Nov 102018
 

Tank Harimau Pindad-FNSS, di Indo Defence 2018

Jakarta, Jakartagreater.com – Menteri Pertahanan (Menhan), Ryamizard Ryacudu mengatakan, tank medium yang dibuat oleh PT Pindad bekerja sama dengan FNSS, Turki cocok dengan geografis Indonesia.

“Kita memang cocoknya medium tank di Indonesia. Kalau MBT Leopard yang berat itu gak cocok, kita mau kemana. Apalagi kalau sudah keluar Jawa, Sumatera dan Kalimantan yang rawa-rawa, gak pas. Memang paling pas tank ringan dengan sedang,” kata Menhan di sela-sela pelaksanaan pameran industri pertahanan atau “Indo Defence Expo and Forum 2018”, di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu, 7-11-2018.

Kerja sama antara Indonesia dan Turki dalam pembuatan tank medium “Harimau” itu dengan cara transfer teknologi. Ryamizard berharap produk industri pertahanan Indonesia bisa diterima di dunia internasional.

Tank Harimau Pindad-FNSS, di Indo Defence 2018

“Pada ‘event’ ini ada produk baru pertahanan nasional. Yaitu medium tank yang diproduksi PT Pindad. Medium tank ini dukungan penuh sebagai produk anak bangsa,” ucapnya.

Sementara itu, Manajer Pengembangan Kendaraan Khusus PT Pindad, Windhu Paramarta, mengatakan tank Harimau ini adalah program kerja sama pemerintah Indonesia dengan Turki melalui Kementerian Pertahanan kedua negara.

Dari kerja sama tersebut, kata dia, kedua negara membahas tentang beberapa hal yang dapat dikembangkan bersama dalam dunia pertahanan, di antaranya kendaraan tempur, roket, dan alat komunikasi. “Kebetulan Pindad memegang program pengembangan untuk medium tank, sementara dari Turki menunjuk FNSS,” kata Windhu ditemui di ‘Stand’ Medium Tank Pindad.

Tank Harimau Pindad-FNSS, di Indo Defence 2018

Kementerian Pertahanan Turki menunjuk FNSS sebagai sebuah perusahaan yang berkompeten dalam menangani pembangunan tank tersebut. Berangkat dari hal tersebut, Pindad dan FNSS yang belum pernah membangun tank kombatan mulai membangun tank tersebut sesuai dengan spesifikasi teknis kebutuhan TNI dari Indonesia.

Pindad pernah membangun tank Anoa, sementara FNSS pernah membangun “infanteri fighting falcon”. “Jadi mereka benar-benar membantu untuk sama-sama mengembangkan kendaraan tank ini,” ujar Windhu,  dirilis Antara.

Pada tahun 2015, mulai berlangsung tahap desain, kemudian 2016 tahap ‘engineering’ secara detail dengan memantapkan beberapa produksi, tahun 2017 sudah keluar tanknya, sehingga benar-benar 1,5 tahun dirancang dari nol bagaimana spesifikasinya bersama TNI dan dapat digunakan di HUT TNI Ke-72 di Cilegon, Banten pada 2017 lalu.

Tank Harimau Pindad-FNSS, di Indo Defence 2018

Pada Oktober 2018, tank sudah diuji coba dan mendapat sertifikat layak dari TNI Angkatan Darat dan Kementerian Pertahanan RI. Masuk ke dalam tahap produksi, pertama Pindad melakukan uji coba terlebih dahulu dengan “main blast test” untuk membuktikan kemampuan tank tersebut sebanyak dua kali.

Test dilakukan di Turki, untuk melihat kemampuan engineeringnya, apakah sudah sesuai dengan kemampuan pertahanan tank terhadap ancaman ranjau. “Standar yang digunakan adalah standar 45-69 terkait standar pertahanan balistik dan ranjau,” ujarnya. Selain itu, dilakukan serangkaian tes untuk melihat sejauh mana efek manusia yang mengawaki tank tersebut.

“Lalu, berangkat dari situ kita punya level proteksi sampai dengan level 5 dan standar yang dipakai saat ini baru sampai level 4, karena sesuai dengan budget pengembangannya,” tuturnya. Untuk Turet, Pindad dibantu dari CMI dari Belgia dengan caliber 105 mm dengan kemampuan efektif mencapai 2,5 kilometer, sedangkan untuk kemampuan penginderaan atau obeservasi, tank ini mampu mencapai 10 kilometer.

