Sep 292014
 
Super Tucano TNI AU

Super Tucano TNI AU (photo: Newman Homrich)

Jakarta – Empat pesawat tempur intai-sergap serba guna, EMB-314 Super Tucano tiba di Pangkalan Udara Utama TNI AU Abdulrahman Saleh, Malang, Jawa Timur, Jumat dan langsung bergabung dengan empat unit Super Tucano terdahulu di Skuadron Udara 21 Wing Udara 2.

Tidak kurang Panglima Komando Operasi Udara II, Marsekal Muda TNI Abdul Muis, menyaksikan kehadiran touch down Super Tucano di landas pacu, bersama komandan pangkalan udara, Marsekal Pertama TNI Sungkono.

Super Tucano datang secara bertahap. Pada tahap pertama datang empat unit pada awal September 2012 lalu, yang saat mendarat di Pangkalan Udara Utama TNI AU Halim Perdanakusuma masih bernomor registrasi eksperimental tanpa slot dan pod persenjataannya.

Keempat batch perdana itu kemudian diberi nomor registrasi TT-3101, TT-3102, TT-3103, dan TT-3104. Lalu empat unit Super Tucano pada batch kedua ini diberi nomor register TT-3105, TT-1306, TT-1307 dan TT-1308. Kode TT pada awal angka bermakna tempur taktis.

Super Tucano merupakan pesawat terbang turbo prop bermesin tunggal yang diketahui sangat lincah dan cocok untuk operasi penyergapan dan pencegatan di darat, intelijen aju, patroli darat dan maritim terbatas, dan misi-misi militer lain, di antaranya pengeboman dan sabotase.

Super Tucano TNI AU (photo: Newman Homrich)

Super Tucano TNI AU (photo: Newman Homrich)

Dia didedikasikan menggantikan pesawat tempur handal battle proven OV-10F Bronco buatan Rockwell International, Amerika Serikat, yang sejak dibeli pada 1975-1976 dalam kekuatan satu skuadron penuh, belum pernah gagal menjalankan misinya.

Ada perbedaan mendasar antara Super Tucano dengan Bronco, yaitu Bronco mampu membawa kargo barang atau empat peterjun payung bersenjata lengkap, atau dua tandu untuk mengevakuasi personel yang terluka dari medan operasi.

Salah satu kesamaannya adalah sanggup lepas-landas dan mendarat dari landas pacu yang terbatas dan darurat dengan dukungan darat sekedarnya. Selain itu, sama-sama dilengkapi kanon 20 milimeter yang pas untuk straffing (berondongan peluru dari udara) terhadap sasaran bergerak dan statis di darat.

Hingga akhir 2014, diharapkan ke-16 Super Tucano yang dibeli dari Embraer SA, Brazil, telah lengkap dan bisa beroperasi penuh.

Spesifikasi Super Tucano di antaranya: kemampuan manuver 3,5 g sampai 7 g, kecepatan maksimum 590 km/jam, ketinggian maksimum 31.000 kaki dpl. Persenjataan AIM-9 sidewinder, AAM-1 piranha, bom MK-81 dan MK-82, roket FFAR. Sistem navigasi digital, sistem kendali terintegrasi HOTAS, bisa dipakai intai taktis karena memiliki pod FLIR dan DLIR, bisa beroperasi mandiri dgn dukungan minimal dan cocok dgn topografi serta kontur/iklim tropis basah. (www.antaranews.com/Ade P Marboen).

  52 Responses to “Tambahan 4 EMB-314 Super Tucano”

  1. Selamat pagi saudara….!!!

    • Jadi inget film “red tails” jika liat pesawat ginian,btw jika di daerah perbatasan dan daerah yg rawan konflik di sediain 1 ska pesawat COIN bagus juga….ma’af kalo salah…

      • Meski baling2 bambu tapi sangar juga bawaanya..mustinya PT DI bisa buat yang seperti itu, Ayo PT DI

        • Beli TOT Bronco aja, pasti dikasi kan pesawat jadul. Tinggal tambah kemampuan bawa FLIR dan Rudal modern.

