Nov 202016
 
F-16B Fighting Falcon Tawiwan (Toshiro Aoki)

F-16B Fighting Falcon Tawiwan (Toshiro Aoki)

Sebagai bagian dari program pemerintah untuk mengembangkan industri pertahanan dalam negeri, Departemen Pertahanan Taiwan menyatakan akan menyelesaikan upgrade empat jet F-16 tahun depan, membuat Taiwan bangsa pertama yang memiliki armada F-16Vs, sementara angkatan laut akan tender penawaran untuk desain kapal selam dari perusahaan lokal.

Aerospace Industrial Development Corp (AIDC) mulai me-retrofit jet F-16A/B angkatan udara Taiwan pada 16 Januari, dan empat pertama F-16Vs, varian upgrade dari F-16A/B, akan selesai tahun depan, ujar Kepala Staf Angkatan Udara Taiwan, Letnan Jenderal Fan Ta-wei 17/11/2016 dalam review anggaran yang diselenggarakan oleh Legislatif, Komite Luar Negeri dan Pertahanan Nasional.

AIDC akan menyelesaikan upgrade antara 25 dan 28 pesawat tempur F-16 setiap tahun dan angkatan udara Taiwan memiliki 144 jet F-16 – termasuk 10 F-16 yang ditempatkan di sebuah pangkalan AS – akan selesai diupgrade pada 2023, kata Fan.

Angkatan udara mengeluarkan dana US $ 3,45 milyar untuk Phoenix Rising Project yang bertujuan meng-upgrade armada pesawat F-16A/B menjadi spesifikasi F-16V pada tahun 2022.

Kontrak diberikan kepada perusahaan AS Lockheed Martin Corp, produsen asli dari pesawat F-16, dan AIDC Taiwan.

Taiwan kehilangan satu F-16A/ pada bulan Januari ketika jatuh di sebuah pangkalan AS selama misi latihan rutin, yang menewaskan pilotnya, Mayor Kao Ting-cheng (? ? ?).

Dua pesawat F-16 yang saat ini sedang ditingkatkan oleh Lockheed Martin di AS dan telah dilengkapi dengan radar AESA yang dikembangkan untuk angkatan udara Taiwan.

Perusahaan telah menyelesaikan penerbangan pertama dari pesawat F-16V yang dilengkapi dengan radar AESA yang mampu mendeteksi pesawat siluman.
Lockheed Martin juga mengawasi proyek retrofit sedang dilakukan oleh AIDC di Taiwan.

Kerja Lockheed Martin pada proyek upgrade lebih cepat dari jadwal, memungkinkan AIDC untuk memulai proyek lebih cepat dari yang diharapkan, kata Fan.

Dalam berita terkait, KSAL Laksamana Madya Mei Chia-shu mengatakan angkatan laut pada hari Selasa memulai tender terbuka untuk desain kapal selam baru sebagai langkah pertama menuju pengembangan kapal selam dalam negeri.

“Hanya kontraktor lokal dapat ikut tender,” kata Mei, dan angkatan laut berencana untuk menandatangani kontrak dengan pemenang bulan depan.

Kontraktor harus menyelesaikan desain dalam tiga tahun dan itu akan memakan waktu sekitar lima tahun untuk membangun prototipe, sehingga kapal selam pertama diharapkan akan dikirim pada 2024 dan dimasukkan ke dalam layanan di awal tahun 2025, kata Mei.

Angkatan laut Taiwan meminta anggaran dari NT$2.97 miliar untuk tahap desain, yang NT$790 juta harus dikeluarkan pada tahun fiskal berikutnya, tapi Komite memotong anggaran sebesar NT $ 150 juta dan membekukan lagi NT $ 50 juta.

Sumber : Taipeitimes.com

Bagikan:

  16 Responses to “Taiwan Upgrade Jet F-16 ke Viper dan Bangun Kapal Selam”

  1.  

    taipan di lawan !!

  2.  

    F16 A/B bisa diupgrade Viper? Punya kita bisa juga dong

  3.  

