Dahsyat, Fregat Garapan PT PAL Berkemampuan Serangan Jarak Jauh

 Headlines  Komentar Dinonaktifkan pada Dahsyat, Fregat Garapan PT PAL Berkemampuan Serangan Jarak Jauh
Sep 202021
 

Kapal akan dilengkapi dengan Rudal sistem pertahanan udara, dengan spesifikasi peluncur Rudal vertikal jarak sedang (Vertical launcher missile surface to air medium range) 3×8 tabung, peluncur Rudal vertikal ke udara jarak jauh (Vertical launcher Missile Suraface to Air Long range) 4×8 tabung, dan peluncur Rudal vertikal ke permukaan dengan jarak jauh (Vertical launcher missile surface to surface long range) 2×8 tabung yang akan dilakukan proses pemasangan dengan sistem Fit For But Not With (FFBNW).

Perusahaan perkapalan PT PAL Indonesia secara resmi memilih desain kapal perusahaan Babcock untuk dijadikan proyek kapal fregat Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI.

Kapal fregat desain Arrowhead 140 (AH140) ini akan mengusung Main Engine dengan spesifikasi 4 x 9100 kW. Pasokan tenaga ini mampu memacu kapal dengan kecepatan maksimum sampai 28 knot dengan kondisi MCR (full boad). Adapun endurance pada kecepatan 18 knot sejauh 9.000 mil laut atau 16668 kilometer.

Baca juga: Di Laut Natuna, Kapal Perang TNI AL – RSN Latihan Tenggelamkan Kapal Musuh

Kapal Fregat ini nanti juga akan dilengkapi dengan Diesel Generator 4×1360 kW dan emergency D/G 1X180 kW. Untuk kemudahan manuver kapal akan dilengkapi dengan Bow Thruster sebesar 925 kW

Rencananya pembangunan kapal Fregat Arrowhead 140 akan dikerjakan dalam kurun waktu 69 bulan.

Desain fregat Arrowhead 140 yang akan digarap PT PAL Indonesia (@Babcock)

Kapal juga akan dilengkapi dengan Rudal sistem pertahanan udara, dengan spesifikasi peluncur Rudal vertikal jarak sedang (Vertical launcher missile surface to air medium range) 3×8 tabung, peluncur Rudal vertikal ke udara jarak jauh (Vertical launcher Missile Suraface to Air Long range) 4×8 tabung, dan peluncur Rudal vertikal ke permukaan dengan jarak jauh (Vertical launcher missile surface to surface long range) 2×8 tabung yang akan dilakukan proses pemasangan dengan sistem Fit For But Not With (FFBNW)

Baca juga: Top! Kapal Perang AH140 akan Digarap RI

Dengan ditandatanganinya Licence Agreement antara PT PAL Indonesia (Persero) dengan Rosyth Royal Dockyard Ltd (Babcock) sebagai Penyedia Desain, PT PAL Indonesia (Persero) akan melakukan tahapan pengerjaan dua kapal fregat, yang kedepannya dapat menambah prestasi Indonesia dalam hal kemandirian produksi Alutsista, ungkap IG PT PAL, 18 September 2021.

Waktu efektif kontrak pengadaab fregat ini jatuh pada 24 Mei 2021 dengan pembangunan kapal dikerjakan dalam kurun waktu 69 bulan.

Desain fregat Arrowhead 140 yang akan digarap PT PAL Indonesia (@Babcock)

Penandatanganan kontrak pengadaan fregat Arrowhead 140 dilakukan Dirut PT PAL Kaharuddin Djenod dengan pihak Babcock International, pada 16 September 2021, yang disaksikan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace, di London, Inggris.

Fregat Arrowhead 140 berfungsi untuk pengawasan dan pencegatan maritim, kontra-pembajakan, deterrence militer, perlindungan armada laut, misi perang anti-kapal selam, bantuan kemanusiaan dan bencana serta dukungan kelompok tugas tempur.

Fregat ini memiliki panjang 139,7 meter, lebar 19,8 meter dan draft 4,8 meter dan bobot sekitar 5.700 ton. Fregat Arrowhead 140 dirancang untuk membawa lebih dari 160 orang dan dapat beroperasi dengan awak minimal 100 orang.

Arrowhead 140 merupakan desain fregat Type-31 yang disiapkan juga oleh perusahaan Babcock untuk Angkatan laut Inggris, Royal Navy.

PT PAL dan Lundin Industry Kerja Sama Bangun Kapal Perang dan Persenjataan

 Headlines  Komentar Dinonaktifkan pada PT PAL dan Lundin Industry Kerja Sama Bangun Kapal Perang dan Persenjataan
Sep 122021
 

PT PAL Indonesia menggandeng PT Lundin Industry Invest, badan usaha bidang pembangunan dan perbaikan kapal composite yang diakui dalam dan luar negeri, untuk bekerja sama strategis dalam pembangunan kapal perang dan sistem integrasi persenjataan.

