Mar 192018
 

Joint Strike Fighter (JSF) F-35B bersiap melakukan pendaratan secara vertikal © US Navy via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Taiwan masih berharap untuk membeli jet tempur F-35B dari AS karena model tersebut sesuai dengan kebutuhan angkatan udara, menurut Menteri Pertahanan Nasional Yen Teh-fa (? ? ?) kepada sebuah komite legislatif yang dilansir dari laman Taipei Times.

“Kemampuan lepas landas jarak pendek dan mendarat secara vertikal (STOVL) F-35B tersebut benar-benar memenuhi kebutuhan angkatan udara”, kata Yen dalam sebuah sesi tanya-jawab dengan Komite Pertahanan Nasional dan Luar Negeri.

Namun, Kementerian Pertahanan Taiwan masih belum membuat permintaan resmi ke AS untuk membeli jet tempur tersebut dan dia tidak bisa mengatakan berapa yang akan dibeli untuk Angkatan Udara Taiwan.

Yen, mantan Sekretaris Jenderal Dewan Keamanan Nasional (NSC), mengulangi sebuah rencana yang pertama kali diumumkan oleh Kementerian Pertahanan Taiwan pada akhir 2011 lalu.

Direktur Jenderal Departemen Urusan Luar Negeri Amerika Utara Remus Chen (???) mengatakan pada sebuah konferensi pers bahwa pemerintah Taiwan telah memperjelas niatnya untuk mencari persenjataan dari AS untuk memenuhi kebutuhan pertahanan udara.

“Mudah-mudahan kebutuhan itu bisa segera terpenuhi”, katanya.

Ketika ditanya untuk mengomentari pernyataan Chen, juru bicara American Institute di Taiwan (AIT) Sonia Urbom mengatakan dalam sebuah e-mail bahwa pemerintahan AS tetap berkomitmen penuh untuk memenuhi tanggung jawab dibawah Taiwan Relations Act (TRA), namun tak dapat berkomentar mengenai potensi penundaan atau penjualan senjata.

“Sesuai dengan TRA, kami akan terus menyediakan artikel dan layanan pertahanan yang diperlukan agar Taiwan dapat mempertahankan dengan kemampuan pertahanan diri yang memadai. Kami masih terus meninjau kebutuhan defensif Taiwan secara terus menerus dan akan berkonsultasi dengan Kongres sesuai kebutuhan”, katanya.

Presiden Taiwan, Tsai Ing-wen (???) mengatakan pada bulan Mei tahun lalu bahwa pemerintahannya tidak menolak kemungkinan mendapatkan jet tempur generasi kelima F-35.

“Kami tidak mengesampingkan peralatan militer yang akan berarti bagi pertahanan dan strategi pertahanan kami, dan F-35 adalah salah satunya”, kata Tsai kepada Reuters.

Bagikan: