren juga dong, trus pastinya juga sdh dipasang dipespur kita juga dong … tentunya dg spec dan kapabilits yg lebih tinggi.

    • maaf oot ..yg saya pernah tahu bahwa “konsep” silent radar itu seperti radar pasif,,,yang secara garis besar lebih di tujukan untuk anti stealth/siluman,atau mendeteksi adanya serangan misil atau rudal..dan biasa di pakai oleh kesatuan radar,kalo di darat mirip di pakai oleh yang punya vietnam .nah yang saya blum tahu apa TA50 Golden eagle mau di jadikan pesawat tempur atau latih aja…

      The passive phased array radar system has been developed by xxxxxxxxx Air Defense Base to detect mobile targets at any altitude, track stealth targets and estimate their arrival speed and targets.

      The tactical radar system which can be installed and put into operation in a short period of time do not emit any radar waves and therefore cannot be detected by the enemy. That’s why they are called Silent Radar Systems.use in air plane,ship,tank or other

      sekali lg maaf oot maklum bru belajar

      • Wuiihh… Mantap penjelasan’y and detil sekali bung@Telik sandi, saya baru belajar tentang militer dan akhir’y ketemu blog militer yg mau menjawab/memberi pencerahan bagi saya yg newbie… JKGR emang top.. Terus terang aja di warung sebelah saya suka di bully karena dgn pertanyaan saya yg dangkal… Sekarang nemu blog yg pas buat saya.. Jd tiap jam mantengin JKGR… And salam buat admin bung@Diego sesepuh yg laen… Moga sehat and panjang umur… Amin..

  2. @bung diego : sbelumny slam knal bung,
    Mnganalisa kekuatan alutsista tni khususnya tni au mmg gampang2 susah, gampangny jika kita dihadapkn dg alutsista yg bnar2 tampak trkait jumlah dn speknya. Yg susah itu jika mncermati doktrin kerahasiaan alutsista tni yg tdk semua di blow up ke publik, bahkan sbenarnya msh bnyk alutsista yg dimiliki tni yg sengaja disembunyikn dr konsumsi publik yg brrti hanya ptinggi tni dn trkait sj yg tau alutsista yg sbenarnya. Sy curiga trkait t50 ge ini spek aslinya mmg sengaja dirahasiakn. Kita jg blm tau apa bnar t50 kondisi sbenarnya blm pke radar, seandainy mgkin sdh pke radarpun kita jg blm tau asal radar yg sebnarnya mngaplikasikn dr produk avionic mn, bs jdi mngkin tni mrahasiakn trkait aplikasi jeroan yg dipakai yg sbenarny, bahkn bs jdi walaupun scr kasat mata hanya pespur latih/ringan tpi memakai jeroan made in israel. Bgmn kira2 bung diego? Tanks pncrahannya. Maaf klo bicaranya belepotan mklum msh amatiran. Hehe

  3. @bung nara: slam knal sbelumnya bung, moga bung nara eksis trus bwt ksh pncerahan warga JKG smua.
    Spt kcurigaan sy sbelumnya ttg fa-50 ge mmakai avionic level tinggi yg sngaja dirahasiakn, n mncermati ulasan diatas ttg fa-50 ge kita yg blm mmakai radar, trlihat ada bnang merah trkait tdk dipasangnya radar standar bawaan pabrik dg rencana akn dipasang radar yg mumpuni, spt yg bung nara bilang rncn fa-50 akan mggendong sidewinder, amraam n python tentu avionic yg diinstal bkn avionic kacangan, minimal skelas grippen thailand, apa kira2 spt itu bung nara. Klo bnar tntu fa-50 ge kita akn mnjdi pespur strategis krn kecil2 cabe rawit, sanggup mghajar pespur klas berat macam f16, f15 se n f18 hornet…

  4. Kalau mau ngomong JUJUR
    analisa saya yang dibeli oleh Indonesia adalah type FA-50 ,ngomong beli TA- 50 adalah kamuflase,,
    Ibarat kita membeli sedan toyota Altis type J atau type G tidak akan terlihat bedanya kalau tampilan dari luar..tetapi bila sudah masuk kedalam inerterior mobil maka akan terlihat bedanya dan fungsi fungsi tambahannya ..menjadikan kecanggihan mobil itu berbeda.