Tank Harimau Pindad-FNSS, di Indo Defence 2018

“Dalam jarak 8 kilometer penginderaan dapat memverifikasi target dengan menyaring kendaraan hasil penginderaan, apakah itu kendaraan tempur atau bukan,” jelasnya.

Dengan jarak 2,5 kilometer dengan “hunter killer” sang komandan dapat memasukkan target ke sebuah sistem untuk dilakukan penembakan. Semua itu dilakukan dengan secara otomatis, begitu pula dengan peluru yang ditembakkan disesuaikan dengan target sasaran.

Tank ini diisi oleh tiga orang, pengendara, penembak, dan pemberi komando. Pengendara tank akan nyaman di dalam tank sehingga mempermudah manufer. Pengisian peluru pun sudah dibuat otomatis.

Hal yang membedakan tank ini dengan tank-tank lainnya, tambah Windhu, adalah tank harimau ini benar-benar dirancang untuk tank kombatan, bukan dikembangkan dari platform tank sebelumnya. “Artinya memang nantinya akan digunakan untuk pakem pertempuran yang akan digunakan oleh pengguna untuk melawan tank yang sejenis dengan mengikuti teknologi masa kini,” ucapnya.

  44 Responses to “Tank Harimau, dari Awal Dirancang untuk Tank Kombatan”

  1.  

    dikembangkan lagi tank harimaunya.
    armor hull bagian depan, samping, belakang dan turetnya di upgrade/diganti stanag level 6, berhubung kan modular jadi mudah di upgrade dan diganti.
    di kasih RCWS, dan laser designator. meriam turetnya diganti menjadi meriam smoothbore universal munition 120mm +, biar bisa menembakkan mortir dan anti tank guide missile
    laser warning receivernya ditingkatkan
    dikasih optical sight/termal sight dan infra red sight
    kalau bisa dikasih jammer dan APS
    biar makin hebat

    •  

      bengkak deh 10 M dollar per unit xaxaxa

    •  

      Napa engak buat MBT aja sekalian…nanti kan malah rancu tank medium berbobot mbt…xaxaxaxa….

      •  

        nggak sampai selevel MBT kok
        medium tank dan light tank yang lainnya loh bahkan lebih canggih dari pada tank harimau ini
        banyak sekali sensor dan armamentnya, canggih canggih juga
        apa lagi ifv nya
        kalau mau buat MBT harus tau cara membuat armor komposit dulu
        kalau yang saya deskripsikan di atas mah bukan sekelas MBT
        MBT mah jauh lebih hebat lagi sensor, armament, dan armornya lebih kuat

      •  

        nggak sampai selevel MBT kok
        medium tank dan light tank yang lainnya loh bahkan lebih canggih dari pada tank harimau ini
        banyak sekali sensor dan armamentnya, canggih canggih juga
        apa lagi ifv nya
        kalau mau buat MBT harus tau cara membuat armor komposit dulu
        kalau yang saya deskripsikan di atas mah bukan sekelas MBT
        MBT mah jauh lebih hebat lagi sensor, armament, dan armornya lebih kuat

        indonesia mah masih belum bisa membuat MBT
        Lagian MBT nggak agak nggak cocok kalau digunakan di medan Indonesia
        terlalu berat

      •  

        Maksud saya berat nya seberat mbt gitu…!!!
        Karna bila semua yang bung sebutkan diatas bila dipasang ke tank tersebut maka bisa jadi sama berat mbt…bisa jadi yaa…karna saya males nimbang tu tank…xaxaza…

        •  

          nggak sampek seberat MBT kok
          saya yakin
          soalnya saya liat light tank dan medium tank yang lain malah lebih canggih dan beratnya juga nggak seberat MBT

        •  

          Semoga tank ringan ini segera disempurnakan Dan di produksi massal …
          Dan tidak lupa ..
          Militer Indonesia butuh main battle tank sekelas leopard…Dan terbukti tidak merusak jalan umum …juga bermanfaat di perbatasan ….Tanya kan ke TNI AD sebagai user..

