Investor Janjikan KA Cepat Jakarta-Bandung Selesai Tepat Waktu

 Tidak Dikategorikan  Komentar Dinonaktifkan pada Investor Janjikan KA Cepat Jakarta-Bandung Selesai Tepat Waktu
Jan 122021
 

JakartaGreater – China Railway Group Limited (CREC) sebagai salah satu investor dan kontraktor proyek kereta api berkecepatan tinggi Jakarta-Bandung berkomitmen akan menyelesaikan tanggung jawabnya tepat waktu.

“Meskipun mengalami kesulitan akibat pandemi, kami akan tetap berusaha menyelesaikan proyek KA Cepat Jakarta-Bandung sesuai jadwal,” ujar Wakil Presiden CREC Ren Hongpeng saat bertemu Duta Besar RI untuk China, Djauhari Oratmangun,  pada Selasa 12-1-2021 di Beijing, China, dirilis Antara.

Selain sebagai salah satu penyandang dana dalam proyek tersebut, CREC juga bertanggung jawab atas pembangunan jalan, jembatan, dan terowongan kereta api di sepanjang ruas jalur Jakarta-Bandung.

Di proyek tersebut, CREC telah mempekerjakan 6.000 orang dari Indonesia. “Oleh sebab itu, dalam kesempatan ini kami sampaikan terima kasih atas dukungan pemerintah dan masyarakat lokal,” ujarnya didampingi General Manager CREC Perwakilan Indonesia Zhang Wei.

Pihak investor dari China berjanji menyelesaikan proyek tersebut pada akhir 2021. Namun semua itu, jelas Ren, berpulang kepada pemerintah Indonesia sebagai pihak yang bisa menyelesaikan beberapa persoalan dan hambatan, seperti pembebasan lahan.

Sementara itu, Dubes Djauhari Oratmangun menambahkan bahwa proyek prestisius itu selalu menjadi perhatian utama pemerintahan di kedua negara. “Informasi mengenai perkembangan proyek dari CREC ini sangat penting,” ujarnya.

Menurut dia, kereta cepat Jakarta-Bandung akan memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional Indonesia. “Oleh karena itu, saya berharap agar proyek ini segera rampung. Apabila proyek ini selesai, maka akan ada pembicaraan proyek selanjutnya,” kata Dubes.

CREC merupakan salah satu kontraktor teknis yang namanya berada di urutan ke-50 Fortune Global 500 dan telah terdaftar di Bursa Saham Shanghai dan Bursa Saham Hong Kong. Di China, CREC telah membangun rel kereta api sepanjang 92.540 kilometer atau 2/3 panjang rel di negara berpenduduk terbanyak di dunia itu.

CREC juga telah merealisasikan 90 persen sistem kelistrikan kereta api, 10 persen jalan raya, 35 persen jalur kereta metro bawah tanah, sekitar 13.000 kilometer jembatan sungai dan laut, serta 10.000 kilometer terowongan, baik menembus gunung maupun dasar laut.

Perusahaan jasa konstruksi tersebut juga terlibat dalam mendirikan 5.000 bangunan, seperti bandara pelabuhan, stasiun hidropower, gedung pencakar langit, dan proyek-proyek milik pemerintah di China dan 60 negara.

Tim ekspedisi CREC juga berhasil menyelesaikan pembangunan dan pemeliharaan Stasun Zhongshan, Stasiun Great Wall, dan Stasiun Kunlun yang ketiganya berada di Antartika.

Bor Raksasa Tembus Terowongan Utama Kereta Cepat Jakarta-Bandung

 Tidak Dikategorikan  Komentar Dinonaktifkan pada Bor Raksasa Tembus Terowongan Utama Kereta Cepat Jakarta-Bandung
Des 182020
 

JakartaGreater – Mesin bor terowongan (tunnel boring machine/TBM) berdiameter super besar yang dikembangkan secara mandiri oleh China berhasil menembus terowongan utama di proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB), ujar produsen mesin bor tersebut, pada Rabu, 16/12/2020.

