Aug 232014
 
Tank Leopard dikirim dari pelabuhan Bremenhaven, Jerman.

Tank Leopard dikirim dari pelabuhan Bremenhaven, Jerman.

Bremen – Sebanyak 52 tank produksi Rheinmetall Jerman dijadwalkan tiba di pelabuhan Tanjung Priok pada 28 Agustus 2014. Tank yang dikirim, dengan perincian sebanyak 24 MBT Leopard A4 dan 28 Tank Marder.

Kedua jenis tank ini telah diberangkatkan sejak 31 Juli 2014 lalu, dengan kapal kargo berbendera Panama, Morning Celesta, dari pelabuhan Bremenhaven, Jerman.

Rencananya, setibanya di pelabuhan Tanjung Priok, tank-tank ini akan dipindahkan dari Morning Celesta ke kapal yang lebih kecil untuk dikirim ke Tanjung Perak Surabaya.

Tank-tank ini segera disiapkan untuk parade militer pada ulang Tahun TNI 5 Oktober mendatang di Surabaya.

Miranti Hirschmann, Berlin, viva.co.id

Miranti Hirschmann, Berlin, viva.co.id


Mengejar target parade militer, durasi pengerjaan tank tersebut dipercepat dari 12 bulan menjadi delapan bulan, sehingga sejumlah bagian dari tank ini belum usai dikerjakan.

Atase Pertahanan KBRI Berlin, Kol. (Pnb) Samsul Rizal terus memonitor produksi dan pengiriman alutsista pesanan Kementrian Pertahanan tersebut. Dia mengatakan bahwa sistem komunikasi dan sistem pendingin 24 MBT Leopard akan dikerjakan di Indonesia.

“Pengerjaan tersebut sesuai dengan perjanjian ToT (Transfer of Technology) antara Indonesia dan pihak Rheinmetall,” kata dia kepada VIVAnews di Jerman.

Menggandeng Rheinmetall, PT Pindad akan dilibatkan dalam melengkapi sistem pendingin dan sistem komunikasi tank tank tahap pertama ini.(Miranti Hirschmann/Jerman/ Vivanews).

  100 Responses to “Tanjung Priok Menunggu Tank Leopard”

  1. Mantap

  2. nyimak

  3. oh

  4. sikat,,,

  5. JKGR makin seru,,
    leopard juga makin ditunggu

  6. Pertamax kah ?

  7. Mantap

  8. 10 besar

  9. berarti tot nya hampir 50 % yah,

    • Termasuk amunisinya bung RP, pas medium tank gado2 PT PINDAD Tukiem (turki-jerman) jadi ga perlu repot2 beli di luar.. tinggal dikawal aja biar programnya tetap jalan..

  10. Siippp dah….

  11. berarti tot nya hampir 50 % yah, selamat untuk pt pindad

  12. Sistem komunikasi itu dibantu dikerjakan PT Len dan PT Inti, tapi memang dibawah supervisi PT Pindad sebagai Lead Integrator.

  13. welcome to new home 🙂

  14. yang ditunggu siap dateng, si sexy leopard 🙂

  15. Makin gk sabar liat parade Hut TNI tgl 5 oktober makin gahar alustistanya.

  16. Kejar target…baguslah demi jutaan mata rakyat indonesia tuk ngeliat alutsista kebanggaan bangsa,berparade di 5 oktober nanti….keluarin semuanye biar kami bangga,sebagai anak negeri bangsa yg besar ini.mungkin dg alutsista yg gahar & banyak ini kami merasa yakin TNI bisa menjaga kedaulatan NKRI..& tdk diremehin lagi oleh bangsa lain..

    ….NKRI HARGA MATI….

    • tapi ngga semua ikut parade, kalau ikut parade semua gimana mau ngejaga basecamp dan patroli terus yang top scret masih di umppetin, paling beberapa aja yg ditampilkan bung ismeds beckam, biar dikawasan nga terlalu wah..
      maaf ya cuman tambahin aja
      salam hangat
      NKRI HARGA MATI MERDEKA

  17. hm terus gimana dengan berita tentang 25 marder yg kemarin sudah datang dan akan di tempatkan di jawa timur, tapi bilangnya ini gelombang pertama jadi gimana bisa itu tank udah di jawa timur ya.
    O:-)

  18. hehehe….lanjut kan

  19. di foto kok turretnya masih jadul! ngga keren…mana turret model terbaru?

