Jan 172016
 
KRI Dr. Soeharso-990 1

Tabur Bunga Peringati Hari Dharma Samudera (Ali Masduki Sindonews)

Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Ade Supandi memimpin upacara dan tabur bunga di peringatan Hari Dharma Samudera 2016, di atas KRI Dr. Soeharso – 990, yang berlayar dari Dermaga Madura, Ujung, Koarmatim menuju Selat Madura, (15/01/2016). Hari Dharma Samudera yang diperingati setiap tanggal 15 Januari merupakan upacara untuk mengenang peristiwa heroik pertempuran di Laut Aru, 15 Januari 1962.

KRI Dr. Soeharso-990 2

Tabur Bunga Peringati Hari Dharma Samudera (Ali Masduki Sindonews)

Peristiwa Pertempuran Laut Aru merupakan dampak dan konfrontasi Indonesia – Belanda akibat sengketa Irian Barat, Papua. Konflik berawal dari ingkarnyah Kerajaan Belanda untuk mengembalikan Irian Barat ke pangkuan NKRI, meski telah disepakati dalam Perjanjian Roem-Roijen 1949. Akhirnya Indonesia mengumandangkan Tri Komando Rakjat atau Trikora yang menuntut pengembalian Irian Barat melalui berbagai cara, termasuk dengan pengerahan kekuatan militer.

Perseteruan Indonesia-Belanda akhirnya memasuki fase konfrontasi di segala bidang. Guna melengkapi dan memodernisasi kekuatan militernya, Indonesia “memborong” peralatan tempur dari berbagai negara, antara lain Uni Soviet, Republik Fedarasi Jerman, Italia dan Yugoslavia. Salah satu peralatan militer yang didatangkan untuk memperkuat Jajaran Armada ALRI adalah kapal perang jenis MTB (Motor Torpedo Boat) Jaguar Class dari Jerman Barat. Kapal perang jenis ini memiliki kemampuan untuk menembakkan torpedo anti kapal permukaan.

KRI Dr. Soeharso-990 3

Untuk melaksanakan operasi penyusupan pasukan gerilya ke Bumi Cenderawasih, ALRI mengerahkan 4 kapal perang MTB : Rl Matjan Tutul, RI Matjan Kumbang, Rl Harimau dan Rl Singa. Karena dipersiapkan untuk mengangkut pasukan, maka persenjataan utama di kapal perang ini, yaitu torpedo, harus dilucuti agar kapal memiliki ruang yang lebih besar.

Dari keempat MTB, hanya 3 yang mampu bergerak hingga memasuki perairan Irian Barat, karena RI Singa mengalami kerusakan mesin. Namun di perjalanan, ketiga MTB ALRI dihadang 3 kapal perang AL. Kerajaan Belanda : Destroyer Klas Province Hr.Ms. Utrecht, Fregat Hr. Ms. Evertsen dan Korvet Hr.Ms. Kortenaer.

KRI Dr. Soeharso-990 4

Tabur Bunga Peringati Hari Dharma Samudera (Ali Masduki Sindonews)

Sebelum dua pihak berpapasan, 2 pesawat intai maritim AL Belanda jenis Neptune dan Firefly telah memergoki MTB ALRI dan mengirimkan berita ke kapal meraka. Akibatnya, terjadilah kontak senjata di tengah laut di Laut Aru. Menyadari kekuatan tidak seimbang, ketiga MTB ALRI mencoba menghindar, namun kapal musuhnya tidak membiarkan mereka lolos begitu saja. Untuk melindungi dua kapal lainnya, Rl Matjan Tutul melakukan manuver bergerak maju lurus langsung menuju Hr.Ms Evertsen.

Manuver ini dipandang berbahaya, karena pertanda kapal akan meluncurkan terpedonya. Akibatnya, KRI Matjan Tutul dihujani tembakan gencar hingga akhirnya tenggelam. Sebagian awak RI Matjan Tutul gugur dan sebagian lagi ditawan oleh Belanda. Sementara itu, dua MTB ALRI berhasil melolos-kan diri dan tiba di pangkalannya dengan selamat.

Photo : Ali Masduki – Sindonews.com
Defence.pk

  12 Responses to “Tabur Bunga Peringati Hari Dharma Samudera”

  1. jujur baru tau ada hari dharma samudra, nice info bung, malu ane wkwkwk

  2. itu di sebelah kri suharso Ada kapal perang,jenisnya apa ya? bukan van speijk itu…

  3. Mengenang Komodor Yos Sudarso dan seluruh awak kapal KRI Matjan Tutul yang gugur dalam pertempuran laut Aru.

  4. “Apa kabar Abang di sana? Kami sehat dan
    selamat di Jakarta. Selamatkan dirimu!”

  5. Kobarkan semangat perjuangan

  6. Umur 36 tahun, ber pikiran berkorban demi teman dan perjuangan,… SALUT BUAT KOMODOR YOS SUDARSO..!!!!! DAN SELURUH CREW MTB MATJAN TUTUL,….!!!

    Semoga Semangat Perjuangannya dapat diwariskan kepada kita yang mengisi kemerdekaan ini..!!

    DI LAUT KITA BERJAYA…!

  7. indonesia darurat kpal perang clas destroyer

 Leave a Reply