CEO PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod dalam siaran persnya, di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu, 11 September 2021 mengatakan kerja sama strategis ini merupakan wujud dari implementasi rencana pemerintah melalui Kementerian Pertahanan, untuk melaksanakan modernisasi menyeluruh terhadap alutsista khususnya matra laut, ungkap Antara Jatim.

Lingkup kerja sama kedua perusahaan meliputi pembuatan kapal serta persenjataan kapal perang.

Pemilik PT Lundin Industry Invest, John Lundin mengakui, PT PAL Indonesia selama ini telah menjadi salah satu panutan, dan dengan keterbatasan kemampuan dari Lundin sangat perlu untuk belajar lebih banyak dari PT PAL.

John Lundin mengatakan, kerja sama dan kunjungan dari PT Lundin ke PT PAL Indonesia merupakan kunjungan balasan untuk PT PAL Indonesia yang telah berkunjung ke Banyuwangi 3 September 2021.

Sementara itu, penandatanganan MoU dilakukan Lizza Lundin, selaku CEO PT Lundin dan dari pihak PT PAL Indonesia (Persero) CEO Kaharuddin Djenod.

Kunjungan dihadiri Direksi dan Komisaris PT Lundin yakni John Lundin selaku owner, Lizza Lundin selaku Direktur, dan komisaris serta manager produksi.

Usai penandatanganan, dilanjutkan dengan tinjauan lapangan, berkeliling menilik proyek-proyek yang sedang berlangsung di PAL yakni pembangunan Kapal BRS-2 dan pemasangan instalasi dalam Kapal BRS-1.

Kunjungan dilanjutkan ke area pembangunan Barge Mounted Power Plant (BMPP), area Pembangunan Kapal Perang yakni Kapal Cepat Rudal (KCR) 60 meter, serta ke area pemeliharaan dan perbaikan kapal-kapal, salah satunya Overhaul Kapal Selam KRI Cakra-401.

Kunjungan PT PAL ke PT Lundin Industry Invest

Sebelumnya, Jajaran Direksi PT PAL Indonesia melakukan kunjungan kerja ke PT Lundin Industry Invest, yang dihadiri langsung oleh CEO PT PAL Indonesia (Persero) Kaharuddin Djenod, didampingi CMO Willgo Zainar dan COO Iqbal Fikri dilaksanakan sebagai respons dari rencana kerjasama strategis antar kedua perusahaan, ungkap laman PT PAL Indonesia, 4 September 2021.

Direksi PT PAL Indonesia kunjungi PT Lundin Industry Invest. (@PT PAL)

Menrut PT PAL kunjungan itu untuk menjalin kerjasama strategis dalam pemenuhan alutsista dalam negeri. Hal ini berkaitan erat dengan rencana pemerintah melalui Kementrian Pertahanan untuk melaksanakan modernisasi menyeluruh terhadap salah satunya alutsista matra laut Indonesia.

Kunjungan disambut khusus oleh Owner PT Lundin Industry Invest, John Lundin dan Lizza Lundin. Dalam kunjungan ini juga dilaksanakan juga kunjungan ke fasilitas produksi dan proyek yang sedang dikerjakan PT Lundin Industry Invest.

*Foto: KRI Golok-688, Kapal Perang Trimaran yang Perkuat Striking Force TNI AL (@PT. Lundin Industry Invest)

Sea Acceptance Test Kapal Selam Alugoro-405

 Headlines  Komentar Dinonaktifkan pada Sea Acceptance Test Kapal Selam Alugoro-405
Des 062019
 

Surabaya, Jakartagreater.com – Upacara Hari Peringatan Armada Republik Indonesia RI Tahun 2019 digelar di Dermaga Ujung Koarmada II Surabaya, Jawa Timur, Kamis 5-12-2019. Bersamaan dengan itu PT PAL Indonesia (Persero) melakukan sea acceptance test kapal selam Alugoro-405, dirilis laman IG PT Pal Indonesia.

Alugoro adalah kapal selam ketiga yang dibangun dengan skema alih teknologi (Transfer of Technology) antara Daewoo Shipbuilding Marine and Engineering (DSME) Korea Selatan dengan industri pertahanan dalam negeri, PT PAL Indonesia. Berbeda dengan KRI Nagapasa-403 dan KRI Ardadedali-404, KRI Alugoro-405 adalah kapal selam pertama yang dirakit secara lokal di Surabaya, Jawa Timur.