    •  

      jika semua itu ditambahkan mungkin bukan medium tank lagi tapi udah masuk kategori MBT, mengingat berat tank akan bertambah dengan banyak nya aksesoris pendukung. jangan lupa perhitungkan bajet nya bro.

      •  

        bung fatih benar kok
        klo jadi mbt harus design kembali sasis,armornya ditingkatkan komposit, dan kanon harus diganti

        •  

          Gue kira perbedaan nya lebih mengacu pada bobot tank…karna mbt lebih menekan pada perlindungan pasif(armor)kalo komposit…semua baja berkomposit tingal level mana…apa medium tank engak punya komposit apa…apa lagi armor tank…!!!
          Mungkin juga pada meriam berkalbr besar yang nambah bobot kian berat…dan gua rasa ngak perlu rubah desain tingal pasang armor dan ganti meriam mungkin bisa disebut mbt…ini mungkin × yaa…xaxaxa….

          •  

            CV-90 dengan kanon kaliber 120mm juga terinstall Aps Amap ads masih dibilang light tank kok

            armor komposit hanya nama umum pada prakteknya jenisnya berbeda2 utk MBT jelas komposisinya berbeda dg light tank ato medium tank

            kuncinya pada sasis hullnya karena sasis hull MBT dibuat utk bisa menampung beban Armor, kanon, Cms dan mesin secara berimbang, klo light tank dan medium tank ada yg dikorbankan beberapa ato slah satunya

      •  

        kalau semua yang saya deskripsikan di atas ya mungkin soal teknologinya hampir mendekati MBT, terutama ERA

        dan saya yakin mungkin KALAU DI INDONESIA malah tambah mahal
        tapi saya lihat light tank dan medium tank yang lain nggak semahal Indonesia, apa karena masih tahap produksi awal ya jadi kemahalan

        •  

          Sekilas komposit tank Harimau mirip dengan Merkava. Hasil blast test 10 kg tnt sudah luar biasa kekebalannya bro, hull tidak bolong.
          Cuman, masih misteri sampai skrg adalah kokpitnya (melihat integrated war system nya)

    •  

      Dulu jaman PD 2 sherman 60 ton aja tempur kok di papua smpe ke sulawesi dan kalimantan

  2.  

    stanag 4 selevel stryker up armor 2006 levelnya cuma sanggup bertahan dari 14.mm senapan mesin berat

    stanag level 6 adlah keharusan yg harus dicapai utk pengembangan selanjutnya

    “Tank Anoa”

    emboh karepmu

    cuk

  3.  

    Kedepan harus lbh canggih pengembangannya!

  4.  

    “Kita memang cocoknya medium tank di Indonesia. Kalau MBT Leopard yang berat itu gak cocok, kita mau kemana. Apalagi kalau sudah keluar Jawa, Sumatera dan Kalimantan yang rawa-rawa, gak pas.

    Sewaktu Leopard datang ada jenderal TNI ngomong “siapa bilang infrastruktur RI gak kuat dilalui Leopard?”… Ketika mengomentari pertanyaan wartawan bahwa Habibie pernah menyebut Leopard tidak cocok digunakan di RI..

    Kenapa sekarang diakui medium tank lebih cocok di Indonesia? 😀 apa kemaren jenderal sontoloyo yg ngomong ya? 😀 pasti dulu bisa jd TNI AD karena org kaya 😆

    •  

      Maka mbt kita engak dipasang armor…kalo dipasang mungkin bisa mencapai 70-80 ton…jangan kata rawa atau tanah gambut…jalan raya juga bisa mater tu tank…xaxaxaca…

    •  

      ego bung tetangga2 pada sudah beli MBT utk menjaga martabat dan nasionalisme bangsa

      xaxaxa padahal dulu ada persetujuan tak tertulis utk tidak memancing perlombaan senjata di negara2 maritim asia tenggara

    •  

      ya begitulah
      pencitraan di mana mana

      kalau dari logika sih memang benar jalanan di Indonesia tidak cocok untuk MBT
      kan masih menggunakan ASPAL biasa, tidak ada campurannya
      tapi kalau di jalan tol mah beda lagi
      kuat itu kalau di lewati MBT