Terowongan No. 1, dengan total panjang 1.885 meter, berhasil ditembus pada Selasa (15/12) di Halim, Jakarta Timur.

Terowongan itu merupakan bagian krusial dari proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung dan memainkan peran penting dalam penyelesaian seluruh konstruksi.

Tianhe Mechanical Equipment Manufacturing Co., Ltd., anak perusahaan dari China Communications Construction Company Limited yang berfokus pada desain dan produksi TBM, mengatakan kepada Xinhua bahwa mesin tersebut keluar dari jalur produksi di pabrik perusahaan itu di Kota Changshu, Provinsi Jiangsu, pada 29 September 2018.

Pihak perusahaan mengatakan mesin berdiameter 13,19 meter itu memiliki panjang 101 meter, bobot lebih dari 2.600 ton, serta bernilai 170 juta yuan (1 yuan = Rp2.165).

Mesin tersebut dikirim dari Shanghai, China, pada Desember 2018 dan tiba di Jakarta pada Januari 2019. Pada Maret 2019, mesin itu selesai menjalani proses perakitan di lokasi konstruksi terowongan No. 1.

Menurut pihak perusahaan, mesin itu akan dikirim kembali ke China untuk proyek konstruksi terowongan lainnya.

Pembangunan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung diluncurkan pada 2016. Proyek sepanjang 142,3 kilometer itu akan menghubungkan Jakarta dengan ibu kota Provinsi Jawa Barat, Bandung.

Dengan kecepatan 350 kilometer per jam, jalur kereta yang dibangun dengan teknologi China ini akan memangkas waktu tempuh dari semula tiga jam lebih menjadi hanya sekitar 40 menit.

Kereta Cepat, Perusahaan Patungan Indonesia-Cina

 Tidak Dikategorikan  Komentar Dinonaktifkan pada Kereta Cepat, Perusahaan Patungan Indonesia-Cina
Okt 172015
 

Selesai penandatanganan Joint Venture Agreement dilakukan oleh BUMN Indonesia dan BUMN Tiongkok secara resmi membentuk anak usaha patungan bernama PT Kereta Cepat Indonesia Cina. Penandatanganan itu juga merupakan kelanjutan pembangunan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. Staf Khusus Menteri BUMN, Sahala Lumban Gaol, sebagai perwakilan konsorsium BUMN Indonesia menyatakan bahwa proyek ini sebagai awal menuju proses proyek besar. Selain itu pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung akan mampu memberikan manfaat dalam peningkatan perekonomian regional di sekitar jalur kereta tersebut.

“Dengan kereta cepat diharapkan perekonomian akan berkembang dengan lebih mudahnya akses daerah-daerah koridor tersebut,” kata Direktur Utama Wijaya Karya Bintang Perbowo usai penandatanganan Joint Venture Agreement konsorsium BUMN Indonesia dan Tiongkok di Jakarta, Jumat 16 Oktober 2015. Konsorsium BUMN Indonesia terdiri dari PT Wijaya Karya, PT Kereta Api Indonesia, PT Jasa Marga, dan PT Perkebunan Nasional VIII serta menjadi wakil Indonesia untuk menandatangani kesepakatan dengan China Railway International Co. Ltd itu.

Penandatanganan dihadiri oleh beberapa orang yang terlibat dalam perusahaan patungan, Direktur Utama Wijaya Karya Bintang Perbowo, Dirut KAI Edi Sukmoro, Dirut Jasa Marga Adityawarman, Dirut PTPN VIII Dadi Sunardi. Sedangkan perwakilan Cina hanya dihadiri oleh Chairman of Board China Railway International Co.Ltd Yang Zhongmin dan Duta Besar China untuk Indonesia Xie Feng.

Tarif kereta cepat Jakarta-Bandung dikenakan Rp 200.000-Rp 225.000 per orang. Pemberian harga sebesar itu didasarkan pada asumsi dinamkia niai tukar rupiah terhadap dollar Amerika pada 2019 sebesar Rp 16.000 per dollar AS. Ditegaskan oleh Bintang Perbowo, Ketua Konsorsium proyek kereta cepat, “kami hitung dalam seasibility study (FS) sebesar Rp 200.000 sampai Rp 225.000 asumsi pada 2019” pada jmat 16 Oktober 2015.

Kereta cepat yang akan dibangun memiliki panjang jalur 150 kilometer dengan melewati delapan stasiun, mulai dari Gambir, Manggarai, Halim Perdanakusuma, Karawang, Walini, Bandung Barat, Kopo, dan Gedebage. Ditargetkan awal 2016 pembangunan akan dimulai dan selesai pada 2018, kemudian pengoperasiannya dilakukan pada 2019. Pembagian persentasi saham dengan Cina mendapatkan saham 40 persen serta 60 persen milik Pemerintah Indonesia melalui perusahaan patungan PT Pilar Sinergi BUMN. Total investasi kereta cepat sebesar 5,5 miliar dollar AS dengan pembiayaan dari China Development Bank sebesar 75 persen dan sisanya dari ekuitas konsorsium BUMN dan PT China Railwys International Co, Ltd.(668)

China Peringatkan Jepang, soal Kereta Cepat JKT – BDG

 Tidak Dikategorikan  Komentar Dinonaktifkan pada China Peringatkan Jepang, soal Kereta Cepat JKT – BDG
Agu 292015
 

Jakarta – Pemerintah China meminta Jepang sebagai pesaing tunggalnya dalam uji kecantikan (beauty contest) proyek kereta cepat Jakarta-Bandung untuk menghormati proses evaluasi proposal yang tengah dilakukan Pemerintah Indonesia.

Hal tersebut disampaikan oleh utusan pemerintah China melalui Duta Besarnya untuk Indonesia Xie Feng.

Feng pada Jumat (28/8) siang mendatangi kantor Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution di Jakarta. Ia meminta tidak ada usulan tambahan apapun dalam proposal pengajuan tender proyek kereta cepat selama proses evaluasi berlangsung.

Termasuk komitmen percepatan pembangunan dan pembiayaan yang disampaikan utusan khusus Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe kepada Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (26/8) lalu.

Feng menilai evaluasi tersebut saat ini masih dilakukan oleh konsultan independen Boston Consulting Group (BCG). Jika butir usulan yang diajukan oleh pihak Jepang masuk dalam pertimbangan penilaian, maka hal tersebut dinilainya tidak adil dan membuat proposal yang diajukan China menjadi tidak menarik.

Kalaupun pemerintah Indonesia mempertimbangkan komitmen terbaru dari Jepang, Feng meminta negaranya diberikan kesempatan yang sama sekaligus meminta waktu pengumuman proyek akan mundur dari semula yang ditetapkan pada Senin (31/8) mendatang.

“Kami harap semua pihak menghormati aturan yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia. Cukup satu kali studi kelayakan. Tidak ada lagi yang lain,” ujar Feng, Jumat (28/8).

Sebagai informasi, pada Rabu (26/8) kemarin Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengirim utusannya, Penasihat Khusus Perdana Menteri Jepang Hiroto Izumi untuk menemui Presiden Joko Widodo terkait usulan tambahan dalam proposal proyek kereta cepat.

Tambahan tersebut adalah percepatan waktu pembangunan yang lebih cepat dari tawaran sebelumnya, yakni lima tahun serta transfer teknologi yang mereka miliki.

Menanggapi usulan sang pesaing, Feng merasa percaya diri. Ia mengatakan proposal proyek yang diajukan oleh negaranya merupakan yang terbaik.

“Yang bisa saya tegaskan adalah, China punya proposal proyek kereta cepat terbaik. Saya punya rasa percaya diri penuh atas itu,” ujar Feng.

