Oct 132018
 

Taipei, Jakartagreater.com – Presiden Taiwan Tsai Ing-wen pada Rabu berjanji meningkatkan keamanan nasional, dengan menyatakan pemerintahnya tidak akan tunduk kepada tekanan China sementara Beijing meningkatkan tekanan untuk menegaskan kadaulatannya atas pulau dengan pemerintahan sendiri itu, dirilis Antara, 11/10/2018..

Keterangan Tsai muncul beberapa pekan menjelang pemilihan umum setempat di pulau itu pada akhir November 2018, yang dipandang sebagai ujian bagi kinerja partai berkuasa dalam pemilihan presiden pada tahun 2020.

“Pada saat ini, intimidasi China dan tekanan politik tidak hanya mencederai hubungan di antara kedua pihak itu, tetapi menantang secara serius stabilitas perdamaian di Selat Taiwan,” kata dia dalam pidato Hari Nasional di Taipei.

Taiwan akan meningkatkan anggaran pertahanannya tiap tahun untuk menjamin dirinya dapat mempertahankan kedaulatannya, kata Tsai, dengan meningkatkan kemampuan militer dan pemenuhan sendiri, termasuk memulai kembali pengembangan pesawat latih dan kapal selam canggih untuk dalam negeri.

China, yang memandang Taiwan sebagai provinsi bandel, telah meningkatkan tekanan militer dan diplomatik atas Taipei, mengarah kepada periode yang sulit bagi presiden itu dan Partai Progresif Demokratik (DPP) pimpinanya, yang menginginkan kemerdekaan Taiwan.

Tiga bekas sekutunya – El Salvador, Burkina Faso dan Republik Dominika – mengalihkan hubungan diplomatik ke Beijing tahun ini, dan militer China telah meningkatkan latihan-latihan di sekitar Taiwan, yang Taipei telah kutuk dan katakan sebagai intimidasi.

Taiwan harus bekerja dengan negara-negara lain untuk membangun koalisi mempertahankan demokrasi, kata Tsai, seraya mengucapkan terima kasih atas dukungan parlemen Eropa dan Amerika Serikat.

Bulan lalu, Departemen Luar Negeri AS menyetujui penjualan kepada Taiwan suku cadang bagi pesawat-pesawat tempur F-16 dan pesawat militer lainnya senilai 330 juta dolar, suatu langkah yang China katakan akan membahayakan kerja sama China-AS.

China tidak pernah meninggalkan penggunaan kekuatan untuk memasukkan Taiwan di bawah kendalinya dan berulang-ulang menyebut pulau itu isu paling sensitifnya dalam hubungan dengan Amerika Serikat.

Hubungan dengan Bejing menukik tajam sejak Tsai naik ke tampuk kekuasaan pada 2016, dengan China menyangka ia ingin mendorong kemerdekaan resmi, yang menjadi garis merah bagi Beijing.

 Leave a Reply