Jan 272014
 
T-50i Golden Eagle

T-50i Golden Eagle

Sebanyak 16 pesawat T-50i Golden Eagle pesanan Pemerintah Indonesia telah berada di Skadron Udara 15 Lanud Iswahjudi, Madiun, Jawa Timur,  setelah dua pesawat terakhir Sabtu (25/1/2014), tiba di Lanud Iswahjudi, diterima Komandan Lanud Iswahjudi Marsekal Pertama TNI Yuyu Sutisna, S.E.

t-50-4

Kedatangan kedua pesawat terakhir merupakan pengiriman tahap akhir setelah secara bertahap ke-16 pesawat T-50i Golden Eagle, diterbangkan secara ferry dengan rute Sacheon Korea Selatan-Kaohsiung Taiwan -Cebu Philipina-Sepinggan Balikpapan Kaltim-Iswahjudi Air Force Base, oleh Penerbang Korean Aerospace Industries (KAI) ke Indonesia, mulai September 2013.

t-50-6

Kedatangan pesawat T-50i Golden Eagle, yang diterbangkan secara ferry oleh penerbang MR. Kwon Huiman, MR. Lee Dongkyo, MR. Khang Cheol, MR. Shin Donghak dari Korea Selatan, mendapat penghormatan berupa water salute dan kesenian Reog Ponorogo, disaksikan Komandan Lanud Iswahjudi Marsekal Pertama TNI Yuyu Sutisna, S.E., bersama vice president KAI Lee Seung Min, serta segenap pejabat di Skadron Udara 15 Lanud Iswahjudi.

t-50-i-tni

T-50i Golden Eagle TNI AU

Pihak Korea Selatan akan menyerahkan ke-16 pesawat Golden Eagle ke Pemerintah Indonesia bulan Februari 2014 di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.

t-50-8

Selanjutnya ke-16 pesawat Golden Eagle tersebut dioperasikan Skadron Udara 15 Lanud Iswahjudi sebagai tambahan kekuatan udara dalam mengawal dan mengamankan NKRI.

t50i-2013-2

T-50i GOLDEN EAGLE TNI AU

Sesuai kontrak yang telah dibuat dalam waktu 2 tahun,  PT. KAI akan menyertakan  Teknical Representative, untuk mengawasi pelaksanaan operasional penerbangan,  sekaligus sebagai tempat konsultasi para Teknisi Skadron Udara 15 dalam merawat maupun hal-hal yang bersifat perbaikan. Teknisi Korea Selatan juga sebagai penghubung antara Operator di Skadron Udara 15 Lanud Iswahjudi dengan pihak Pabrik di Korea. (tni.mil.id)

Bagikan :

  25 Responses to “T-50i Golden Eagle Indonesia Ready to Rock and Roll”

  1.  

    Pesawat bwat latihan udah sampai ni, ayo TNI latihan yg serius, biar nnti ketika pesawat SU-35 dateng ga keder ketika mengawakinya.

  2.  

    Itu foto foto T 50 i Indonesia saat Transit di bandara Taipeh Taiwan dalam rangka pengiriman ferry flight menuju Indonesia (IWJ)
    Lihat suasana kotanya (flat) gak mirip kan dengan bandara bandara di Indonesia
    Sedangkan foto terakhir T 50 i masih di pabriknya korea
    Cmiiw

    Di IWJ belum terdengar deru pesawat ini bermanuver dilangit madiun karena belum diserah terimakan dari pihak Korea ke kemenhan,,dilanjut Kemenhan ke KSAU sebagai user,
    jadi sabar dulu tuk berock and roll nunggu acara seremonialnya dulu ,,,entar garansi nya hilang kalau melanggar prosedur hehehehe

  3.  

    adem-adem serem…ketika dibuka kokpit ..eh HUD dan sista kendalinya..sovyet punya?..

  4.  

    Kurang banyak tuh, utk latihan minimal 2 squadron, agar bisa mencetak pilot yg handal.
    Overall….mantap

  5.  

    wah mantap banget ya… Udah komolit 1skwadron tpi gmr trsbut udah ganti cat nya.. Hehe

  6.  

    kira-kira ada penambahan opsi pembelian T 50 g ya.?atau pengadaan selanjutnya beralih ke Yak.?