Kapal Selam Alugoro meriahkan Hari Armada 2019, di Surabaya, 5-12-2019. (@ PT PAL Indonesia)

Dalam peringatan HUT Armada RI ke 2019, Laksamana TNI Siwi Sukma Aji Kepala Staf Angkatan Laut mengatakan cita-cita Armada untuk menjadi salah satu kekuatan diplomasi, kekuatan pertahanan yang mampu memberikan satu situasi dan satu konteks pertahanan di kawasan.

Ke depan Koarmada RI harus membangun sumber daya manusia yang mampu mengimbangi perkembangan teknologi, yang berkembang begitu cepat. PT PAL Indonesia (Persero) siap menjadi mitra strategis TNI dalam memajukan teknologi pertahanan nasional khususnya Alutsista seperti pembangunan kapal selam.

PT PAL Tawarkan Pengembangan SSV di Philmarine 2019

 Tidak Dikategorikan  Komentar Dinonaktifkan pada PT PAL Tawarkan Pengembangan SSV di Philmarine 2019
Jun 232019
 

LPD baru usulan PAL kepada Philippines Navy (photo : rhk111)

Surabaya, Jakartagreater.com   –   Keberadaan PT PAL Indonesia (Persero) dalam mendukung pemenuhan dan pengembangan industri maritim, selama lebih dari 39 tahun menunjukkan kesiapan matang dalam menjadi pemeran pasar nasional dan global.

Komitmen PT PAL Indonesia dibuktikan dengan adanya success story PT PAL Indonesia (Persero) dalam menyerahkan lebih dari 45 unit kapal ekspor kepada pasar internasional baik produk kapal niaga maupun kapal perang, seperti salah satunya ekspor Kapal Perang berjenis Strategic Sealift Vessel (SSV) 123 meter pesanan Kementerian Pertahanan Filipina.

Sekilas Tentang Philippines Marine Expo (Philmarine) 2019

Dalam memperluas pasar internasional, khususnya di wilayah Asia Tenggara. PT PAL Indonesia berperan aktif dalam pameran sekaligus konverensi di bidang industri pertahanan dan energi di Filipina, melalui program Philippines Marine Expo (Philmarine) 2019 yang diselenggarakan oleh Philippines Maritime Industry Authority.

Philmarine 2019 merupakan pameran internasional di bidang maritim, pembangunan kapal, teknologi minyak dan gas, industri berat serta industri penunjang. Diadakan dari Tanggal 18 – 20 Juni 2019 bertempat di SMX Convention Center Manila, Mall of Asia Complex, Pasay City, Philippines.

Pembukaan acara Philmarine 2019 dihadiri langsung oleh The Deputy of Chief Staff, Armed Forces of The Philippines Vice Admiral Narcisco A. Vingston Jr.

Pada acara Philmarine 2019, PT PAL Indonesia menampilkan beberapa produk unggulannya seperti New Version of Strategic Sealif Vessel, Landing Platform Dock, Offshore Platform Vessel, Kapal Selam Diesel Elektrik U209/1400 serta Barge Mounted Power Plant (BMPP), dirilis laman PT PAL, 19-6-2019.

Direktur Utama PT PAL Indonesia yang turut hadir di dalam Philmarine 2019 pada kesempatan pertama menyampaikan bahwa momentum tersebut harus dijadikan sebagai sarana memperkuat posisi PT PAL Indonesia dalam memperluas pasar serta menunjukkan eksistensi PT PAL Indonesia dalam penguasaan teknologi kapal perang di kancah internasional.

Peran PT PAL Indonesia Dalam Mendukung Program Modernisasi Pertahanan Filipina

The Deputy of Chief Staff, Armed Forces The Philippines Bersama Direktur Utama PT PAL Indonesia  di Pembukaan The 6th Philmarine 2019). (@ PT PAL Indonesia)

Komunikasi dan kerjasama yang kuat antara PT PAL Indonesia dalam mendukung program modernisasi alat utama persenjataan Filipina sudah terbangun sejak adanya pembangunan kapal perang berjenis Strategic Sealift Vessel (SSV); BRP Tarlac LD-601 yang telah diserahkan pada tahun 2016 dan BRP Davao Del Sur LD-602 yang telah diserahkan pada tahun 2017 dan menjadi Hak Kekayaan Intelektual yang terdaftar di Indonesia atas nama PT PAL Indonesia (Persero).

Dalam acara pameran kali ini PT PAL Indoneisa menunjukkan salah satu inovasi produk unggulannya, dan menjadi bukti kesiapan PT PAL Indonesia untuk selalu hadir mendukung program modernisasi system persenjataan dan alat pertahanan Pemerintah Filipina khususnya di Kementerian Pertahanan Filipina.

