Des 152018
 

Sistem rudal pertahanan udara jarak pendek SPYDER buatan Israel © Rafael Advanced Defense Systems

JakartaGreater.com – Vietnam kemungkin tidak akan melanjutkan pembelian lanjut dari sistem rudal pertahanan udara jarak pendek menengah buatan Israel, SPYDER (Python dan Derby), seperti dilansir dari laman TASS, mengutip pernyataan dari sumber militer Vietnam yang tak ingin disebutkan namanya.

Rencana pembatalan untuk pembelian lanjutan tersebut disebabkan karena terdapat beberapa kekurangan yang ditemukan dalam sistem persenjataan SPYDER buatan Israel tersebut.

“Kementerian Pertahanan Vietnam menentang pembelian sistem rudal jarak pendek SPYDER Israel yang baru. Secara khusus dalam perkiraan spesialis militer, sistem ini beroperasi buruk dalam cuaca tropis dimana sistem secara perlahan menjadi rusak (berkarat)”, kata sumber itu.

Sistem SPYDER juga tak kompatibel dengan sistem rudal permukaan-ke-udara Rusia yang disediakan sebelumnya untuk Angkatan Bersenjata Vietnam, “jadi menurunkan efisiensi dari sistem pertahanan udara gabungan Vietnam”, tambah sumber itu.

“Sistem rudal buatan Israel telah diuji coba di Vietnam sejak awal tahun ini dan dalam banyak kasus uji peluncuran tersebut gagal”, jelas sumber.

Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh komentar resmi baik dari kementerian pertahanan Vietnam maupun produsen senjata asal Israel, Rafael.

Sistem rudal pertahanan udara jarak pendek SPYDER buatan Israel © Rafael Advanced Defense Systems

Kontrak untuk pengiriman sistem rudal permukaan-ke-udara SPYDER ke Vietnam ditandatangani pada 2015 dengan produsen pertahanan Rafael Advanced Defense Systems asal Israel.

Jumlah dari kesepakatan tersebut tidak diungkapkan. Menurut sumber terbuka, pihak Vietnam kemudian memperoleh lima atau enam baterai dari sistem pertahanan udara SPYDER dan sebanyak 250 rudal.

SPYDER adalah sistem pertahanan udara mobile jarak pendek dan menengah buatan Israel yang dikembangkan oleh Rafael Advanced Defense Systems dibantu oleh Israel Aerospace Industries (IAI). Sistem ini mencapai tonggak pentingnya pada tahun 2005 ketika rudal yang ditembakkan terhadap sasaran uji di Shdema, Israel dan langsung mengenai sasaran.

Peluncur SPYDER ini dirancang menembakkan rudal permukaan-ke-udara Python-5 yang memiliki jangkauan 20 km dan rudal permukaan-ke-udara Derby yang memiliki jangkauan maksimum hingga 50 km.