Jul 042014
 

https://i0.wp.com/images.detik.com/content/2014/07/04/4/newmont.jpg?resize=454%2C311

Jakarta -Langkah PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT) menggugat pemerintah Indonesia ke arbitrase internasional dinilai oleh Menteri Perindustrian (Menperin) MS Hidayat bisa menjadi bumerang bagi Newmont.

Hidayat mengatakan, harusnya Newmont lebih bersabar untuk mendapatkan izin ekspor konsentrat emas dan tembaga mereka. “Ya nanti dia rugi sendiri,” ujar Hidayat saat ditemui di Gedung BI, Thamrin, Jakarta, Jumat (4/7/2014).

Ia menjelaskan, pemberian izin ekspor konsentrat akan diberikan ketika sudah ada kesepakatan pembangunan smelter antara pemerintah dan PT Freeport Indonesia, di dalamnya Newmont juga ikut terlibat rencana pembangunan smelter di Gresik, Jawa Timur.

“Penyelesaiannya Newmont itu tergantung penyelesaiannya kita dengan Freeport, karena dia ikut masalah penggunaan smelter, itu mengikuti program Freeport. Jadi dia mestinya nunggu. Kalau dia nggak sabar, ya risiko dia. Risikonya ya dia nggak bisa ekspor lagi,” jelas dia.

Hidayat mengatakan akan tetap menghadapi gugatan arbitrase yang dilayangkan pihak Newmont. “Dihadapi lah. Ya diselesaikan,” katanya.

Di tempat yang sama, Wakil Menteri Keuangan II Bambang Brodjonegoro menambahkan, pembahasan soal Newmont akan dibahas lebih lanjut, namun Bambang mengaku belum ada surat masuk ke Kementerian Keuangan terkait gugatan arbitrase oleh Newmont.

“Newmont belum dibahas, nanti ada waktunya, surat belum masuk,” tandasnya.

Sebelumnya, pada 1 Juli 2014 Newmont dan NTPBV mengumumkan gugatan arbitrase terhadap pemerintah Indonesia soal larangan ekspor mineral mentah, ke The International Center for the Settlement of Investment Disputes. Newmont dan NTPBV menyatakan maksudnya untuk memperoleh putusan sela yang mengizinkan PTNNT untuk dapat melakukan ekspor konsentrat tembaga agar kegiatan tambang Batu Hijau dapat dioperasikan kembali. (finance.detik.com)

  76 Responses to “Tambang Emas Newmont Gugat RI ke Arbitrase”

  1. menarik menunggu hasil akhirnya

    • kita butuh presiden yang tegass..

      • Tenang saja jangankan cuma urusan Kuasa Penambangan…..cari aja pasti ada saja yang pantas dievaluasi….Loe Jual gua Beli…….setelah ini luncurkan satelit lalulintas laut setiap kapal yang masuk NKRI wajib regristrasi sesuai kategori apakah tranportasi barang, orang/ pesiar penangkapan ikande el el ….dan alasan pengelolaan lalu lintas dan jaminan keamanan dari RI wajib bayar retribusi lalulintas laut…..dijamin RI makmur….urusan kekayaan alam cepet buat akselerasi pembangunan dan perkuat otot pertahanan antisipasi para penentang dan cecunguk neoimperialism……Kita yang harus ngatur Rumah sendiri, Nggak dinasionalisasi pemerintah cukup cari kelemahan pelaksanaan kontrak, putuskan trus lelang ijin Kuasa penambangan ke investor dalam negeri…..banyak kok yang ngantriiiiiii…….. NKRI Harga Mati

        • setuju bung arjuna..
          sekali-sekali perusahaan asing harus di beginiin biar mereka tidak bisa semaunya lagi…..

          saya harap dengan di bawanya masalah ini ke badan arbitrase bisa memperkuat kedudukan indonesia untuk membatalkan ijin pertambangan perusahaan2 asing yg sistem pembagian hasilnya tidak adil……….

