Oct 262018
 

dok. Kapal selam KRI Ardadedali – 404 TNI AL (credit: Kemhan RI)

Jakarta, Jakartagreater.com – TNI memiliki tugas pokok yaitu menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari segala macam ancaman dan gangguan.

Hal ini disampaikan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. pada konferensi pers pencapaian empat tahun kinerja pemerintahan Joko Widodo – Jusuf Kalla, di Gedung III Sekretariat Negara, Jakarta Pusat, Kamis, 25/10/2018, dirilis Puspen TNI. Paparan konferensi pers ini tentang pencapaian yang telah dilaksanakan oleh TNI terkait tugas pokok maupun pengembangan dan modernisasi TNI dalam rangka melaksanakan tugas pokok periode 2014-2018.

Panglima TNI mengatakan bahwa dalam penjabarannya TNI melaksanakan Operasi Militer Perang (OMP) dan Operasi Militer Selain Perang (OMSP). OMP merupakan pengerahan dan penggunaan kekuatan TNI untuk menghadapi ancaman berupa kekuatan militer asing dalam rangka mempertahankan kedaulatan negara. “Operasi militer yang telah dilaksanakan diantaranya Operasi Pertahanan Udara Nasional, Siaga Tempur Laut, Siaga Tempur Blok Ambalat dan PPRC TNI,” ungkapnya.

Dijelaskan oleh Panglima TNI bahwa pada kurun waktu satu tahun terakhir, TNI telah melaksanakan penindakan terhadap pelanggaran wilayah yang dilakukan oleh 25 pesawat asing dan 4 kapal asing. “Selama empat tahun, 286 pesawat asing yang melakukan pelanggaran wilayah udara dan 26 kapal asing yang memasuki perairan Indonesia telah dideteksi dan dihalau,” ujarnya.

TNI juga melaksanakan OMSP seperti operasi mengatasi aksi terorisme, mengamankan wilayah perbatasan, membantu pemerintahan di daerah, membantu kepolisian, membantu menanggulangi akibat bencana alam, mengamankan tamu negara setingkat kepala negara, juga melaksanakan tugas perdamaian dunia dibawah bendera PBB dan sebagainya.

“Dalam melaksanakan OMSP, TNI bersama Polri dan berbagai Kementerian dan Lembaga serta komponen bangsa juga terjun langsung melaksanakan penanggulangan bencana yang terjadi diberbagai daerah, seperti gempa bumi dan tsunami di Sulteng, gempa bumi di NTB dan membantu melakukan vaksinasi kepada 27.772 anak serta penanganan terhadap 1.247 pasien gizi buruk serta campak di Asmat, Papua,” terangnya.

Sementara itu, dalam rangka mendukung program Nawacita Pemerintah, TNI melakukan sinkronisasi gelar kekuatan dengan pembangunan nasional, seperti pembentukan Divisi Infanteri 3/Kostrad di Pakatto-Sulsel, Koarmada III dan Pasmar-3 di Sorong, serta Koopsau III di Biak.

Dalam rangka pencapaian Minimum Essential Force (MEF), Panglima TNI mengatakan bahwa secara bertahap tiap-tiap Angkatan sampai dengan September 2018 telah memperoleh alutsista modern yang sudah tentu memiliki efek tangkal dan efek gentar yang tinggi. “TNI AD menerima Helikopter Apache, TNI AU menerima Pesawat Tempur F-16, dan TNI AL mendapatkan Kapal Selam baru,” ucapnya.

“Tahun depan TNI akan terima berbagai alutsista canggih seperti Peluncur Roket Multi Laras (MLRS) Astros, Rudal Startreak, Kapal Selam, Kapal LPD, Pesawat Patroli, dan Pesawak Tanpa Awak,” ujar Panglima TNI.

  21 Responses to “Tahun Depan TNI Akan Terima Berbagai Alutsista Canggih”

  1.  

    Jd tahun depan TNI AD menerima Helikopter Apache, TNI AU menerima Pesawat Tempur F-16, dan TNI AL mendapatkan Kapal Selam baru, Peluncur Roket Multi Laras (MLRS) Astros, Rudal Startreak, Kapal LPD, Pesawat Patroli, dan Pesawak Tanpa Awak

  2.  

    Perasaan hampir semua yg di lampirkan di atas udah di terima…

  3.  

    Ane kirain taon depan si NASAM yg dateng…

  4.  

    kenapa pengadaan jet tempur su 35 tdk disebutkan?

  5.  

    Owh, udah diklaim kah? 😀

  6.  

    Sukhoi 35 ga diberitain, tau2 dah nongol dimari….

  7.  

    F16 udah terima semua walaupun bekas dan hibah dari amerika..rudal yg perlu,militer butuh rudal jarak jauh,dan rudal pertahanan udara…dan kalo bisa jgn beli lg dr luar,kembangkan donk dari roket rhan lapan kan udh ada masa uji uji coba trus udh dari 2011 lalu tambahkanlh dana risetnya klau utk kepentingan negara sendiri pemerintah jgn pelitlah soal dana..

  8.  

    Ngasi gaji ke 13 dan 14 buat thr pns kemarin bisa sampe puluhan trilyunan,cb sebagian untuk buat dana riset alutsista woowww dah byk yg bs kt buat secara mandiri

  9.  

    Ngasi gaji ke 13 dan 14 buat pns kemarin bisa sampe puluhan trilyunan,cb sebagian untuk buat dana riset alutsista woowww dah byk yg bs kt buat secara mandiri

  10.  

    kalau indonesia ingin membuat rudal ilmu dan teknologinya darimana.india,china,iran tahu cara membuat rudal dari teknologi yg Meraka dpt dari rusia,sementara rusia dan amerika tahu cara membuat rudal dari ilmuan jerman yg mereka tangkap selama perang dunia ke2 dan harus diingat roket dan rudal dua hal yg berbeda

  11.  

    Kalau tanya ilmunya dr mana byk jln menuju arab…udh bisa buat roket ya selangkah lg udh bs buat rudal..wong kt udh ada kerja sama dgn china buat rudal,cari aja beritanya sm om google..kalau ada kemuan dan usaha utk buat riset dan yg penting ada dana gak ada yg gk bs

  12.  

    Kalau tanya ilmunya dr mana byk jln menuju arab…kt udh ada kerja sama dgn china utk produksi rudal..yg pnting ada usaha,riser,dan dana utk biayainya gak ada yg gk bs

  13.  

    kalaupun indonesia berhasil membuat rudal apakah kualitasnya sudah menyamai rudal produksi luar negeri karena kalau tdk jangankan utk dijual keluar negeri utk pasar dlm negeri TNI juga blm tentu mau membelinya.kalau utk roket indonesia pasti bisa membuat yg berkualitas.

  14.  

    Sekalipun Plato ataupun Socrates lahir di Indonesia
    Sudah cukup satu kata jawa untuk memban tai semua filsafat mereka:

    “Mosok?”

  15.  

    Jadi anak mbok yo jgan pesimis sma skeptis gitu,

 Leave a Reply