Tank Harimau dan K21 Bersaing Memikat Filipina

Jakartagreater.com – Indonesia bersaing dengan Korea Selatan dalam menjual kendaraan tempur jenis tank kepada Filipina.

Kepala Pengembangan Produk PT Pindad Windu Paramarta mengatakan, saat ini hanya dua perusahaan dari Indonesia dan Korea Selatan yang berhasil lolos dalam tahapan selanjutnya yakni Pindad dan Doosan.

“Pindad berkompetisi melawan dengan pabrikan dari Korea Selatan dengan Doosan, di mana Filipina sedang ada kebutuhan kendaraan kanon utamanya,” kata Wndu kepada Anadolu Agency, dirilis 05-03-2020.

Pindad menawarkan paket kendaraan tempur senilai USD 171 juta atau sekitar Rp 2 triliun di antaranya Harimau Medium Tank, Panser 6×6 Kanon 90 mm atau Badak, kata Windu.

Sementara perusahaan Korea Selatan menawarkan kendaraan tempur infanteri (IFV) K21. Windu yakin Harimau Medium Tank lebih unggul dari K21 tank yang ditawarkan oleh Korea Selatan.

“Design (Medium Harimau Tank) spesifikasinya, spesifik untuk wilayah regional di Asia Tenggara, yaitu perhutanan, perkotaan yang padat dan apabila terjadi perang, tank ini dirancang khusus untuk menghadapi situasi seperti itu,” ujarnya.

Filipina berminat membeli Harimau Medium Tank yang merupakan alat utama sistem pertahanan (Alutsista) produksi Indonesia hasil kerja sama dengan Turki.

TERPOPULER

6 pemikiran pada “Tank Harimau dan K21 Bersaing Memikat Filipina”

  1. Dek lintang yg gak kebagian jatah othak yg terpaksa pake dengkul mikirnya dan anggota fanatik fans boy barat amatiran, coba diliat design tank kolaborasi pindad dan turkey ini dek, yg ciamik banget itu dek. Mirip sedikit dan bisa dikatakan baby Armata nya Rusia dek.
    Tank Armata Rusia yg Stroongg Bingiiiitt tiada tandingnya di jagat ini dek, paling tidak sampai 1 dekade kedepan.
    Srmoga dek lintang yg lemot bisa paham, kalo gak paham sekolah lg di PAUD TadikaPuri ya dek…..xicixicixicixi

  2. turky belajar buat tank atlay dari TOT korsel.. dan kita belajar tank medium bareng turky.. skrg lawan kita (pindad) korsel sendiri… mudah2an bisa di menangkan pindad… amin yaa robbalallamin
    jadi ingat kapal perang SSV saat kita (PT. PAL) bersaing dgn korsel.. padahal saat itu kita dapat teknologi TOT dari korsel saat pembelian LPD KRI Makassar class… dan dimenangkan oleh PT PAL..
    semoga kejadian sama terulang kembali…

  3. Kalau mereka (PA) setia pada UU mereka sendiri, maka Harimau lebih terbuka peluangnya, karena salah satu syarat yang tidak dipenuhi K21 adalah, negara pembuatnya harus memakai atau minimal memesan tank tersebut.

  4. Semoga tank Harimau dipilih oleh Filipina supaya pengembangan dan produksi bisa berkelanjutan sehingga kemampuan dan pengalaman Pindad juga bertambah, semoga solidaritas ASEAN dan sebagai sesama pengguna tank Harimau kelak bisa saling share pengalaman demi peningkatan kualitas produksi Pindad

Tinggalkan komentar

TAGS