Tanggapan Pasar atas Kabinet Kerja Jokowi

60
153
image
Presiden Jokowi umumkan kabinet di istana Merdera (Reuters/ Darren Whiteside).

Jakarta — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan sedikit menguat pada perdagangan Senin (27/10/2014) menyusul pengumuman susunan Kabinet Kerja Joko Widodo-Jusuf Kalla pada Minggu (26/10/2014) petang. Namun, ada figur dalam kabinet yang dinilai membuat pasar tak akan begitu bersemangat merespons.

Setelah aksi beli, IHSG diproyeksikan sedikit turun pada akhir sesi pertama pada siang hari, dan ditutup menguat pada sesi kedua. IHSG diprediksikan berada di level 5.090, menguat dibandingkan dengan penutupan perdagangan pada Jumat (24/10/2014) yang mencatatkan level 5.073,06.

“Perdagangan Senin ada potensi positif karena akhirnya diumumkan juga kabinetnya sehingga tidak perlu berlarut-larut tarik-ulur lagi. Pasar sudah lega. Ada potensi positif, namun tidak besar. Kalau global melemah, agak susah,” kata Lana Soelistianingsih, ekonom Samuel Asset Management, kepada Kompas.com, Minggu malam.

Pada sisi lain, rupiah diperkirakan masih belum akan menguat sekalipun kabinet sudah diumumkan. Antisipasi atas kebijakan The Fed membuat dollar AS menguat. Perbaikan nilai tukar mata uang Garuda kemungkinan bakal menunggu realisasi kenaikan harga bahan bakar minyak.

Adapun susunan kabinet secara umum, kata Lana, dapat diterima pasar. Nama-nama seperti Bambang Brodjonegoro, Rachmat Gobel, pun Rini Mariani Soemarno sudah cukup dikenal pasar.

“Kejutan” bernama Puan

Akan tetapi, Lana melihat, pasar sedikit “terganggu” dengan adanya nama Puan Maharani yang bahkan menempati pos Kementerian Koordinator. “Mbok ya di fraksi saja. Ini kan seperti diada-adain”.

Kehadiran Puan di kabinet, kata Lana, mau tak mau membuat orang berpikir tentang akomodasi kepentingan partai. “Kan sebetulnya (Puan) bisa jagain dari DPR. Saya kira tidak akan terlalu direspons pasar juga, paling cuma ketawa-ketawa aja,” ujar dia.

Lana mengaku cukup terkejut dengan masuknya nama Puan Maharani, politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dalam susunan Kabinet Kerja. Meski pos kementerian yang diduduki Puan tidak berkaitan langsung dengan pasar, tetapi hal ini mengindikasikan bahwa keputusan Presiden Joko Widodo tidak 100 persen bebas kepentingan politik.

Hal yang sama juga dapat dilihat pada pos Kementerian Tenaga Kerja yang diduduki kembali oleh politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Joko Widodo menunjuk Hanif Dhakiri, menggantikan posisi Muhamin Iskandar (PKB).

“Kalau saya ajak Mbak untuk makan siang, benar-benar free lunch. Tapi kalau ini saya kira no free lunch di Kabinet Kerja, he-he-he,” seloroh Lana, memberi gambaran soal komposisi kabinet dengan profil perwakilan partai itu.

Enny Sri Hartati, Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), bahkan menyebut Puan sebagai pemecah rekor, yaitu sebagai menteri koordinator termuda. “Selama ini menko selalu senior, tiba-tiba yang terpilih Mbak Puan,” ujar dia.

Respons pasar tak akan spektakuler

Tanpa bermaksud meragukan kapabilitas Puan, Enny mengatakan, sosok seorang menko diharapkan memiliki kemampuan leadership yang kuat sekaligus memiliki konsep yang bisa memadukan kementerian yang dinaungi.

“Sejauh ini kiprahnya Mbak Puan di politik tentang pembangunan sumber daya manusia, capacity building, kok kami tidak merekam (jejaknya) ya,” ujar Enny. Lebih lanjut dia memastikan bahwa pasar memang fokus pada orang-orang yang akan duduk di kementerian ekonomi, seperti Kementerian Keuangan.

