Nov 072018
 

dok. Mantan Petempur Taliban. commons.wikipedia.org

Peshawar, Jakartagreater.com РTaliban Afghanistan akan mengikuti pembicaraan perdamaian banyak pihak, yang diselenggarakan oleh Rusia pada Jumat 2-11-2018, kata sejumlah tokoh utama kelompok itu dirilis Antara,  Selasa 6-11-2018.

Taliban mengungkapkan keputusan tersebut setelah Amerika Serikat dan Afghanistan menolak undangan mengikuti pertemuan Moskow. Namun, juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid mengatakan para tokoh tidak secara resmi setuju mengambil bagian dalam pembicaraan itu.

Rusia mengundang 12 negara dan Taliban, namun Amerika Serikat dan pemerintah Afghanistan, yang didukung AS, menolak hadir. Perwakilan dari Iran, China, Pakistan, Tajikistan, Uzbekistan dan Turkmenistan dijadwalkan hadir, kata para tokoh itu.

Pertemuan Moskow menggarisbawahi peranan penting yang sedang dimainkan Rusia di Afghanistan, beberapa dasawarsa setelah pasukan Soviet keluar dari negara itu, dengan membawa rencana investasi bisnis, program diplomatik dan kebudayaan serta bantuan militer kecil untuk pemerintah pusat.

Presiden Afghanistan Ashraf Ghani menolak undangan karena menganggap bahwa pembicaraan dengan Taliban harus dipimpin oleh pemerintah Afghanistan. Meskipun begitu, Rusia tetap maju dengan pertemuan Moskow-nya.

Langkah diplomatik Rusia itu telah membuat marah Kabul karena pertemuan tersebut bisa menyulitkan proses perdamaian dukungan AS yang sedang berjalan. Delegasi berisi 5 anggota Taliban yang dipimpin oleh Sher Mohammad Abbas Stanakzai, kepala dewan politik Taliban di Qatar, akan hadir pada pertemuan Moskow.

“Sebagian besar pemimpin utama kami telah menunjukkan keinginan untuk berpartisipasi dalam pembicaraan perdamaian Moskow walaupun beberapa di antara mereka juga memperlihatkan keraguan dan mengatakan (pertemuan) itu tidak akan memberikan keuntungan apa pun bagi mereka di lapangan di Afghanistan,” kata seorang anggota Taliban.

Beberapa anggota Taliban mengatakan delegasi kelompok itu akan menyampaikan tuntutan mereka agar seluruh pasukan asing ditarik, semua tahanan dibebaskan dan larangan bepergian dicabut.

Kendati pejabat pemerintah Afghanistan tidak akan menghadiri pertemuan Moskow, anggota Dewan Tinggi Perdamaian (HPC) diperkirakan hadir. HPC adalah badan Afghanistan, yang menaungi upaya memulai kembali perundingan perdamaian.

  5 Responses to “Taliban Akan Menghadiri Pembicaraan Damai di Moskow”

  1.  

    satu bangsa, satu iman, kog bisanya saling menjatuhkan dan membinasakan, menang jumlah tapi miskin kualitas, gimana bisa maju dan beradab ? yg kayak gini kog ada yg mau mentranfer ke indonesia…sehat pak Eko…?

    •  

      msalah imigran toh

      tolak semuanya baik dari, China,India,Bangladesh maupun orang Bangladesh yg nyamar jadi myanmar Indonesia sudah cukup populasinya, terkecuali jika mereka mau berinvestasi atau mendirikan pabrik dgn tenaga kerja lokal

  2.  

    Semoga Moskow bisa membantu sebagai mediator dalam proses perdamaian….

  3.  

    loh lucu yah malah mengundang yg tak sah secara de facto dan de jure di negara asalnya

    Taliban dulu adlah sempalan Mujahidin musuh bebuyutan Uni Soviet dan proxy As yg sempalan satunya dalah Aliansi suku2 utara yg sekrang menempati pemerintahan Afghan
    klo caranya begini ya perang proxy lagi

    Afghansitan bisa berubah dgn meningkatkan pendidikan dan deradikalisasi Ideologisasi agama yg menjangkiti suku2 Pashtun baik dlm negeri afghan sendiri maupun lintas batas negara di sekelilingnya.
    satu hal yg tak dimengerti politisi2 As yg ingin merubah institusi politik terlebih dahulu, memasuki sebuah konflik tanpa pemikiran lebih lanjut bgaimana keluar dari konflik tersebut dan sekarang terjebak dgn forever war di afghan

  4.  

    Saling berebut pengaruh dan sda, tgl negara yg berkepentingan yg mn berhasil mendamaikan Afghanistan dan mengambil keuntungan dr penanaman modal dlm eksploitasi sda dsn.

 Leave a Reply