        • mantap

  2. numero one

  3. Pertamax

  4. 3 tak gentar

  5. lho pdo ng ndi iki

  6. Rakyat RI mendukungmu pak mentri
    Lah podo poso wong e makane lesu

  7. antara sedih dah seneng liat artikel ini….
    sedih karena di beberapa artikel tentang UU minerba sebelumnya banyak komentar yang pesimis akan kinerja pak SBY di akhir pemerintahannya, bahkan ada satu dua komentar yang menghujat beliau.
    senang karena jadi tau kualitas ketegasan pemerintahan pak SBY yang selama ini diragukan,
    tetap semangat… dukung UU Minerba….

  8. kan ada UU, jadi kalo gak bisa diatur dengan UU, yaaa silahkan pergi..
    gpp gak ditambang juga, biar nanti anak bangsa yg menambangnya

    • benar bung….
      banyak anak bangsa yg mengerti alur jual beli di bidang petambangan dan siap mengambil alih penambangan yg saat ini di kelola pt numon ataupun pt-pt yg lainnya…….

      salut juga buat pak beye

    • Ane percaya sama kemampuan anak bangsa sangat mampu mengelola sendiri kekayaan alam Indonesia. Ane ada pengalaman yg diceritakan oleh pelaku langsung di salah satu tambang yg beroperasi di SulSel yg dulunya milik Kanada namun kemudian beralih ke Brasil.

      Ada sekelompok engineer dr negara luar yg ujuk2 didatangkan dan ditempatkan di sono. Mendapatkan fasilitas yg luar biasa mewah melebihi engineer lokal dgn jobdesk yg sama. Songong dan sombongnya luar biasa ketika baru datang. Setelah setahun akhirnya kembali ditarik kembali oleh kantor pusat jika tidak bisa dikatakan “dipulangkan” paksa krn ternyata secara keilmuan dan prakteknya kemampuan mereka masih dibawah engineer lokal kita. Planning awal yg direncanakan mereka akan memberikan ilmu ke engineer lokal, yg terjadi malah sebaliknya. Bukan pertukaran ilmu loh, ini murni mereka sendiri mengakui bahwa kapabilitas engineer kita toh diatas mereka. Yg akhirnya malah engineer lokal kita yg banyak dikirim ke jaringan tambang mereka di seluruh dunia untuk membagi ilmu ke engineer luar. Setelah kejadian ini, hampir dikatakan tidak ada lagi engineer asing yg didatangkan selain untuk menimba ilmu. :).

      Malah beberapa tambang yg bergerak di bidang yg sama start-up pabriknya dilakukan oleh engineer Indonesia. Salah satunya pabrik/smelter di kolombia untuk melakukan start-up yg gagal dilakukan oleh engineer mereka, tp dgn syarat semua dilakukan oleh team dr Indonesia, sednagkan team lokal sebagai peninjau saja dan melaksanakan arahan dr team kita. Setelah persiapan beberapa hari, akhirnya start-up dilakukan dgn sukses, meskipun 3 hari kemudian jaringan pipa diledakkan oleh gerombolan pengacau yg banyak di Kolombia.

      Dari satu bidang ini saja, masih banyak cerita lainnya yg membanggakan mengenai kemampuan anak bangsa yg melebihi kemampuan engineer luar, sednagkan engineer kita tersebar hampir disemua bidang. Bahkan di teknologi tinggi pun tidak kalah membanggakannya.

      Indonesia pasti mampu, yg dibutuhkan hanya memberikan kesempatan pada anak bangsa ini menunjukkan kemampuannya, dan dunia akan tercengang.

      NKRI harga mati!

  9. ayoo….buat perusahaan asing jangan sampai menggerogoti terus. harusnya 60-40

  10. Di nasionalisasi ja tuh , bikin rugi RI mlu .

  11. Setuju. Dan Kawal!

  12. Hadapi dan bila perlu usir saja jika sangat merugikan jangan tawar menawar,….NKRI harga mati bung.

  13. orang asing tdk punya hak apapun disini, aturan hrs bikin smelter sdh lebih dari 2 thn lalu, mentang2 perusahaan asing dg becking negara besar, aturan RI tdk digubris, artinya Newmont & Freeport sdh melecehkan kedaulatan kita, pemerintah hrs tegas kalo perlu represif thp mrk, ingat mrk cuma pihak yg diberi kuasa sementara mengolah lahan milik NKRI

    • 1ju bung.

