Jun 292016
 

Tahun ini, militer Indonesia akan memiliki anggaran yang lebih besar untuk meningkatkan jumlah alat utama sistem persenjataan (Alutsista) yang dimilikinya. Sebelumnya, DPR telah menyetujui adanya peningkatan anggaran pertahanan negara untuk tahun ini.

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menyampaikan bahwa sebagian besar anggaran kemungkinan akan digunakan untuk meng-upgrade persenjataan militer, serta meningkatkan kemampuan pertahanan di Kepulauan Natuna.

Peningkatan anggaran sebesar 10 persen, menjadi Rp 108,7 triliun, terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di wilayah Laut Cina Selatan. Tiongkok mengklaim hampir seluruh wilayah itu, yang kemudian beradu klaim dengan Vietnam, Filipina, Malaysia dan Brunei.

Indonesia memang tidak termasuk dalam pihak yang bersengketa. Namun, perhatian Jakarta mengarah kepada Beijing yang menyatakan bahwa perairan sekitar Kepulauan Natuna, yang berada dalam Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia, merupakan “traditional fishing grounds” nelayan Tiongkok.

Presiden Joko Widodo menggelar Rapat Terbatas di atas Kapal Republik Indonesia (KRI) Imam Bonjol yang berlayar di Perairan Natuna, Kamis (23/6/2016). (setkab.go.id)

Presiden Joko Widodo menggelar Rapat Terbatas di atas Kapal Republik Indonesia (KRI) Imam Bonjol yang berlayar di Perairan Natuna, Kamis (23/6/2016). (setkab.go.id)

Setelah melakukan rapat terbatas di atas KRI Imam Bonjol yang berlayar di perairan Natuna, Presiden Joko Widodo menegaskan untuk meningkatkan patroli di wilayah perbatasan Indonesia tersebut. “Saya ingin militer dan penjaga pantai kita segera meningkatkan kemampuan teknologi radar, serta kemampuan patroli yang lebih baik,” ujarnya.

Dibandingkan tahun lalu, Indonesia telah meningkatkan anggaran pertahanannya sebesar 16 persen. Ryamizard menjelaskan bahwa peningkatan itu dilakukan untuk meningkatkan kemampuan pertahanan Indonesia demi menghadapi berbagai potensi ancaman yang bisa datang. Menurutnya, Indonesia harus memperkuat kemampuan maritim negara dengan memenuhi Minimum Essential Force (MEF), melalui pengadaan pengadaan satelit, sistem pesawat tak berawak, dan peningkatan kemampuan mobilitas.

A400M Airlifter in flight at ILA Berlin Air Show. (airbusgroup.com)

A400M Airlifter in flight at ILA Berlin Air Show. (airbusgroup.com)

Militer Indonesia telah memasukkan beberapa persenjataan ke dalam daftar belanjanya. Beberapa di antaranya adalah:

Jet tempur Sukhoi Su-35,

Rudal udara-ke-udara jarak menengah Raytheon AIM-120 (AMRAAM),

Pesawat transportasi militer A400M, dari Airbus,

Kapal selam diesel dari Rusia, Perancis dan lainnya,

ShinMaywa Industries’ US-2 amphibious, search and rescue fixed-wing aircraft dari Jepang,

Jet tempur Korea Fighter Experimental (KF-X). 

Indonesia telah menandatangani kontrak sebesar 1,3 miliar dolar AS dengan Korea Selatan untuk bersama-sama mengembangkan jet tempur Korea Fighter Experimental..

Sumber: straitstimes.com

  36 Responses to “Tahun ini, Anggaran Pertahanan Indonesia Diperbesar”

  1.  

    Tambah terus….

  2.  

    Demi sempak neptunus…..

  3.  

    Belanja kan dengan bijak, hitung dengan cermat, kebutuhan apa yg paling urgent…. ingat yang di hadapi big panda…. bukan meley atau alay yg disekitar kita……

  4.  

    Wkwkwkwk memang sedap terus tambah kalo bisa sampe 20% kan enak nanti belanjanya bisa beli banyak…. masa mau beli ketengan mulu bikin malu aja.

  5.  

    Ngomong apa tong ?

    •  

      Tuh kan ada siluman…Jangan menjelek jelekan orang deh apa untungnya… apalagi fitnah tanpa bukti…

      Belajarlah objective krn objective tidak pernah menipu…

      Hahahaha…

  6.  

    ya lumayan ada peningkatan…..

  7.  

    angaran terus meningkat,..tp beli alutsistanya model odong 2

    he he

  8.  

    Kalau bisa dana itu buat peremajaan dan kelengkapan alutsista biar gak disebut macan ompong …
    Pilih yg urgent dulu seperti perbatasan dan kebutuhan akan kapal selam, selain itu juga buat kemandirian alutsista juga harus ada alokasi tersendiri terutama buat Pt. DI yg menurut ane agak tertinggal (maaf nih) …

  9.  

    Ya elah

  10.  

    Bikin bom nuklir jg agar AS dan negara tetangga nddak macam2 sama RI.

  11.  

    kok cuma 18 unit..? 1000 unit dong abah…

  12.  

    Tambah lagi utk tot rudal jarak jauh.

  13.  

    Gak setuju dgn A400-nya. Bagaimanapun masih bagusan c130 meski beda kelas.

  14.  

    Untuk Natuna fokus ke pemenuhan alutsista pemukul plus logistiknya, pertahanan udara dan radar

  15.  

    Kanyaknya udah kebarat ni kiblat alutsista…

    Ayo kerjasama yg banyak buat bangun alutsista indonesia…

    :))

  16.  

    melihat ..black widow thai,jadi curiga….jangan jangan tak sampai 2 tahun lagi thailand mampu rakit gripen sendiri trus bikin ndiri….terus cetak birunya diberikan ma cina trus RI mati langkah……

  17.  

    Foto sukhoinya bukan SU-35 tapi Su-30
    Wait and see saja apa yg akan diperkuat dari anggaran pertahanan yg telah meningkat tahun ini krn yg anggaran tahun kemaren gak ada berita utk beli alutsista apa saja?

  18.  

    utk hadapi panda ambil F15SE, us pasti kasih jual. SU35 tetep wajib

  19.  

    Jaman bpk joko widodo smua alutsista yg dibeli ga ada efek penggetarnya… jd males komen

  20.  

    Tanggung amat harusnya minimal untuk anggaran pertahanan kalo bisa minimal 150 T per tahun untuk mengejar pembangunan/pembelian Alusista yg sudah menua terutama untuk kapal2 AL & AU,.sistem pertahanan udara dan radar militer yg masih bolong d percepat pengadaanya.Semoga tetap terjaga keutuhan NKRI

  21.  

    ga kebagian ya kamu kodok…mana sembahanmu satria berkuda

  22.  

    Beli aja dulu, ga usah umbar2 naikkan anggarab pertahanan, klo udah mendarat dab tiba di indoneisabaru sy suka,, jgn hanya janji2 tok…malaes nunggunya,.