Jul 032012
 


Berurusan dengan negeri kincir angin Belanda benar-benar susah. Parlemen Belanda terus menghalangi rencana pembelian tank Leopard 2A6 oleh Indonesia. Menurut mereka, Indonesia banyak melakukan pelanggaran HAM dan khawatir tank itu digunakan untuk mengusir demonstran. Belanda lupa, bahwa merekalah yang melakukan pelanggarann HAM ke penduduk Indonesia selama 350 tahun, di masa penjajahan silam.

Negara penjajah biasanya menginginkan eks-jajahannya maju, karena merasa bersalah atau berhutang moral. Hal ini terlihat dengan cara Inggris membantu negara-negara eks-jajahannya yang terkumpul dalam negara Persemakmuran. Demikian pula dengan Perancis terhadap negara bekas jajahannya: Maroko, Aljazair, Mauritania, Mali, Senegal,Pantai Gading, Burkina Faso, Chad, Gabon dan Madagaskar.

Kita ambil contoh Maroko. Hubungan Maroko dengan Perancis sangat erat. Lebih dari 1 juta penduduk Maroko diterima oleh Perancis untuk bekerja atau tinggal di negara Jeanne d’Arc ini. Hubungan yang sangat erat itu membuat Perancis menjadi mitra ekonomi utama bagi Maroko. Tidak heran, ketika Francois Hollande terpilih sebagai Presiden baru Perancis, rakyat Maroko ikut menyambutnya dengan sukacita.

Tentara Belanda di Indonesia

Bagaimana dengan Belanda dan negara eks-jajahannya Indonesia ?.
Presiden Soekarno pernah kesal ke Belanda. Kerajaan Belanda dituding berada di balik pembentukan Republik Maluku Selatan (RMS) yang diproklamirkan Chris Soumokil, 25 April 1950. Belanda juga diprotes oleh Soekarno karena menampung sekitar 12.000 lebih warga Maluku yang mengungsi ke negara itu, pasca pemberantasan separatis RMS.

Sementara saat Orde Baru, Presiden Soeharto tersinggung saat Menteri Kerjasama Pembangunan Belanda Jan Pronk mengkritik Indonesia terkait insiden Dili, November 1991. Soeharto memutuskan tidak lagi menerima bantuan dari Inter Governmental Group on Indonesia (IGGI), yang diketuai Belanda. Bukan hanya menolak bantuan IGGI, Indonesia juga menghentikan semua program beasiswa antar kedua negara.

Bukan hanya Presiden Soekarno dan Soeharto yang pernah sakit hati ke pemerintah Belanda. Presiden SBY juga pernah membatalkan kunjungannya ke Belanda, karena di saat rencana kedatangannya ke Den Haag, akan digelar tuntutan RMS ke Pengadilan di Den Haag.

Di masa Pemerintahan SBY pula, Indonesia diombang-ambingkan dengan pembelian Light Frigate Sigma 10514 karena tidak adanya kejelasan proses alih teknologi dari Belanda. Bahkan Kementerian Pertahanan dan Mabes TNI harus menemui Duta Besar Belanda di Indonesia, untuk menanyakan keseriusan pihak Belanda.

Tindakan yang sama juga dilakukan Belanda terhadap rencana Indonesia untuk membeli 100 tank Leopard 2A6. Pemerintah Belanda tidak juga mengambil keputusan. Parlemen Belanda tidak menyetujui dengan alasan HAM yang buruk di Indonesia.
Mereka lupa, bahwa kakek dan nenek merekalah yang banyak sekali melakukan pelanggaran HAM berat di Indonesia.

Mengapa susah sekali berurusan dengan negara Belanda ?. Kayaknya mereka terkena Syndrome Complex. Bagaimana bisa ? Jika kita jalan jalan ke Den Haag, kita akah melihat gedung gedung besar di kota itu diberi nama dengan tulisan besar: Sumatera, Jawa, Borneo, Sulawesi dan sebagainya. Begitu pula dengan nama-nama jalannya. Kita akan menemui nama jalan: Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan sebagainya.