    • Setuju Bung@den bdg, mungkin dulu ada oknum ‘pejabat’ yg memberikan jaminan tidak usah bangun smelter dng imbalan tertentu.

      • Hehe … siip bung Pitik

      • hal itu bukan sekali dua kali bung…sudah menjadi rahasia umum 🙂

        • penolak bala yang dimaksud disini tergantung dari kemauan seluruh elemen bangsa Indonesia bung, UU mengenai Minerba baru tahap awal dan salah satu legacy dari pemerintahan SBY dalam mengamankan SDA dalam negeri..pembahasan2 mengenai penolak bala ini bisa dilihat di artikel2 dari bung Satrio sebelumnya, harus ada sarphahoma terhadap ular2 musuh Garuda…
          kita sudah sama2 tahu siapa2 saja ular2 yang berasal dari luar negara kita, tetapi yang paling menyekitkan adalah justru ular2 yang paling banyak berada didalam negeri yaitu saudara kita sendiri yang tak segan2 menghisap darah para saudara2nya demi kekuasaan dsb..
          bung kopimass coba lebih jeli melihat perkembangan di media sekarang, bagaimana langkah2 ular2 tersebut akan menekan Indonesia baik sebelum 9 Juli dan pastinya setelah 9 Juli siapapun presiden yang terpilih pasti akan mendapatkan gangguan seperti ini.
          🙂

    • smart deplomacy ala SBY harus kita junjung tinggi….

      otot aka militer kuat….
      plus
      otak deplomacy luar negri
      = menjadikan
      smart deplomacy

  14. Kita negara berdaulat memiliki peraturan yg sudah diatur dalam perundang2, selama masih didalam koridor yg benar dan didasari untuk kesejahteraan rakyat pantang untuk mundur. Jadi ingat ketika dahulu exxon di suruh pergi oleh Sukarno apabila tdk menerima apa yg ditawarkan RI…. sudah seharusnya kita sekarang mempunyai ketegasan sikap seperti itu tetapi harus didasari dengan koridor hukum yg berlaku.

  15. Hadapi aja tuh newmont …berhasil atau tidak gugatan nya di Abitrase internasional,PT Newmont harus berada dalam daftar pertama perusahaan asing yang harus di nasionalisasi.kita harap ada keberanian dr presiden berikutnya untuk melakukan nasionalisasi perusahaan asing yang merugikan indonesia.

  16. Migas,batubara,,serta hasil tambang lainya .merupakan SDA yang tidak dpt di perbarui.pertahankan

  17. Test…

  18. Oke Diplomasi s300

  19. Habis bincang-bincang dengan banyak teman dari dunia perbankan di Singaore minggu lalu …. Ada keyakinan dari banyak analis bahwa Newmont akan memenangkan case-nya dengan ppemerintah RI saat ini .. apalagi karenna banyak issue yang timbul bahwa pengajuan Newmont ke arbitrase internasional sebetulnya juga berdasarkan saran-saran beberapa pihak dengan level senior di dalam pemerintahan Indonesia sendiri … tentu saja demi mendapatkan keuntungan pribadi bagi diri dan kelompoknya sendiri mengingat peluang mereka untuk mendapatkan secial privilige seperti yang mereka dapatkan selama ini akan semaking kecil jika Jokowi (mungkin juga Prabowo walaupun probalitas tidak besar) terpilih sebagai RI-1 pasca 9 Juli 2014 …

    Walaupun banyak retorika yang kita lihat di media mengenai keberhasilan penerapan UU Minerba tersebut … tetapi realitasnya tidak banyak benefit yang kita terima dari penerapan UU Minerba tersebut …. sepertinya kita hanya berpindah dari Mulut Singa ke Mulut Buaya … maklum saja karena orang-oranmg dan birokrasi yang terlibat untuk menerapkan UU tersebut sudah tercemar kredibilitas dan sikap nasionalismenya terhadap negara dan bangsa ini ….

