Tank Boat Indonesia akan Dipasang Turret Cockerill 3030

Jakartagreater.com – Delegasi Kementerian Pertahanan Indonesia mengunjungi John Cockerill Defence di Belgia, pada Senin, 28-11-2019, dipimpin oleh Dirjen Pothan Kemhan Prof. Dr. Ir. Bondan Tiara Sofyan. M. Si.

Delegasi yang ikut antara lain: Brigjen TNI Priyanto, S. IP., M. Si (Han), Kolonel Laut (E) Tatang Sukaeji, Kolonel Cba N. Simarmata. S.H., M. Si, Kolonel Lek Dewa Gede Putra, S.T, serta Dr. Ade Bagdja Dirtekbang PT. Pindad.

Tujuan kunjungan Delegasi Kementerian Pertahanan Indonesia ke John Cockerill Defence di Belgia, adalah untuk menindaklanjuti Program Tank Boat TA. 2019, dalam rangka pemesanan CPWS (Cockerill Protected Weapon Station) oleh Delegasi dari Kemhan, dirilis situs Kemhan RI, 29-11-2019.

Kunjungan Tim Delegasi Kemhan RI ke John Cockerill, Belgia, 28-11-2019.

Kegiatan ini adalah merupakan kegiatan tahun jamak pengembangan dan konsorsium Industri Pertahanan PT. Pindad (Persero), PT. Len Industri (Persero), PT Lundin Industry Invest, dan PT. Hariff DTE dengan Lead Integrator PT. Pindad.

Dalam Program Tank Boat Tim delegasi Kemhan melakukan pengecekan terhadap kesiapan pemesanan jenis Turret C3030 30mm yang di Produksi oleh John Cockerill di Belgia.

Desain Tank Boat skala penuh (@ istimewa)

Program Tank Boat merupakan konsep pengembangan kendaraan tempur perairan yang belum ada di negara manapun, tetapi merupakan suatu terobosan karya anak bangsa yang berorentasi pada tipologi wilayah Indonesia yang sebagian besar rawa, laut, sungai dan pantai yang dilengkapi persenjataan kaliber 30 mm.

Kunjungan Delegasi Kemhan ke John Cockerill Belgia Berjalan tertib, aman dan lancar.

9 pemikiran pada “Tank Boat Indonesia akan Dipasang Turret Cockerill 3030”

  1. Canon 30 mm sudah tidak berguna….
    Canon 2A42 pada tank ifv BMP 2 sudah terbukti tidak berguna di medan perang.
    Untuk bungker tidak mempan, anti tank tidak mempan, anti pesawat kurang sip karena single barrel.
    Gantinya gabungan 100 mm canon + 30 mm……tapi itu terlalu rumit buat distribusi tempur. Sekarang modelnya kaliber 57 mm, cocok menggasak semua target.
    Atau sudah benar dengan 105 mm……

    WONG SUDAH BENAR KOK DIUTAK ATIK TO BRO BROO……

  2. Kenapa pemerintah kita lebih memilih untuk mengembangkan dan memproduksi tank dan panser di bandingkan senjata anti tank terlebih dahulu pdhal skrng Indonesia SDg mengalami defisit keuangan. Kenapa yg di atas tidak memilih artenatif yg lebih murah tp efektif dengan mengembangkan senjata anti tank kelas berat dan kelas ringan terlbh dahulu. 150 tank kalao di tukar dgn anti tank kelas berat bisa produksi 1500 beserta amunisi cadangan 500 panser mngkin kita SDH bisa produksi 5000 RPG berserta amnusinya. JD 150 tank dan 500 panser belum belum tentu pas buat memenusihi Standr pertahanan kita tp dgn 1500 senjata anti tank kelas berat dan 5000 RPG udh mendapat efek gentr PD musuh.

Tinggalkan komentar