CNN Indonesia

China Siap Salip Proyek Kereta Cepat Jepang

 Tidak Dikategorikan  Komentar Dinonaktifkan pada China Siap Salip Proyek Kereta Cepat Jepang
Agu 112015
 
Menteri Pembangunan Nasional dan Komisi Reformasi Republik Rakyat China Xu Shaoshi menggelar konferensi pers bersama Menteri Koordinator bidang Perekonomian Sofyan Djalil dan Kepala Bappenas Andrinof Chaniago di Kantor Presiden, Jakarta (10/8). (CNN Indonesia/Resty Armenia)

Jakarta – Pemerintah China tampak serius menyodorkan proposal kerjasama pembangunan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Demi mengalahkan proposal milik Jepang, Menteri Komisi Pembangunan Nasional dan Reformasi China Xu Shaoshi menjamin nilai pembangunan infrastruktur kereta yang dikerjakan perusahaan asal negaranya jauh lebih murah sehingga balik modal lebih cepat.

“Saya sudah bertemu dengan Menteri PPN/Kepala Bappenas, Menteri BUMN, Menko Perekonomian, besok saya akan bertemu Wapres dan pejabat lainnya,” kata Shaoshi usai menyerahkan proposal rancang bangun proyek kereta cepat kepada Jokowi di kantornya, Jakarta, Senin (10/8).

Menurut Shaoshi, Pemerintah China dan Indonesia telah membuat nota kesepahaman pengerjaan proyek kereta api cepat yang diteken Jokowi dan Presiden China Xi Jinping pada Maret 2015 lalu. Dalam nota kesepahaman tersebut, Pemerintah beserta perusahaan China diminta untuk membuat studi kelayakan proyek tersebut.

“Hari ini diserahkan hasil studi kelayakan tersebut kepada Presiden Jokowi,” ujar Shaoshi.

Ia membocorkan isi studi kelayakan tersebut antara lain berisi rencana pembangunan jalur kereta cepat yang lebih panjang, dengan stasiun penghubung lebih banyak, dan kecepatan lebih tinggi. Desain jalur kereta cepat yang dibuat China menurutnya memiliki rentang 150 kilometer (km) dengan rasio jembatan terhadap terowongan sebesar 62 persen.

“Kereta kami mampu melaju 350 km per jam dan nantinya akan melewati delapan stasiun mulai dari Halim akan diekstensi ke Manggarai dan Gambir,” jelasnya.

Meskipun enggan menyebutkan berapa nilai proyek kereta besutannya, Shaoshi menjamin nilai proyek kereca cepat China akan lebih terjangkau dibandingkan Jepang.

“Kami memberikan harga yang financial plan lebih kompetitif, cost efective proyek kami dalam proposal lebih baik. Kami bisa menjamin proyek ini bisa rampung dalam tiga tahun. Jika groundbreaking dilakukan akhir Agustus ini, kami mulai bekerja di September dan proyek ini bisa selesai 2018,” katanya.

Siapkan Konsorsium

Jika Pemerintah Indonesia menyetujui rancang bangun infrastruktur kereta cepat buatannya, Shaoshi mengaku akan menginstruksikan badan usaha milik negara (BUMN) China di sektor transportasi dan konstruksi untuk membentuk konsorsium dengan BUMN Indonesia.

“Makanya kedua pihak nanti bisa menikmati keuntungan bersama sekaligus menanggung risiko bersama. Kedua pihak melakukan kerja sama komperhensif yang meliputi rancangan, konstruksi, pengelolaan, sampai maintainance-nya bersama,” katanya.

Dengan perhitungan yang dibuatnya, Shaoshi mengklaim dalam waktu lima tahun dioperasikan, proyek kereta cepat yang menghubungkan Jakarta dengan Bandung sudah memberikan keuntungan bagi perusahaan yang menjadi operatornya.

Sementara Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil yang mendampingi Jokowi dalam menerima delegasi China menyatakan pemerintah akan mempelajari hasil studi yang dibuat pemerintah China maupun Jepang.

“Pemerintah telah menerima hasil studi itu dan akan mempelajari serta memutuskannya dalam waktu secepatnya,” kata Sofyan.

CNN Indonesia