    Jadi bersiap-siaplah jika bencana yang merugikan negara Indonesia seperti halnya putusan Arbitrase Internasional dalam kasus PLTPB akan berulang kembali dalam kurun waktu 2 hingga 5 tahun di muka … tetapi dengan skala kerugian yang lebih besar negara ini ….

    Ingat jaringan kapitalis internasional + pejabat-pejabat kotor dan korup sulit untuk dilawan saat ini karena mereka sudah mengendalikan semua sendi-sendi kehidupan yang ada di negara ini hampir 50 tahun …

    • Setiap kehidupan didunia tidak ada yg abadi, ada awal pasti ada akhirnya…. Dan hal itu pula yg akan di alami oleh para pejabat-pejabat kotor dan korup dinegeri ini, disaat sakaratul maut menjemput dan pintu taubat sudah tertutup keniscayaan mereka akan menerima semua balasan terhadap semua amal perbuatan selama mereka hidup didunia…

      Didalam kegelapan dan himpitan alam kubur, rintihan penyesalan menyayat sanubari tatkala si fulan bin fulan (si pejabat korup tsb) mempertanggung jawabkan harta yg mereka dapatkan semasa hidup dihadapan tuhan, melalui pertanyaan malaikat kubur “dari mana harta kau dapatkan dan kemana kau gunakan…?” naujubillah….

      • Uluh Itah@
        buung sudah lah jangan bawa alam ghoib… mana dia ngerti!!
        yg ngertinya aja berani dan sengaja melupakan ajaran agamanya..
        mendingan para oknum disika didunia (mati segan hidup pun tak mau)

    • Bung Spirit of freedom kenapa ente jadi corongnya Singapore, make takut-takuti indonesia kalah lah. Orang tambangnya aja milik indonesia ya wajarlah kalau kalau harus patuh buat smelter. Newmont NTB dan Newmont Minahasa ga nambangpun rakyat ga bakal kelaparan masih bisa makan singkong rebus. Kalau perusahaan asing di indonesia ga patuh dan merugikan ya tinggal bilang aja Go To Hell Newmont. Masih banyak ngantri mau masuk indonesia dan bangun smelter. Kami punya barang limited ya anda harus patuh, kalau ga patuh peraturan indonesia ya kelaut aja..

      • bung tsof ulasan anda sangat dangkal…dan menunjukkan mental si b*bu.
        saya mempertanyakan apa betul uu minerba gk da benefit? tahukah anda bahwa nilai tambah yg dinikmati negara2 importir mineral nkri sangat besar? kita saat ini blm banyak menikmati krn smelternya aja blm bnyk dibangun.

        dan kenapa takut kalah di arbitrase? biarpun kalah masih banyak cara untuk membalas dengan cerdas mulai dari moratorium penambahan luas lahan, keharusan menggunakan manager lokal untuk seluruh eksekutif pertambangan, keharusan 100% kontraktor dan sub kontraktor lokal termasuk manajemennya, supplier lokal dll…harus memenuhi SNI hingga re-amdal.

        • Yang saya tangkap dari argumen bung TSoF adalah kita harus berhati hati dengan janji surga yang diucapkan oleh para petinggi petinggi RI. Karena bisa saja merekalah yang mengantarkan RI ke jurang kehancuran.

      • Bung satrio jgn d tanya, udah jd timses no… jd menutup mata karna dh terpikat orasi orang jual obat…

      • bung nyunyan aka bung lukman
        anda ini ngomong apa yaaa… gak ada angin gak ada hujan asbun aja ,,,
        Jangan sotoy dan menfitnah orang ya ..

        Anda suka capres anda yaa gak usah menyerang saya ,,dari kemarin anda mulai nyerang dengan membela bung wedus..mengatakan saya yang kampanye

        Anda yang dibayar berapa kok membabi buta ?