Keberadaan Indonesia mereka abadikan di berbagai landmark dan infrastruktur kota. Bahkan event musik besar di Den Haag tidak lepas dari atribut Indonesia yakni Java Jazz Festival yang biasa digelar di Novotel Den Haag.

Bagaimana perlakuan mereka terhadap penduduk Indonesia ?.
Di suatu sore, bertemulah saya dengan pria asal Indonesia berusia 74 tahun di Den Haag Belanda. Pada awal tahun 1960-an, pria dari Indonesia Timur ini memutuskan pergi ke Belanda dan menjadi warga negara setempat. Menurutnya, warga Indonesia yang lahir sebelum tahun 1949 dianggap warga negara Belanda, sehingga tidak sulit untuk mendapatkan kewarganegaraan.

Dia pun menikah dengan orang Belanda dan memiliki 4 anak. Anaknya tersebar entah kemana, mengurus keluarga masing-masing. Sementara pria yang telah bekerja selama 40 tahun ini, tinggal bersama isterinya di rumah susun kecil yang disewa per tahun. Uang pensiun hanya bisa membayar sewa rumah. Sementara untuk biaya hidup, ia harus menjadi sopir di usianya yang sudah senja. “Kalau tahu begini lebih baik saya tinggal di Indonesia. Tanah orangtua saya luas di sana. Tapi saya sudah tua”, ujarnya menutup pembicaraan.

Awal tahun 1960-an Belanda menerima banyak orang Indonesia. Tapi, setelah sampai di sana, tidak ada bedanya dengan di Indonesia, bahkan bisa lebih buruk. Padahal mereka pergi ke Belanda dengan harapan mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

Sekarang mari kita lihat sikap Belanda terhadap Negara Republik Indonesia.
Lebih parah lagi, hingga kini pemerintah Belanda tidak juga mengakui kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945. Belanda hanya menyatakan, menyerahkan kedaulatan kepada Indonesia 27 Desember 1949, berdasarkan hasil Konferensi Meja Bundar. Sikap Belanda itu membuat luka psikologis bagi bangsa Indonesia yang pernah dijajah selama 350 tahun. Belum lagi, eksisnya gerakan Republik Maluku Selatan (RMS) diakui oleh Belanda dan seringkali dimanfaatkan pihak tertentu untuk mendiskreditkan Indonesia.

Konferensi Meja Bundar di Den Haag Tahun 1949

Untunglah Kementerian Pertahanan sadar dan menghentikan upaya pembelian Tank Leopard ke Belanda. Sebagai gantinya Indonesia membeli 100 lebih main battle tank Leopard 2A6 dari Jerman dengan nilai 280 juta USD. 15 unit pertama akan tiba bulan Oktober 2012 dan seterusnya datang bertahap 100 unit hingga Oktober 2014.

Jerman bukan hanya menawarkan tank Leopard 2A6, tapi juga transfer teknologi. “Mulai dari Oktober, akan mengalir pengiriman dan distribusi tank Leopard disertai transfer teknologi yang dilaksanakan oleh PT Pindad. Transfer teknologi bertujuan untuk kemandirian peremajaan dan peningkatan kapasitas tempur tank,” ujar Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.

MBT Leopard 2A6 Indonesia

Leopard 2A6 yang dibeli Indonesia berupa tank yang telah diremajakan (refurbishment) dan dimodifikasi sesuai kebutuhan Indonesia, seperti yang dibeli Singapura. “Pembelian Leopard diputuskan dari Jerman, setelah proses pembelian dari Belanda dihentikan, karena tidak ada kepastian dari pemerintah Belanda,” ujar Sjafrie. (Jkgr).

  17 Responses to “Tank Leopard dan Lika-Liku Hubungan Indonesia-Belanda”

  1.  