    Berarti dny kata lain, F-16 A/B kita bisa jg diupgrade menjadi F-16 Vi. Jika punya Taiwan yg setipe dng punya TNI AU pengadaan pertama saja bisa. Hanya saja punya kita diupgrade setara apa ya.?

    •  

      Seorang cewek masuk keruang praktek dokter:
      “Dok, saya ingin dioperasi supaya mirip Raisa”
      “Bisa Bu. Nanti hidungnya kita bikin mancung, dagunya dilancipin, giginya sedikit Dipotong”
      Setelah operasi berjalan sukses, dokter sibuk mencari foto Raisa di google. Dari ribuan foto, dicari yang paling mirip dengan wajah si cewek, yaitu foto Raisa dari samping kiri pada jarak 10 meter.
      “Nah Bu, ini foto Raisa. Coba lihat dicermin, mirip sekali dengan ibu”.
      “Wah, iya Dok. Mirip sekali. Terimakasih Dok, nggak rugi saya ngeluarin duit banyak”.
      Setelah pulang kerumah, tetangga dan kerabat menjenguk.
      “Kok jadi aneh ya wajah bu Rani? ”
      “Iya nih. Katanya dioperasi supaya mirip Raisa”.
      FAktanya yang bilang Rani mirip Raisa, hanya dokter dan Rani. Dan itu sudah cukup untuk marketing.
      Tunggu ifx aja, mudah-mudahan lancar……

    •  

      @pak dokter

      Achhh….baru tau kalo pak dokter ini ahli bedah plastik….

      Dok saya punya benang yang bagus lho….lebih bagus dari benang korea

  4.  

    Yang jelas klo ada dana.. apa aja bisa,. Duit emang gak pernah bohong.

  5.  

    jangan di oprek tp beli yg baru pak..

  6.  

    F-16 ITU PESAWAT TUA MAU DI UPGRADE BLOK 100 JUGA PESAWAT TUA. NEGARA YANG MASIH BELI ATAU UPGRADE F-16 ITU DALAM KEADAAN TERPAKSA TIDAK ADA OPSI LAIN KARENA MEMPUNYAI ANGGARAN MINIM SEPERTI IRAK.

    LIHAT SAJA NEGARA YG ANGGARAN MILITERNYA ‘GONDRONG’ SEPERTI TURKI, BELANDA DAN DENMARK, SEMUA ARMADA F-16 MEREKA MAU DIGANTI F-35.

    KESIMPULANNYA F-16 ADALAH PESAWAT SAMPAH. TERMASUK F-16 TNI YG MENDAPATKAN HIBAH, F-16 TNI DI HIDUPKAN LAGI DARI BONEYARD.

    MEDIUM FIGHTER MENDING BELI GRIPEN ATAU MIG-35 YG MODERN.

    •  

      F16 bukan pesawat sampah bung…F16 masih jet legendaris dan ud betel propen…bhkn varian terbaru yaitu f16v
      Sebagian elektronik nya cangkokan dari f35 dan f22

      •  

        Betul bung @jfs.
        F-16 memang sudah terbang sejak era 70′ an. Yang dimiliki TNI AU pun memang pesawat tua. Tapi F-16 yang diproduksi sekarang berarti benar2 pesawat baru dengan avionik berteknologi baru. Itu pesawat canggih dan sangat bagus.
        Tapi saya setuju dengan bung@Ganar untuk TNI AU sebaiknya tidak membeli pesawat ini. Dengan alasan teknis (downgrade), dan nonteknis (embargo, campurtangan politis) dll.

  7.  

    Buat apa punya banyak jet tempur…Lebih baik punya ribuan rudal SAM dan SSM…Kalau jet cukup 320 unit yg serba guna…cukup untuk bombardir daratan musuh

  8.  

    Indonesia tidak boleh memikirkan F-16 blok berapapun, …… masih banyak pespur Rusia yg lebih gahar, bebas embargo serta bebas dari segala jenis kadal pula !!!

 Leave a Reply