Tanda Kejayaan Nusantara 6

 Posted by at 11:25 pm
Jun 012017
 

Garuda Pancasila, itulah kata yang sering kita dengar saat ini dan siapa pun tahu kalau Garuda adalah lambang dari negara kita yang sudah final dan tidak bisa di otak atik lagi, bahkan siapa pun yang anti Pancasila pasti digebuk dan ditendang keluar dari NKRI.

Sedangkan dalam sejarah tertulis perancang dari gambar lambang Garuda adalah sultan Hamid ll (lahir dengan nama Syarif Abdul Hamid Alkadrie) putra sulung sultan Pontianak 6 yang disempurnakan oleh presiden Soekarno.

Jauh sebelum Indonesia merdeka sudah ada lambang kerajaan Samudra Pasai yang sangat mirip dengan lambang burung Garuda yang dirancang Sultan Zainal Abidin dan dilukis ulang oleh Teuku Raja Muluk Attahashi, ketururan dari Turki Ustmani yang ke Aceh ketika Sultan Iskandar Muda menghadapi Portugis. Keberadaan pemerintahan Islam di nusantara ini pun tercantum dalam kitab Rihlah ila l-Masyriq (petualangan ke timur) karya Abu Abdullah Ibn Batuttah (1304 – 1368).

Apakah kebetulan belaka perancang kedua lambang negara / kerajaan ini adalah dua orang sultan yang beragama Islam…? Sehingga kedua gambar itu sangat mirip, sukar sekali dipercaya bahwa lambang itu sama sekali tak terkait satu sama lain. Jika pada lambang Pancasila, sila pertamanya berlambang bintang (Ketuhanan yang Maha Esa) maka pada lambang Samudra Pasai berupa lafal kalimat shahadad, bukankah keduanya mengandung filosofi yang sama yakni pengakuan Keesaaan Tuhan, yang dalam terminologi Islam dikenal sebagai Tauhid.

Apakah sebuah kebetulan juga bahwa lambang tauhid ini sama sama berada di dada kedua burung itu..? Yang boleh jadi bermakna simbolis bahwa keimanan kepada Tuhan yang maha esa itu tak lain ada dalam dada kita adanya.

Meski harus diakui bahwa jawaban atas semua pertanyaan itu hingga kini masih belum jelas bagi kita, namun patut kita akui betapa cerdas, bijak dan wasisnya para pendahulu kita dalam mempersiapkan segala sesuatu yang berharga bagi kehidupan berbangsa kita, baik sejak awal kemerdekaan saat ini maupun ke depan.

Para pendahulu kita sudah sangat mengerti bahwa NKRI multi etnis yang tidak bisa didirikan dengan hanya mengedepankan ego masing masing, sudah sewajarnya negara mengayomi semua warga negaranya tanpa pilih kasih karena semua di nusantara adalah anak bangsa, untuk itulah lambang negara Pancasila itu dibuat sebagai simbol pemersatu bangsa.

Lalu bagaimana dengan upaya pihak yang hendak mengganti Pancasila ?. Apakah mereka tidak pernah belajar tentang sejarah kebudayaan asli yang juga tak kalah luhur, penuh dengan budi pekerti dan perjuangan bangsa yang penuh dengan darah dan airmata. Para ulama yang ikut mendirikan dan membangun Indonesia menyatakan negara Pancasila merupakan pilihan final dan tidak bertentangan dengan syariah sehingga harus diterima sebagai kesepakatan luhur bangsa.

Untuk itu marilah kita jaga Pancasila ini bersama sama demi tegaknya NKRI, Insha Allah kita adalah negara penentu kemenangan di akhir zaman dengan kemampuan hebat dan tangguh yang selalu berjuang demi tercapainya perdamaian dan keadilan serta ketertiban dunia sesuai amanat UUD 45, sebagai pasukan hebat penuh dengan kemenangan dari timur jauh Aamin.