    Nah, begitu donk… Keputusan yang tepat… Lain kali jangan berlama2 ya…

  2.  

    wah wah Pemerintah Belanda nih yang kacau,, kayaknya masih ada keinginan memecah belah NKRI dg cara mendukung RMS.
    lain kali jgn lagi ada urusan dg belanda,, untuk smentara sigma gpp, tpi selanjutnya orizzonte dri itali or la fayette dr france aja.
    NKRI Harga mati, Jaya Indonesia Ku.

  3.  

    makan tuh semir, meneer….

  4.  

    “Go To Hell Netherland With Your Leopard”

  5.  

    Mending mencari alternatif dari negara lain, daripada tidak bisa dipakai pas diperlukan. Kita punya duit.
    ‘Loe jual kite beli’….ini prinsip dagang meneer,. jangan dicampur aduk dengan masalah lain, Roda terus berputar hingga suatu saat Indonesia menguasai pasar tekhnologi. “Emang ente mau diperlakukan begitu”. MAJU TERUS INDONESIAKU.

  6.  

    berlakukan juga buat negosiasi sigma 10514…
    ganti aja dari pabrikan meneer sialan ke Italy yg ada gratisan ToTnya
    Kapal Selam Chanbogo juga, klo ada tambahan biaya untuk ToT
    ude, ganti aja ke Kilo Class Rusia, gak usah ToT2an
    penting jago!!!! Bravo TNI!!!

  7.  

    Masih ada LSM yang ngotot TNI jangan beli MBT, tapi anti tank atau tank ringan. Anti tank artinya TNI disuruh defensif tanpa kemampuan serang balik, tank ringan jelas kartu mati lawan MBT, meriam kalah kaliber. LSM model begini sepertinya sudah disawer tetangga yang punya MBT ex Blok Timur itu.

  8.  

    belanda oh belanda , sama” pelanggar ham aja sombong

  9.  

    Memang benar pak penulis.. setuju.. Belanda kena syndrom complex ..
    Si Miskin Negara Belanda pemerintahnya berhati busuk dan miskin (beneran) masih berhayal masih memiliki kekayaan .. Indonesia, negara kita.

    Pembatalan pembelian leporad dari Belanda menurut saya,
    adalah salah salah satu langkah pemerintah kita belakangan ini yang benar- benar BENAR dan benar-benar TEGAS.

    Selanjutnya .. ganti kiblat pengembangan PKR dari belanda ke negara yang lebih “mulia”, seperti italia atau spanyol!!
    jangan gara2 sudah terlanjur tanda tangan sigma 10514, terus pemerintah jadi gegabah dengan memaksakan diri melanjutkan kerjasama tsb. sudah jangn mikir rugi! ga apa kan tetap untung ada barang dan PEMBELAJARAN (kesadaran).. ganti saja..

    saya yakin setelah tegas akan dua hal diatas… saya yakin Belanda akan mengemis ngemis kepada kita dengan segala tipu dayanya.. BUKTIKAN!!

    ngomong2 pabrik lampu kan sudah banyak.. di negara kita.. buat sendiri juga bisa.. kl tutup satu pabrik milik “negara lain” kan mungkin lebih menguntungkan kita.. paham kan maksud saya -hehehe

  10.  

    kekuatan ekonomi RI sekarang melebihi belanda!!!

    •  

      Sayang RI negara-acak adut, negara autopilot. Contoh gampang: semua lagi demam mobil listrik, setelah mobil Ahmadi,
      keluar moblis versi Depdiknas – PTDI, besok katanya Pindad akan rilis dan uji-coba moblis versi mereka, entah instansi mana lagi menyusul. Gak ada satupun pejabat tinggi (menko ekuin-?) yang tanggap / proaktif memadukan seluruh sumber daya nasional untuk menghasilkan prototype moblis nasional yang optimal, masing2 jalan sendiri-sendiri…

  11.  

    ibarat keledai yg jatuh untuk kesekian kalinya pada lubang yg sama….

  12.  

