Tank Leopard Revolution Yonkav-8

56
1066
MBT Leopard Revo RI
MBT Leopard Revo RI

Jakarta – Indonesia telah memiliki tank kelas berat Leopard 2A4, namun untuk menambah kekuatan, Indonesia juga memesan tank Leopard dengan spesifikasi lebih canggih yang disebut Leopard Revolution Indonesia.

“Leopard II Revolution Indonesia memang teknologinya di atas tipe 2A4 tapi tidak bisa di-upgrade lagi. Yang tipe 2A4 masih bisa di-upgrade,” kata Komandan Batalion Kavaleri 8/2 Tank Mayor Kavaleri Valian Wicaksono di kantornya, Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (20/11/2014).

Struktur cangkang luar tank ini menyerupai tank-tank siluman. “Nantinya akan ada 41 unit Leopard II Revolution Indonesia,” ujar Mayor Valian.

Kelebihan tank ini ada pada sistem kanonnya yang mampu mendeteksi musuh dan kawan secara otomatis. Kemudian moncong kanon kaliber 120 mm dapat mengunci musuh bahkan mengikuti suhu panas kendaraan tempur musuh.

“Identifikasi friend or foe itu semacam radar, jadi sudah terintegrasi bisa membaca kedudukan kawan dan musuh. Ada night visionnya juga heat lock,”.

Kelebihan teknologi ini membuat tank Leopard II RI memiliki kecepatan bidik melebihi tank-tank lainnya. Prajurit di dalam kubah kanon hanya tinggal mengarahkan binokular ke arah kendaraan tempur musuh dan kanon pun mengikutinya. Akan tetapi, tank Leopard II RI baru digunakan pada tahun depan karena masih dalam proses pengerjaan.

Mayor Valian menyatakan kemampuan tempur tank Leopard canggih itu di atas kemampuan tank Leopard Singapura. “Untuk saat ini, kemampuan Leopard II RI di atas tank Leopard yang digunakan Singapura,”.

Spesifikasi lainnya dari tank Leopard II RI tidak disebutkan oleh Valian. Pada dasarnya, kemampuan tank 62 ton canggih itu tak akan jauh berbeda dengan tank Leopard tipe 2A4 seperti mampu menembakan kaliber 120 mm hingga 125 mm dengan jarak efektif 4 Km.

“Ditunjang sistem keseimbangan pada turret sehingga menembak sasaran bisa sambil bergerak, dilengkapi automatic firing control system dan balistic computer untuk meningkatkan kecepatan dan akurasi tembakan,”.

Tank Leopard memiliki 4 awak yang terdiri dari komandan kendaraan yaitu seorang perwira, pengemudi, gunner dan loader. Setiap awak mendapatkan pelatihan untuk 4 posisi tersebut sehingga jika kehilangan satu posisi, Leopard tidak ‘pincang’.

“Kapasitas 47.000 cc, RPM 2.600/min dengan tenaga kuda 1.497 hp. Mengarung (berjalan di bawah air) tanpa persiapan hingga kedalaman 1,2 meter, dengan snorkel bisa mencapai kedalaman 4 meter,”.

Kecepatan maksimum Leopard mencapai 68 Km/jam untuk maju, jika mundur maka bisa mencapai 31 Km/jam. Dengan kapasitas BBM sebanyak 1.160 liter, Leopard bisa mengarungi daratan ratusan kilometer jauhnya.

“Kecepatan berputar kubahnya 360 derajat itu 9 detik, dengan persenjataan Rheinmetall 120 mm smoothbore gun L/44 dan 2 senjata mesin GPMG. Kekuatan seluruhnya di Yonkav 8/2 Tank, ada 41 unit Leopard, 19 tank support seperti komando, jembatan, recovery, engineer vehicle dan logistik,”.

Dengan keberadaan Leopard ini, bagi Valian, Indonesia mendapatkan 3 keuntungan. Keuntungan itu berupa keuntungan politis untuk keseimbangan kekuatan, keuntungan untuk mewujudkan efek penggentar dan meningkatkan posisi tawar serta wibawa bangsa Indonesia di dunia internasional.

“Di blok NATO ada 4 varian yang desainnya hampir mirip yakni Leopard II, Abrams, Challenger dan? Leclerc. 4 Varian ini hanya bisa diimbangi oleh tanknya Israel Merkava, tapi nggak mungkin menghadapi NATO kayaknya,”

?”Kalau Rusia, dia memang menang kemampuan bajanya yang sampai saat ini baja Rusia masih yang paling baik. Tapi Leopard menggunakan explosive reactive armor dengan ceramic add on plate dan composive protection sehingga mampu menahan hingga kaliber 40 mm,” tutup Mayor Valian. (Detik.com).

56 KOMENTAR

    • Anda termasuk warjager lama bung Joko, seharusnya pemikiran anda sudah berkembang jauh.

      Artikel ini membahas tentang kekuatan darat berbasis tank. Alinea pertama komen anda sudah menyentuh inti persoalannya, tapi soal kaprang dan pespur jangan dibahas sebagai pembanding donk. Akan lebih bijak membicarakan masalah penempatan, masalah gelar pasukan pendukung divisi tank dll. Bukannya justru seakan-akan lebih baik dananya untuk kaprang dan pespur saja, yang begini harusnya untuk komen mengenai anggaran pembelian alutsista dan sejenisnya.