Landing Dock (LD) yang merupakan pengembangan dari produk sebelumnya Strategic Sealift Vessel (SSV) memiliki fungsi azasi sama yaitu, Militer dan Non-Militer; Operasi Militer di laut, Logistik serta sebagai Kapal Angkut.

Selain itu, kapal ini mampu membawa Tank dengan kapasitas 40 ton , serta memiliki landasan pendaratan yang dapat mengangkut 2 Helikopter di landasan dan 1 Helikopter di Hangar dengan kapasitas ukuran Helikopter 10 Ton.

Empat kapal support; 2 jenis Kapal Pengangkut Pasukan Batalyon (LCU) yang berfungsi untuk mendaratkan prajurit saat melakukan operasi militer ke darat dan 2 kapal pengangkut pasukan patroli militer (RHIB) untuk misi patroli pengintaian di perairan.

Kemampuan lain dari kapal adalah dilengkapi dengan fasilitas support medis ini mampu menjalankan operasi kemanusian (non-militer) yang diemban.

Adapun salah satu pengembangan teknis teknologi rancang bangun pada Landing Dock (LD) yang tidak ditemui di Strategic Sealift Vessel (SSV) adalah Provision Armament/persenjataan pada buritan kapal tepat di sisi port & straboard.

Produk unggulan ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan Alutsista Pemerintah Filipina serta meningkatkan kepercayaan diri dan profesionalisme Angkatan Laut Flipina di mata dunia.

PT PAL Siap Penuhi Kebutuhan Armada Kapal Perang TNI AL

 Headlines  Komentar Dinonaktifkan pada PT PAL Siap Penuhi Kebutuhan Armada Kapal Perang TNI AL
Jan 272019
 

JakartaGreater.com – PT PAL Indonesia (Persero) kembali akan penuhi kebutuhan Armada kapal perang TNI Angkatan Laut (TNI AL) untuk kapal kombatan atau Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista), melalui kontrak pegadaan 4 (empat) unit KCR-60 oleh Kementerian Pertahanan RI pada 28 Desember 2018, seperti dilansir dari laman PT PAL Indonesia.

Kapal Cepat Rudal (KCR) 60 Meter ini merupakan Produk Inovasi Teknologi Kapal Perang buatan Insan PAL Indonesia yang dirancang untuk menjaga wilayah perbatasan maritim Indonesia.

Setelah sebelumnya pada tahun 2014 PT PAL telah menyerahkan 3 kapal yaitu KRI Sampari – 628, KRI Tombak – 629 dan KRI Halasan – 630, dan saat ini sedang dilaksanakan proses pemasangan sewaco pada KCR 60 Kerambit.

Jajaran Kapal Perang. (@ PT PAL)

Direktur Utama PT PAL Indonesia (Persero) Budiman Saleh menuturkan mengawali tahun 2019 ini, kontrak pemenuhan kebutuhan alutsista ini sebagai bentuk implementasi Undang-Undang Nomor 16 tahun 2012 tentang Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) dan Surat keputusan KKIP Nomor : KEP/12/KKIP/XII/2013 perihal Lead Integrator Alutsista Matra Laut. “Kontrak Pengadaan KCR 60 dari Kementerian Pertahanan yang diperoleh ini merupakan bentuk implementasi UU yang siap dilaksanakan oleh Insan PAL Indonesia” ujarnya.

Kemampuan dan Kompetensi Insan PAL Indonesia yang telah memiliki banyak pengalaman memproduksi kapal perang teruji dengan jumlah kapal patrol dan kapal perang yang telah diproduksi yakni sebanyak 83 Unit.

Kapal yang dirancang dan dikembangkan tersebut merupakan penyempurnaan atas KCR-60 sebelumnya, ini juga merupakan penyempurnaan atas kapal Fast Patrol Boat (FPB) 57 Meter. Memiliki kemampuan untuk manuver tempur dengan kecepatan hingga 28 knot dan mampu mundur dengan cepat dan dapat berlindung di pulau-pulau tersembunyi.

PT PAL Luncurkan LPD Ke-6, KRI 594

 Tidak Dikategorikan  Komentar Dinonaktifkan pada PT PAL Luncurkan LPD Ke-6, KRI 594
Agu 062018
 

PT PAL Indonesia luncurkan KRI Semarang 594 © PT PAL Indonesia

JakartaGreater.com – Perusahaan pembuat kapal milik negara Indonesia, PT PAL telah meluncurkan Kapal Pendarat Tank atau dikenal sebagai Landing Platform Dock (LPD) pesanan TNI Angkatan Laut yang ke-6, seperti dilansir dari twitter PT PAL Indonesia.