Namun, sambung Enny, pasar juga tidak akan menutup mata dengan keseluruhan struktur Kabinet Kerja. “Jadi, seperti (kasus Puan) ini memang yang membuat kenapa ekspektasi pasar nanti (Senin) tidak banyak menanggapi positif karena terlalu dipaksakan. Walaupun sudah dibacakan track record-nya oleh Pak Jokowi, tapi sebagian besar rekam jejak yang dibacakan hanya gathuk-mathuk,” tandas Enny.

Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan merupakan kementerian koordinator baru. Tak seperti ketika memanggil nama-nama menteri lainnya—dengan gestur tenang—Presiden Joko Widodo berkali-kali menolehkan kepala ke kiri dan ke kanan ketika menyebut nama Puan Maharani sebagai pengampu kementerian ini.

Joko Widodo menunggu cukup lama—sekitar 8 detik—sebelum kemudian membacakan rekam jejak Puan. “Kita tahu semuanya Ibu Puan adalah politisi perempuan yang kaya pengalaman dan telah membuktikan diri sebagai panglima, panglima politik dalam Pemilu 2014, dan berpengalaman dalam kegiatan sosial, terutama kegiatan sosial untuk rakyat kecil,” tutur dia. (KOMPAS.com).

60 COMMENTS

    • Kemarin malam sempat nonton TV “satu” ada Pak Ichsanuddin Noorsy disana dan Pak Efendy Gazali salah satu statmentnya Pak Ichsan adalah tanggapan pasar terhadap kabinet Pak Jokowi dengan turun/naiknya IHSG tidak bisa di jadikan acuan akan performa kabinet dan ekonomi kedepannya, sebagai orang awam saya rasa bisa jadi benar karena kabinet ini belum bekerja dan program kerjanya masih dalam tahap penyusunan terlepas dari melanjutkan serta evaluasi terhadap program yang lama. Harapannya semoga Kabinet Kerja ini benar-benar diisi oleh orang-orang yang tepat, bekerja atas nama kepentingan rakyat dan berhasil membawa ekonomi indonesia lebih baik lagi.
      Mungkin teman-teman yang berlatar belakang ekonomi @bung danu bisa memperjelas dan menambah wawasan kita2 disini

      Salam

    • Kita tahu semuanya Ibu Puan adalah politisi perempuan yang kaya pengalaman dan telah membuktikan diri sebagai panglima, panglima politik dalam Pemilu 2014, dan berpengalaman dalam kegiatan sosial, terutama kegiatan sosial untuk rakyat kecil,” tutur dia,,,,
      “preeeeeet Lah 😀 “

  1. Yg lebih parah, ada mentri yg mempunyai code red, dari KPK, dan masih tetap di lantik
    Tanpa mau menyebut nama ( takut fitnah). Tp KPK sendiri mengakui nya di media2 , klo masih ada mentri yg bermasalah..

  2. Iya sy juga kaget kenapa ada nama Puan waLaupun katanya tidak tercatat nama di KPK meLakukan tindak pidana Korupsi , tapi menurut saya berdasarkan keterangan2 pak JKW-JK untuk menteri nanti harus ada TRACK RECORD & minimaL dia punya pengaLaman di bidang itu , tapi Lho kok ini bertoLak beLakang , apaLagi menetri Kordinator KapabiLitasnya apa yaah , terLebih Lagi Rini dia kan terkait kasus BLBI???

  3. Lagi lagi Titipan…
    Itukan Anak Emak…Masak gak di masukin sih…

    Mau tanya nih…
    Apasih prestasi dia hingga layak jadi mentri??? atau Indonesia sudah kehabisan orang – orang yang lebih pintar dan hebat dari dia???

    (Mikir sambil makan ubi goreng).