    Yang bisa dikembangkan menjadi pepsur mutan adalah FA 50,
    kita beli dengan harga lebih murah karena kita first customer,dan diberikan opsi penuh untuk menginstal perangkat avionik sesuai dengan selera kita..makanya opsi penambahan diberikan kekita mau menginstal radar dan perangkat lenong yang bagaimana.bila perlu diinstal klenengan sapi sekalian,.
    harapannya korea akan menjadikan hasil uprekan/modif kita sebagai opsi contoh varian mutan FA 50 yang akan diproduksi mereka.,,jadi bila ada yang mau beli pesawat GE mau ingin versi mutan seperti milik indonesia mereka bisa memenuhinya.
    dan korea tahu kapasita Inhan Indonesia makanya mereka pingin tahu hasil modifnya bagaimana,
    kita akan membeli sampai 32 unit pesawat,.

    Kalau yang JELI bisa lihat kok GE kita itu type FA 50 dari fisiknya ,,
    hayo apa ? ada yang tahu ?? bung erick dilarang njawab hehehehe

      • Krn utk pesawat latih LIFT dan akrobatik biasanya di ujung sayap bukan ‘Hardpoint’ utk cantelan rudal tp semacam ‘Wing Pillon’ yg berbentuk mirip rudal utk mejaga ke-stabilan pd ujung sayap atau mengurangi ‘drag force’ malah di spec utk akrobatik/demo fly bisa mengeluarkan asap utk jejak maneuver pespur…. IMHO CMIIW

          • betul setuju, di angkasa bulan kmrn sdh diulas panjang lebar dgn narasumber dari lanud iwj, soek punya kita fa-50i, sedangkan pembelian radar masuk th 2015

          • Weks…. penglihatan yang sangat jeli bung satrio…. betul juga tuh…. GE kita ekornya sama dengan FA-50 nya ROK, bagian atasnya rata liat datar, sedangkan untuk T50 asli punya ROK ada sudut kemiringannya tuh.

      • Fa 50 kita nanti mengisi pespur serang ringan dan latih (LIFT)
        sedangkan gripen dan Rafael pesawat medium fighter
        walau aslinya Gripen itu masuk ranah Lift
        jadi gripen itu pesawat Lift yang dikembangkan menjadi multi role fighter sama dengan FA 50 yang basicnya TA 50 advanced trainers dan dikembangkan menjadi FA 50 multirole light fighters

        Kita sudah pengalaman mempunyai Hawk 53 yang berperan sebagai advanced jet trainers dan punya versi Hawk 109/209 sebagai multirole light fighters
        imho maaf ngawur

        • Ini yg saya setuju…utk percepatan alih teknologi.
          1. Secara garis politik dan strategi pembelian serta tot arm teknologi kita bisa berkiblat pd India dg visi non blok mana yg lebih menguntungkan baik dr sisi politik keamanan dan tot.
          2. Tp kita harus ‘tahu diri’ dan mawas diri utk tot tidak mengikuti strategi India yg terlalu “high expectation” langsung mengambil yg terbaik dan terlalu ambisius dlm target pemenuhan teknology tinggi utk pertahanan……k4n jadinya akan ngaco asal comot teknology tinggi dan dikawinkan seperti contoh kasus insiden kasel India dan pespur tejas yg malah ga sekesai2 krn ekspectasi yg tinggi utk menghqsilkan ‘tejas’ yg kelas siluman…
          3. Kita bisa meniru korea dan pakistan dlm step-step tot atau alih teknology tinggi tidak terlalu ambisius tp jadi dg neyakinkan krn sebetulnya tot itu tidak mudah seperti membalik tanyan walau potensi sdm kita ada……kita bisa berkaca pd t50 rok dan jf sulfur pak. Contoh yg sesuai adalah step tot yg dilakukan pindad walau tdk langsung bisa mengejar teknology yg sejajar dg negara produsen mbt tank tp pindad berhasil membantu penghematan dg hadirnya senapan, anoa dan sebentar lagi medium tank…..maksud sy dg visi bahwa teknology senjata yg umum dan mendasar kita hrs bikin sendiri tinggal senjata teknology tinggi kita memang hrs beli, jd istilah belanja tdk semua hrs beli mulai senapan sampai pespur gen 5 tp barang2 umum yg masuk kategori tidak state of the art kita mampu bikin sendiri….jd ada penghemwtan uang yg luar buasa dan jemandirian alutsista walau cuman 50% tidak 100%….
          Ayo maju PT. DI !!

  5. Pesawat T-50 korea selatan dibeli Indonesia dengan cara Barter dengan pesawat C-235. Jika tidak dibeli oleh Indonesia, negara lain mungkin juga belum tentu akan membelinya.

    Andai Indonesia bisa merayu Amerika, lebih untung mengembangkan pesawat serang ringan sendiri misalkan dengan membangkitkan F-20 tiger shark, yang oleh amerika telah di suntik mati.