  7.  

    Mohon pencerahan…pd senior di Warjag..dengan semakin bartambahnya armada pesawat TNI, apakah ada rencana pembelian pesawat tanker dalam MEF tahap 2 atau 3, karena klo tdk salah TNI baru punya 2 biji itupun buatan tahun 60 awal. Karena air refueling tidak pernah absen dalam setiap konflik militer…mohon pencerahan sekali lagi..

  8.  

    pembelian t50i untuk memperlancar ifx.
    begitu pula dengan overhoul kri cakra dan nanggala untuk memperlancar te ote cbg…

    jenisnya yg LT BKAN LL MENJADIKANYA ELANG EMASS SEJATI..SEKILAS NMPK BIAASA.TAPI SETELAH MENGGOTONG RUDAL SPT f16 .nampaklah taring sebenernye….

    •  

      @ IBU PATECH

      pembelian t 50 bukan untuk memperlancar ifx,..
      lah…IFX saja masih ngambang hingga thn 2030-2040….itu juga harus restu dari USA
      kalau indonesia keliwat CONDONG ke rusia dengan su 35, atau ks kilo….bisa di pastikan ifx tak akan berjalan..

  9.  

    OOT dikit biar rame

    INDONESIA BERENCANA MEMBELI 12 KAPAL SELAM KILO CLASS DARI RUSIA
    AUSTRALIA DINGIN TANGGAPI KERJASAMA MILITER INDONESIA-RUSIA

    JAKARTA (BMI) – Tawaran paket senjata yang dibawa Presiden Rusia Vladimir Putin ke Jakarta akan menjadi jawaban atas lemahnya pertahanan Indonesia. Salah satu mesin tempur yang diprioritaskan oleh militer Indonesia adalah kapal selam canggih jenis Kilo Class. Dengan mempunyai kapal selam itu, diyakini kekuatan RI disegani di kawasan Asia Pasifik.

    Kepala Dinas Penerangan TNI-AL Laksma TNI Sugeng Darmawan mengungkapkan, TNI Angkatan Laut berencana membeli 12 kapal selam dari Rusia. Rencana itu bagian dari proyek senjata hingga 2024. Dua di antara kapal yang dipesan itu termasuk dalam paket pembelian senjata senilai USD 1 miliar yang telah diteken Presiden SBY.

    Dijelaskan Sugeng, kapal selam merupakan alat strategis untuk mengamankan wilayah perairan. Di wilayah timur Indonesia, katanya, perairannya dalam dan terbuka sehingga memungkinkan kapal-kapal asing, termasuk kapal selamnya, memasuki wilayah Indonesia. “Saya kira, kalau kita mempunyai kapal selam yang cukup banyak, negara-negara lain akan memperhitungkan kekuatan kita,” ujarnya.

    Saat ini, TNI-AL memiliki dua kapal selam eks Jerman Timur, yakni KRI Cakra dan KRI Nenggala. Cakra dibuat pada 25 November 1977 dan bergabung dalam jajaran Kapal Republik Indonesia (KRI) pada 19 Maret 1981.

    Nenggala dibuat pada 14 Maret 1978 dan mulai bergabung dalam jajaran KRI pada 6 Juli 1981. Nenggala ditempatkan di Pangkalan Komando Armada TNI-AL Wilayah Timur dan masih dapat dioperasikan walaupun sedang menjalani perawatan.

    Fungsi kapal selam bagi TNI-AL sangat vital. Bahkan, pada saat latihan perang Armada Jaya XXV pada 2005, satu kapal selam asing diketahui membayang-bayangi di perairan Sulawesi.

    Di laut terdapat lapisan yang menyulitkan pendeteksian adanya kapal selam. Kapal selam yang merasa sudah terdeteksi bisa pindah ke lapisan lebih dalam sehingga TNI-AL kehilangan jejaknya.

