Jul 042018
 

JakartaGreater.com – Brigade Kavaleri Udara ke 601, Angkatan Bersenjata Taiwan secara resmi menjadi brigade kavaleri udara pertama yang dilengkapi dengan helikopter serang AH-64E Apache buatan Boeing Co, menurut pejabat Departemen Pertahanan Nasional yang dilansir dari laman Taipei Times.

Presiden Taiwan, Tsai Ing-wen akan memimpin upacara itu, yang sedang direncanakan oleh Markas Besar Komando Angkatan Darat, kata pejabat itu tanpa menyebut nama. Tamu-tamu kehormatan lainnya juga akan turut menghadiri upacara dimana kemampuan helikopter akan ditunjukkan, tambahnya.

Beberapa pejabat mengatakan bahwa selain perwakilan Boeing Co, beberapa perwira dari Brigade Penerbang Tempur ke-25 Angkatan Darat AS, juga akan menghadiri upacara.

Ketika dimintai komentarnya, Kementerian Pertahanan dan Markas Besar Angkatan Darat Taiwan menolak untuk mengkonfirmasi ataupun menolak klaim tersebut, dengan mengutip sifat sensitif dalam hubungan Taiwan-AS.

Helikopter Kobra Jordania. (photo: U.S. Naval Forces Central Command/U.S. Fifth Fleet via commons.wikimedia.org)

Brigade Kavaleri Udara 601 dan 602 beroperasi di bawah Komando Angkatan Darat dan Komando Pasukan Khusus. Brigade Kavaleri Udara 601 yang seluruhnya berisikan 29 unit helikopter serang Apache yang dapat digunakan di Taiwan, sementara Brigade Kavaleri Udara 602 berisikan helikopter serang AH-1W Cobra yang lebih tua.

Bertanggung jawab atas pertahanan Taiwan bagian utara, Brigade 601 ini memiliki dua skuadron penerbang tempur yang akan memberikan dukungan udara sebagai bagian dari strategi “air-land” Angkatan Darat Taiwan, yang mengkombinasikan kendaraan labis baja, artileri, pasukan khusus dan unit infantri.

Skuadron pertama, yang baru-baru ini lulus evaluasi kesiapan operasional, telah ditugasi melatih pilot AH-64E Apache baru di samping tugas regulernya, kata pejabat itu. Ketika skuadron kedua dinyatakan beroperasi pada bulan Juli tahun lalu, seluruh brigade sekarang dalam kondisi siap tempur, katanya.

Helikopter AH-64D Apache Angkatan Darat AS menembakkan rudal AGM-114 Hellfire © US Army via Wikimedia Commons

“Helikopter serang Apache adalah  platform tempur mobile dan kuat yang dipersenjatai dengan senapan mesin 30 mm dan kombinasi rudal anti-tank Hellfire, roket Hydra 2,75 inci dan rudal udara-ke-udara Stinger, tergantung pada misinya”, lanjutnya.

“Peralatan paling signifikan dari helikopter Apache Guardian varian AH-64E adalah radar kendali tembakan Longbow yang terletak di atas tiang rotor, yang mampu menyediakan kemampuan pencarian 360 derajat untuk target udara dan darat setiap saat dan segala cuaca”, kata pejabat itu.

Helikopter itu secara bersamaan dapat melacak hingga 128 target dan melibatkan 16 dari mereka, membuatnya lebih mematikan dan lebih mungkin untuk mampu bertahan hidup, tambahnya.

Setiap AH-64E dapat menetapkan target dan memperluas kontrol tempur udara hingga tiga helikopter tempur lainnya, yang berarti bahwa tentara tidak perlu melengkapi semua helikopternya dengan radar Longbow, katanya.

  6 Responses to “Taiwan Bentuk Brigade Kavaleri Udara AH-64E Pertama”

  1.  

    Apache + Cobra

  2.  

    Konde saktinya itu yg bikin militer2 dunia kepincut.he3. Taiwan byk memperkerjakan TKI, di RI malah hoaxnya kebanjiran TKA ilegal dr China dunia kebolak-balik.he3

    •  

      Menurut saya anda yang suka bilang HOAX adalah jagoan HOAX…Taiwan memang benar banyak mempekerjakan TKI , yang perlu anda ketahui TKA yang masuk Indonesia bukan dari TAIWAN tapi dari TIONGKOK , mungkin anda lupa bahwa TAIWAN ( China Taipeh ) berbeda dengan TIONGKOK .

      •  

        He3.maksudnya WNI kita butuh pekerjaan tp dlm negri blm mampu menyediakannya secara memadai sehingga menjadi TKI dinegeri org baik legal maupun ilegal, malah dlm negri dimasuki TKA asing dr China daratan walau byk yg menyangkal sampai jd diskusi seru di ILC TV One terlepas dr pro kontra oposisi dan koalisi diparlemen. Semua jg tau Taiwan bkn China daratan walau China ngotot mengatakan Taiwan bagian dr propinsinya.

        •  

          Betul, warga RI butuh pekerjaan, lapangan kerja yang tersedia sebenarnya sangat banyak NAMUN :

          1. Sesudah dapat pekerjaan, terlalu banyak nuntut gaji gede tetapi hasil kerja tidak memuaskan akhirnya diPHK.

          2. Bagi yang nganggur pun sebenarnya banyak tersedia pekerjaan tapi gengsi maunya kerja kantoran padahal kalo mau buka warung jualan gorengan aja udah dapat duit.

          3. Ada juga yang nggak mau kerja, maunya yang gampang, malakin orang.

    •  

      Taiwan dan TIONGKOK kalau di Indonesia mirip Suku Sunda dan Suku Badui , sama bahasa’a tapi beda Profinsi’a . .

 Leave a Reply