Selamat hari lahir pancasila
Saya Indonesia
Saya Pancasila

Salam Indonesia Raya

By Tunjung Biru

  21 Responses to “Tanda Kejayaan Nusantara 6”

  1. Jayalah NKRI berazaskan Pancasila !!!

  2. pancasila perekat NKRI

  3. test lagi

  4. Pasca Reformasi pelajaran P4 dan PMP ditiadakan dlm kurikulum pendidikan RI dgn alasan tdk sesuai dan dijadikan alat politik Orde Baru, karena paranoid berlebihan dgn OrBa sehingga program2 baikpun ditinggalkan sesudah akhir2 ini demokrasi kebablasan dan nyaris terjadi perpecahan baru sibuk membahas kembali ke Pancasila dan akan di masukkan ke kurikulum pendidikan kembali, baguslah walau agak terlambat tetapi bs menyelamatkan NKRI yg ber Bhineka Tunggal Ika!

  5. Ulama pejuang pendahulu kita telah berbesar hati menerima dan mewariskan Pancasila pemersatu bangsa.
    Dan segelintir manusia penuh syahwat berusaha mengklaim mewakili umat , akan menggantinya?
    Maka suatu saat syahid ku akan bertemu jihadmu

    • mereka kelompok kecil intoleran dan radikal ,berfahaman yg sempit tiada jasa samasekali untuk bangsa ini,tdk bisa di bandingkan dgn para pejuang dan pahlawan kita dulu yg berkorban harta benda dan nyawa,tapi mereka bergaya sok spt yg membuat negara ini.

      • Gak usah ngomong gitu. Kalo blom paham jng bicara urusan intoleran dan radikal oleh sekelompok kecil. Itu artinya anda blom mengerti akan maksud2 antek2 asing yg ingin menggoyang NKRI dng issue agama dan Nasionalisne.
        Pintu masuk pertama yg dihembuskan itu issue bangkitnya komunisme di Indonesia sebagai umpannya. Spt kita tahu umat Islam di Indonesia sdh sangat trauma dng urusan komunisme. Dan issue inilah yg ditiupkan saat momen pilkada DKI kemaren. Selanjutnya tinggal membuka pintu Membonceng kebangkitkan dan kemarahan umat islam Indonesia. Moment kemarahan umat islam inilah yg dimanfaatkan dan disusupi antek2 asing dng hembusan issue baru yaitu intoleransi dan radikal spt yg anda tuduhkan. Selanjutnya apa.? Pertikaian sesama anak bangsa dimana yg satu menuduh anti Nasionalisme sedang yg lain menuduh radikal dan Intoleransi. Sementara diluar sana sang dalang sdng menyiapkan kipas agar bara semakin panas dng tujuan membuat api besar di negeri yg berjulukan NKRI ini.
        Polanya terjadi spt itu yg diciptakan sejak bergulirnya reformasi. Kejadian Ambon, Poso dan Pulau Cendrawasih. Dan berulang terus terutama pada moment pilkada.
        Jd jng anda ikut menyiapkan kompor jg. Jng sampe negeri kita di jadikan next episode spt Irak, libya, philipina dan Suriah.
        Ente kebanyakan terbang ke luar sih. Jd begitu pulang kandang gak tau perkembangan kandang ente.

        Semoga dng UU anti terorisme yg baru, diharapkan bisa mempersulit gerak antek asing yg bercokol di NKRI dng memanfaatkan issue agama dan Nasionalisme.

        Selamat hari lahir Pancasila
        Saya Indonesia
        Saya Pancasila
        Jng mengkotak-kotak negeri kami NKRI
        Salam Indonesia Raya

  6. dada bergetar membaca artikel ini. sungguh biadab oknum/ormas yg anti pancasila. para bedebah anti pancasila haram tinggal dan nyari makan di NKRI haram mereka bernafas di negara pancasila ini mereka gak layak jd anak bangsa indonesia.

  7. dr cr bicara anda sy bisa agak anda ini msh mudah lagi, sy sdh berusia sdh kenyang asam garam kehidupan, sy memang tdk terjun langsung di arena politik karena sy bukan pejabat pemerintah atau partai, tp alur politik bangsa sy terbaca dgn jelas dlm pandangan sy, sebab sy kutu buku dan dr keluarga besar veteran, pesan sy jgn sekali2 anda merasa lbh pintar dr orang lain, bukankah musuh itu datang kewat kelemahan kita, sy muslim 100%! bahkan sy bisa sombong bahwa keluarga sy dan famili sy lebih relegius dr anda dlm menjalankan sariat islam,contoh famili sy di jogja yg punya ponpes yg sangat besar, juga yg di jakarta yg jd rektor cukup! sy bukan anak kemaren sore spt anda, islam agama sy akan sy pertahankan sampai kapan pun!.
    apakah teror2 bom yg sdh sering terjadi baik dlm pendapat anda? membalas dendam ke usa tp ngebom dinegara sendiri tp yg kena bangsa sendiri yg korban mayoritas muslim itu baikkah? itu yg sy maksudkan radikal, jd sy harap anda lebih pintar dr sy, jgn sampai sy menafsir anda,
    hanya sebuah tong kosong yg nyaring bunyinya sj.