          Speknya ternyata masih bagus si bromocorah yang mampu bawa cargo ketimbang tukino….jadi heran kok kita bela-belain beli ni pesawat, udah bermasalah pula deliverynya…

          • hibah dari nazi heheh

          • He he..aneh…pesawat tempur kok bs bw kargo…kalo bs bawa kargo apa bedanya ama pesawat angkut? Jangan jangan basis awalnya emang cesna nih bronco :mrgreen:

          • kaga ape bung MJ,. ambil manfaatnye,. pilot kita bisa latihan., daripada nganggur di hangar maen kelereng mulu,. lagipula bisa buat patroli di perbatasan,. ngeliat tetangga lagi kepanasan., kite kipasin pake tu kipasnye tukino., kekekeke

        • macam gak sreg di hati……….gak tau..kenapa…………..

          • Bandingkan dulu speknya dgn bronco bung…terutama avionics,persenjataan dan kemampuan manuver hingga berapa g….komentar anda pasti lain 😀

        • ia untuk coin Bronco belum ada yang nandingin….napa gak ngembangin casa aja ya…… sayap tukino ada di bawah..rawan untuk ndarat di lapangan rumput yang bbanyak di papua……kan katanya untuk di papua….

  2. Welcome

  3. Bakal ada tambah 1 skad lagi diisi Super Tucano?

  4. Kereen,…!

  5. pagi bung mirza, salam kenal..

  6. maaf, ada yg tau g indonesia dapat berapa dari pinalti yg harus dibayarkan brasil karena keterlambatan produksi.?

  7. welcome tukino

  8. Dipakai untuk berantas opm sama penyelundup di perbatasan, imho????

  9. amin juga buat bung mirza, sht slalu skluarga…amin

  10. Assmlkum warjager, ane mo tanya, apakah super tucano ini bisa dilengkapi dengan rudal/roket anti tank seperti hell fire ?
    kalo bisa ada baiknya ditempatkan di kalimantan, sebagai anti dot terhadap mbt nya malon !

    • Rudal anti pesawat / heli seperti Piranha sudah mampu digotong pesawat ini (Brazil sudah menggelar pesawat ini dgn Piranha, banyak koq fotonya di Internet), jadi rudal yang lain sangat potensi untuk digotong.

  11. Pesawat seperti ini yg dibutuhkan utk diterjunkan di papua, shg bisa memberikan bantuan tembakan bagi prajuirt TNI yg kontak senjata dng teroris papua. Setiap ada berita kontak senjata, belum pernah dengar/ sangat jarang terdengar adanya bantuan serangan dari pesawat tempur atau heli tempur, sehingga kontak senjata bisa berlangsung berjam2, akhirnya para teroris lolos dengan mudah dengan memanfaatkan kondisi alam yg ada. Mungkin bisa lain ceritanya, begitu ada kontak senjata, Tucano/heli serbu/serang langsung diterjunkan sampai tuntas. Maaf hanya pendapat orang awam.

  12. Pesawat dg kemampuan spt ini kok malah di pangkalin di malang ya…kalo menurut saya lebih baik di pangkalin sekitar perbatasan…batam, kalimantan, irian…

    • Kenapa homebase di Malang? Karena di lanud tsb sudah lengkap unit pendukungnya, seperti skadron teknik, depo pemeliharaan, bahkan skadron paskhas.

      Soal digelar di perbatasan, ya tidak masalah. Dan memang rencananya pasti ada satu flight (beberapa pesawat) digelar di lanud2 dekat perbatasan atau wilayah operasi.

      • Tapi ancaman di Malang itu siapa, pindahin aja semua ke Kalimantan utara dan Papua + Timor barat

        • penempatan alutsista tidak hanya melihat faktor ancaman, ada beberapa faktor lainnya yang perlu diperhatikan. Percayalah, user punya alasan tepat untuk pemlihan pangkalan.

          • Tapi kalo menurut pendapat awam saya, mas tukino ini manfaatnya akan lebih terasa kalo di kandangkan di Papua. Miris hati setiap hari prajurit TNI selalu jadi bulan-bulanan OPM di sana.

