Sep 222013
 
Min Battle Tank Leopard 2A4 tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta (photo:arc.web.id)

Main Battle Tank Leopard 2A4 tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta (photo:arc.web.id)

Setelah ditunggu-tunggu cukup lama, Tank Leopard 2A4 serta Infantry Fighting Vehicle Marder, akhirnya tiba di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta. Gelombang pertama pengiriman tank ini membawa 2 MBT Leopard 2A4 serta 2 IFV Marder,diangkut kapal barang Isolde dan mendarat di pantai utara Jakarta.

Min Battle Tank Leopard 2A4 tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta (photo:arc.web.id)

Main Battle Tank Leopard 2A4 tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta (photo:arc.web.id)

Dalam kontrak pembelian US$ 280 juta dengan Jerman, Kementerian Pertahanan membeli sebanyak 153 unit MBT dan IFV, dengan rincian: 61 unit MBT Leopard RI, 42 MBT Leopard 2A4 serta 50 IFV Marder. Jumlah ini bisa bertambah karena TNI AD berencana membeli 80 IFV Marder. Untuk MBT Leopard akan dilengkapi tank recovery, tank bridge layer dan Ambulans.

Min Battle Tank Leopard 2A4 tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta (photo:arc.web.id)

Main Battle Tank Leopard 2A4 tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta (photo:arc.web.id)

Pembelian tank ini dilengkapi dengan kesepakatan transfer teknologi yang diteken pada November 2012. PT Pindad dan Bengkel Pusat Angkatan Darat akan mendapatkan kerja sama pelatihan untuk perbaikan ringan hingga berat.

Infantry Fighting Vehicle IFV Marder tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta (photo:arc.web.id)

Infantry Fighting Vehicle IFV Marder tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta (photo:arc.web.id)

Infantry Fighting Vehicle IFV Marder tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta (photo:arc.web.id)

Infantry Fighting Vehicle IFV Marder tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta (photo:arc.web.id)

Kehadiran 153 unit tank ini akan menambah kekuatan TNI AD yang saat ini belum mempunyai tank kelas berat. Selama ini, TNI AD mengandalkan tank tempur ringan seperti Scorpion buatan Inggris, tank AMX-13 dan AMX-10p. Ketiga jenis tank ringan itu terbilang sudah uzur.(arc.web.id)

  113 Responses to “Tank Leopard tiba di Indonesia”

  1.  

    Menhan Belanda yang tante2 berkunjung ke Jakarta ingin merintis kerjasama pertahanan al. di bidang pengadaan peralatan pertahanan. . Heran, kok masih diterima ya?. Secara diplomatis amat sangat mungkin sekali menolak keinginan tersebut.
    Kontak2 awal pastinya diatur oleh atase pertahanan atau dubes mereka di Jakarta. Jawab saja dengan basa-basi standar ‘kami menyambut baik keinginan tersebut dan akan mencarikan waktu yang paling tepat (most convenient time) bagi pertemuan yang penting ini’ selanjutnya gak perlu dihubungi kembali.

    Apa sih yang mereka bisa buat dan Itali / Perancis / Jerman / Rusia gak bisa?

    Apa Kemenhan belum pernah dengar istilah ‘kejeblos di lubang yang sama’?

    •  

      Dijaman pak Harto, si Pronk yang banyak tingkah langsung ditendang !.

      Gak cuma si Pronk, sekalian dengan IGGI-nya…

    •  

      untuk adilnya sebenarnya cukup ramai juga polemik di sana ketika ada penolakan penjualan Leo ke Indonesia, pemerintahnya waktu itu sangat menyayangkan penolakan dari sebagian parlemen. pemerintah Belanda juga waktu itu langsung berjanji akan melakukan yang terbaik untuk memperbaiki hubungan yang tercoreng akibat sentimen sebagian anggota parlemen.
      ketika pemerintah Jerman bersedia menjual tank-nya pada kita, itu tamparan luar biasa bagi Belanda 😀 dan sekaligus menempatkan kita di posisi lebih menguntungkan untuk pengadaan2 alutsista dari negara2 uni eropa ke depannya
      danke, frau Merkel

      •  

        Betul ada pro kontra, tapi bottomline-nya dealing with these patronizing people is a waste of valuable time!

        Silakan aja jika mereka gak malu menjilat ludah sendiri, tapi gak ada kewajban bagi kita untuk meladeni…

        •  

          tapi banyak juga hikmahnya gan, saya ingin bilang kemenhan pasti sudah dapat pelajaran tapi mengingat politik kita ga tau juga sih 😀

          dan mereka sudah ‘terhukum’ dengan sekarang datang tak diundang menawarkan kerjasama pertahanan. mereka pasti merasa konyol sekali telah menolak menjual Leo ketika kemudian Jerman produsen aslinya saja ga jaim sok penjaga HAM. apalagi Aus dan US ngasih hibah alutsista

 Leave a Reply