  20. Mantap

  21. …setibanya di pelabuhan Tanjung Priok, tank-tank ini akan dipindahkan dari Morning Celesta ke kapal yang lebih kecil untuk dikirim ke Tanjung Perak Surabaya…

    hmm.. berarti tidak harus pakai LST yang khusus dibuat, ke surabaya atau pontianak ? 😀

    • Kalau dalam keadaan damai pake kapal roro jg bs bung danu…kan masukin sama ngeluarinnya pelan pelan dan bawanya bisa atu atu…

      Lha kalau perang begitu pintu LST di bukadi bibir pantai tuh leo harus segera keluar dan siap tempur sekaligus dlm format peleton atau kompi…jd yg jd masalah adalah kapasitas sekali angkut dan kecepatan manuver saat tiba di lokasi dan itu hanya bs di lakukan oleh LST…

      • Jadi ingat perang Malvinas. Waktu itu bala tentara udara Sang Ratu diangkut pakai kapal cargo yang sudah dimodifikasi supaya bisa menampung Harrier si jet loncat. Bahkan bisa melakukan serangan dari si kapal cargo itu.

      • LCU USMC bisa ngangkut 2 unit sekali jalan, lebarnya malah pas2an,
        ( lebar M1 = 3.66 m, Leo = 3.75 m ),

        http://pds26.egloos.com/pds/201303/24/60/f0205060_514eb5d0cff82.jpg

      • Jd begini bung danu….Displacement fully loaded LCU makasar class 62 ton (sdh termasuk berat LCU itu sendiri) sedangkan berat leopard lebih dari 60 ton…jd tdk mungkin diangkut dgn LCU…

        Mengenai makasar class bs angkut leopard memang bisa saja…tp harus dilakukan modifikasi agar side door nya bs menahan bobot leopard saat memasuki kapal…

        Lgpl tdk ada salahnya kita menambah kapal transport….karena keunggulan kita di laut asia tenggara adalah armada pendarat dimana kita memberi pesan kepada pihak yg mau macam macam dgn kita bahwa kapan saja kita bs mengamankan pulau pulau kita bahkan mendarat di negara mereka dgn alutsista maksimal jika perlu…itulah deterjen yg sebenarnya…

        • bung wehr,

          selalu setuju dengan penambahan kekuatan TNI, cuma berita ini artinya gak akurat,

          https://id.berita.yahoo.com/tni-siapkan-kapal-khusus-untuk-angkut-leopard-223649342.html

          keterangan foto M-1 USMC di atas;
          The tank operators practiced loading and unloading the tanks on the LCU which has the capability of transporting two tanks from the shore to a ship and vice versa.

          vice versa artinya bisa berfungsi ro-ro, dari LPD ke darat dan dari dermaga langsung masuk ‘bokong’nya LPD (sehingga tidak perlu modif side door).

          …kapal perang jenis LST (Landing Ship Tank) yang dimiliki TNI AL saat ini tak mampu untuk mengangkut tank gambot berbobot diatas 50 ton…

          kalimat rancu, foto M-1 di atas membuktikan bahwa LCU imut aja bisa.

          betul displacement LCU buatan pt tesco indomaritim masih kurang, mungkin sekalian bisa dibuat yang spec-nya setara dengan milik USMC sehingga lebih banyak kapal TNI AL yang mampu mengangkut leo…

        • Betul pak laksamana bilang gak mampu karena saat dia bicara LPD blm di modifikasi to? Kalau sdh dimodifikasi pasti bicaranya lain…

          Yang sy maksud side door adalah side door LPD tempat naiknya tank karena bokongnya buat keluar LCU (LPD bkn LST yg punya rampa di depan atau buritan buat mengeluarkan tank/kendaraan kedarat)…jd bkn Rampa LCU…

