Oct 162018
 

Dokumentasi Pasukan Taliban © Al Jazeera via Youtube

JakartaGreater.com – Laporan yang muncul setelah pertemuan pada hari Jumat di Doha, Qatar, antara diplomat AS dan pejabat Taliban menunjukkan bahwa Washington telah setuju untuk membahas penarikan pasukannya pulang dan mengakhiri perang selama 17 tahun Amerika di Afghanistan, seperti dilansir dari laman Al Jazeera.

Dalam pembicaraan pendahuluan yang dilaksanakan pada hari Jumat, utusan khusus AS ke Afghanistan Zalmay Khalilzad berdiskusi dengan Taliban untuk mengakhiri perang 17 tahun AS di Afghanistan, menurut kedua pejabat Taliban yang tidak ingin disebutkan jati dirinya.

“Enam delegasi AS tiba di Doha untuk mengadakan pertemuan dengan para pemimpin Taliban dan setuju untuk membahas semua masalah, termasuk pada penarikan pasukan asing”, kata pejabat Taliban.

Ia menambahkan bahwa itu adalah pertemuan awal dan semua masalah telah dibahas secara umum, namun tidak secara detail, pembicaraan tambahan diharapkan dalam beberapa bulan mendatang.

Tuntutan Taliban untuk penyelesaian secara damai sejak hampir dua dekade konflik di Afghanistan ditangan AS termasuk penarikan lengkap semua personel militer Amerika, termasuk tentara bayaran, serta pencabutan sanksi terhadap para pemimpinnya dan juga membebaskan para pejuang Taliban yang dipenjara di Afghanistan dan penciptaan dan pengakuan partai politik resminya.

Setelah pembicaraan eksplorasi Jumat, Khalilzad dan pejabat AS lainnya menolak untuk mengomentari kemajuan yang telah dicapai antara kedua pihak, menurut Al Jazeera.

Para pejabat AS, termasuk Asisten Deputi Sekretaris Negara Alice Wells, sebelumnya pun bertemu dengan para pejabat Taliban di Qatar pada bulan Juli.

Ditunjuk pada bulan September sebagai Wakil Khusus AS untuk Rekonsiliasi Afghanistan, Khalilzad dalam beberapa bulan terakhir bertemu juga telah dengan perwakilan dari Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Pakistan dan Afghanistan dalam upaya untuk membentuk jalan menuju perdamaian.

AS menginvasi Afghanistan pada tahun 2001 sebagai reaksi terhadap serangan teroris 9/11, dengan misi berlangsung hingga 28 Desember 2014. Pada tahun 2015, pasukan NATO memulai misi baru, Resolute Support, yang ditujukan melatih pasukan keamanan Afghanistan. Namun demikian, operasi militer AS yang tampaknya tak berujung telah menunjukkan efektivitas yang terbatas dalam membangun perdamaian di Afghanistan.

  3 Responses to “Taliban Klaim AS Setuju Bahas Penarikan Pasukan”

  1.  

    Yah taliban setuju pasukan asing ditarik supaya mereka berkuasa. zzzz

  2.  

    Mungkin amerika lebih baik mundur dr afghanistan dr pada dipertahankan banyak korban
    😆 😆

 Leave a Reply