    Empat Kampus Terima Bantuan dari Belanda

    JEmpat perguruan tinggi Indonesia mendapatkan bantuan program penguatan manajemen institusi (SIM4-U Project) dari pemerintah Belanda senilai 1,7 Milyar Euro.

    Perguruan tinggi yang beruntung tersebut adalah Universitas Nusa Cendana, Universitas Patimura, Universitas Cenderawasih dan Universitas Khairun. SIM4 merupakan program dibawah Nuffic sebagai perwakilan dari pemerintah Belanda.

    Program SIM4 memiliki tujuan untuk memperkuat manajemen perguruan tinggi dalam rangka mendukung kegiatan utama kampus (pengajaran, riset dan pengabdian kepada masyarakat). Selain itu, program ini juga bertujuan membantu kampus untuk mempersiapkan peralihan secara bertahap menuju kampus otonomi.

    Setelah memperoleh bantuan selama empat tahun, kampus mendapatkan banyak pengalaman pembelajaran serta telah menunjukkan perkembangan di berbagai aspek manajemen perguruan tinggi. Penguatan manajemen institusi merupakan proses jangka panjang yang melibatkan perubahan baik dari pola pikir maupun kompetensi.

    Setiap perguruan tinggi telah memilih tiga tema dari empat tema yang disediakan untuk dikembangkan terkait program SIM4, ditambah tema “Governance and leadership” yang wajib dikembangkan setiap kampus. Empat program tersebut adalah Human Resources Management, Management Information Systems, Quality Assurance dan Financial Management.

    Hasil dari program SIM4 dipaparkan setiap kampus dalam Final Conference of SIM4 Project 2012 yang diselenggarakan Nuffic bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi yang bertempat di lantai 18 Gedung D Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (27/6).

    Selain perwakilan empat perguruan tinggi Hadir dalam konferensi tersebut adalah perwakilan dari Ditjen Dikti, perwakilan dari badan donor dan NGO (NUFFIC, USAID, JICA, NESSO, MDF dan WB), Sekretaris Dewan Pendidikan Tinggi dan Koordinator SIM4.

    “Saya sangat senang dengan kerja sama ini,” ujar Perwakilan dari Universitas Nusa Cendana, Frans Umbu Datta. Kampus menggunakan bantuan ini untuk mengembangkan fasilitas dan kualitas perguruan tinggi masing-masing, termasuk di bidang teknologi informatika dan lingkungan.

    Senada dengan Frans, Perwakilan dari Universitas Patimura merasa terbantu dengan adanya program ini. Masing-masing perguruan tinggi mengsinkronisasikan bantuan ini dengan berbagai program Ditjen Dikti, sehingga kualitas kampus meningkat.

  13.  

    Sekarang Belanda rugi USD 5 million karena 100 tank leopardnya ditawar Finlandia seharga USD 275million!

    FDF is planning to buy 100 used Leopard 2 A6 tanks from Netherlands, deal is worth of 200 million euros if it happens.
    source in Finnish : http://www.mtv.fi/uutiset/kotimaa/artikkeli/puolustusvoimat-ostamassa-lisaa-leopard-panssarivaunuja-/2450432
    in English: http://www.finlandtimes.fi/national/2013/12/18/3710/Finland-to-buy-battle-tanks-from-Netherlands

    100 used Leo 2A6 = 200 mil Euros (nearly 275 mil USD),…
    smaller than Indonesian offer 100 used Leo 2A6= 280 million USD http://www.stopwapenhandel.org/node/1243

    Nah, dengan 280 juta dollar itu kita bisa dapet 160an 2A4, RI, Recovery ama Marder….Kuwalat loh Belanda!!!

    •  

      nice links,

      Belanda belagu ga mau jual ke kita, kemudian malah produsen aslinya sendiri mau jual plus bonus. Dari sisi manapun ini kemenangan bagi Indonesia terhadap kelompok anti Indonesia di Belanda.

  14.  

    Tank Leopar 2A4 Refurbish kali tuh?! Bukannya Tank Leopard 2A6