    Adanya kapal selam yang mengikuti latihan tempur TNI-AL itu memang sudah biasa terjadi. “Bahkan, bisa dikatakan, setiap latihan kami diikuti kapal selam,” ujarnya. Kepala selam itu, kata dia, diketahui dari pantulan sonar.

    Sejumlah anggota DPR juga antusias dengan tawaran Putin. Anggota Komisi I (Bidang Pertahanan dan Militer) DPR Deddy Djamaluddin Malik meminta Dephan segera membentuk tim untuk mengawasi pengadaannya. Dia menginginkan Dephan memprioritaskan kapal selam.

    “Harus ditindaklanjuti dengan profesional. Kapal selam, misalnya. Itu sangat penting untuk mengamankan perairan Indonesia, terutama di batas-batas terluar,” katanya kemarin. Politikus PAN itu menilai, langkah Dephan memilih kapal selam jenis kilo sudah tepat.

    Itu merupakan kapal selam diesel Rusia yang berteknologi paling senyap. “Tapi, tetap harus dicek lagi bagaimana spesifikasinya, sesuai perjanjian atau tidak. Jangan sampai kita membeli kucing dalam karung, harus fungsional,” kata Deddy, yang berasal dari daerah pemilihan (dapil) Jawa Barat.

    Selama ini, kata dia, persenjataan yang menjadi prioritas seakan-akan hanya untuk TNI Angkatan Darat. “Jangan sampai muncul kesenjangan. Apalagi dalam kondisi anggaran pertahanan yang terbatas seperti sekarang,” ujarnya.

    Dihubungi secara terpisah, Kepala Biro Humas Departemen Pertahanan Brigjen TNI Edy Butar-Butar menjelaskan, negosiasi pengadaan sekarang berada di tangan Departemen Keuangan. “Untuk urusan keuangan, kan memang di sana,” katanya malam tadi.

    Menurut mantan atase pertahanan untuk Papua Nugini itu, pengadaan senjata menggunakan state kredit Rusia dan dilakukan secara bertahap. “Tidak bisa sekaligus,” katanya.

    Reaksi Australia
    Langkah Indonesia membeli senjata dari Rusia ditanggapi dingin Menlu Australia Alexander Downer. Menurut dia, keputusan Indonesia membeli persenjataan modern tidak menjadi ancaman bagi negerinya.

    Downer menganggap, sudah saatnya Indonesia memperkuat perlengkapan militer yang mulai tua dan lemah. “Tidak masalah karena Australia juga berencana membeli senjata dari Eropa dan Amerika Serikat,” katanya.

    Menurut Downer, cara pandang yang digunakan berbeda dengan saat Perang Dingin. “Saya tidak berpikir bahwa Uni Sovyet (sebelum pecah dan menjadi banyak negara, salah satu di antaranya Rusia) tengah mengembangkan wilayah strategis. Saya hanya memikirkan jenis perlengkapan yang dijual Rusia. Rupanya, perlengkapan itu cukup bagus,” jelasnya.

    Presiden Putin saat bertransaksi senjata itu menjelaskan bahwa tidak ada alasan untuk tidak menjual senjata ke Indonesia. “Ini semua transaksi yang legal dan terbuka. Ini tidak akan mengakibatkan efek negatif pada dunia,” tegasnya.

    Walaupun pemerintah Australia dingin, Hugh White, kepala Pusat Studi Strategis dan Pertahanan Australian National University, menyatakan bahwa pembelian kapal selam itu akan memberikan “komplikasi signifikan” kepada perencanaan AL Australia. Langkah tersebut dinilai menjadi pantulan atas ancaman nyata kepada kapal perang Australia.

    “Itu adalah kapal konvensional Rusia yang berkualitas paling tinggi yang akan secara signifikan meningkatkan kemampuan Indonesia. Itu sangat signifikan bagi Australia jika mereka punya konflik dengan Indonesia, kapal selam-kapal selam tersebut bakal membuat komplikasi masif atas penggunaan kapal permukaan

    https://www.facebook.com/Kabar.Militer.Indonesia.Terkini?ref=hl

    •  

      Predict :

      Pakem subwarfare sepertinya akan mengikuti pola air superiority, dgn konsep :
      Heavy – Med – Light. (light diisi oleh midget)

      memiliki midget yg Massive akan memberikan detterence tersendiri, mengingat cukup banyak kesatuan elit yg memerlukan nya, tinggal alutsista nya z.

      bravo.