  4. seandainya kedepannya seorang puan bekerja dengan baik, tetaplah tidak baik jadinya. semakin banyak kontrofersi yang di cetuskan jokowi pada pelaksanaannya tidak seperti yang di cetuskan (diucapkan dan atau dijanjikan) kata profesional sudah kita kunci menjadi acuan pada kabinet kerja ini nyatanya di awal nama nama yang dilantik tidaklah profesional.
    mulutmu harimau mu.

    maaf bila salah pendapat petani kopi. di tanah kiluan.

    • Iya bung, benar kata anda, semua itu hak priogatif presiden,
      Setidak nya kita kasih gambaran atau masukan, biar tegas pada pembantu nya, agar kemajuan perekonomian bangsa bs tercapai,

      Klo ekonomi kita maju sih, jangan kan su35 / KS 636, pespur pakfa juga bisa borong kerusia, asal banyak duit, rusia pasti mau,,
      Klo beli nya kredit, udah gitu susah bayar nya, lah siapa yg mau ngasih???

      Ada menteri yg posisi nya sangat stategis utk kemajuan perekonomian bangsa, tp sayang nya menteri tsb, di red list sama KPK, apa sbg rakyat tidak takut klo nanti nya malah jadi boomerang buat perekonomian kita,,? Begitu juga buat pak. Jokowi sendiri

  5. Kalo dari tmend” jkgr mungkin pada berpendapat miring tentang mentri yang di pimpin oleh Puan Maharani, nah kalo saya punya pandangan lain mengenai Mentri Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi bapak M Nasir. knapa saya agak kecewa, karena beliau ini benar” baru saja menjadi Rektor Universitas Diponegoro setelah pergantian periode yang juga mendapat amanah menjadi Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Beliau juga bukan orang berlatar belakang SAINS Riset dan Teknologi, malahan berlatar belakang Ekonomi. Memang beliau memiliki cita-cita untuk membuat universitasnya berkembang sebagai perguruan tinggi yang berbasis riset, TETAPI apakah sesuai dengan track reccord nya sebagai orang ekonomi dijadikan Mentri Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi.

    Intinya adalah saya sebagai mahasiswa Universitas Diponegoro merasa bangga dengan naiknya jabatan bapak sebagai mentri di kabinet Jokowi-JK, tetapi apakah pantas dengan mengorbankan intitusi yang baruuu saja bapak pimpin. Hehe… mungkin bisa dilihat besok di LPJ tengah periode

    Saya tetap Ucapkan Selamat kepada bapak M Nasir yang Menjabat Kabinet Jokowi-JK, semoga semua keraguan saya dan teman” mahasiswa dapat dihapus dengan prestasi bapak kepada negara ini.

    Terima Kasih

  6. Untuk menilai apa “pentingnya respon” pasar, ada baiknya dilihat lebih menyeluruh misal dalam konteks “defisit neraca berjalan ~ atau CAD ~ current account deficit”.

    Nah pasar dalam hal ini yang relevan adalah pasar saham dan pasar uang. Yang harus diwaspadai adalah indeks saham dan nilai tukar yang naik akibat sentimen politik seperti ini, tidak selalu mencerminkan kualitas fundamental ekonomi. Sentimen politik ini hanya menunjukkan sentimen broker jangka pendek. Untuk jangka panjang, lebih baik diihat dari 3 hal berikut:

    1). Sisi FDI ~ foreign direct investment ~ … contoh FDI? ..Toyota buka pabrik baru naruh investasi duit sekian juta dollar. Investasi asing FDI lebih bermanfat daripada hot money yang masuk lewat bursa saham.

    2). Neraca perdagangan meningkat: export meningkat …melebihi import … nah ini yang menarik, karena supaya produk export kita kompetitif, nilai tukar kita harus “pas” … nilai tukar yang terlalu murah hanya akan membuat kita mengkonsumsi benda2x import mahal … misal moge BMW R 1200 GS 🙂

    3). Menekan sisi ongkos … dalam hal ini termasuk subsidi (ongkos APBN) dan bunga kredit (ongkos swasta).

    Nah 3 hal itu menurut saya bisa dilihat dalam 6 bulan ke depan. Kita lihat di bulan2x Mei 2015 .. kalo bagus … selamat datang new 5 SKA flanker family 🙂

LEAVE A REPLY