Kapal dengan nomor lambung 594 tersebut diluncurkan pada tanggal 3 Agustus 2018 di fasilitas PT PAL di Surabaya. Kontrak untuk LPD itu ditandatangani antara perusahaan dan pemerintah Indonesia pada bulan Januari 2017, dan kapal itu kemudian ditetapkan pada bulan Agustus di tahun yang sama.

Kapal yang muncul dalam video yang dipublikasikan lewat akun twitter resmi milik PT PAL tersebut dan belum disebutkan namanya adalah LPD TNI AL ketiga yang dibangun secara lokal oleh PT PAL berdasarkan pada desain Dae Sun Shipbuilding and Engineering Korea Selatan.

https://platform.twitter.com/widgets.js

Peletakan lunas KRI 594 yang memiliki panjang 124 meter itu dilakukan pada tanggal 28 Agustus 2017. Kapal sesuai pesanan kontrak kerja no KTR/03/02-49/I/2017/Disadal, tertanggal 11 Januari 2017 senilai Rp. 700 miliar tersebut, mampu untuk menjalankan misi kemanusiaan seperti evakuasi, pencarian dan penyelamatan, termasuk pula fungsi administrasi pemerintahan mobile.

Selain itu, LPD sepanjang 124 meter juga dirancang sebagai pusat koordinasi dan mampu mengangkut hingga 771 personel yang terdiri dari kru, pasukan dan penumpang.

Desain dan kemampuan dari KRI 594 ditakar setara dengan LPD TNI AL sebelumnya. LPD 594 ini memiliki panjang sekitar 124 meter, lebar 21,8 meter dan draft sekitar 5 meter. Bobot penuh kapal tersebut adalah 7.200 ton.

KRI 594 didukung oleh mesin berteknologi Combined Diesel And Diesel alias CODAD, LPD terbaru ini dapat melaju dengan kecepatan jelajah 14 knot dan kecepatan maksimal 16 knot.

Dengan komposisi bahan bakar penuh, LPD 124 meter ini akan dapat mengarung sejauh 17.300 dengan ketahanan sekitar 30 hari. KRI 594 dapat membawa hingga 3 helikopter berukuran sedang, 2 unit LCU (Landing Craft Utility) dan 2 LCVP (Landing Craft Vehicle Personnel).

Masih belum diketahui secara persis komposisi sistem senjata apa saja yang nanti akan disematkan pada KRI 594 ini.

PT PAL – Karpoweship Turki, Bangun 4 Kapal

 Tidak Dikategorikan  Komentar Dinonaktifkan pada PT PAL – Karpoweship Turki, Bangun 4 Kapal
Jul 092017
 
Karadeniz Powership Zeynep Sultan (karpowership.com)

Ankara – PT PAL Indonesia dan perusahaan Turki, Karpoweship, sepakat membangun empat kapal pembangkit listrik berkapasitas 36-80 MW untuk pengadaan listrik di berbagai pulau sepanjang kepulauan Indonesia.

“Kedua perusahaan telah menandatangani kesepakatan kerja sama strategis membangun empat kapal pembangkit listrik Indonesia pertama di galangan kapal Indonesia,” kata Direktur Utama PAL Indonesia, Budiman Saleh, yang diterima Antara, di Jakarta, 7/7/2017.

Penandatanganan kerja sama dilakukan antara Budiman Saleh dan Direktur Utama Karpowership Orhan Remzi Karadeniz, disaksikan Menteri Luar Negeri Turki Nihat Zeybekci dan Menteri Perdagangan Indonesia Enggartiasto Lukita, dalam kunjungan Presiden Joko Widodo ke Ankara, Turki, (6/7/2017).

Karpowership merupakan pemilik tunggal dan juga operator dari kapal pembangkit listrik terbesar di dunia, dan PT PAL, perusahaan negara terkemuka di bidang perkapalan di Indonesia.

Pada Oktober 2016 nota kesepahaman telah ditandatangani PT PAL sebagai bentuk kerja sama awal dalam mengidentifikasi dan memonitor peluang peluang terkait akan kebutuhan listrik di Indonesia dan wilayah sekitarnya.

MoU ini menjadi pembuka jalan bagi kedua pihak untuk bersama membangun dan berkolaborasi dalam transfer teknologi, sambil turut serta menambahkan nilai lokal Indonesia dalam pembangunan armadanya.

“Kerja sama strategis ini bagian dari rencana armada tambahan hingga sebesar 5.000 MW,” ujarnya.

PT PAL akan membangun 4 unit kapal pembangkit listrik Indonesia dengan kelas Mermaid dengan instalasi berkapasitas antara 36 sampai 80 MW untuk pengadaan listrik di berbagai pulau sepanjang kepulauan Indonesia.