    •  

      maaf bang, dr berita trsbt kok disebutkan menlu nya oz alexander downer bg? ini berita kapan ya bg? seingat sy menlu nya skrg julie bishop ya bg? maaf kalau salah ya bang 😀

  10.  

    @ surya…

    betullll… t50 yang udah datang BISA di modif sedikit, bisa jadi TA 50 dan hampir menyamai f 16…
    sekali lagi hampir….bukan setara…atw di atas f 16

    untuk jet latih TNI belum ada rencana menambah…hingga thn 2015 ini

  11.  

    misi mw nanya apakah beli T-50 ini pake TOT ??

  12.  

    Klo kita jeli lihat gambar Di T-50i Golden Eagle diatas pada pesawat kode TT 5012(gbr ke 4) dan TT 5013(gmabar ke 5), ada yg berbeda dan mungkin pada pesawat mulai kode TT-5013 s/d TT-5016 :

    posisi laras kemungkinan “kanon gatling Vulcan M197” berada disisi kiri kokpit. Posisi penempatan laras kanon gatling di T-50i, disisi kiri kokpit, serupa dengan yang ada di jet tempur F-16.

    Nah, di seri tersebut besar kemungkinan itu dari jenis TA-50i sedangkan di seri TT-5001 s/d TT-5012 itu seri latih lanjut tapi klo diupgrade bisa menjd TA.
    Gmn menurut teman2 ???

    •  

      Bro…sudah pernah saya sampaikan, bahwa jenis T-50i ini adalah 2 tipe, yaitu T-50 dan TA-50, 1-12 unit pertama T-50 dan 4 unit terakhir TA-50, tetapi u T-50 unit 1-12 dapat dilengkapi lg dengan canon vulcan…unit tsb tidak murni u tranining saja, tinggal dipasang saja canonnya…info ini dr salah satu perwira yg ikut uji coba sebelum keputusan pembelian……dan sekarang udah jadi Dan Lanud..he2

    •  

      seri apa aja bro yg penting jumlah nya banyak dan canggih …….!

  13.  

    wah pespur “si bayi nakal” sampai juga.untuk gambar pertama itu landasan dimana ya…?kok mirip sirkuit.
    kalau soal modif ya orang juga sudah tau kita jago ngemodif.”katanya’ flanker kita juga dah di modif

  14.  

    Untuk T 50 GOLDEN EAGLE 1 skuadron sdh cukup krn hanya untuk pesawat latih,kt masih punya hawk 100 dan hawk 200,jg untuk latih,yg perlu dipikirkan pesawat untuk patroli udara,jumlahnya sangat sedikit,
    untuk itu perlu dipikirkan penambahan jumlah dan jenis pespur.saya punya usul gmn kalau patroli kita menggunakan GRIFFEN NG Dan YAK 130 ? Saya yakin pemerintah MAMPU,untuk jumlah idealnya masing masing 3 skuadron,untuk F 16 dan shukoi akan digunakan untuk sasaran strategis.untuk postur tni au yg saya idamkan adalah sbb : SU 35,SU 27,SU30 MK2 Masing masing 2 skuadron,F16 48 unit,YAK 130 Griffen NG masing masing 3 skuadron,CN 295 30 unit,C 130 50 Unit,KC 130 8 Unit,CN 235 30 unit,CN 295 MPA 10 Unit,CN 295 AEW,10 Unit,Heli Cougar 48 unit,Super Puma 332 30 unit,B 737 10 Unit,A 400 10 Unit.untuk KEMHAN Bulatkan tegat,sampai dengan 2025 masih ada waktu 11 Tahun lagi,mudah mudahan postur TNI AU Bisa seperti yang saya idamkan,amin

 Leave a Reply