      Saya mencoba mengajak warjag agar memberi warna lebih kepada forum ini dengan komen yang tidak menyimpang dari pembahasan utama supaya forum ini semakin berkembang, profesional dan menambah wawasan meskipun penghuni dan pengunjungnya belum tentu kalangan militer…

      • oalah ojo diributin .. Tank tetap diperlukan …ketika pespur memborbardir daratan musuh dan kaprang mengamankan area laut maka lpd dapat menurunkan muatan dan pasukan termasuk tank untuk merangsek ke daerah musuh … ini yg dilakukan Usa dlm DDay dan perang modern …

        Tank memang utk offensive didaratan tetapi perlu diwaspadai helpur musub dan rudal atau rpg musub yg sewaktu merontokkan kemampuam tanl itu sendiri …

      • Apanya yg gak bs ngelawan nato? Apa karena buatan jerman?

        Ambil contoh yg paling dekat…singapork jg punya leo…apakah leo kita gak bs ngelawan leo singapork karena yg buat sama? Tentu tidak…

        Leo dioperasikan secara computerized dgn Battle Management Sistem (BMS)…kalau BMS nya sama memang antar Leo tdk bs saling menembak karena memang diatur untuk menghindari friendly fire…nah, BMS Leo kita dioprek berbeda dan costumize untuk kebutuhan kita…info ini sy dapat dr seorang perwira komunikasi dan Pernika TNI serta seorang komandan batalyon Leo yg kebetulan kenalan saya…BMS kita di rancang oleh perusahaan dalam negeri…

        Jadi mau leo negara manapun ayo maju melawan leo kita…

  1. Ada yang Tau apa bedanya Tank Leopard EvoLution & RevoLution , tapi bagaimanapun KremLin jauh Lebih ungguL soaL metaLurgi Logam terutama daLam pembuatan dan pengoLahan baja , saya tidak bisa bayangkan Tank ARMATA VS LEOPARD RevoLution atau Leopard EvoLution , mari kita diskusikan :mrgreen: πŸ˜‰

  2. Dengan spesifikasi yang cukup identik antara bmd4 dan bmp3 seharusnya yang akan dimiliki marinir ialah tank dengan fungsi pemukul strategis. Dalam hal ini ialah mbt bung jawara. Kalau ini benar penggunaan hovercraft dari rusia diperlukan untuk penggelaran itu bung jawara. Imho.

    • Hovercraft Rusia boleh juga… mengingat Rusia punya hovercraft raksasa yg bisa ngacir sampai 60 knot (ZUBR). Tapi menurut info BMD-4 juga dapat difungsikan sebagai pemukul strategis karena dpt melumpuhkan MBT walaupun BMD-4 di kelas Light Tank. Ada kelebihannya lg tank ini dpt menangkal serangan udara juga. Menurut saya tank ini komplit bngt karena sifatnya yg amphibi, hampir sekelas mbt dan air defense.
      Yg saya heran apa benar Rusia akan menjual pd kita? Sedangkan Rusia sendiri baru menerima 4 unit karena tank ini tergolong baru. Mohon penjelasan. Thanks

      • Menilik kecenderungan patronase marinir kita terhadap marinir terdedikasi model amerika, dimungkinkan adanya mbt dalam inventaris marinir kita bung jawara. Tentu visi air mobile tidak bisa dikesampingkan. Untuk mendukung penggelaran ini penerbal mesti memiliki pesawat cargo yang mengakomodasi beban 25 ton ++. Sedianya ini terpenuhi ialah cerdik marinir kita mengincar surplus mbt rusia yang diperlukan marinir dalam penggelaran pendudukan area. Pada suatu kasus operasi marinir asu perebutan jembatan di fallujah irak (kalau ndak salah bung)..kompani ) LVTP 7 tanpa dukungan mbt, mengalami kerusakan mendapati serangan insurgen. Dalam proporsi penggelaran operasi tersebut adalah wajar marinir mengincar kepemilikan mbt keluarga t 90 yang kemudian hari, berpeluang dikembangkan/dimutakhirkan oleh pindad yang sudah memperoleh tot/reverse engineering kmw…cmiiw bung..

  3. Kita tunggu tahun depan MBT Leopard Revolution Indonesia nya

    Mo tanya para sesepuh soal salah satu keunggulan MBT ini dikatakan keunggulannya “Prajurit di dalam kubah kanon hanya tinggal mengarahkan binokular ke arah kendaraan tempur musuh dan kanon pun mengikutinya” bukankah sistem ini juga sudah ada di tank sekelas Abrams, Challenger dan merkava? (maaf klo saya salah)

  4. Pemilihan tank sudah disesuaikan dengan kondisi geografis NKRI, maka dari itu kenapa ada tank Leopard RI yg sesuai dgn spesifikasi TNI dimana mrk sebagai main user. Jumlahnya pasti tdk akan direlease demi keamanan deployment armanent. yg bertanya drmn uang untuk membelinya,Indonesia adalah negeri yg kaya raya akan sda maupun sdm. Salam Patsus !