Melalui kerja sama strategis ini, Karpowership dapat memperluas operasinya di Indonesia, yang hingga kini telah berhasil menginstal listrik sebesar 845 MW di Indonesia.

Karpowership merupakan satu-satunya pemilik, operator dan pembangun kapal pembangkit listrik Powership di dunia dan berperan aktif dalam investasi jangka menengah sampai panjang dengan jumlah karyawan sebesar 2.200 orang.

Karpowership memiliki dan mengoperasikan 13 Powerships dengan total kapasitas sebesar 2.700 MW dan tambahan 4.500 MW yang sedang dalam proses pembangunan. Karpoweship kini beroperasi di Ghana, Indonesia, Lebanon dan Zambia (via Mozambique).

Karpowership telah beroperasi di Indonesia sejak tahun 2015 dengan 4 Powerships dan total kapasitas sebesar 845 MW.

Kompetensi Kemaritiman PT PAL Indonesia

 Tidak Dikategorikan  Komentar Dinonaktifkan pada Kompetensi Kemaritiman PT PAL Indonesia
Mei 282017
 

Teknisi memotong plat baja untuk pembuatan Kapal Landing Platform Dock (LPD) pesanan TNI Angkatan Laut di PT PAL Indonesia (Persero), Surabaya, Jawa Timur, Jumat (28/4/2017). Pesanan kapal dengan panjang sekitar 124 Meter dan lebar 21 Meter tersebut untuk memperkuat dan mendukung armada Republik Indonesia. (ANTARA FOTO/Didik Suhartono)
Pemerintah terus menggalakkan program kemaritiman dengan menumbuh kembangkan fasilitas dan industri pendukung guna tercapainya program tersebut.

PT PAL Indonesia (Persero) menjadi pelopor teknologi kemaritiman dengan fasilitas yang mumpuni dan insan PAL Indonesia yang kompeten mengawal terus program kemaritiman pemerintah.

Komite Ekonomi dan Industri Nasional melalui Tim Pokja Industri Strategis dan Teknologi Tinggi meninjau langsung perkembangan penguasaan teknologi PT PAL Indonesia, Senin (22/5) siang. Kunjungan ini diterima oleh Direktur Rekayasa Umum dan Pemeliharaan Sutrisno di ruang rapat lt.4 Gedung PIP PT PAL Indonesia.

“Seperti yang telah diketahui dalam produksi lini bisnis kami telah menyerahkan beberapa produk hasil penguasaan teknologi. Saat ini kami mengerjakan proyek perkembangan teknologi tinggi bentuk kapal perang sesuai dengan UU No. 16 tahun 2012” ujar Sutrisno.

Proyek Alutsista yang sedang dikerjakan yakni KCR Batch 2 dan LPD pesanan TNI Angkatan Laut, yang keduanya selesai tahap steel cutting. Kedua kapal itu merupakan hasil inovasi dalam penguasaan teknologi perkapalan karya putra-putri bangsa untuk memandirikan Industri Strategis Dalam Negeri.

Ketua Tim Pokja Industri Strategis dan Teknologi Tinggi KEIN, Andri Sudibyo, menyampaikan kegembiraannya dapat mengunjungi lagi PT PAL Indonesia.

“Kami bangga atas kerja keras dan upaya insan PAL Indonesia yang telah banyak mengembangkan produk yang mendunia dan mengharumkan bangsa” kata Andri.

Andri menjelaskan tujuan dirinya dan tim bertandang untuk menggali informasi dan menggali data untuk penyusunan road map Industri Kemaritiman periode 2017—2025. Laporan tersebut akan digunakan oleh Presiden Joko Widodo dalam menentukan arah pembangunan dan pengembangan program kemaritiman yang dicanangkan nantinya.

Sumber: bumn.go.id

Ini Dia, Fasilitas Kapal Selam PT PAL Indonesia

 Tidak Dikategorikan  Komentar Dinonaktifkan pada Ini Dia, Fasilitas Kapal Selam PT PAL Indonesia
Mei 242017
 
Infrastruktur galangan kapal selam PT PAL Surabaya (credit photo : Indonesian Military Fans / Anas Nurhafidz/ Defence.PK

PT PAL Indonesia segera memiliki infrastruktur yang dapat digunakan untuk menyusun rangkaian dan sarana pembuatan kapal selam secara mandiri. Infrastruktur kapal selam ini terdiri dari tiga bagian yakni bagian kiri, tengah dan kanan, namun tetap dalam satu rangkaian galangan.

Pembangunan infrastruktur kapal selam ini bertujuan untuk memenuhi target pembuatan sebanyak 12 kapal selam yang dipesan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia.

Untuk mencapai target itu, PT PAL Indonesia melakukan kerja sama dengan Korea Selatan untuk membuat tiga kapal selam terlebih dahulu dengan cara mendidik SDM Indonesia untuk belajar ke sana membuat kapal selam.