    • komen sy diatas jawaban untuk ruskye

    • Dari malaysia ya bung? penggunaan kata dan gaya bahasa tersurat..

    • Ckckck… Anda sendiri yg bilang jng sekali2 anda merasa lebih pintar dari orang lain, tapi bilangya sy harap anda lebih pintar dari sy lol, pake bw ponpes punya keluarga besar lah rektor apa itu jabatan, harta kalau ngomong agama inget akhirat lah tiada guna semua itu kalau di alam kematian buat apa di sombongin. sy muslim ibadah sy cukup tihan yg tahu sy rajin atau tidak tidak usah diomongin, sbenarnya sy males reply cuman orang sombong seperti anda harus di ingatkan

    • Statment anda :
      “sy muslim 100%! bahkan sy bisa sombong bahwa keluarga sy dan famili sy lebih relegius dr anda dlm menjalankan sariat islam,contoh famili sy di jogja yg punya ponpes yg sangat besar, juga yg di jakarta yg jd rektor cukup! sy bukan anak kemaren sore spt anda”.

      Saya nda yakin anda 100% muslim. Kalo anda lebih religius pun saya masih kurang yakin. Kenpa saya bisa tdk yakin dng ke religius anda spt yg anda katakan.? Jawabannya karena anda tidak pernah baca Al Quran dan hadist sebagai tuntunan umat Islam. Karena tidak pernah membaca dan mengerti QS Luqman ayat : 17-18 dan QS Al-Isra`: 37

      Saya memang tdk sepintar anda dalam hal agama dan tidak jg nyampe sekolah diluar negeri spt anda, akan tetapi dalam agama yg saya yakini dan yg selalu diajarkan guru ngaji kami di kampung saya (maklum saya bukan lulusan pesantren…hehehe) melarang utk bersifat Riya, Sum’ah, Ujub dan Takabur.

      Kalo anda memang katanya ” Kutu Buku “, seharusnya anda paham issue nasionalisme dan issue Agama yg lagi dihembuskan. Atau minimal paham sumber dana yg mereka dapatkan utk melakukan teror di NKRI ini berdasarkan referensi bacaan anda.

      Salam KUTU BUKU…. 😆

  8. Semoga orang yg ngomong anti NKRI dan Pancasila tidak ada lagi..
    Apapun perbedaan pendapatnya janganlah sampai sebut lawan anda Anti NKRI dan Pancasila, itu malah menjadikan orang tsb benar2 Anti walaupun awalnya tak berniat kearah sana.
    Cukuplah adu argumen apa saja, hal apa saja, pendapat apa saja… Karna itu HAK, asal kata sangat2 spesial seperti Pancasila dan NKRI tdk diperdebatkan, karna memang sudah dr kecil kita “dipropaganda”, “didoktrin” dan diwajibkan setia ke PANCASILA & NKRI.
    Jadi tolonglah jangan melecehkan kesetian seseorang kpd negaranya sendiri dengan menuduh yg berbeda pendapat dgn anda itu Anti Pancasila dan Anti NKRI jujur saja itu bagi saya sangat melecehkan..

  9. fnc @ sy bukan jenis orang sombong!..sy orang yg rialiti, jika ada ilmu yg membangun pasti sy terima dgn senang hati termasuk dr anda,dan dgn di sampaikan dgn baik tampa ada niat merendahkan, tdk terfikirkan sy mau menyombongkan dr, anda bisa lihat dr balasan2 bung ruskye cenderung merendahkan pengetahuan orang lain,

  10. Mantab,,, ditunggu yg ke 7

  11. saya indonesia saya pancasila.
    membangun negara berlandaskan pacasila.
    ditunggu artikel ke 7 Tunjung biru.

 Leave a Reply