Perawatan Tank Abrams Irak Ditangguhkan AS

21
16
Tank M1A2 Abrams buatan Amerika Serikat. © U.S. Air Force via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Amerika Serikat telah memblokir pemeliharaan tank Abrams milik Angkatan Darat Irak. AS menuduh Irak telah melanggar syarat kontrak karna memberi salah satu tank tersebut kepada milisi pro-pemerintah, yaitu pasukan Hashd al-Sha’abi, menurut laporan di media Irak seperti dilansir dari laman Defense World. (29/1/2018)

Pabrik tank, General Dynamics, telah menghentikan program perawatan di Irak sejak Desember 2017 yang lalu.

“Perusahaan AS itu, menarik diri dari markasnya di bandara Al-Muthanna Baghdad setelah mengetahui bahwa Irak melanggar syarat kontrak yang hanya memberi wewenang kepada tentara Irak untuk menggunakan tank AS tersebut “, menurut Al Ghad Press pada hari Minggu.

Al Ghad Press mengatakan bahwa sebanyak 60 unit dari total 140 tank M1 Abrams di Irak sekarang tidak beroperasi setelah pertempuran memperebutkan kota Mosul yang berhasil dimenangkan tentara Irak dan direbut bulan Juli 2017 lalu dengan bantuan pasukan Hashd al-Sha’abi.

Sementara itu, sebuah sumber mengatakan bahwa perusahaan AS sebelumnya telah menginformasikan kepada pemerintah Irak bahwa dua tank M1 Abrams telah diberi kepada kelompok-kelompok bersenjata yang tidak berafiliasi dengan militer Irak.

Setelah pengaduan tersebut, pemerintah Irak mengambil salah satu tank tersebut saat melakukan operasi melawan Daesh di Provinsi Anbar, serta berjanji untuk mengambil kembali yang lainnya pada awal Februari.

Hashd al-Sha’abi adalah organisasi yang disponsori negara yang terdiri dari sekitar 40 kelompok, berjumlah lebih dari 100.000 pejuang Syiah. Otoritas Irak mengatakan, ada sekitar 25.000 – 30.000 pejuang Sunni didalam barisannya selain Kurdi Izadi dan unit-unit Kristen.

Para pejuang telah memainkan peranan penting dalam membebaskan wilayah yang di kuasai Daesha di selatan, timur laut dan utara ibukota Irak, Baghdad, sejak para teroris melancarkan serangan di negara tersebut pada bulan Juni 2014.

21 KOMENTAR

      • Makanya saya di artikel tentang Altay Turki pernah menyindir dengan istilah “Leopard banget”… toh ketika akan memulai produksi justru malah sedang bermasalah dengan Jerman, padahal seperti info anda mesin dari Jerman dan mereka mesti bersusah payah mencari gantinya… tidak tahu canon yang digunakan buatan sendiri atau bukan… kalau buatan Reinhmetal jelas juga akan sama rumitnya