          • Selain sarana pendukung sudah tersedia lengkap, sehingga tdk pelu membangun yg baru, pasukan awak dan pendukungnya sdh mapan dan menetap di Malang beserta keluarganya. Berat dong kalau harus pindah ke papua/kalimantan. xixixi. (maaf cuma guyonan, Prajurit TNI siap DITUGASKAN dimana saja)
            Barangkali bisa dipertimbangkan utk ditempatkan di BIAK dan Tarakan, dimana sarana pendukung pasukan yg ada mungkin juga sudah lengkap.
            Jadi selama masih homebase di Malang, pasukan TNI yg tiba2 diserang teroris papua tidak usah berharap bantuan tembakan dari Tukino, karena perlu waktu minimal sehari semalam baru nyampe dan gerombolan teroris sudah pergi. xixixixi.

        • Kalau masalah digelar, jelas pasti akan digelar.
          Kan pimpinan di AU (saya lupa link-nya) sudah bilang bahwa ke depan pesawat2 ada yang digelar di lanud perbatasan / daerah waspada.

          Misalnya ada 1 filght EMB-314 ditaruh di Biak, alias 24/7.
          Dan flight tersebut tentu dirotasi dengan tempat lain dan pemeliharaan di homebase.

          Kalau suatu landasan sudah cukup layak untuk ditempatkan alusista tsb, tentu bisa dijadikan homebase, seperti Lanud Supadio – Pontianak atau Lanud Rusmin Nuryadin – Pekanbaru.

          Nah, misalnya, lanud Tarakan dan Natuna apakah akan dijadikan homebase ataukah cukup sebagai tempat gelar?
          Tempat gelar di sini maksudnya adalah tetap ada pesawat / heli di situ selama 24/7 (jadi nggak dibiarkan kosong).

      • disiapin untuk parade kali

  13. TNI cermat dlm memilih dan memilah alusistanya dngn dana yg sngt minim untuk memenuhi semua matra…..bravo TNI

  14. Home base memang di malang….
    Tapi kalau penugasan Dan dipsrbantukan …itu bisa dimana mana…khusus nya diperbatasan…utk memerangi opm Dan gpk aceh…

  15. ping..!!

  16. Betul bung MJ,bromocorah memang siip untuk COIN,ato beli mesin dari pratt&whitney kaya si tukino itu,masalah bodi dan avionik kita garap sendiri….he..he..ma’af kalo salah…

  17. “Selain itu, sama-sama dilengkapi kanon 20 milimeter yang pas untuk straffing (berondongan peluru dari udara) terhadap sasaran bergerak dan statis di darat”

    Perasaan bronco dr ASU cm dibekali M60 cal 7,62 mm 4 pucuk…oleh AURI diganti dengan M2 cal 12,7 mm copotan ex mustang kita biar lebih ngegigit….super tucano malah built in dr pabrik dilengkapi FN Herstal cal 12,7 mm dua pucuk…

    Jangan lupa tucano jg bisa ngegotong dua rudal udara ke udara piranha sehingga dapat melakukan pertempuran udara secara terbatas…sangup melakukan manuver hingga 7 G sehingga kemampuannya setaraf dengan F5…bronco gak kayak gitu…

    • sayap tukino rendah.baling baling deket dengan tanah .rawan kalau pakai lapangan rumput..yang banyak di papua…..kalau bronco .sayapnya tinggi……dan gaka terlalu panjang……lapangan sempit bisa masuk…….

  18. bisa liat latihan di pandan wangi kalau datang semua nih..dulu bronco sering sekali latihan baik pengeboman atau bantuan tembakan. smoga bisa lebih baik dibanding bronco the legend

  19. 12 hercules masih saja terbang latihan ….. deru pesawatnya bikin merinding dasyat TNI AU….

  20. Kenapa ya kaca kokpitnya berwarna pelangi…..

  21. Cocok banget buat daerah timur ,
    Khususnya propinsi papua , karena daerah disana pegunungan. Dan rawan konflik seperti penembakan TNI oleh pihak asing ( ausit – png) di pegunungan jaya wijaya , yang tak menghormati warga NKRI disana .

  22. indonesia perlu pesawat tempur seperti ini, tinggal perawatan dan pemeliharaannya

 Leave a Reply