      • nah yg sering kita lupa adalah mencermati klausula..
        sayang nya beberapa perjanjian kontrak eksplorasi SDA kita ditandatangani dan disepakati oleh pihak yg tidak pro NKRI…

        asal ada uang pelicin jadi itu perjanjian ……..
        yg terbaik adalah jgn negara yg membuat perjanjian…
        namun BUMN dan pihak asing..

        nah BUMN ini yg memegang hak konsensi…
        asing hanya memegang kontrak kerja.. mirip kontraktor bangunan..
        jadi dia dibayar bukan menguasai aset..
        jadi manakala tarjadi perselisihan maka hak masi di NKRI…
        dan negara berdaulat..

  20. punya indonesia kok jadi sewot gitu dia…….. kalau perlu batalin aja tu, cabutin kontraknya, pindahin keperusahaan lain kalau melawan. masih banyak tu pihak lain yg tergiur kekayaan SDA indonesia……. AKURAPOPO

  21. pemerintah demi RAKYAT indonesia harus MENANG lawan KAPITALIS ASING dan ANTEK2NYA.

    bikin SHOCK TERAPI biar buat yang lainya mikir, untuk mengajukan gugatan ke arbitrase.
    buat mengeruk SDA kita yg melimpah.

    ”HIDUP INDONESIA JAYA”

  22. Ingin maju tapi…gunung hitam menghadang….

  23. Nggarap sawah e uwong kok yak yakan,sak karepe dewe,memange sawahe mbah mu opo,usir ae………kudu manut aturan saing due to bos…….Lanjutkan pak mentri,kami selalu di belakangmu…….!!!!

  24. saat ini newmoont lg buka site baru dan ini dalam sejarah jumlah emas terbanyak dengan kualitas prima. mw abritase terserah, ora urus… masih banyak yg mw kelola.

  25. INVESTASI… INVESTASI … !!!
    Kata itu yg selalu diomongin byk negara di dunia, investasi dari negara maju selalu dianggap sbg simbol keberhasilan penguasa, jg di Indonesia investasi dari investor asing sangat di dewa kan.
    Bila mau jujur, kemampuan dana di bank lokal kita dari dulu sanggup biayai, SDM ahli tambang sdh byk, BUMN dam swasta jg sdh mampu operate.
    Coba buatlah UU Minerba yg baru, beri peran penuh kpd anak bangsa & perbankan lokal utk kelola sendiri tanpa libatkan investasi asing, percayalah kita mampu ….
    (sikat ular yg menghadang)

    • Betul bung ; demi melihat komitmen investasi freeport u perpanjangan yg diajukan dgn sekian milyar usd dlm 20 tahun sangat memprihatinkan; itu cuma uang kecil; perbankan nasional kita jelas mampu dg asumsi sama;

  26. ………………..

  27. Indonesia harus mempertahankan diri dan menggunakan hak “Article WTO” untuk tidak mengekspor bahan baku demi untuk menciptakan lebih banyak lapangan kerja dan mengurangi kemiskinan dan menyelamatkan lingkungan dari eksploitasi tambang. Beberapa perusahaan koko panda telah sepakat untuk membangun smelter di beberapa tempat, perusahaan barat yang tidak setuju dengan itu HARUS MENINGGALKAN NEGARA INI DENGAN SEGERA. Indonesia hanya perlu investor yang layak.
    Jangan menggunakan arbitrase sebagai ‘serigala’ yang mudah di suap!! kari karine yo malah kalah maning.

    Belajarlah Dari pengalaman.. hehehe

  28. Kalau ada investor blagu susah diatur… Usir ajah.!!.. Banyak yang ngantri..
    Sejak kapan tamu ngatur-ngatur tuan rumah…

    Pemerintah harus MEnang di artibrase, .. masa mau diinjek-injek di rumah sendiri tanpa daya.!! kalau sudah menang usir ajah.. kita ngak butuh investor picisan macam tuh..

    Maaf esmosi…

  29. rawe rawe rantas
    malang malang putung
    hadapi!!!!!!