Dari tiga kapal selam yang dibuat, satu kapal rencananya dirakit secara mandiri anak bangsa, kemudian untuk kapal keempat dan seterusnya dibuat sepenuhnya secara mandiri.

Sumber: Antara

PT PAL Proses Kapal Ke-3 dan Ke-4 Pesanan Filipina

 Tidak Dikategorikan  Komentar Dinonaktifkan pada PT PAL Proses Kapal Ke-3 dan Ke-4 Pesanan Filipina
Mei 102017
 
Dokumentasi: Sejumlah pekerja beraktivitas di dekat kapal perang jenis Strategic Sealift Vessel (SSV) di Galangan Divisi Kapal Niaga PT PAL Indonesia (Persero), Surabaya, Jawa Timur, Selasa (8/11/2016). (Antara Foto/Irfan Anshori)

Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno menyampaikan bahwa Indonesia masih memproses pembuatan kapal pesanan Filipina ke-3 dan ke-4 dengan tipe yang berbeda.

“Sudah ada pembicaraan dengan Filipina, rencana ada SSV 3 dan SSV 4,” ujar Harry seperti dilansir liputan6.com pada Rabu (10/5/2017).

Harry menjelaskan bahwa meski dua kapal yang dipesan itu memiliki tipe yang sama, namun militer Filipina menginginkan memiliki fungsi khusus, yaitu satu sebagai kapal rumah sakit dan satu sebagai markas pasukan.

Dalam kapal rumah sakit ini, nantinya dijadikan cover kesehatan bagi para pasukannya yang tengah melakukan operasi di daerah-daerah pertempuran.? Di dalamnya akan ada laboratorium hingga ruang perawatan.

Sementara untuk kapal markas pasukan, akan digunakan militer Filipina dalam memberantas perompak-perompak di perairannya.

”Nanti juga dilengkapi dengan senjata. ?Filipina ini negara kepulauan seperti Indonesia, sehingga pemberontak-pemberontak akan dimasukkan ke kapal, sehingga tidak perlu turun ke darat. Nah SSV ini cocok,” jelas Harry.


Filipina Puas Terhadap Kapal Perang Buatan PT PAL

Filipina mengaku puas pada kapal perang buatan PT PAL Indonesia yang telah dipesannya. Hal itu disampaikan setelah kapal “Strategic Sealift Vessel” (SSV) BRP Davao Del Sur LD 602 tiba di Pelabuhan Manila.

“Kami dari Filipina mengapresiasi dan sangat berterima kasih dengan produk PT PAL Indonesia dan selama perjalanan kondisi cuaca juga cukup bagus,” ujar Komandan Satuan Tugas Pengadaan Kapal SSV dari Filipina, Richard N Gonzaga, di Pelabuhan Manila, Senin.
Ia mengatakan bahwa ekspor kedua kali ini sama seperti perjalanan pertama, yakni aman. “Kami akui ini merupakan perjalanan yang sangat bagus dari Surabaya ke Manila,” kata Gonzaga yang sekaligus Komandan Kapal BRP Davao Del Sur LD 602.

Pejabat Pelatihan Anak Buah Kapal (ABK) Filipina Bonifacio Manzano mengaku secara umum operasional mesin kapal sangat bagus dan layak sehingga tidak mengalami kendala berarti selama perjalanan.

“Secara umum tidak ada masalah untuk mesin kapal selama perjalanan, dan saya rasa sangat bagus mesin dan perjalanan ini,” kata Manzano yang juga Palaksa Kapal BRP Davao Del Sur LD 602.

Perjalanan laut dari Surabaya ke Manila ditempuh dengan melintasi Laut Jawa dan Selat Makasar kemudian Laut Sulawesi dan Laut Cina sebelum berlabuh dan lego jangkar di Pelabuhan Manila.

Sebelumnya, perjalanan eskpor kedua dilepas Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu pada Selasa (4/5) di Dermaga Semarang, Ujung Surabaya, Jawa Timur.

Awak Angkatan Laut Filipina yang mengikuti perjalanan ini ada 115 orang, ditambah 112 awak PT PAL Indonesia, dan 22 Anak Buah Kapal (ABK), serta lima petugas katering.

BRP Davao Del Sur LD 602 merupakan kapal perang pesanan kedua Filipina, sedangkan pesanan pertama diberi nama Tarlac yang tiba di Manila pada 13 Mei 2016.