        • yang saya maksud juga bukan ramp LCU,

          bokong LPD tidak hanya buat keluar LCU+tank tapi juga buat masuk LCU+tank (=vice versa) artinya aktivitas loading / unloading tank dapat berlangsung tanpa melalui side door LPD…

        • Tergantung tanknya bung danu…kalau tank amfibi tentu bs lewat ramp door buritan LPD karena posisi masuk ramp door dlm keadaan tergenang air…kalau tank bkn amfibi tentu tdk bisa…

          Bisa saja kalau di buatkan jembatan ponton dari pangkal dalam peluncuran tank LPD hingga ke pantai…cm jd repot…keburu disikat lawan dlm keadaan battle station….

        • bung wehr,

          ini foto bagus yang merekam proses transfer mbt dari LPD ke LCU, yang berlangsung secara ‘kering’ (atau sebaliknya dari LCU ke LPD).

          http://www.naval-technology.com/projects/lpd/lpd7.html

          (sekedar catatan dok tempat LCU berada akan diubah menjadi dry dock dengan jalan memompa air laut keluar ketiuka berlayar. setibanya di tujuan LCU akan diapungkan kembali dengan memompa masuk air laut hingga menggenangi dok.

          dinding dok dilapis material peredam benturan antara LCU dan dinding dalam LPD -balok kayu?)

        • Bung Danu, kalau pakai LST, pendaratannya tanpa LCU (?). Apa dianggap signifikan perbedaannya dalam kondisi perang, mempercepat waktu, sehingga tetap perlu pesan LST?

    • make tol laut :mrgreen:

  22. Tinggal taktik pergelarannya…mau pake konsep lama (pendukung infanteri dimana tank/panser komposit dgn infanteri digunakan sbg bantuan tembakan bergerak infanteri) atau konsep jerman dimana tank membentuk divisi panzer sendiri dimana tank sbg ujung tombak serangan dan panzer grenadier (infanteri mekanis) mengikuti di belakang sbg pelindung dan pembersih…

    Sangat sayang kalau kita punya MBT tdk membentuk divisi panzer sendiri…

    • Kalau US Army punya kedua2nya..MBT untuk Kaveleri dan MBT untuk Armoured Division….MBT untuk Korps Marinir TNI AL mana ya?

      • sudah ada bung@jackmonreo. BMP 3f

        • BMP 3F itu Infranty Fighting Vehicle… beda tugas. Kan Korps Marinir kita mengacu kpd USMC, nah USMC itu memakai M1abrams MBT (meskipun ngga bisa berenang). MBT Russia yang paling gress T90 dengan berat hampir 48 ton (leo 60 ton).

          • yang sampean maksud dengan mbt itu apa si bang?
            untuk sekarang, setahu saya ya bmp 3f itu tank utama dari marinir.
            untuk mbt sendiri kan tidak mengacu pada bobot bang, tapi pada strategi yang di anut.

    • Bung Wehr, di masa sekarang apakah tidak lebih tepat satuan pemukul adalah komposit? Mengingat akumulasi perkembangan teknologi selalu menghaslkan antidot, sehingga deploy pasukan mau tak mau harus terdiri dari lebih dari satu jenis kesatuan dengan berbagai macam kekhususan.

      • Tergantung kurusetra (medan pertempuran) yg dihadapi bung ghi…

        Kalau medannya perkotaan maka yonmek yg jd ujung tombak…kalau medannya luas dan berat maka tank yg jd andalan…kalau medannya berhutan maka heliborne/airborne jawabannya…

        Komposit berarti mencampurkan semuanya dgn komposisi tetap untuk semua palagan dan ini akan merugikan kita karena setiap medan hanya cocok untuk satu dua alutsista yg jumlahnya sekedar ada dan tdk memadai padahal yg dibutuhkan dlm jumlah masif…

        • Bung @wehr kalau di kalimantan berarti tugasnya apache and tucano? kecuali kalau hutannya sudah gundul ya

