Mei 282017
 
Render 3D sebuah “Exoatmospheric Kill Vehicle” di ruang angkasa, setelah terpisah dari pendorongnya. © Raytheon

Amerika Serikat pada tanggal 30 Mei 2017, akan menunjukkan kemampuannya pada dunia dalam menghancurkan rudal balistik antar benua (ICBM), serta sebagai peringatan kepada Korea Utara, Rusia dan juga China, seperti dilansir dari China Topix.

Sumber militer menyebutkan bahwa tujuan dari pengujian ini adalah untuk mensimulasikan sebagai rudal balistik antar benua (ICBM) Korea Utara yang ditembakkan menuju wilayah Amerika Serikat.

Senjata yang akan digunakan dalam pencegatan di ruang angkasa adalah Exoatmospheric Kill Vehicle atau EKV.

EKV di luncurkan oleh rudal Ground Based Interceptor (GBI), yaitu kendaraan peluncuran yang dioperasikan oleh sistem Ground-Based Midcourse Defense (GBMD). Ini didorong ke lintasan pencegatan oleh rudal GBI. Kemudian akan terpisah dari rudal dan secara otonom menabrak hulu ledak yang mendekat.

Pencegat ini memang bermasalah dalam hal akurasi dan memiliki sejumlah kegagalan pada pengujian tahun 2016 silam. Secara keseluruhan, EKV hanya berhasil menghancurkan 9 dari 17 target yang telah diuji-coba sejak tahun 1999, tingkat keberhasilannya hanya 53 persen.

“Kill Vehicle” atau kendaraan pembunuh yang dirundung masalah ini akan digantikan oleh kendaraan pembunuh yang di desain ulang atau “Redesigned Kill Vehicle” (RKV). Amerika Serikat berencana untuk menugaskan RKV pada tahun 2020 dan uji coba untuk kendaraan pembunuh ini akan dilaksanakan pada tahun 2019.

Exoatmospheric Kill Vehicle (EKV). © Raytheon

Apabila pengujian EKV pada 30 Mei nanti mengalami kegagalan, tentu akan memberanikan Korea Utara untuk terus berupaya mengembangkan rudal ICBM pertamanya yang mampu mengirimkan hulu ledak nuklir ke daratan AS. Namun bila sukses, mungkin saya memberi jeda kepada Korea Utara.

Pengujian kali ini tampaknya menunjukkan rasa kesal dan kekhawatiran AS pada pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un yang terus-menerus berusaha mengembangkan rudal ICBM yang mampu dipersenjatai dengan hulu ledak nuklir.

Awal pekan ini, Direktur Badan Intelijen AS Letjen Vincent Stewart memperingatkan dalam sebuah dengar pendapat di Senat AS, bahwa jika kegiatan Pyongyang tidak dihentikan, maka Korea Utara pada akhirnya akan berhasil menciptakan rudal bersenjata nuklir yang mampu mengancam daratan AS, dan hal tersebut tak terelakkan tanpa ada tindakan yang dilakukan.

Baik RKV maupun EKV adalah sistem pencegat rudal berbasis darat Badan Pertahanan Rudal (BMD) yang dirancang untuk melindungi daratan AS terhadap serangan rudal balistik antar benua (ICBM).