Sumber: liputan6.com dan Antara

Filipina Puas Terhadap Kapal Perang Buatan PT PAL

 Tidak Dikategorikan  Komentar Dinonaktifkan pada Filipina Puas Terhadap Kapal Perang Buatan PT PAL
Mei 082017
 

SSV BRP Tarlac buatan PT PAL, tiba di Filipina ( RoyKabanlit)
Filipina mengaku puas pada kapal perang buatan PT PAL Indonesia yang telah dipesannya. Hal itu disampaikan setelah kapal “Strategic Sealift Vessel” (SSV) BRP Davao Del Sur LD 602 tiba di Pelabuhan Manila.

“Kami dari Filipina mengapresiasi dan sangat berterima kasih dengan produk PT PAL Indonesia dan selama perjalanan kondisi cuaca juga cukup bagus,” ujar Komandan Satuan Tugas Pengadaan Kapal SSV dari Filipina, Richard N Gonzaga, di Pelabuhan Manila, Senin.

Ia mengatakan bahwa ekspor kedua kali ini sama seperti perjalanan pertama, yakni aman. “Kami akui ini merupakan perjalanan yang sangat bagus dari Surabaya ke Manila,” kata Gonzaga yang sekaligus Komandan Kapal BRP Davao Del Sur LD 602.

Pejabat Pelatihan Anak Buah Kapal (ABK) Filipina Bonifacio Manzano mengaku secara umum operasional mesin kapal sangat bagus dan layak sehingga tidak mengalami kendala berarti selama perjalanan.

“Secara umum tidak ada masalah untuk mesin kapal selama perjalanan, dan saya rasa sangat bagus mesin dan perjalanan ini,” kata Manzano yang juga Palaksa Kapal BRP Davao Del Sur LD 602.

Perjalanan laut dari Surabaya ke Manila ditempuh dengan melintasi Laut Jawa dan Selat Makasar kemudian Laut Sulawesi dan Laut Cina sebelum berlabuh dan lego jangkar di Pelabuhan Manila.

Sebelumnya, perjalanan eskpor kedua dilepas Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu pada Selasa (4/5) di Dermaga Semarang, Ujung Surabaya, Jawa Timur.

Awak Angkatan Laut Filipina yang mengikuti perjalanan ini ada 115 orang, ditambah 112 awak PT PAL Indonesia, dan 22 Anak Buah Kapal (ABK), serta lima petugas katering.

BRP Davao Del Sur LD 602 merupakan kapal perang pesanan kedua Filipina, sedangkan pesanan pertama diberi nama Tarlac yang tiba di Manila pada 13 Mei 2016.

Sumber: Antara

DCNS Perancis dan PT PAL Indonesia Tandatangani MoU Kerja Sama

 Tidak Dikategorikan  Komentar Dinonaktifkan pada DCNS Perancis dan PT PAL Indonesia Tandatangani MoU Kerja Sama
Mar 312017
 

Kapal selam diesel-listrik kelas Scorpene. (military-today.com)
Galangan kapal Perancis DCNS telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan galangan kapal PT PAL Indonesia untuk meningkatkan kerja sama di bidang konstruksi kapal selam dan kapal permukaan.

Konfirmasi MoU tersebut dilakukan menyusul kunjungan Presiden Perancis François Hollande ke Indonesia.

Indonesia ingin memperkuat kapasitas Angkatan Laut dan sedang mempertimbangkan memesan kapal selam Perancis dan kapal permukaan yang akan dibangun di Indonesia dengan keterlibatan konten industri lokal.

DCNS mengatakan bahwa kedua perusahaan telah bekerja sama selama beberapa tahun terakhir untuk mengidentifikasi solusi terbaik terkait industri kapal selam multiguna dari keluarga Scorpene-class yang sekarang ditawarkan. Kapal selam itu akan mampu melakukan misi air dangkal dan dalam.

Kesempatan lain pada korvet dan frigat akan dinilai dalam waktu dekat.

“Sebagai pemimpin sistem tempur angkatan laut Eropa, desainer dan pengembang kapal perang, DCNS berkomitmen untuk membangun kemitraan jangka panjang dengan industri Indonesia untuk meningkatkan teknologi tinggi dengan konten industri lokal di Indonesia,” kata CEO DCNS Hervé Guillou, setelah penandatanganan MoU.

“Kerjasama kami dengan galangan kapal PT PAL Indonesia adalah ilustrasi yang sempurna dari ambisi ini dan kami berharap untuk membawa keahlian kami dalam transfer teknologi untuk program angkatan laut yang kompleks, guna memberikan proyek industri dan mengembangkan kemampuan operasional Angkatan Laut Indonesia.”

Indonesia saat ini mengoperasikan dua kapal selam Jerman Type 209 dan memiliki pesanan tiga kapal selam kelas Chang Bogo Korea Selatan (dua sudah diluncurkan di Korea Selatan).

Sumber: navaltoday.com