Jun 262018
 

JakartaGreater.com – Akademi Sains China (Chinese Academy of Sciences) melakukan uji coba rudal “Wanjian” dan rudal Sea Sword II beberapa bulan lalu. Kegagalan berbagai anomali membuat rusak citra Akademi Sains China, seperti dilansir dari laman Upmedia.

Dalam pengujian terakhir menunjukkan keberuntungan bahwa proyek Air Sword Angkatan Udara Taiwan telah berhasil menunjukkan peningkatan jangkauan selama pengujian itu berlangsung. Penerbangan yang stabil selama lebih dari seratus detik untuk mencapai jarak desain 100 kilometer. Dan sesuai dengan periode perencanaan tahun depan rudal tersebut akan memasuki pengujian tempur penuh.

Hal ini dimengerti bahwa rudal Sky Sword II milik Angkatan Udara Taiwan yang dipasang pada pesawat tempur F-16 dan elastisitas dari proyek “Pedang Langit II” tersebut telah ditingkatkan.

Rudal udara-ke-udara jarak menengah Sky Sword II alias TC-2 buatan Taiwan © Rudolph Chen via Wikimedia Commons

Rencana aslinya diatur dalam proyek rudal pertahanan udara presisi bersama dari latihan Han Kuang, tetapi latihan pada hari sebelumnya adalah sebagai kekuatan menyerang.

Sayangnya perwira jet tempur F-16 Angkatan Udara Taiwan, Wu Yanjun telah mengalami kecelakaan menabrak gunung ketika menjalankan misinya. Sebelum penyebab kecelakaan itu diketahui, militer Taiwan sempat membatalkan rencana uji tembak dari udara.

Pengujian Sempat Gagal dan Jatuh di Laut

Diketahui bahwa setelah latihan Han Guang dilakukan, Angkatan Udara segera mengatur untuk menguji dua rudal TC-2 kosong dan dua rudal TC-2 aktif.

Setelah itu, Akademi Sains China melakukan penelitian dan penilaian atas berbagai data dari pengujian dua rudal TC-2 yang jatuh dari laut setelah diluncurkan, misil-misil telah berhasil diluncurkan dari pesawat dalam jarak pendek, namun jatuh ke laut.

Ini sepertinya terdapat masalah dengan sistem pengendalian internal rudal, oleh karena itu, segera menggunakan amunisi aktif dan penembakan dianggap sebagai “isi ulang”.

Dalam pengujian tembak langsung pada akhir tahun lalu, tes elastisitas proyek “Blade of Swords” dari Sky Sword II juga dipromosikan. Rudal itu berhasil diluncurkan dari sayap jet tempur dan berbagai tes penerbangan dilakukan dan telah dinyatakan berhasil mencapai kinerja yang ditetapkan.

Sky Sword II dengan jangkauan 100 km diperkirakan akan melakukan uji coba langsung secara penuh pada tahun depan. Selain merencanakan jangkauan 100 km, banyak tes juga telah memenuhi persyaratan. Jika semua berjalan dengan baik, uji coba amunisi langsung akan tersedia tahun depan.

Pesawat tempur F-16 Angkatan Udara Taiwan telah mengalami upgrade, sehingga dapat dipasang rudal jarak menengah hingga 4 unit per pesawat yang sebelumnya hanya bisa membawa 2 rudal saja.

Selain melakukan upgrade anti interferensi elektromagnetik, efisiensi bahan bakar rudal, juga termasuk peningkatan daya ledak dan jangkauan efektif dari rudal TC-II, yang dari semula hanya 60 km kini telah mencapai lebih dari 100 km. Itu semua lebih sesuai dengan kebutuhan medan perang di masa depan.

Berbagi

  2 Responses to “Taiwan Berhasil Meningkatkan Jangkauan Rudal TC-2”

  1.  

    Tien Chien II/ Air Sword II – Long Range Hypersonic Air to Air Missile

    https://youtu.be/GmohphJsJ34

  2.  

    Pengujian misil TC-2 jg dilakukan di salah satu kawasan hutan di wilayah taiwan yg mengakibatkan sebuah pohon besar tumbang, diperkirakan 2 kuntilanak tewas saat berada di atas pohon.

 Leave a Reply