Tanggapan Pakar Rusia Soal Uji Rudal Hipersonik AS

Desain rudal hipersonik AS.(@ Raytheon Missiles & Defense - DARPA)

Jakartagreater – Amerika Serikat melalui Badan Proyek Penelitian Lanjutan Pertahanan AS (DARPA) telah menyelesaikan uji terbang pertama dari Rudal Hypersonic Air-breathing Weapon Concept (HAWC) bertenaga scramjet.

Selama penerbangan uji, Rudal HAWC Raytheon Missiles & Defense-built dilepaskan dari pesawat.

Setelah beberapa detik, mesin Scramjet Northrop Grumman Rudal itu menyala dan mendorongnya dengan kecepatan lebih dari Mach 5.

Selama proses ini, mesin Scramjet pembakaran supersonik menggunakan kecepatan kendaraan tinggi untuk secara paksa memampatkan udara masuk yang dicampur dengan bahan bakar hidrokarbonnya sebelum menyalakan campuran aliran udara yang melaju untuk mencapai penerbangan Hipersonik, ungkap DARPA, 27/9/2021.

Tes ini memvalidasi badan pesawat dan kemampuan sistem propulsi HAWC untuk melaju dengan kecepatan Hipersonik.

Langkah terbaru menandai tonggak utama menuju potensi pengiriman sistem prototipe Rudal jelajah ke Departemen Pertahanan AS (DoD) yang dapat melakukan perjalanan dengan kecepatan lebih dari lima kali kecepatan suara.

Melaju dengan kecepatan ini akan memungkinkan senjata Hipersonik seperti HAWC untuk mencapai target mereka lebih cepat jika dibandingkan dengan Rudal tradisional.

Manajer program HAWC Kantor Teknologi Taktis DARPA Andrew Knoedler mengatakan: “Tes penerbangan HAWC adalah demonstrasi yang sukses dari kemampuan yang akan membuat Rudal jelajah hipersonik menjadi alat yang sangat efektif untuk pejuang kami.

“Ini membawa kita selangkah lebih dekat untuk mentransisikan HAWC ke program rekor yang menawarkan kemampuan generasi berikutnya untuk militer AS.”

Pada Juni 2019, Raytheon Technologies dan Northrop Grumman menandatangani perjanjian kerja sama untuk mengembangkan, memproduksi, dan mengintegrasikan mesin Scramjet Northrop ke dalam senjata hipersonik Rudal Hypersonic Air-breathing Raytheon.

Wakil presiden teknologi canggih Raytheon Missiles and Defense Colin Whelan mengatakan: “Ini adalah momen yang membuat sejarah, dan keberhasilan ini membuka jalan bagi sistem Hipersonik jarak jauh yang terjangkau dalam waktu dekat untuk memperkuat keamanan nasional.

“Tes ini membuktikan bahwa kami dapat mengirimkan Scramjet Hipersonik operasional pertama, memberikan peningkatan yang signifikan dalam kemampuan perang.”

Tanggapan Rusia soal Rudal Hipersonik AS

Rudal hipersonik AS, yang diuji pada hari Senin, 27-9-2021 untuk mengembangkan kecepatan Mach 5, bukanlah senjata terobosan, kata pakar militer kepada TASS.

Direktur  The Foundation for the Promotion of Technologies of the 21st Century, Ivan Konovalov, mengatakan kepada TASS bahwa hasil pengujian Rudal Hipersonik AS terbaru tidak dapat dianggap benar-benar otentik.

“Tes ini belum terpercaya. Pertama, Amerika mengatakan bahwa mereka membutuhkan lebih banyak waktu. Kemudian ada serangkaian tes yang gagal. Sekarang mereka mengatakan bahwa penelitian dan pengembangan untuk senjata ini telah selesai dan uji terbang yang menyeluruh telah dilakukan,” kata Konovalov.

Dia yakin bahwa Rudal baru AS tidak akan menjadi “senjata terobosan”. “Parameter yang diungkapkan Amerika tidak melebihi yang dinyatakan di Rusia,” kata Konovalov.

Dia menekankan bahwa Rusia memiliki kompetensi yang memungkinkannya untuk melawan Rudal baru AS. “Sistem pertahanan udara terbaru Rusia adalah kontra-argumen yang sangat baik terhadap senjata ini,” kata Konovalov.

Pemimpin redaksi majalah Arsenal Otechestva (Arsenal of the Fatherland), Viktor Murakhovsky, mengatakan kepada TASS bahwa tingkat pengembangan senjata Hipersonik yang telah dicapai Amerika hari ini kembali ke era Uni Soviet.

“Menilai dari apa yang telah diungkapkan oleh Amerika, mereka telah menguji demonsrator Rudal jelajah Hipersonik, yang mampu mengembangkan kecepatan Mach 5. Uni Soviet mencapai tahap ini kembali ketika menciptakan ‘produk 4202’, sebuah hulu ledak Hipersonik,” kata Murakhovsky.

Pada hari Senin, Departemen Pertahanan AS mengatakan Defense Advanced Research Projects Agency telah berhasil menguji Rudal Hipersonik yang memiliki kecepatan 5 kali kecepatan suara. Pentagon tidak mengungkapkan nama Rudal itu. Diketahui Rudal itu dikembangkan oleh perusahaan AS Raytheon Technologies.

Leave a Reply