Sep 272016
 

TNI Angkatan Laut dan Royal Australian Navy telah menyelesaikan latihan KAKADU 2016 pada hari Minggu (25/9) kemarin. Penutupan latihan ini dilaksanakan di gedung Hmas Coonowarra, Darwin, Australia. Dalam acara tersebut, Indonesia diwakili oleh Komandan KRI Sultan Hasanuddin-366 sekaligus Komandan Satgas Kakadu Exercise 2016, Letkol Laut (P) Sandharianto.

Letkol Laut (P) Sandharianto dalam sambutannya di acara penutupan Kakadu Exercise 2016 mengatakan bahwa latihan ini merupakan kesempatan untuk memperluas pengetahuan, pengalaman dan mempererat hubungan persahabatan kepada seluruh peserta sehingga mencapai hasil dan tujuan yang lebih baik.

Sementara itu, The Officer conducting Exercise KAKADU, Commodore Mal Wise, OAM, RAN, mengatakan bahwa program latihan ini berjalan dengan sukses dan lancar. Menurutnya seluruh peserta telah menerima manfaat yang besar dalam latihan tersebut.

Lebih lanjut, Commodore Mal Wise menjelaskan bahwa latihan KAKADU telah membuktikan bahwa Angkatan Laut mempunyai kemampuan yang kuat dalam menjaga keamanan di laut. Kakadu Exercise mampu memproyeksikan kekuatan menjadi komponen penting dan strategi maritim Australia.

KAKADU merupakan latihan maritim internasional yang diadakan di Australia guna menyatukan Angkatan Laut dan Angkatan Udara dari Asia-Pasific. Latihan ini dilakukan untuk menguji integritas serta kemampuan pertempuran.

Materi latihan pokok dalam KAKADU 2016 adalah peperangan anti-kapal selam. Dalam latihan ini, Australia mengerahkan generasi baru helikopter MH-60R Seahawk Romeo dengan sonar, serta Amerika Serikat yang membawa pesawat patroli maritim P-8A Poseidon. Sementara, Indonesia mengirimkan KRI Sultan Hasanuddin-366 dan pesawat CN 235 P 861.

Materi latihan lainnya yang dilakukan dalam KAKADU 2016 adalah terkait aspek peperangan dan keamanan maritim serta Search and Rescue (SAR). Rencananya, latihan ini akan kembali diadakan di Darwin pada tahun 2018 mendatang.

Sumber: koarmatim.tnial.mil.id

 Posted by on September 27, 2016
Sep 262016
 

Darwin – Latihan bersama antara TNI AL dan Royal Australian Navy dengan Sandi Kakadu 2016 telah berakhir. Indonesia diwakili Komandan Satgas Kakadu Exercise 2016 Letkol Laut (P) Sandharianto dan Commodore Malcolm K. M.. Wise selaku OAM RAN serta perwakilan tiap – tiap negara menggelar acara penutupan di gedung Hmas Coonowarra, Darwin Australia. Minggu, (25 / 09/ 2016).

Komandan KRI Sultan Hasanuddin – 366, Letkol Laut (P) Sandharianto dalam acara penutupan Kakadu Exercise 2016 mengatakan, latihan ini merupakan kesempatan sebagai ajang memperluas pengetahuan, pengalaman dan mempererat hubungan persahabatan kepada seluruh peserta sehingga mencapai hasil dan tujuan yang lebih baik.

Latihan ini meliputi beberapa aspek seperti peperangan maritim, keamanan maritim dan Search and Rescue (SAR).

Adapun The Officer conducting Exercise KAKADU, Commodore Mal Wise, OAM, RAN, mengatakan program latihan ini berjalan dengan sukses dan lancar dan seluruh peserta menerima manfaat yang besar. Latihan KAKADU membuktikan bahwa Angkatan Laut hadir, gigih dan kuat di laut. Kakadu Exercise mampu memproyeksikan kekuatan kita dari utara Australia adalah komponen penting dari strategi maritim Australia”.

Latihan ini memungkinkan untuk terus mengembangkan taktik dan meningkatkan kinerja di laut bersama mitra untuk membangun pemahaman, kemampuan dan interoperabilitas, ujar Commodore Wise.

Peperangan anti-kapal selam adalah latihan pokok dari KAKADU 2016, dengan Australia mengerahkan generasi baru MH-60R Seahawk Romeo helikopter dengan sonar serta Amerika Serikat yang membawa pesawat patroli maritim P-8A Poseidon sedangkan Indonesia mengirimkan KRI Sultan Hasanuddin – 366 dan pesawat CN 235 P 861 maupun unsur – unsur lainnya.

Latihan KAKADU adalah latihan maritim internasional terkemuka di Australia, menyatukan angkatan laut dan angkatan udara dari Asia – Pasifik untuk menguji integritas serta kemampuan pertempuran. Latihan KAKADU akan kembali di laksanakan di Darwin tahun 2018 mendatang.

Dispen Armatim

 Posted by on September 26, 2016