Feb 202016
 

Sukhoi-T-50-PAK-FA-KnAAPO-3S

Selama pengujian terbaru, T-50 berhasil menanjak tajam dengan kecepatan 384 m per detik. Menurut surat kabar Rusia Rossiyskaya Gazeta, menanjak dengan kecepatan seperti itu memungkinkan T-50 untuk mencapai ketinggian puncak Gunung Everest, gunung tertinggi di dunia hanya dalam waktu 23 detik!.

T-50 saat ini juga sedang menjalani tes serius, diantaranya tes penggunaan senjata asli. Menurut Kepala Staff Angkatan Udara Rusia Kolonel Jenderal Viktor Bondarev, T-50 batch terakhir akan menyelesaikan tes pada tahun ini.

Selain karakteristik yang mengesankan dan berkemampuan siluman, T-50 baru juga akan dilengkapi dengan sejumlah persenjataan mutakhir, seperti rudal jelajah canggih X-74M2, rudal anti radar X-58USHK dan rudal anti kapal taktis X-35UE. T-50 juga dilengkapi dengan avionik canggih dan sistem Radar Passive electronically Scanned Array yang mutakhir.

T-50 adalah pesawat tempur berkursi tunggal, bermesin ganda, dan pesawat tempur siluman pertama yang dimiliki Rusia. Direncanakan mulai akhir tahun 2016 ini T-50 sudah mulai memperkuat Angkatan Udara Rusia .

Sementara itu, beberapa negara asing telah menyatakan minatnya untuk mengakusisi T-50, dan pembuatan versi ekspor dari pesawat siluman PAK FA dijadwalkan akan dimulai pada tahun 2020.

Sputnik

  69 Responses to “T-50 Pakfa Siap di Ekspor Tahun 2020”

  1.  

    lebih siluman………

    kuntilanak bung !!
    xixixi………
    peace bung becanda…,…

  2.  

    Su35 adalah batu loncatan gen.4 ke gen.5, jadi anda boleh akuisisi generasi 5 pakfa jika anda sdh menguasai generasi 4.5 su35.
    Presiden Jokowi memang demen pakfa banget sperti ucapan mr.gazulin.
    Akuisisi su35 yg berkisaran 72 unit akan tetap dilanjutkan berbarengan dgn 48 su34 fullback.
    26 unit su30, 5 su27, 12 Tu22 backfire dan 16 pakfa T-50. Total 180 unit shukoi berbagai variant.
    1unit su27 yg masuk perbaikan berat di upgrade ke su35 dgn perbaikan pd body, airframe dan sistem avionik dgn menggunakan radar pesa yg dimutakhirkan. Sudah menjadi tradisi bagi TNI untuk menggunakan sampel alutsista untuk penyempurnaan permintaan dan pencapaian settingan sesuai baseline TNI AU.

  3.  

    Dari sekarang itu rusia udah infoin open order mulai th 2020,, negara lain udah mulai mengkaji.. indonesia thn 2020 baru mengkaji.. 2023 baru keluar pernyataan akan membeli.. 2024 akan tnda tangan dgn pembelian 6 biji dgn alasan akan ada teknologi terbaru dan fokus produksi masal ifx dan ke mandirian.. capek dehh.. mudah2an tahun 2019 menhannya yg ngerti strategi dan up to date dgn kebutuhan dan royal dlm membeli alutsista gahar..

 Leave a Reply