Jan 042019
 

Ilustrasi tank tempur utama T-14 Armata menembakkan meriam © Veterans Today

JakartaGreater.com – Tank T-14 Rusia yang berbasis pada platform Armata akan menjalani uji coba negara di lembaga penelitian dan sains Kementerian Pertahanan Rusia tahun 2019, kata layanan pers kementerian pada Senin, seperti dilansir dari laman TASS.

“Tank T-14, yang telah dibuat pada platform universal Armata dan dikembangkan untuk Angkatan Darat Rusia, sekarang sedang menyelesaikan uji coba pabrikan. Kendaraan tempur tersebut pada 2019 akan mulai menjalani uji coba negara di lembaga penelitian dan sains Kementerian Pertahanan Rusia,” menurut kabar dari kementerian.

T-14 adalah satu-satunya tank generasi ketiga pasca-perang dunia. Tank tempur Armata yang dikembangkan oleh Rusia tersebut tidak memiliki tandingan di dunia.

Tank tempur utama generasi modern Rusia dikabarkan dapat menghancurkan tank tempur utama buatan Amerika Serikat, hanya dalam sekali detakan jantung dan diperkirakan akan segera dikerahkan ke medan perang.

Purwarupa tank tempur utama T-14 Armata buatan Rusia. © Boevaya Mashina via wikimedia.org

Produsen pertahanan asal Rusia, UralVagonZavod (UVZ) telah melakukan uji tembak tank tempur T-14 Armata pada lokasi uji coba yang berada di kota Nizhny Tagil, menurut Wakil Perdana Menteri Rusia Dmitry Rogozin.

Platform lapis baja tersebut dikembangkan sejak runtuhnya Uni Soviet dan pertama kali diresmikan sebagai prototipe pada tahun 2012. Militer Rusia saat ini melakukan pengujian 100 unit tank Armata di lapangan dan harapan dapat segera dikerahkan pada awal 2019.

Sebelumnya, Wakil Menteri Pertahanan Rusia Alexei Krivoruchko mengatakan Kementerian Pertahanan telah menandatangani kontrak dengan Uralvagonzavod untuk pengiriman 132 tank tempur utama T-14 dan kendaraan tempur infanteri T-15 berdasarkan platform tempur Armata. Pengiriman akan diselesaikan pada tahun 2021.

Tank T-14 yang berbasis pada platform Armata diperlihatkan kepada publik untuk pertama kalinya pada parade Hari Kemenangan di Lapangan Merah pada 9 Mei 2015. Kendaraan tempur baru menampilkan peralatan yang sepenuhnya digital, plus menara tanpa awak dan kapsul lapis baja yang terisolasi untuk perlindungan kru