          • Benar bung jack…misi penyekatan (interdiction) membutuhkan kecepatan karena sifatnya just in time…telat beberapa waktu saja situasi bs berubah…hutan adalah medan yg menyediakan kejutan tak terduga…untuk itu heliborne adl.pilihan tepat sampai pasukan pemukul utama tiba…kalau nunggu PPRC dari jawa juga masih lama minimal beberapa jam sementara musuh sdh membuat perimeter pertahanan buat menahan counter attack yg pasti datang…

  23. Alhamdulillah, walau banyak diributkan tapi datang juga. Moga ada manfaat bagi bangsa ini (rasa bangga bg userya, tot dll)….,Salam NKRI

  24. josss…

  25. Wah tinggal nunggu MBT dari rusia dong, MBT nya kurang tuch… Kapan nambah lg

  26. Cucok

  27. mantap bro0….
    (telat parah,maklum pakek hp murah)
    napa gag ditempatin di yonif 503 hehehe
    deket rumah soalnya

  28. bung jalo..kapan leo bisa ke banten .ngarep leo tni ; anoa aja warga banten belum pada tau ‘cm baracuda py brimob yg lg mampir nikmatin sate bandeng

    • wah boleh donk dikrm sate bandengnya bung hehe lama dah denger kuliner ini sayang blm pernah nyicipin…

    • Wah saya belum tahu bung, tapi kalau gak salah Banten gak ada penempatan leopard ya??

      Di banten itu ada Yonkav 9/Cobra di serpong, Tanggerang, banten, disana ada AMX 13, kalau Anoa saya juga kurang tahu bung…

  29. Udah mo dateng ni si leo btw kok kalo mau di pamerin pas hut TNI knpa gak langsung berlabuh ke tanjung perak saja knpa harus 2 kali angkut jkt-sby

  30. hi9.. dipercepat 8 bulan yah.. biar ga direcokin jkw.. mudah2an semua tank bisa dtg sebelum di kutak katik jkw.. dan moga jkw nambahin 100 leopard 2 lg..

    • nambah juga medium tank 300 unit, termasuk versi ampibi , tapi dengan persenjataan yang mumpuni

      – diinstal rudal darat ke darat jarak jangkau hingga 50 km
      – diinstal rudal darat ke udara jarak jangkau hingga 50 km

  31. Selamat , Yang dekat tanjung priok sama tanjung perak bisa menyaksikan langsung kedatangan Leo , kami yg disini juga numpang gembira , yg mau nonton manuver elang botak sama baby falcon silahkan datang ke timur ponorogo !

  32. Kenapa kok langsung di angkut ke Surabaya? Kok ga langsung jalan sendiri aja lewati Jalur Pantura? Kita lihat ada jalan yg Ambles ngga atau jembantan yg runtuh.

  33. leo udh dtng
    t90 lg uji coba
    tank inggris, sicantik prancis nyusul gx ea?

  34. Alhamdulillah sdh datang.Dari Priok ke Perak memang harus pakai kapal lagi. Krn kalau lewat darat (pantura) jadi ingat waktu membawa leo dari JKT ke Pasuruhan, perlu waktu 5 hari. Waktu jalan, lalulintas pantura jadi tersendat-sendat. Belum jika pas lewat jembatan, andrenalin meningkat. Untung jembatan Comal saat ini lagi diperbaiki karena ambles (Trailer dan tronton pada lewat jalur tengah, SBY-SOLO-JOGYA, biasanya bisa 8 jam, sekarang bisa 12-15jam). LEO TIDAK BISA DIANGKUT LEWAT DARAT (PANTURA).Jadi memang lebih baik diangkut dng kapal. Suatu saat kalau tol transjawa sudah jadi (tentunya dng jembatan yg kuat), Leo bisa lewat dng cepat. JKT-SBY bisa 12 jam. Tapi kapan jadinya tidak tahu. Tol SBY-Mojokerto saja sdh 7 tahun belum jadi, padahal jaraknya cuma sekitar 30km. sabar.com

  35. hadeh TOT cuma ac aja…..

  36. morning celesta emang gak bisa sandar di perak kah..? bagi2 rejeki..? yg penting dah on the way..maju terus yonkav..!

 Leave a Reply