  30. alhamd..terjadinya arbitrase setidaknya birokrat kita dan uu minerba sudah bisa “nyentil” para drakula sda nkri.
    mari kita jaga n kita kawal dengan dukungan uu minerba demi kemandirian bangsa indonesia.

    lawan terus jgn pernah tunduk demi bangsa dan negara

    maaf cucu lancang

  31. Logikanya, kt kan tuan rumah jd wajar dan berhak mengusir tamu (ptnnt &freeport) yg gk sopan atau gk ikut aturan yg punya rumah (

  32. Yups jgn takut sda kita ko orang asing yg rakus, emang bener orang indonesia yg berwatak uler yg menghancurkan bangsanye sendiri, klo ketauan hukum pancung az lah tuh orang yg menghianati bangsanye sendiri,demi perutnye sendiri..tanpa memikirkan anak cucu yg bakal meneruskan bangsa ini nantinye..maju trs jgn takut NASIONALISASI az sekalian….

    ….NKRI HARGA MATI…

  33. Usir sj yg belagu dan tak mau ikut aturan kita.

  34. Pemilu Kali ini bertepatan dng moment Bulan suci ramadan . sebagaimana pemilu pertama jaman president Sukarno, smoga siapapun president kits terpilih bisa apt Sukarno. Dan mumpung masih dalam bulan puasa kita berdoa bersama smoga bangsa Nkri menjadi lebih bail, kuat , bermartabat, dan diberkahi Allah SWT. Amin….

  35. kalo sang presiden terpilih memutuskan “serahkan saja ke mahkamah internasional”, seakan didiamkan saja agar indonesia lemah dan kalah, wadeuhh… anccorr pesenak teloor.

  36. siap laksanakan, kami siap merapatkan barisan bung sat. kami jg siap mendukung siapapun nanti presiden yg akn terpilih di pilpres 9 juli nanti.

  37. pelajaran dari kasus karaha bodas yang berguna untuk menghadapi newmont;

    Berkilas balik, menurut Hikmahanto perkara Karaha Bodas dapat dimenangkan bila ditangani secara benar dan serius. Waktu Pertamina disuruh menunjuk arbiter, Pertamina tidak menunjuk. Sehingga lewat waktu dan sekjen lembaga arbitrase di Jenewa yang menunjuk majelis arbitrase. Argumen saat sidang juga sepertinya tidak cukup kuat, karena saat itu argumennya hanya kita mengikuti UU. Kemudian setelah ada putusan yang menurut kita cacat hukum, yang tadinya sudah minta ke pengadilan Swiss seperti seharusnya malah kemudian dicabut. Lalu Pertamina malah meminta pembatalan putusan itu di Pengadilan Jakarta, jelasnya.

    http://www.hukumonline.com/berita/baca/hol18058/tutup-pintu-arbitrase-internasional

    • coba bung danu selidiki siapa consultan yang ditunjuk pertamina saat itu,,sehingga kita dituntut dipengadilan arbitrase internasional perkara karaha bodas,,

      nanti saya mohon pencerahan atas analisanya bung danu yaaa 😀

  38. …ancaman terbesar adalah para ular dalam negeri…

    sepakat bung Satrio,

    musuh yang paling bahaya selalu yang berada di dalam, karena benteng yang kokoh sekalipun jadi tidak berguna, malah mereka yang jadi penunjuk celah masuk bagi ular2 dari luar;

    …Kalau saja para pembuat kontrak jujur, tentu negara tidak perlu membayar sebanyak itu.
    Kasus listrik swasta benar-benar nyaris membuat negara ini bangkrut….

    http://perpustakaan.bappenas.go.id/lontar/file?file=digital/blob/F22055/Masalahnya%20Bukan%20Pada%20IMF.htm

  39. TENDANG SAJA PAK DARI SEKARANG !

  40. lain kali smua urusan dan keputusan di indonesia lebih baik di pilih secara langsung aja gimana, dg begitu betul” mencerminkan keinginan mayoritas rakyat indonesia

  41. Alhamdulillah

 Leave a Reply