Tak Bisa ke Lain Hati

43
75
Latihan Bersama Indonesia - Australia (JOCIT)
Latihan Bersama Indonesia – Australia (JOCIT)

Australia dan Indonesia sepakat memulai kembali kerjasama intleijen dan militer. Pemulihan kerjasama ini dituangkan dalam dokumen Joint Understanding of a Code of Conduct (JUCC) yang akan ditandatangani di Jakarta oleh kedua negara.


Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop akan terbang ke Jakarta dalam beberapa hari ini untuk bertemu Menteri Luar Negeri Indonesia Marty Natalegawa dan secara resmi menandatangani apa yang dinamakan JUCC.

Tahun lalu Indonesia membekukan kerjasama dengan Australia setelah muncul laporan bahwa Australia memata-matai Presiden SBY, isterinya dan sejumlah pejabat tinggi Indonesia. Akibatnya, paling tidak tujuh latihan militer Angkatan Bersenjata Australia (ADF) dengan TNI dibatalkan, termasuk latihan anti pembajakan.

Menlu Bishop, yang selama beberapa bulan terakhir ini berunding dengan Menlu Natalegawa mengenai tata tertib baru tersebut, telah menegaskan terobosan itu.

“Kami telah mencapai persetujuan mengenai pengertian bersama dan kami saat ini sedang mengatur waktu untuk menandatanganinya,” katanya.

ri-australia
Menlu Australia Julie Bishop dan Menlu Indonesia Marty Natalegawa. (Foto: Kemenlu Australia)

Jurubicara Oposisi bidang Luar Negeri Tanya Plibersek menyambut baik perkembangan ini, dan berharap hubungan dengan Indonesia bisa segera pulih kembali.

Namun ia menyatakanm Pemerintahan Tony Abbott tidak mengelola hubungan dengan Indonesia secara baik.

“Faktanya, dibutuhkan 257 hari bagi pemerintah untuk menyatakan bahwa hubungan telah dipulihkan kembali,” katanya.

Mantan Dubes Australia untuk Indonesia John McCarthy mengatakan, tantangan dari kesepakatan pemulihan hubungan ini adalah bagaimana implementasinya di lapangan.

Rincian pengertian bersama itu belum diumumkan tapi dikabarkan mencakup penggunaan badan-badan intelijen di Indonesia oleh Australia.

Penandatanganan itu akan disaksikan oleh Presiden SBY. Menurut sumber ABC, tanggal penandatanganan akan tergantung pada jadwal SBY. (radioaustralia.net.au)

43 KOMENTAR

  1. Sejak sekarang harus selalu ada kewaspadaan di balik senyum kita pada tetangga selatan itu, melalui berbagai antisipasi. Tak bisa percaya begitu saja. Sudah terlalu sering mereka bermuka ganda, membuat muak rasanya. Sementara memang harus menahan diri sambil terus memperkuat otot. Harus bisa suatu saat, bukan hanya diplomatik, tapi juga bisa mengirim “sengat” sesuai takaran supaya lebih jera.

  2. Tetep harus waspada…!! Tau sendirilah tingkah tuh tetangga, semuanye ada pelajaran mana teman sejati sama bukan…!! Aushit ga bisa lepas dari indonesia,brp banyak kerugian yg ditanggung tuh aushit,salahsatunye para imigran gelap,serta berkurangnye import sapi yg merugikan para pengusaha di aushit dg kerugian yg tidak sedikit malah sampai ada yg gulung tikar…itulah akibatnye tetangge yg sok kaya,angkuh…!!!

    ….NKRI HARGA MATI….

    • iya bung nyoto.. indonesia harus menguasai dalam negri dulu baru keluar:

      pulau jawa, bali dan penduduknya: ekspansi dan merebut hati australia dan selandia baru untu bersama dengan indonesia.

      Lombok, NTT, NTB dan penduduknya: berusaha mempengaruhi dan merebut simpati warga timor leste

      sumatra dan penduduknya: berusaha menarik simpati dg malaysia, thailand dll

      kalimantan: Sabah, Searawak dan brunai harus disatukan dalam satu koordinasi

      sulawesi: filipina juga harus diajak kerjasama

      ambon dan papua: mengajak papuanugini, palu, fiji untuk bersama sama membangun aliansi militer strategis dengan indonesia

      akhirnya:

      Siap melakukan perang dengan pasukan dari Utara yang katanya mbah bowo bakal jadi musuh indonesia..

  3. Seharusnya pemerintah kita tidak mengundang menlu Australia untuk menandatangani perjanjian tersebut. Seharusnya kita meminta PM Australia si Tony yang datang ke Jakarta untuk menandatangani perjanjian tersebut sekalian untuk tanda permintaan maaf secara formal di depan publik atas kasus spinonase yang lalu.

    Pion yang dimainkan Tony selalu menteri-menterinya terus jadi tampak jelas kalau Tony memang PM yang licik.