    •  

      Saya juga heran atas pernyataan-pernyataan ambigu tersebut. Tidak semua kontur tanah Indonesia adalah rawa (tanah lembek) maupun dataran tinggi, hanya beberapa titik saja. Dimana-mana pun MBT tidak dilepas di rawa. Lagian, apakah dalam kondisi perang MBT itu masih menggunakan sarana jalan raya? Emangnya lagi piknik pake gps! Justru MBT dicipta sbg kendaraan segala medan, itulah sebab spesifikasi mesinnya dibuat sangat powerful. Pada lancab tahunan jelas Leo sukses tuh, padahal kontur tanahnya berlumpur.
      Ini adalah tentang segmentasi, Harimau dan Leo sama-sama memiliki keunggulan operasional dan fungsional. Jangan timpang, menyanjung dan menolak salah satu dr keduanya.

      •  

        lantas apakah saya harus percaya ucapan anda dibandingkan pensiunan jenderal? meskipun jenderal ada banyak kelas dan levelnya termasuk nyalinya 😀

        hayoooo 😆

      •  

        Kalou melihat kontur wilayah indonesia pada umumnya,dataran rendah dan tepi pantai yang sebagian besarnya adalah tanah rawa atau gambut kalou ada tanah yang kering itu juga banyak yang tidak stabil bisa dilihat dari setiap tahun perbaikan jalan raya…dan itu mungkin hanya diindonesia,,,lalu dataran tinggi ini memang bisa dikatagorikan tanah kering tapi masih tidak bisa diangap stabil karna bisa dilihat sering terjadi longsoran pada musim hujan yang berarti tanah yang mudah menjadi lumpur bila curah hujan meningkat.kalou pengunungan saya rasa tidak perlu dibahas karna jangan kata tank pendaki manusia juga susah melaluinya.
        Sedang kita tau tank mbt diperuntuk kan tanah kering dan pergurunan.sebab ide dari mbt ialah evaluasi penyempurnaan tank dalam perang ditimur tengah…jadi berat tidak jadi masalah karna jadi fokus penyempurnaan tersebut ialah pertahanan masif dari serangan balasan baik senjata mesin maupun mortir dan ranjau darat…jadi bisa dibilang tank mbt lebih dikhusus jan pada wilayah panas dan terbuka terutama padang pasir…!!!
        Itu menurut pandangan mbah bowo.,.
        😉 🙂 😆

        •  

          MBT sejatinya adalah menghancurkan moral infanteri musuh. Saya sepakat krn infanteri jg sudah berevolusi menenteng ATGM, pertahanan aktif MBT kita harus ditingkatkan dan disempurnakan

          •  

            salah bung, yg menghancurkan moral musuh adalah pesawat pembom.
            dulu amrik punya pembom b-24 b-17 b-29 dsb…..digunakan utk ngebom jerman, supaya moral dan suplai perang menurun, sekali tembak 2 burung tertembak jatuh.

            klo MBT diberikan utk tank yg tiap negara punya standarisasinya sendiri.

          •  

            Iya bung apa lagi sesuai kontur dan geografis kita maka perlu memodifikasi alutsista pada umumnya…karna wilayah produsen senjata tidak sama dengan yang kita miliki…baik peruntukan maupun uji coba dari sista tersebut,,,salah satu contoh senjata yang kita beli dari polandia yang gagal pada saat kita uji coba,,,dan itu hanya karna suhu dan cuaca saja,,,karna senjata tersebut tidak pernah diuji coba pada wilayah bersuhu tropis yang mempunyai kelembaban yang cukup berlebih…dan itu mudah sekali mempengaruhi alutsista karna akan mudah menyebabkan karat dan korosi.

          •  

            Bung Iwan, karena penginderaan jauh, tujuan utama bomber itu adalah utk menghancurkan fasilitas strategis dan infrastuktur musuh. Untuk perang jarak dekat, MBT paling efektif menghadapi infanteri, mobilitas dan daya gempur tinggi.

  5.  

    Ah gk juga kok..dulu sherman yg 60 ton aja turun kok dari papua sampe sulawesi…jaman PD 2

  6.  

    Soal kemampuan, pasti ndak kalah dengan Leopard. Mungkin ke depan perlu tambahan anti serangan rudal dari serangan milisi maupun MBT, sepertinya belum ada.

  7.  

    Setahu saya Filiphina mau membeli ATGM dari Russia…

 Leave a Reply